Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Melepas Rindu dengan sahabat


__ADS_3

" Kata Budhe sore ini kamu akan kembali ke Yogyakarta Wat benar kah itu ?" Tanya Tyas .


" Benar Yas sore ini Aku harus kembali berangkat kesana soalnya Budhe ku kerepotan pengunjung sedang banyak banyak nya dan karyawan yang biasa membantunya sedang cuti juga ."Jawab Wati lirih .


Terlihat raut kecewa di wajah Tyas mendengar jawaban dari Sang sahabat itu.


" Apakah tidak bisa di tunda sampai besok siang waktu keberangkatan Mu itu , Kita berpisah hampir setahun lamanya dan hari ini kita baru saja bertemu lalu Kita harus berpisah kembali dan tak tau kapan lagi bisa bertemu karena Kamu harus berangkat sore ini apakah Kamu tidak merindukan Aku sebagaimana Aku yang selalu merindukan Mu juga apakah persahabatan Kita tidak seperti dulu lagi saling merindukan satu sama lainnya ?" Tanya Tyas emosi dengan berurai air mata membasahi pipinya .


Melihat Sang sahabat menangis penuh emosi itu Wati segera mendekat memeluk Sang Sahabat dengan erat dan mengusap air mata dipipinya


" Tyas ketahui lah Aku pun sangat merindukanmu tetapi Aku sudah janji sama Budhe untuk kembali sore ini dan Aku juga janji sama Kamu bahwa Aku akan ke jakarta untuk mencari dan menemui kamu ." Kata Wati mencoba Membujuk Tyas.


" Sudah lah Wat kelihatannya memang pekerjaan sangat penting bagimu Aku juga paham kok ." Balas Tyas sedikit ketus sambil melepaskan pelukan Sang Sahabat .


" Kamu marah Yas , sudah sudah Aku lebih mementingkan Kamu Aku akan menunda keberangkataan ku besok siang saja gimana ?" Tanya Wati .


" Terserahh Aku tidak memaksa juga tidak meminta ." Jawab Tyas masih dengan nada ketus merajuknya.


" Benar Kamu tidak memaksanya tapi Aku yang berinisiatif sendiri miss cengeng senyum dong ." Sahut Wati menoel pipi Tyas .


Dan mau tak mau Tyas pun tersenyum senang karena keinginan nya terpenuhi mereka pun melanjutkan obrolan mereka lagi hingga pertanyaan konyol muncul dari mulut Wati .


" O Yas kamu belum mengenalkan juga memberitahu Aku siapa nama suami mu ganteng nggak orang nya pelit nggak orang nya terus bagaimana sifatnya ?" Tanya Wati dengan jiwa kecrewetannya itu .


" Namanya Ditya orang nya sih lumayan dan sifat nya baik kok juga tidak pelit hehehehe ." Jawab Tyas sedikit tersipu sipu .


Wati membatin kok namanya hampir sama dengan nama Mas Aditya pacarnya ya sifat nya juga hampir sama ah bukankah di dunia ini nama banyak yang kembar lagian nggak mungkin juga mas Ditya menikah tanpa memberitahu dirinya argumen Wati dalam hatinya .


Melihat Wati yang tengah melamun Tyas menyikut lengan Sang sahabat .


" Hey kamu kok malah melamun sih kenapa ?" Tanya Tyas.


Wati terjengkit kaget kemudian menoleh kearah Tyas sambil menggelengkan kepala tanda tidak kenapa kenapa .


" Kamu sendiri juga belum kenalin pacar Kamu ke Aku Wat ." Kata Tyas sambil menatap Wati .


"Pacar ku tinggal di jakarta Yas namanya hampir sama dengan Suami mu Dia orang nya ganteng baik royal pula nanti kalau Aku ke jakarta pasti Aku kenalin ke Kamu ." Balas Wati dengan sumringah memuji Sang kekasih hati


" Sama Aku pun juga akan mengajak suami ku untuk bertemu dan kebalan dengan Mu juga pacar mu ." Sahut Tyas


" O ya Yas bagaimana sih rasanya menikah itu juga bagaimana sih rasanya malam pertama itu apakah sesakit yang orang orang ceritakan ?" Tanya Wati .


Mendengar pertanyaan konyol dari Wati itu Tyas sedikit kebingungan hendak menjawab apa karena dirinya juga Ditya belum pernah sekalipun melakukan hal hal aneh yang biasa pasangan pengantin baru lakukan pada umumnya dalam hati Tyas ingin sekali bercerita tentang keadaan rumah tangganya yang sebenarnya tetapi dirinya selalu ingat nasehat Ibu untuk menutup rapat rahasia rumah tangga nya dengan Ditya karena aib permasalahan rumah tangga kita bukan konsumsi publik tidak harus semua orang tau meskipun itu Sahabat kita maupun saudara kita sendiri makanya Tyas sedikit merenung menyusun kata kata alibi untuk menjawab pertanyaan dari Wati .


