
Perhatian untuk teman teman readers tercinta nya Mamak di episode ini Mamak lebih banyak membahas Wati dan mungkin ada dua episode selanjutnya yang masih menyangkut Wati bagi yang kurang suka dengan karakter Wati yang terang terangan sudah mengetahui kalau Adit sudah beristri tapi tetap mau bersama nya itu boleh menyekips episode ini
Tapi Mamak sarankan agar readers tercinta tetap membaca pov Wati ini karena akan ada clue cerita inti dari Novel ini sendiri juga tak bosan bosan nya Mamak meminta kerelaaan readers untuk memberi dukungan saran like dan komen agar bisa membangun novel itu supaya menjadi lebih baik lagi
Sekian pemberitahuan dari Mamak dan terima kaeih banyak untuk semua nya 😘.
Semenjak mendengar pengakuan jujur langsung dari Adit beberapa hari yang lalu itu , Wati merasakan hatinya sakit dan hancur bagaimana tidak Orang yang dicintainya diam diam menyembunyikan satu fakta bahwa Dia sudah menikah dengan wanita yang di jodohkan oleh Orang Tua nya .
Meski rasa sakit menjalar dan menghujam hatinya , Wati berusaha tegar dan bangkit menata hatinya kembali dan menerima Adit apa adanya termasuk menerima kenyataan kalau dirinya kini menjadi seorang istri kedua sungguh bukan dan bahkan jauh dari angan angan dan hayalan Wati selama ini menjadi madu dari wanita lain
Tetapi rasa cinta nya untuk Adit jauh lebih besar dari rasa sakit yang Dia rasakan dan rasa cinta itu menguatkan keteguhan hati Wati untuk tetap mencintai Adit dan melanjutkan rumah tangga nya bersama Adit
Demi cinta nya pada Adit ,Wati rela menyembunyikan pernikahan mereka juga rela Dia tidak bisa berlama lama bersama Adit status nya kini tak ubahnya seperti istri simpanan saja dan Dia tidak tau sampai kapan semua ini akan berakhir menemui jalan nya masing masing dan atas nama cinta Wati hanya bisa pasrah menerima semua ini dengan lapang dada .
Lamunan Wati tentang semua kenyataan ini pun dibuyarkan oleh deringan telepon dari Sang Suami itu
" Hay Sayang Kamu lagi apa kok muka kamu kelihatan kusut kurang bersemangat gitu kenapa ?" Sapa Adit lewat panggilan video call itu .
" Hay juga Sayang Nggak kenapa kenapa kok barusan bangun tidur aja jadi mukaku kusut ." Jawab Wati .
" O ya Sayang Aku punya kabar gembira ni Aku sudah menemukan kontrakan rumah untuk Kamu ." Sahut Adit dengan semangat memberitahu Wati
" Ah yang benar Mas lalu kapan Kamu mengajak Ku pindah ke sana Mas ?" Tanya Wati dengan muka sumringah .
" Gimana kalau sabtu ini Aku jemput Kamu untuk pindah ke Jakarta Kamu setuju kan ." Balas Adit
" Iya iya Mas Aku setuju nanti Aku akan memberitahu Budhe ." Sahut Wati dengan wajah bahagia penuh semangat
Adit mengakhiri video call mereka karena harus segera menjemput Tyas pulang kerja .
Sementara Wati dengan semangat memberitahu Budhe kalau Adit akan menjemputnya pindah ke Jakarta .
Budhe juga menasehati Wati sebagai seorang istri yang baik Kamu harus menuruti perkataan Suami Kamu selagi itu baik tidak menyalahi atauran agama dan hukum Budhe juga berpesan agar Wati sering menjenguknya di Yogayakarta Wati pun mengangguk dan langsung memeluk Budhe Orang yang banyak berjasa dalam hidupnya termasuk hubungan nya dengan Adit .
