Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Pertemuan indah dengan sang sahabat .


__ADS_3

" Maaf sebentar ya Pak Buk Mbak , Tyas mau telepon Mas Ditya dulu ngabari kalau kami sudah sampai dengan selamat ." Kata Tyas di sela sela obrolan santai melepas rindu mereka .


Bapak ,Ibuk dan Mbak Rina pun mengangguk tanda mengiyakan perkataan Tyas tadi .


Tyas segera membuka tas nya mengambil hp lalu membukanya dan ternyata sudah puluhan kali Ditya menghubunginya .


Segera Tyas mendial nomer Ditya dan langsung diangkat oleh Ditya .


" Assallamuallaikum Mas Ditya , Maaf Aku tadi tidak membuka hp jadi tidak tau kalau Kamu telepon ." Kata Tyas .


" Waallaikumsallam Dek nggak papa , O iya bagaimana apakah kamu sudah sampai ?" Tanya Ditya .


" Allhamdhulillah sudah Mas baru saja kami sampai di rumah ." Jawab Tyas


" o ya lalu bagaimana kabar bapak ibuk apakah mereka baik baik saja dan tolong dong coba buk layar video kamu agar Aku bisa memastikan benar sampai atau belum ." Sahut Ditya


Tyas berpikir sejenak kok Mas Ditya aneh ya biasanya nggak pernah meminta video call tapi sudah dua hari ini selalu meminta video call ada apa sebenarnya dan sontak hati Tyas sumringah karena beranggapan mungkin saja Ditya rindu pada dirinya .


" Hallo dek kok malah diam halo ." Kata Ditya membuyarkan lamunan sesaat Tyas itu .


Tyas sedikit terkejut dan sadar dari lamunan nya dan segera dia membuka layar video call mereka itu .


Tyas terlihat tersipu malu malu menghadap ke layar hp nya itu


" Kamu capek ya Dek kok wajah mu kelihatan kusut ngga secantik biasanya ." Kata Ditya dengan wajah serius memandang kearah Tyas .


Dan lagi lagi Tyas tersipu malu wajahnya memerah karena menahan malu Dia pun hanya menggeleng tanda tidak .


Sedang Bapak Ibuk dan Mbak Rina yang tengah mengobrol pun menghentikan obrolan mereka dan memperhatikan Tyas yang tengah bertelepon ria dengan Ditya sang suami .


Hingga Mbak Rina dengan jiwa usilnya pun mendekat kearah Tyas dan meraih hp milik Tyas lalu menyeletuk .


" Hay Ditya bukankah baru kemarin sore di tinggal Tyas masa sudah kangen ?"


" Eh Mbak Rina bagaimana semua lancar kan , Iya ni Aku kangen sama Tyas soalnya rumah jadi sepi semenjak kalian pulang kampung hehehe."Jawab Ditya setengah bercanda .


" Huhh dasar pengantin baru bawaannya pengen bareng saja ."Sahut Mbak Rina .


"Iya hahahaha titip salam buat Bapak dan Ibuk ya Mbak dan tolong jaga Tyas maaf Aku mau pamit kerja dulu soalnya sudah mau masuk ruang meeting ." Balas Ditya


Setelah berpamitan Ditya pun mengahiri panggilan telepon tersebut Dia melanjutkan kerja sedang Tyas melanjutkan obrolannya dengan keluarga nya .

__ADS_1


" Nduk kalau Mbak Rina perhatikan suami mu itu orang nya humoris juga ya sudah cakep ,tanggung jawab perhatian dan penyayang pula semiga kamu langgeng ya Yas ." Kata Mbak Rina sambil menyerahkan hp kepada Tyas .


" Iya Mbak memang benar kok Mas Ditya itu sifatnya seperti yang Mbak Rina katakan tadi ." Kata Tyas meski dalam hatinya sendiri masih ragu apakah Ditya benar benar menyayanginya selayaknya seorang suami pada istri atau hanya selayaknya kakak beradik saja toh sampai sekarang Dia belum pernah menyentuhnya .