" Yas kok kamu malah melamun sih jawab dong pertanyaan ku ." Seloroh Wati menyadarkan Tyas dari lamunan nya .

__ADS_1


" Rasanya menikah itu ya tergantung kita mau dirasakan sebagai beban atau sebagai Ibadah merasa tertekan atau mengalir begitu saja nah kalau Aku dan Mas Ditya lebih ke biarkan mengalir begitu saja tanpa ada paksaan dan urusan malam pertama itu rahasia lagian kamu ini pertanyaan ada ada saja hiiiiih ." Jawab Tyas .


" Ya kan Aku penasaran buat referensi nanti kalau Aku menikah ." Sahut Wati .


" O ya kapan kalian rencana mau menikah Wat ?" Kini giliran Tyas bertanya .


Mendengar dirinya tengah ditanyai Sang sahabat dengan pertanyaan itu Wati menunduk dengan raut muka tak seceria tadi .


" Kenapa Wat apakah pertanyaan ku salah dan menyinggung hatimu jikalau iya tolong maaf kan Aku dan jangan dijawab pertanyaan ku itu sudah lupakan saja ." Kata Tyas sambil menggenggam erat tangan Wati .


Wati menoleh ke arah Tyas dan memeluk sahabatnya itu sambil sesenggukan menangis kemudian menjawab pertanyaan Tyas.


" Yas sebenarnya Aku ingin bercerita ke kamu ." Kata Wati .


"Iya Wat ada apa silahkan bercerita jika Aku mamou Aku akan membantu mu sebisaku ." BalasTyas .


" Yas sebenarnya hubungan kami sudah cukup baik dan serius tapi Kami terganjal restu orang tua dari Mas Adit ." Kata Wati berusaa tegar menceritakan hubungan nya dengan Sang kekasih .


" terus apa masalah nya yang menyebabkan kalian tidak di restui ?" Tanya Tyas singkat menatap wajah Tyas sendu sedih Wati .


"Mas Adit tidak bilang secara jujur apa alasan utamanya hanya saja dia berkata kita berjuang meyakinkan orang tua ku bahwa kita adalah sepasang kekasih yang tak terpisahkan Aku berjuang meyakinkan orang tuaku sedangkan Kamu berjuang dengan Doa itu kata mas Adit Yas tapi Aku sadar mungkin kedua orang tua Mas Adit tidak setuju karena Aku dari keluarga kurang mampu berbeda dengan keluarga mereka ." Jawab Wati panjang lebar .


" Kamu nggak usah pesimis seperti itu ,Jodoh itu mutlak kuasa ALLAH jika Yang Kuasa sudah menakdirkan garis jodoh mu adalah pacarmu sekarang maka siapapun tidak ada yang bisa menolak menghalanginya sekalipun itu orang tua nya pacarmu jadi saranku lebih giatlah merayu Sang penentu takdir yaitu ALLAH SWT dengan cara Beribadah lebih Khusuk tak bosan bosan berdoa dan juga kamu harus sabar ingat ada pelangi setelah badai ok ." Nasehat Tyas panjang lebar .


Tak berselang lama hp Tyas berbunyi tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Bu Ratih Sang Mertua nya Tyas.


" Assallamuallaikum ma , Bagaimana kabarnya mama ,ayah dan Mbah kung ?" Sapa Tyas


" Waallaikumsallam Nduk Alhamdhulillah kami semua baik baik saja , Dan semoga keluarga di situ juga baik baik saja o ya tadi pagi Ditya telepon katanya Kamu pulang kampung lalu kapan Kamu kesini biar kami jemput ." Jawab Bu Ratih .


" Iya Ma tadi pagi Kami baru saja sampai rencana nya besok sore Tyas akan kerumah Mama nggak papa kan Ma? Tanya Tyas .


" Haduh kami harus menunggu sampai besok sore Nduk padahal Kami sudah sangat rindu dengan Kamu tapi ya sudah kami akan kesana besok sore untuk jemput kamu ." Balas Bu Ratih .


Setelah itu Tyas mengahikiri panggilan telepon mya dengan Sang ibu mertua tersebut lalu melanjutkan obrolannya dengan Wati .


" Yas kelihatannya mertua mu sangat sayang ya sama Kamu ." Seloroh Wati .


" Alhamdhulillah Wat kedua mertua juga eyang kakung Ku sangat baik menyayangi Aku seperti anaknya sendiri ." Sahut Tyas


" Semoga saja nanti Aku juga punya mertua sebaik mertua Mu ya Yas ." Kata Wati sambil memnadang kearah langit yang biru .


