
Pagipun tiba Wiland juga sudah mandi dan ganti baju Dia punya rencana hendak ke tempat Tyas untuk meminta maaf atas kejadian kemarin.
" Ma, Wiland berangkat dulu ya." Pamit Wiland seraya mencium kedua pipi Sang Mama itu.
Kemudian Dia pun berangkat mengendarai mobilnya menuju tempat tinggal sekaligus tempat usaha milik Tyas.
Sementara dirumah tempat tinggal Ditya dan Wati, Terlihat sepasang suami istri itu tengah berdebat hebat.
" Pokoknya Aku nggak setuju kalau Kamu mau menemui Tyas Mas." Ujar Wati setengah berteriak.
" Aku nggak peduli juga nggak butuh persetujuan Mu itu." Balas Ditya emosi
" Tapi Mas, Aku ini istriMu dan Kamu juga harus ingat gara gara Kamu lebih nge pentingin Tyas Kita kehilangan calon anak Kita Mas."Sahut Wati
" Halah sudah sudah Aku mau berangkat kerja dulu." Ucap Ditya seraya meraih tas nya kemudian berangkat dengan mengendarai mobilnya menuju kantor
Di apartemen tempat tinggal Naka, Terlihat Dia tengah menikmati sarapan paginya dengan ditemani Seketaris Anton sahabat sekaligus asisten pribadi yang merangkap jadi orang kepercayaannya Naka.
" Tuan, kapan Tuan menyatakan cinta kepada Nona Tyas?" Tanya Seketaris Anton seraya menyeruput kopi nya.
" Kenapa tiba tiba Kamu bertanya seperti itu?" Tanya Naka balik .
" Maaf Tuan, Saya takut Tuan keduluan Si Wiland sebab kelihatan nya Dia juga mencintai Nona Tyas." Jawab Seketaris Anton
Naka terlihat berpikir sesaat, dalam hati Dia juga menyimpan ketakutan kalau kalau Wiland berhasil mendapatkan Tyas.
" Tuan." Panggil Seketaris Anton seraya menyenggol lengan majikannya.
" Ya." Ucap Naka singkat
Seketaris Anton pun mengulangi pertanyaan nya itu, Dia terlihat tengah menunggu jawaban dari Naka.
"Aku tidak mau gegabah buru buru menyatakan cinta pada Tyas, Aku ingin semua berjalan normal tanpa perlu memaksakan kehendak." Jawab Naka santai
"Tapi Tuan gimana kalau keduluan Wiland? " Tanya Seketaris Anton.
" Tidak, itu tidak akan pernah Ku biarkan terjadi Aku punya cara sendiri untuk mendekati Tyas dan pelan pelan mengambil hatinya." Jawab Naka
"Apakah dengan cara menjadi sahabat nya seperti saat ini Tuan? " Tanya Seketaris Anton
" Ya seperti yang Kamu duga." Jawab Naka seraya tersenyum penuh ambisi
" Anda sungguh cerdik Tuan." Puji Seketaris Anton atas ide jenius nya Naka itu
Naka hanya tersenyum smirk mendengar pujian yang barusan dilontarkan oleh Sekretaris pribadi nya itu.
Kemudian Mereka pun melanjutkan sarapannya itu kemudian berangkat ke kantor bersama sama
Di ruko, Tyas terlihat tengah sibuk memasak di dapur hari ini Dia memasak mie goreng Jawa dengan porsi banyak dan seperti nya Tyas sengaja memasak banyak.
" Hari ini tumben Kamu masak banyak sekali Yas ada acara apa ni? " Tanya Yesi seraya memindah mindah kan menu sarapan yang akan dijual itu.
" Ah nggak ada acara apa apa ni Aku masak buat sarapan Kita semua juga sekalian Aku mau sisihin buat Mas Naka soalnya Dia kemarin bilang mau sarapan disini." Jawab Tyas.
__ADS_1
" Cieeee cieeee masakin Mas Naka niyeeee." Seloroh Diah
" Apaaaan sih Kamu ini ada ada aja, Kalian sarapan dulu deh biar Aku yang melayani pembeli." Balas Tyas seraya berjalan menuju kedepan
Tyas memulai aktivitas paginya itu seperti biasa melayani pembeli yang mulai rame berdatangan membeli sarapan.
Hingga waktu sarapan pun sudah lewat pembelian pun sudah tidak ada karena memang sudah jam masuk kantor, Namun Naka yang ditunggu tunggu pun tak kunjung datang.
