Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Bangkit dari keterpurukan .


__ADS_3

Pagi pun tiba dan seperti biasanya Tyas bamgun lebih awal mulai menyiapkan aneka menu sarapan pagi juga aneka minuman panas dan aneka jus buah dan menatanya di etalase dengan rapi .


Saat Tyas tengah sibuk menata menu sarapan yang akan di jual itu , Terlihat kedua Orang Tuanya tengah berjalan menuruni tangga hendak menyusul Tyas yang tengah sibuk di lantai bawah ruko .


" Apa yang bisa Ibuk bantu Nduk ?" Tanya Bu Rukmi .


Tyas yang kebetulan tengah sibuk hingga tak sempat melihat kalau Bapak dan Ibuk nya sudah berdiri di sampinya nya itu pun tersentak kaget lalu menoleh kearah Mereka .


" Eh Ibuk , Bapak sudah bangun nggak usah Buk semua sudah siap kok , Oya silahkan sarapan dulu Buk Pak Tyas sudah menyiapkan tadi khusus untuk Bapak dan Ibuk ." Jawab Tyas seraya menunjukan menu sarapan untuk ledua Orang Tuanya itu .


Pak Samsul yang sedari tadi mengamati dagangan Tyas itu pun heran menu apa ini guman Nya dalam hati hingga akhirnya Beliau pun bertanya .


" Ini makanan apa to Yas yang Kamu jual ini kok kayak sayur mentah begitu juga ini apa roti kok pakai sayur mentah mbok ya di masak yang mateng gitu kok kaya kambing saja makan sayur mentah ." Ucap Bapak .


Tyas dan Ibuk yang mendengarkan kata kata Bapak barusan pun tersenyum geli


" Aduh Bapak ada ada aja bikin Lelucon ." Ujar Bu Rukmi


" Ini nama nya salad Pak dan itu sandwich roti isian sayur telur dan daging yang Tyas jual ini menu sarapan Orang kantoran Pak yang simpel dan tidak terlalu berminyak ." Jawab Tyas lugas


Pak Samsul yang mendengarkan jawaban dari Tyas pun mengangguk paham meski dalam hatinya masih bertanya kenapa sayur nya harus mentah apakah Mereka tidak takut sakit perut .


" Atau Bapak mau mencoba mencicipi nya ?" Kata Tyas mencoba menawari Bapak untuk memcoba makanan yang Dia jual


" Nggak ,Bapak kurang suka sayur begituan Nduk Bapak tak makan masakan lain saja ." Jawab Pak Samsul bergidik membayangkan rasa sayur mentah itu


Kemudian Pak Samsul dan Bu Rukmi pun beranjak ke meja makan untuk sarapan dengan menu yang telah Tyas masak tadi , Sementara itu Tyas mulai bersiap membuka toko sarapannya dan mengawali pekerjaan nya menjual menu sarapan tak lupa Tyas juga berdoa memohon kepada ALLAH agar diberikan kemudahan kelancaran untuk hari ini dan seterusnya .


Selang sepeuluh menit berlalu para pelanggan pun datang Mereka kebanyakan membeli sandwich dan segelas susu kedelai namun banyak juga yang memesan mie spageti dan segelas jus buah maupun kopi panas .


Tyas terlihat sangat sibuk melayani pembeli yang hilir mudik berdatangan untuk membeli sarapan , Jika biasanya ada Mbak Rina yang membantu Tyas jualan dan berhubung malam tadi Dia dan Mas Gunawan pulang kerumah nya maka hari ini Tyas pun sedikit kerepotan hingga akhirnya Ibuk pun turun tangan membantu Tyas melayani pembeli yang mulai ramai itu .


Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah menunjukan pukul delapan pagi , barulah toko sarapan milik Tyas sepi sebab sudah jam masuk kantor dan akhirnya Dia juga Ibuk bisa istirahat sejenak sebelum merapikan meja bekas pelanggan tadi .