Hari berlalu dengan cepat hingga yang di tunggu tunggu pun datang terlihat Wati sedari tadi sibuk mengemasi baju baju juga perlengkapan pribadi nya untuk dibawa pindah ke Jakarta .
" Nduk Kamu sudah selesai belum berkemas nya ?" Kata Budhe bertanya pada Wati
" Sedikit lagi Budhe ." Jawab Wati sembari menutup koper milik nya
" Nduk , Budhe pengen ngomong sama Kamu ." Ujar Budhe .
" Nggeh monggo Budhe ." Jawab Wati sopan
__ADS_1
Budhe meminta Wati agar duduk di samping nya dan mulai menasehati nya
" Nduk Kamu harus jaga diri baik baik ya di sana belajarlah menjadi istri yang baik untuk Nak Adit rubahlah sifat cemburu mu itu buanglah sifat egois kekanak kanakann mu dan belajarlah bersikap dewasa ingat Nduk tidak ada rumah tangga yang berjalan mulus tanpa cobaan yang datang menguji ." Nasehat Budhe untuk Wati .
Wati menangis sembari memeluk Sang Budhe sebenar nya Dia ingin berterus terang tentang status Adit namun Dia takut akan membuat Budhe shock dan jatuh sakit kembali .
" Sudah jangan menangis lagi Nduk , Budhe tau kebahagiaan mu adalah bisa bersama Adit dan sekarang jemputlah kebahagian Kalian tata lah masa depan kalian dengan baik ." Lanjut Budhe
" Iya Budhe , Wati akan selalu mengingat semua nasehat Budhe dan juga Wati mohon rahasiakan pernikahan Wati ini Budhe jangan sampai ada yang tau meskipun itu Orang Tua Wati karena ini adalah bagian perjanjian Wati dan Mas Adit ." Balas Wati sembari menyeka air mata nya .
Selang dua puluh menit berlalu Lek Jumi mengetuk pintu kamar Wati dan memberitahu Mereka kalau Mas Adit sudah datang dan sedang memarkirkan mobilnya di depan .
Wati dan Budhe kompak mengangguk lalu beranjak keluar kamar dengan terlihat Wati menyeret koper miliknya keluar kamar
" Assallamuallaikum Budhe ." Sapa Adit
" Waallaikumsallam Le mari duduk dulu biar Budhe bikinkan teh ." Balas Budhe
" Nggak usah Budhe terima kasih Kami buru buru harus segera ke Jakarta untuk menata perabotan di rumah kontrakan ." Kata Adit
" Baik lah kalau begitu Le , Budhe nitip Wati ya Nak Adit tolong didik Dia dengan baik sesuai janjimu di depan penghulu kemarin ." Balas Budhe .
" Nggih Budhe ,kalau begitu Adit pamit dulu dan mohon ijin untuk membawa Dek Wati ikut saya tinggal di Jakarta ." Kata Adit berpamitan pada Budhe seraya memohon ijin untuk membawa Wati pindah ke Jakarta .
Budhe mengangguk terlihat air matanya menetes jatuh dipipinya meski Wati bukan anak kandung Budhe, Tetapi kasih sayang dan perhatian Budhe pada Wati pun sangat lah besar meski berat rasanya bagi Budhe melepaskan Wati untuk tinggal bersama Adit tetapi Budhe sadar kalau kini Wati sudah punya Suami dan sudah saat nya menata masa depan mereka
" Budhe ,Wati janji akan sering menjenguk Budhe Wati minta Budhe jaga diri baik baik ya di sini Wati akan selalu merindukan Budhe ." Kata Wati sembari memeluk dan mencium Sang Budhe
" Iya Nduk , Kamu juga ya ." Balas Budhe
" Lek Jumi ,Wati nitip Budhe ya ." Kata Wati pada Lek Jumi
" Iya Nduk Kamu baik baik di Jakarta ya biar Lek Jum yang temani Budhe ." Balas Lek Jumi adik iparnya Budhe
Kemudian mereka berdua pun bersalaman pamitan dengan Budhe dan Lek Jumi secara bergantian lalu beranjak masuk ke mobil dan berangkat ke Jakarta kota yang akan di tinggali Wati .