" Mas Naka kok nggak datang ya apakah Dia lupa kalau kemarin bilang mau sarapan disini , ah mungkin Dia sedang sibuk." Guman Tyas dalam hati.
" Mas Naka nggak kesini Yas?" Tanya Diah seraya menyusul Tyas yang tengah sibuk merapikan meja bekas digunakan pembeli
"Mungkin Dia sibuk." Jawab Tyas tanpa menoleh kearah Sahabat nya itu
Tak berselang lama HP milik Tyas pun berdering tanda ada panggilan Masuk , Tyas buru buru mengangkat panggilan telepon itu takutnya ada panggilan dari pelanggan yang hendak memesan cake
" Siapa Yas? " Tanya Diah kepo
Tyas tidak menjawab pertanyaan Diah barusan, Dia segera mengangkat telepon yang tenyata panggilan telepon dari Naka
" Ya Mas ada apa?" Tanya Tyas sesaat setelah mengangkat panggilan telepon itu.
" Maaf Yas tadi Aku nggak sempat mampir soalnya Aku ada rapat pagi ini tapi Aku janji nanti jam istirahat siang Aku kesana ya." Jawab Naka
" Iya nggak papa Mas, Ok see U nanti siang ya Mas." Balas Tyas
Setelah berbincang singkat Tyas pun mengakhiri panggilan telepon nya itu sebab Naka ada tamu yang datang.
" cuitttt cuiiittt." Sahut Diah menggoda Tyas
Pipi Tyas menjadi merah bagai tomat mendapat gurauan dari kedua sahabat nya itu.
" Kalian memang cocok jadi duta kepo nasional." Ujar Tyas sewot
Tyas segera berjalan naik ke lantai atas menuju kamar nya Dia berusaha menghindari kedua Sahabat nya yang tengah menjadikannya bahan candaan itu.
Selang dua jam berlalu Tyas yang tengah asik memainkan HP dikamar nya itu pun dikejutkan dengan panggilan dari Diah sahabat nya itu .
" Yas , Si Wati nyariin Kamu tu." Kata Diah seraya membuka pintu kamar milik Tyas.
" Ngapain Dia kesini?" Tanya Tyas kaget
" Nggak tau katanya ada hal penting yang mau Dia bicarakan dengan Mu." Jawab Diah
Tyas pun mengangguk kemudian Mereka berdua pun terlihat berjalan menuruni tangga menuju lantai satu tempat Wati tengah menungguinya.
" Hay Yas ,Di." Sapa Wati sesat setelah Tyas dan Diah telah berdiri di dekatnya.
" Hay juga, ada urusan apa Kamu kesini mencariKu? " Tanya Tyas dengan nada datar
" Ya Aku kangen Kalian aja." Jawab Wati dengan nada sinis
" Sudahlah Aku sibuk jadi nggak ada waktu untuk basa basi lagi dan tolong segera sampaikan maksud kedatangan Mu kesini." Balas Tyas
__ADS_1
" Ada sesuatu yang ingin Aku bicarakan denganmu berdua saja." Ucap Wati seraya memandang kearah Diah
Diah menatap wajah Wati dengan tatapan sinis mengandung kebencian , Sementara Tyas yakin ada sesuatu yang bersifat pribadi hendak dibahas oleh Wati hingga Dia tidak ingin ada orang lain yang mendengar.
" Di tolong tinggalin Kami berdua." Ucap Tyas yang meminta Diah meninggal kan Mereka berdua.
" Silahkan Kamu duduk dan cepat sampaikan maksud kedatangan Mu kesini." Perintah Tyas dengan nada tetap datar dan ekspresi dingin tanpa senyum.
" Yas, Aku tau Kamu dan Mas Ditya dulu adalah pasangan suami istri, Aku juga tau Kamu mencintai Dia tapi sekarang Kalian sudah resmi bercerai jadi tolong tinggalkan Mas Aditya Dia suamiKu Yas." Kata Wati memulai pembahasan Mereka
" Aku maksud Mu sungguh Aku tidak paham?" Tanya Tyas dengan kagetnya saat mendengar perkataan Wati barusan.
" Halah Kamu jangan pura pura tidak tau tentang maksud perkataan Ku barusan Yas, Aku tau selama ini Kamu masih mengharapkan Mas Ditya kembali kepelukanMu dan itu tidak akan pernah terjadi." Jawab Wati
Nampak nya perkataan Wati barusan mampu memancing emosi Tyas.