" Semoga sakinah mawadah warrohmah ya Nduk rumah tanggamu dengan Ditya supaya Kami tenang tidak terlalu menghawatirkan keadaanmu ." Kini giliran bapak menimpali .


"Aamiin terima kasih banyak Pak Ibuk doa nya dan tolong jangan terlalu menghawatirkan Tyas ,Aku baik baik saja kok hehehe."Kata Tyas .


Kemudian Bapak mengajak Tyas dan Rina untuk sarapan bersama dengan menu sederhana karena memang Tyas dan Rina tidak memberitahukan kepulangan mereka .


di sela sela obrolan waktu sarapan mereka Ibu berkata .


" O nduk nanti sore Wati akan berangkat ke Yogyakarta lo tadi malam waktu ibu di masjid bertemu dengan Wati dan Ibunya lalu kami bercerita banyak salah satunya tentang Kamu dan Wati juga bilang akan berangkat lagi ." Kata Ibuk .


" Benar kah Buk , Wah selesai makan Aku akan segera kesana buk menemui Wati pasti Dia marah sama Tyas buk dan juga Tyas sangat kangen padanya buk ." Balas Tyas.


" Iya tapi Kamu harus mandi ganti baju dulu sekalian bawain oleh oleh buat kelyarganya Wati ." Sahut Ibuk


" Betul kata Ibu mu Yas ,Kamu mandi ganti baju biar kelihatan lebih segar ." Giliran Bapak menimpali perkataan Ibuk .


Saat Bapak ,Ibuk ,dan Tyas sedang mengobrol dengan asiknya keadaan berbeda dengan Mbak Rina dimana dirinya tengah asik sibuk menyantap sayur urap buatan sang bunda hingga habis tak tersisa .


sedang Mbak Rina selesai mandi dia melanjutkan obrolannya dengan kedua orang tua yang sangat Dia rindukan itu .


" Assallamuallaikum budhe ." Sapa Tyas sesampainya di depan pintu rumah Wati .


" Waallaikumsallam ." Jawab Ibundanya Wati sembari berjalan keluar melihat siapa gerangan tamu pagi itu dan alangkah terkejutnya Beliau saat tau siapa tamu yang tengah mengucapkan sallam barusan .


" Ya ALLAH Tyas apakah ini benar kamu Nduk Tyas ?" Tanya budhe sambil meraih tangan Tyas .


" Iya Budhe benar ini Tyas ." Jawab Tyas sambil menyalami tangan Budhe dengan takdim .


" Kamu cantik sekali Nduk bagaimana kabarmu dan suami ." Kata Budhe


" Alah biasa saja Budhe dan Allhamdhulillah kami baik baik saja lalu bagaimana kabar Budhe Pakde dan Wati ?" Tanya Tyas sambil menyerahkan tas berisi oleh oleh untuk keluarga nya Wati .


" Allhamdhulillah kami sekeluarga baik baik saja Nduk Kamu cantik sekali Yas Budhe sampai pangling lo Kamu sudah berubah Nduk jadi bening ." Balas Budhe sembari meraih tas tersebut


Budhe pun mengajak Tyas masuk ke dalam rumah dan mempersilahkan duduk


" Terima kasih Budhe, O iya Wati mana Budhe Tyas kangen ." Kata Tyas bertanya pada Budhe tentang keberadaan Wati Sang sahabat

__ADS_1


" O Dia lagi mandi Nduk sebentar lagi juga keluar ." Jawab Budhe sembari menghidangkan teh manis untuk Tyas dan mempersilahkannya untuk minum.


Kurang dari lima belas menit Wati pun keluar dari kamar mandi , Dia sedikit keheranan siapa gerangan tamu pagi itu hingga terdengar canda tawa penuh ceria dari Sang Bunda Dia pun berjalan mendekat kearah ruang tamu guna memastikan siapa tamu tersebut .