Di sepanjang perjalanan pikiran Wati tak karuan bercampur antara senang karena akhirnya Dia bisa satu kota dengan Sang Suami yang artinya Mereka akan menjadi sering bertemu , Sedih karena harus berpisah dengan Sang Budhe yang selama ini menjadi Orang Tua kedua baginya Budhe berjasa besar terhadap hubungan mereka sebab tanpa permintaan Budhe waktu sakit dulu mustahil dirinya dan Adit menikah , Kawatir bagaimana nasipnya jika suatu hari nanti dirinya akan bertemu dengan Sang Madu atau Istri pertama nya Adit apakah seseram dipostingan yang banyak berseliweran di media sosial di mana Istri pertama datang melabrak istri kedua dengan ganas .
Membayangkan yang nomer tiga itu membuat Wati tanpa sadar meringis seakan sedang ketakutan hingga membuat Adit bertanya padanya
" Kamu kenapa sayang kok muka Mu aneh begitu ." " " Ah nggak ada apa Mas hanya saja Aku takut jika suatu hari nanti Istri pertama datang melabrak Aku ." Jawab Wati polos tanpa filter.
" Huahahahaha sayang Kamu tenang lah ketakutan mu itu berlebihan hal itu tidak akan terjadi selama Kamu mengikuti perkataan Ku jangan membocorkan status pernikahan kita jangan memberi lihat fotoku pada siapa pun termasuk teman mu sendiri , Lagian jika hal buruk itu terjadi Kamu jangan kawatir Aku tetap akan memilih mu Kamu cinta sejati pertamaku maka buang lah pikiran buruk mu itu sayang ."Balas Adit dengan nada serius sembari meraih tangan Wati dan meletakkan nya di pangkuan Adit .
__ADS_1
Mendengar pernyataan Adit barudan hati Wati sesikit merasa tenang dan lega setidaknya Adit masih mencintai dirinya seperti dulu dan tak akan berubah .
Tak terasa perjalanan Mereka pun telah sampai tujuan Mereka telah sampai di depan rumah yang disewa oleh Adit yang akan ditempati oleh Wati nantinya
Adit menyewakan sebuah rumah mungil bergaya minimalis lengkap dengan taman bunga minimalis di depan rumah dan di dalam rumah terdapat ruang tamu minimalis lalu ada dua kamar tidur lengkap dengan kamar mandi di dalam juga ada dapur yang menyatu dengan ruang makan dan dibagian belakang terdapat tempat mencuci lengkap dengan papan jemuran dan mesin cuci rumah itu sudah lengkap perabotannya dan Adit lah yang membeli sekaligus menyiapkannya kemarin.
" Mas rumah ini terlalu bagus dan mewah untuk Aku pasti mahal uang sewanya ." Kata Wati saat mereka masuk kedalam rumah .
" Nggak papa sayang ini sudah sepantasnya Aku berikan ke Kamu kan Kamu juga istriku ." Balas Adit sembari memeluk tubuh Sang Istri
Adit mengagumi sifat sederhana istrinya itu kemudian Dia mengajak Wati berjalan melihat lihat ruangan lainnya dan terahir Adit menunjukan kamar mereka yang ukurannya lebih besar dari kamar Wati di Yogyakarta begitupun juga dengan kamar mandinya
" Waaau ini beneran kamar Kita Mas ?" Tanya Wati mengagumi kamar tidur nya itu
" Iya sayang ini kamar Kita tempat Kita memadu kasih dan memuntahkan kenikmatan surgawi dunia Kita sayang ." Jawab Adit sembari mendekat dan memeluk tubuh Wati dengan mesra nya .