" Kamu sarapan dulu Nduk , biar Ibuk yang merapikan meja dan peralatan makan yang kotor ini ." Ujar Bu Rukmi


" Iya Nduk biar Bapak bantu Ibumu membereskan meja meja ini sana Kamu sarapan dulu jangan sampai telat makan ." Sahut Pak Samsul


" Nggih , Tyas sarapan dulu Pak Buk ." Balas Tyas

__ADS_1


Bapak dan Ibuk pun mengangguk kemudian Beliau berdua pun bergegas membereskan meja dan peralatan makan bekas digunakan oleh pelanggan tadi , Sementara Tyas berlalu ke dapur untuk sarapan sebentar guna mengisi tenaga untuk melanjutkan aktifitas nya hari ini .


Sementara itu di rumah tempat tinggal Wati , terlihat Dia sudah bangun dan sudah dandan rapi hari ini rencana nya Dia mau menemui Ditya di apartement nya dan meminta Ditya untuk mengantarkanya pulang menemui kedua Orang Tuanya di kampung halaman guna meminta maaf pada Mereka berdua .


Setelah memastikan pintu terkunci , Wati pun berjalan keluar hendak mencari taxi dan tiba tiba ponselnya berbunyi tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Mbak Rina.


" Iya Mbak ada apa kok tumben pagi pagi nelpon Aku ?" Tanya Wati


" Ini Wat , Aku baru saja ngantar kedua Orang TuaMu ke stasiun katanya Beliau berdua mau pulang kampung ." Jawab Mbak Rina


Wati mengernyitkan dahinya , Dia bingung bagaimana bisa kedua Orang Tuanya diantar Mbak Rina lalu apakah tadi malam Mereka menginap di rumahnya Mbak Rina


" Kok bisa Mbak Rina yang ngantar Mereka ?" Tanya Wati dengan nada sedikit ketus


" Kamu ini bukannya berterima kasih malah tanya begitu lagian kenapa Kamu tega membiarkan kedua Orang TuaMu berjalan malam malam hendak menuju stasiun bukankah Mereka baru lertama kali ke Jakarta kenapa Kamu tega pada Mereka ." Jawab Mbak Rina mulai emosi


" Maaf Mbak itu urusan pribadi keluarga Kami dan Aku rasa Mbak Rina nggak perlu tau jawabannya lagi pula Mereka sudah dewasa tadi malam pun Aku sudah melarang Mereka untuk pulang tapi Mereka tetap ngotot , juga ya terima kasih banyak atas bantuannya untuk Bapak dan Ibuk ." Balas Wati


" Kamu benar benar tega Wat ." Sahut Mbak Rina sembari mematikan panggilan telepon itu


Wati segera menyetop taxi dan berangkat mmenuju apartement tempat tinggalnya Ditya yang kebetulan hari ini mengajukan cuti karena badannya demam .


Pak Sugeng dan Bu Ratih yang sedangsarapan di meja makan itupun kaget setengah mati saat melihat Wati masuk kedalam apartement .


" Selamat pagi Pa ,Ma ." Sapa Wati saat menjumpai kedua Mertuanya yang sedamg sarapan itu .


" Kok Kamu bisa masuk siapa yang memberikan kunci itu ." Balas Bu Ratih sewot


" Mas Ditya Ma yang memberikannya , Oya apakah Mas Ditya sudah berangkat kerja ." Kata Wati


" Stop memanggil Aku Mama , Kamu bukan siapa siapa Kami dan untuk apa Kamu kesini ada perlu apa Ditya sedang kurang enak badan Dia sedang istirahat di kamarnya ." Balas Bu Ratih mulai emosi manakala mendengar Wati memanggilnya dengan sebutan Mama .


" Apaaaaa Mas Ditya sakit ." Sahut Wati


Wati segera berlari menuju kamar Ditya untuk memastikan keadaan nya, Dia tak memperdulikan teriakan dari Bu Ratih yang melarang nya untuk masuk dan menemui Ditya yang sedang sakit itu .


" Mas Ditya ." Panggil Wati seraya meraba kening Sang Suami siri nya itu dan menggenggam erat tangannya


Ditya yang sedang tidur pun mengingau mana kala memdengar ada orang yang memanggilnya itu

__ADS_1


" Dek dek Tyas tolong jangan tinggalkan Aku tolong maaf kan Aku Dek , Aku janji akan meninggalnya asal Kamu tidak meninggalkan Aku ." Ucap Ditya dengan mata masih terpejam .