Dan alangkat terkejutnya Wati saat tau siapa yang datang yang tak lain adalah Tyas sang sahabat yang telah lama Dia rindukan


" Tyassssss ."Panggil Wati dengan sstengah berteriak kegirangan berlari memeluk Sang sahabat.


" Aow aow aow slowlyyy gaes ." Balas Tyas sembari membalas pelukan dari sang sahabat Wati


Mereka berpelukan cukup lama saling melepas rindu dengan diiringi tetesan air mata kerinduan saling bertukar kabar sungguh mengharukan hingga Budhe yang menyaksikan adegan itu pun tak kuasa menahan air mata haru melihat sepasang sahabat sejati itu bertemu setelah sekian lama berpisah semenjak kelulusan sekolah mereka dahulu .


" Buk maaf ya Aku dan Tyas mau ijin jalan jalan dulu ya di tempat biasa hehehe." Kata Wati meminta ijin pada sang Bunda.


" Iya pasti Kalian mau bernostalgia ,Ya sudah hati hati ." Balas Budhe .


" Kami pamit jalan jalan dulu ya Budhe ." Kini giliran Tyas yang berpamitan .


Lalu sepasang sahabat kecil itu pun berjalan menyusuri pematang sawah menuju sebuah gubuk di tengah persawahan milik keluarga Wati tempat pavorit nongkrong sembari curhat juga bercanda mereka sejak jaman sekolah dulu .


Gubuk nya masih kokoh sama seperti dulu disamping bangunan gubuk ada irigasi sawah yang airnya jernih sekali langsung dari sumber air dan di depan gubuk ada sebuah pohon jambu yang kebetulan sedang berbuah lebat dan mulai matang .


Seperti kebiasan mereka dulu Wati selalu memanjat buah jambu dan memberikannya pada Tyas untuk di cuci lalu mereka makan jambu bersama di gubuk sambil bercerita banyak hal .


" Yas kenapa kamu menikah tidak mengabari Aku ?" Tanya Wati sambil memandang Tyas dengan wajah penuh tanya .


Tyas menoleh kearah Wati


" Maaf kan Aku Wat pernikahan kami mendadak dan Aku nggak mau mengganggu waktu kerja mu dan mungkin kamu juga tau alasan pernikahan kami ." Jawab Tyas dengan wajah sendunya .


" Ya Aku tau tau tentang perjodohan itu Yas tapi kenapa Kamu tidak berusaha menolaknyabdan apakah kamu bahagia dengan pernikahan Kalian saat ini ?" Tanya Wati memelas seakan tidak rela melihat sang sahabat di paksa menikah di usia muda .


" Kamu tau Wat , Aku bingung dengan keadaan ku waktu itu satu sisi Aku ingin menolak perjodohan ini Aku ingin bahagia Aku ingin mengejar cita cita ku akan tetapi semua keinginan ku harus pupus perjodohan ini sudah ada sejak Aku bayi ,Bapak terlibat sebuah perjanjian antara Beliau dengan Bapak mertuaku juga Aku tidak punya tempat untuk bertukar pikiran guna mencari solusi waktu itu ." Jawab Tyas dengan mata berkaca kaca menahan tangis .


" Apakah Kamu sudah tidak menganggap Aku sebagai sahabatmu lalu perjanjian apakah itu Yas ?" Cecar Wati dengan nada sedikit tinggi kearah Tyas .


" Bukankah Kita sama sama kehilangan kontak masing masing lalu bagaimana caraku menghubungi mu sedang pernikahan itu sangat mendadak dan Kamu swlamanya adalah sahabat Ku juga doakan agar pernikahan kami SAMAWA ." Balas Tyas .


Kemudian mereka pun melanjutkan obrolan santai itu dengan diselingi canda tawa membahas hal hal dulu yang sering mereka lakukan


Tyas juga menanyakan apakah Wati sudah punya pacar atau calon suami .

__ADS_1


__ADS_2