" Aamiin miss galak jangan galau dong ." Canda Tyas


Tak terasa waktu cepat berlalu sore pun tiba mereka berdua pun pulang kerumah masing masing

__ADS_1


Sesampainya di rumah Tyas segera mandi dan ganti baju rumah sedang sepi hanya ada Ibuk saja karena Mbak Rina dan Bapak sedang pergi ke rumah ponakan bapak untuk menghadiri pesta pertunangan anaknya .


Setelah selesai sholat ashar seperti biasa Tyas menemani Ibunya memasak di dapur mereka yang sederhana namun sangat bersih itu


" Ibu sedang masak apa buk ?" Tanya Tyas .


" Ini lo Nduk Ibu sedang memasak kesukaanmu telur dadar lengkap dengan sambal bawang juga tumis kaun singkong serta tak ketinggalan ikan nila bumbu rujak dan bakwan jagung ." Jawab Ibuk .


" Wah banyak sekali Buk menunya Tyas jadi lapar ni hehehehe ." Sahut Tyas sambil menyomot bakwan jagung yang baru saja selesai digoreng .


" Iya Nduk ini semua hasil dari sawah kita sendiri juga ikannya dari kolam belakang rumah sekalian nanti ajakin Wati juga pakdhe Budhe kesini untuk makan bersama kita ." Kata Ibuk .


" Iya juga ya Buk yasudah Tyas telepon Wati dulu Buk ." Kata Tyas meminta ijin pada Sang Bunda untuk menghubungi Wati .


Seelah semua beres Ibu dengan dibantu Tyas menata masakan di tikar depan tv agar lebih luas tempat duduk nya dan lebih leluansa makan sambil bercengkeramah .


Tak berselang lama Mbak Rina dan Bapak pulang dari rumah keluarga bapak , Terlihat Mbak Rina menenteng dua kantong plastik berisi makanan kue dan aneka lauk yang dibungkuskan tadi oleh bibik .


" Wah ada acara apa Buk kok masak banyak sekali ?" Tanya Bapak saat melihat gelaran tikar di depan tv juga aneka lauk yang tertata rapi diatasnya .


" Ndak ada acara apa apa Pak kan anak anak jarang pulang jadi Ibuk masakin kesukaan mereka juga sekalian adi Tyas juga mengundang keluarganya Wati kesini makan bersama ." Jawab Ibuk .


"Wah jadi rame dong o ya Buk ini kue dan juga lauk lauk yang dibungkuskan Bibik tadi biar Rina tata di piring ya Buk ." Sahut Mbak Rina .


" Iya Nduk sebagian dibungkus ya biar dibawa pulang budhe mu ." Balas Ibuk .


Tak berselang lama Wati dan kesua orang tuanya datang


" Ono acara opo to dek kok ngundang Kita kesini ?" Tanya Budhe pada Ibu .


" Tidak ada acara apa apa Mbak hanya mengundang makan saja dengan menu sederhana ini sekalian Kita ngobrol kebetulan Tyas dan Rina pulang menjenguk Kami Mbak juga Wati dan Tyas biar melepas kangen dengan puas ." Jawab Ibuk panjang lebar .


Kemudian Bapak meminta pada Pakdhe Budhe Wati juga lainnya untuk duduk dan mulai makan malam bersama dengan menu sederhana dan diselingi obrolan santai juga canda tawa hingga terciptalah suasana hangat penuh kekeluargaan .


" Rin suami mu nggak iku pulang to Nduk ?" Tanya Pakdhe .


" Mboten Pakdhe pekerjaannya tidak bisa ditinggal mahklum menjelang akhir bulan jadi sangat sulit mengajukan cuti Pakdhe ." Jawab Rina dengan sopan .


" Semoga rumah tanggamu SAMAWA ya Nduk ." Kini giliran Budhe menimpalinya .


" Aamiin Budhe terima kasih banyak dan begitupula sebaliknya semoga Budhe sekeluarga tetap diberi kesehatan kelancaraan dan keberkahan oleh ALLAH Aamiin ." Balas Rina .


Kemudian mereka pun melanjutkan makan malam nya hingga selesai para Bapak tengah asik mengobrol di depan tv sambil menghisap rokoknya sedang para Ibuk dan juga Wati Tyas tengah sibuk mencuci piring di dapur dan merapikan sisa bekas makan tadi selesai itu kemudian mereka pun ikut bergabung duduk di depan tv untuk melnajutkan obrolan tadi


Tak terasa malam pun semakin larut Wati berserta kedua Orang Tuanya pun pamit untuk pulang karena besok ternyata Wati harus berangkat pagi jam sepuluh dengan menaiki kereta api .

__ADS_1


__ADS_2