
Tak berselang lama HP milik Naka berdering tanda ada panggilan masuk, Dia segera membuka layar ponsel miliknya itu sangat melihat siapa gerangan yang menghubunginya itu yang ternyata adalah Doni orang di perintah nya untuk mengikuti Eyang Putri.
Naka segera berpamitan sebentar kepada keluarga nya itu untuk ke kantin sebentar beralasan membeli minuman sekaligus makanan ringan untuk Mereka semua.
Dia segera berjalan cepat menuju taman dan segera menghubungi kembali Doni, berniat menanyai nya bagaimana hasil penyelidikan nya hari ini.
" Bagaimana apakah Kamu sudah tau kemana Eyang Putri pergi juga siapa yang ditemuinya itu? " Tanya Naka sesaat setelah panggilan telepon tersebut tersambung.
"Sudah Tuan, Eyang Putri pergi menuju sebuah perumahan kosong dan seperti nya Beliau menemui seseorang di dalam sana." Jawab Doni di sebrang sana
" Siapa yang ditemui oleh Eyang Putri apakah Kamu tau siapa Dia? " Tanya Naka mulai sedikit curiga
" Maaf Tuan, Saya tidak tau sebab Saya tidak masuk kedalam penjagaan nya ketat Saya mohon maaf Tuan." Jawab Doni
"Oh ya sudah Kamu terus awasi kemana Eyang Putri pergi termasuk siapa saja yang di temui nya." Sahut Naka sembari menutup panggilan telepon tersebut.
Selesai melakukan pembicaraan dengan Doni via telepon itu, Naka segera bergegas berjalan menuju minimarket dan langsung membeli beberapa minuman kalengan juga makanan ringan untuk Mereka semua.
Sementara itu di tempat terpisah Seketaris Anton yang barusan melakukan meeting dengan klien perusahan itu terlihat tengah duduk seorang diri di sebuah restoran makanan Jepang dan sedang asik menikmati makan siang nya sendirian.
Dan sekali lagi tanpa di sengaja di depan Seketaris Anton terlihat tiga gadis sosialita tengah bersantap siang sembari mengobrol santai dengan posisi membelakangi Seketaris Anton.
ketiga gadis itu terlihat obrolan yang sangat asik terbukti dengan senyuman dan suara tertawa nanti renyah dari Mereka bertiga yang tak lain tak bukan adalaha Maritha , Yohan dan Fris.
__ADS_1
Mukanya obrolan Mereka itu hanya obrolan biasa khas kaum hawa yang mana banyak membahas tentang perbajuan kosmetik dan kaum adam tentunya, hingga lama kelamaan Maritha membahas sesuatu yang mencurigakan yang berhubungan dengan musibah yang dialami Tyas.
" Bestie, Kalian tau nggak kalau hari hari ini suasana Hatiku sangat sangat lah bahagia tak karuan? " Tanya Maritha pada kedua Sahabat nya itu
" Nggak tu, emangnya ada apa sih kok kayaknya Kamu happy banget." Jawab Fris
" Pasti Kamu menang tender lagi ya kan bestie? " Sahut Yohan
Mendengar jawaban kedua sahabatnya itu, Maritha tertawa senang.
" Jawaban Kalian itu sudah biasa ah, oh ayolah tebak yang lebih ekstrim lagi." Kata Maritha
" Oh ayolah please jangan membuat Kami berdua semakin penasaran, cepat kasih tau apa yang membuatmu sebahagia ini? " Ujar Yohan dengan sedikit emosi
Yohan dan Fris pun terkejut mendengar uraian penjelasannya Maritha barusan dan Mereka berdua pun menjadi bingung siapa yang dimaksud Maritha itu.
" Siapa wanita Kampung yang Kamu maksud itu bestie, juga Tomy yang Kamu maksud itu mantan selingkuhanMu dulu? " Tanya Fris yang curiga
" Iya bestie, jadi Kamu masih berhubungan dengan si Tomy itu? " Kata Yohan menimpali pertanyaan Fris barusan
" Iya siapa lagi kalau bukan Dia, memangnya ada berapa banyak lagi kenalan Ku yang bernama Tomy." Jawab Maritha
" Gila Kamu bestie ngapain coba Kamu masih berhubungan dengan Dia masih nggak kapok juga Kamu? " Tanya Fris
__ADS_1
" Hahahaha yang penting Aku senang bestie, ya udah yuk Kita pulang bahasnya nanti aja di mobil yuk keburu siang ni." Jawab Maritha dengan tawa lepas nan puas nya.
Kemudian Mereka bertiga pun beranjak bangkit dari duduk nya dan langsung berjalan kelaur restoran tersebut.
Sepeninggalnya Maritha dan kawan kawannya itu, Seketaris Anton heran dan terlihat berpikir cukup keras siapa sebenarnya yang tengah di bahas oleh Maritha barusan, siapa sebenarnya Tomy dan juga mungkinkan Tyas yang dimaksud wanita kampung oleh Maritha barusan.
Dan masih banyak lagi monolog monolog dalam hati Seketaris Anton hingga sukses membuatnya geram manakala Dia yakin bahwa wanita kampungan yang dimaksud itu adalah Tyas istri dari majikan nya itu dan itu artinya Maritha lah biang kerok otak dari musibah yang menimpa Tyas.
Dia segera mengambil HP di sakunya dan langsung menghubungi anak buahnya lalu memerintahkan Mereka untuk menyelidiki Tomy juga keterlibatan nya dan Maritha dengan kejadian yang menimpa Tyas.
Sementara itu di dalam mobil yang ditumpangi oleh Eyang Putri dan Pak Prapto terlihat berlaku menuju ke rumah sakit tempat Tyas di rawat dan sebelum sampai di rumah sakit Eyang Putri menyempatkan diri untuk membeli seikat besar bunga mawar untuk dihadiahkan pada Tyas yang tengah di rundung duka.
" Pak Prapto Kita langsung kembali ke rumah sakit ya dan ingat jangan sampai semua orang tau kalau Kita baru saja menemui orang yang mencelakai Tyas. " Kata Eyang Putri mewanti wanti Pak Prapto
" Tenang saja Buk semua akan aman dan akan menjadi rahasia Kita berdua saja." Sahut Pak Prapto
Hingga tak lama setelah itu Mereka telah sampai di lobi rumah sakit tempat Tyas di rawat dan langsung naik ke lantai atas tempat Tyas di rawat.
" Loh Pak Samsul, Bu Rukmi dan juga Rina sudah datang? " Sapa Eyang Putri kepada kedua besan juga ke Mbak Rina itu
" Iya Bu Sekar Kami sudah datang, bagaimana kabar anda Bu Sekar? " Kata Bu Rukmi seraya menjabat tangan Eyang Putri
" Alhamdulillah baik Bu dan semoga saja Anda dan Pak Samsul baik baik saja." jawab Eyang Putri
__ADS_1
Kemudian Mereka pun berbasa basi sebentar akhirnya Mereka pun makan siang bersama sambil mengobrol santai