Mula mula hanya pelukan biasa lalu bertambah dengan ciuman bibir yang indah lama kelamaan mereka berdua terbakar api gairah birahi Adit mulai menciumi leher Wati dan tangannya aktif melepaskan baju yang menutupi tubuh Wati juga membuka kancing pengait bra penutup gunung itu dan mulai menciumi nya dengan sangat lembut diselingi gigitan gigitan kecil hingga membuat Wati mendesah lembut sambil meremas rambut Adit
Tangan Wati pun tak kalah aktifnya membukan kancing baju Adit dan melepaskannya mulai meraba dada Adit dan tanganya terus meraba kebawah membuka kancing resleting celana milik Adit dan melepaskannya
Tangan Wati aktif mengelus elus jagung yang sudah berdiri tegang itu sementara Adit mulut nya masih asik memainkan puncak gunung itu dan tangannya aktif mengobrak abrik goa lembab milik Wati
" Mas Aku lemas sudah nggak kuat ." Bisik Wati manja di telinga Adit
Adit paham kalau Wati sudah terbakar rangsangannya segera Dia membopong Wati dan menidurkannya di ranjang empuk itu lalu memulai aksinya menghujam hujamkan Sang jagung yang sedari tadi sudah memberontak di goa milik Wati
Saat kedua sejoli itu sedah perang panas dikasur hal yang berbeda dengan yang Tyas lakukan terlihat Dia tengah asik mencoba resep kue baru di dapur apartement nya bersama Sang Sahabat Diah
" Dari aroama dan tampilannya sih menggoda dan semoga saja hasilnya sempurna ya Di ." Ujar Tyas sambil mengeluarkan cake durian dari dalam oven .
" Aku yakin pasti cake ini pasti enak Yas ,Oya Aku mau memfotonya dulu ya buat pamer ke Manager Wiland hahahaha ." Balas Wati yang kemudian memoto cake terswbut dan memamerkannya ke Manager Wiland .
Tyas juga tertarik memfoto cake itu dan mengirimkan ke Ditya bermaksud untuk memamerkannya dan berharap Ditya segera pulang untuk sama sama menikmati cake yang barusan mereka buat itu .
Diah tertawa puas saat Manager Wiland kesal karena dirinya tidak diajak memasak tadi , sedangkan Tyas merasa sedikit kecewa karena pesan foto yang Dia kirim ke hp Ditya terpending karena Ditya tidak mengaktifkan hpnya kemana sebenarnya Kamu Mas ". Guman Tyas dalam hati agar tidak terdengar oleh Diah .
Kembali ke rumah yang sekarang di tempati Wati
Wati terlihat tengah memeluk Sang Suami mereka tengah mengobrol membahas hal hal receh saling menceritakan masa kecil mereka hingga tiba saat Wati memaksa Ditya untuk melihat foto Sang Istri pertama
Ditya menolak permintaan Wati tersebut Dia beralasan dan alasannya aama dengan tempo hari saat Wati meminta melihat foto istri pertamanya yaitu tidak menyimpan foto nya karena Ditya menganggap tidak penting dan lagi lagi Wati pun mempercayai nya .
Kemudian Wati pun bertanya apakah jarak rumah ini dengan tempat tinggal Adit bersama istrinya jauh , dan Adit pun menjawab lumayan dekat
__ADS_1
Wati juga meminta alamat tempat tinggalnya Adit dengan alasan hanya sekedar ingin tau saja , Adit sadar hal ini pasti akan mengundang masalah nantinya dan Dia pun memutuskan untuk tidak membritahu dimana alamat tinggal nya dengan alasan tidak mau Wati terluka hatinya .
Sungguh sangat aneh bagi Wati tapi Dia ingat nasehat Budhe tadi pagi untuk membuang seluruh rasa curiga nya pada Adit hingga akhirnya Wati pun memilih mencoba menerima semua keanehan ini .