Remuk sudah rasanya hati Wati manakala mendengar Ditya menyebut nyebut nama Tyas dan memohon mohon agar tidak meninggalkannya itu dan tanpa Dia sadari air matanya jatuh menetes membasahi pipinya , Wati merasa kehadirannya seakan akan hanya angin semata bahkan Ditya pun seakan tak mau tau dengan perasaan nya juga calon buah hati hasil peecintaan Mereka yang kini tengah tumbuh di dalam kandu ngannya Wati .


Sementara itu Bu Ratih yang menyaksikan kejadian itu pun nampak cuek tidak memperdulikan tangisan Wati , Bahkan Beliau terlihat puas mendengarkan ucapan Ditya barusan .


" Sudah dengar bukan kalau Ditya lebih memilih Tyas dari pada Kamu tu buktinya Dia mengingau ngiggau memanggil manggil nama Tyas bukan namaMu ." Kata Bu Ratih


Wati menoleh sebentar kearah Bu Ratih Kemudian Dia pun berbalik memandang Ditya seraya menggenggam.erat tangannya itu .


" Mas ini Aku Wati Mas dan ini AnakMu ." Ucap Wati seraya meletakkan tangan Ditya diatas perutnya yang mulai nampak sedikit menonjol itu .


Ditya terbangun kemudian membuka matanya lalu mulai memandangi sekeliling nya dan terahir memandangi wajah sendu Wati yang sedang mengusap air matanya itu .


" Dek kenapa Kamu menangis , Ma kenapa Wati menangis apakah Mama menindasnya ?" Tanya Ditya


" Tanyakan saja pada Dia ." Jawab Bu Ratih seraya keluar dan menutup pintu kamar itu


" Kenapa Kamu menangis Dek , Jangan menangis kasian anak Kita ." Kata Ditya seraya mengusap usap perut Wati


" Nggak Mas Aku nggak menangis kok , Hanya saja Aku kangen sama Kamu ." Jawab Wati berbohong


" Oh Aku kira Kamu kenapa kenapa , Sini temani Aku istirahat ya ." Pinta Ditya seraya menarik tangan Wati


Kembali lagi ke ruko tempat tinggal sekaligus tempat usaha Tyas


Terlihat Tyas tengah mengelap mesin penggiling biji kopi , Sia sedikit melamun memikirkan masa depan usahanya ini nanti bagaiamana apakah akan jalan di tempat atau malah munduratau malah sukses dan berkembang .


Jika hanya seperti ini saja Tyas yakin ushaanya akan jalan ditempat tanpa ada kemajuan sesikit pun , dan untuk mencegah semua itu terjadi Tyas punya ide cemerlang yakni memanfaatkan sosial media pribadi nya sendiri sebagai ajang promosi jualannya itu


Tyas pun mulai membuat sepiring kecil menu mie spagetti lengkap sengan toping nya lalu menu roti sandwich lengkap dengan isiannya juga salad sayur maupun salad buah juga aneka cake teman ngopi santai dan aneka menu minumanya itu, lalu Tyas memotonya satu persatu secara bergantian .


Setelah memotonya Tyas pun mulai memposting barang dagangannya itu di sosial media milik pribadinya dengan capture manis menggundang pembeli untuk datang


Dia juga menawarkan diskon yang menarik untuk pelanggan setianya sebagai tanda promo toko baru buka .


Kurang dari lima menit sejak foto itu di aploud , Koment juga like pun bermunculan yang rata rata memuji penampilan foto makanan untuk sarapan itu hingga tak sedikit yang tertarik untuk datang langsung ke tempat milik Tyas besok pagi .


Tyas benar benar menikmati kesibukan demi kesibukaknnya hari ini , dan sedikit banyak Dia mulai terhibur dari kesedihannya karena proses cerai velum juga kelar .

__ADS_1


Sementara itu di kantor milik Naka , Nampak Dia sedang memandangi ruko kecil di samping gedung perkantoran miliknya itu sementara Seketaris Anton pun hanya bisa melihat sekaligus berpikir ada apa dengan Tuannya itu kenapa kelihatan sedang mengamati seseorang


__ADS_2