" Kamu jangan sembarangan ngomong tanpa bukti yang jelas itu namanya fitnah." Balas Tyas dengan nada sedikit emosi
"Bukti nya sampai sekarang Kamu belum menikah kembali Kamu sengaja menjadi bayangan semu bagi Mas Ditya hingga Dia tidak bisa lepas dari masa lalu nya bersamamu Kamu sengaja ya atau Kamu memang sudah tidak laku? " Tanya Wati dengan penuh emosi
" Hati hati dengan ucapan Mu barusan Aku menikah atau nggak itu tidak ada hubungannya dengan Kamu atau pun dengan Mas Ditya tetapi karena Aku masih ingin membangun usah ku biar semakin besar agar kelak Aku tidak akan diremehkan oleh pasangan Ku hingga ditipu seperti dulu." Jawab Tyas emosi.
" Halah itu hanya omong kosong Mu saja dan asal Kamu tau Yas, Mas Ditya sekarang berubah banyak Dia tidak menghiraukan Aku lagi dan semua ini adalah salahMu." Balas Wati tak kalah emosi nya.
" Aku tidak peduli dengan urusan rumah tangga Kalian, Sebab ini tidak ada hubungannya dengan Ku Aku dan Mas Ditya sudah resmi bercerai dan selama ini Aku tidak pernah berhubungan dengan SuamiMu itu." Sahut Tyas semakin emosi
Mereka terus berdebat dan tanpa disadari Naka berjalan masuk kedalam ruko, Dia menyaksikan perdebatan saling adu argument antara Tyas dan Wati hingga Tyas pun menyadari kehadiran Naka di ruko itu.
Tyas segera berjalan menuju kearah Naka yang tengah berdiri itu dan tanpa di duga oleh Naka sebelum nya Tyas mengapit lengannya dan mengajak Naka berjalan mendekati Wati yang masih sangat emosi itu.
" Oya barusan Kamu bilang Aku ini sudah tidak laku dan berniat merebut suamiMu itu tapi sayang semua itu fitnah belakang ni Aku kasih tau Kamu, Ini calon suami Ku Sia orang yang baik penuh perhatian dan tanggungjawab Kami akan segera menikah." Kata Tyas berbohong dengan pura pura mengakui kalau Naka adalah calon suaminya itu
Dalam hati Tyas sedikit was was takut kalau Naka marah lalu berkata yang sesungguhnya kepada Wati kalau Tyas tengah berbohong, Sementara Naka merasa terkejut dengan perkataan Tyas barusan hatinya merasa sangat senang mendengar Tyas mengatakan kalau dirinya adalah calon suaminya itu.
" Oh ini calon suamiMu ya baguslah seenggaknya Kamu tidak menjadi bayangan semunya Maaf Ditya dan ngomong ngomong cakep juga calon suamiMu Dia kerja di mana paling juga gajinya masih dibawahnya Mas Ditya?" Tanya Wati setengah menyindir
" Terima kasih atas pujianMu itu dan mengenai dimana Dia kerja dan berapa gajinya itu bagiku tidak penting yang penting Mas Naka ini bukan suami orang dan Kami saling mencintai,jadi Aku tidak perlu was was takut kehilangan seperti Kamu yang ketakutan kehilangan Mas Ditya." Jawab Tyas penuh percaya diri
Naka tambah senang hatinya mendengar kata kata Tyas barusan.
" Sayang Dia ini siapa kok kayaknya Kalian akrab banget?" Tanya Naka serayaemegang lembut dagu milik Tyas
" Oh Dia ini istri siri nya mantanKu dulu Mas, Dia yang pernah ku cerita kan padaMu." Jawab Tyas dengan suara manjanya
Wati ter lihat sangat gusar dan penuh emosi melihat kemesraan antara Tyas dan Naka itu
" Oya kalau sudah tidak ada yang harus dibahas lagi lebih baik Kamu keluar dari sini sebab aura jahatMu itu akan mempengaruhi hoki penjualan Ku menjadi turun." Kata Tyas seraya menoleh kearah Wati
Wati pun emosi dan segera keluar dari dalam ruko dam langsung pergi.
Selepas Wati pergi meninggalkan ruko itu, Tyas segera melepaskan apitannya pada lengan nya Naka Dia meminta maaf pada Naka atas kelancangannya barusan.
Dan bukannya marah Naka malah senang mendengar penutur an dari Tyas itu Naka juga mengaamiinkan pengakuan Tyas kalau dirinya adalah suaminya Tyas itu.
__ADS_1