
Bu Ratih kaget dengan sambutan para pegawai mall tersebut lebih lebih Mereka menunduk dan memberikan hormat kepada Naka suaminya Tyas.
Apakah Bu Ratih bingung dan bertanya tanya dalam hati mengenai hal ini, dan jawabannya tentu saja benar Beliau bingung kenapa hampir seluruh karyawan mall yang bertemu dengan rombongan nya itu selalu membungkuk dan menyapa Naka.
" Pasti suami Tyas ini bukan orang sembarangan." Guman Bu Ratih dalam hati
Semetara Naka terlihat menggenggam erat tangan sang istri seakan takut kalau istri tercintanya itu hilang, sedangkan Ditya terlihat sibuk mengotak atik hpnya ya mesti sesekali kedapatan mencuri pandangan kearah Tyas sang mantan istri.
" Mama, pengen baju yang mana silahkan pilih nanti biar Tyas yang pilih Ma? " Tanya Tyas pada Bu Ratih saat Mereka tengah berjalan di depan sebuah gerai penjual baju bermerek itu.
Bu Ratih yang mendapat pertanyaan dari Tyas barusan itu pun terharu dengan perhatian dari sang mantan menantu hingga tanpa sadar air matanya jatuh menetes dan buru buru di lap oleh Bu Ratih.
" Nggak usah Nduk, baju Mama masih banyak yang belum dipakai kok lagipula di sini pasti mahal mahal." Jawab Bu Ratih jujur
Dan ya memang benar apa yang dikatakan oleh Bu Ratih barusan, Mereka tengah berhenti di depan gerai penjual baju bermerek terkenal dengan harga yang cukup mahal untuk kelas orang biasa.
" Nggak papa Ma, Mama jangan mikirin harganya ." Sahut Tyas
" Sayang Kamu ajak Bu Ratih masuk sana gih belikan Beliau baju yang bagus dan nyaman di pakai ya sementara Aku juga Tuan Ditya akan menunggu Kalian di sana." Ujar Naka sembari menunjuk kearah bangku kosong yang khusus dipersiapkan untuk pengunjung mall tersebut.
" Iya Mas, Aku ajak Mama masuk dulu ya ." Kata Tyas
" Iya sayang dan ini ATM nya buat bayar baju yang Kalian sukai dan ingat sayang Kamu bebas beli apa aja yang Kamu inginkan." Sahut Naka seraya menyerahkan sebuah kartu kredit yang nilai saldonya pasti berdijit tidak dikit itu.
Tyas pun mengangguk kemudian mengajak Bu Ratih masuk kedalam gerai penjual baju bermerek mewah tersebut , sementara Naka mengajak Ditya untuk menunggui Mereka di sebuah bangku kosong yang sedikit jauh dari gerai penjual baju tersebut.
" Maaf Tuan Ditya, Saya ingin ngomong sesuatu dengan Anda." Kata Naka dengan nada yang cukup dingin
" Iya Tuan, silahkan." Balas Ditya sopan
" Tuan Ditya , Saya sudah tau kalau istri Saya ini adalah mantan istri Anda." Kata Naka memulai pembicaraan nya itu.
" Lalu? " Tanya Ditya sedikit curiga
__ADS_1
" Hari ini Saya mengajak Anda juga Ibu Anda untuk jalan jalan bersama semata mata itu karena Saya melihat betapa Ibu Anda sangat menyayangi istri Saya hubungan Mereka sangat dekat dan Saya rasa tadi waktu Mereka untuk ngobrol kurang. " Jawab Naka
" Lalu apa maksud Anda? " Tanya Ditya mulai penasaran
" Saya tidak punya maksud apa apa hanya saja Saya mohon pada Anda ,tolong jaga pandangan Anda terhadap istri Anda karena bagaimana pun juga Saya tidak rela kalau Anda masih mengagumi istri Saya ." Jawab Naka sedikit emosi
Mendengar ucapan Naka barusan sukses membuat Ditya terpaku bagaimana bisa Naka tau kalau dirinya masih mengagumi Tyas, sebenarnya Dia ingin sekali menyangkal namun tak bisa karena memang hal itu benar ada nya.
" Maaf kan Saya yang masih mengagumi istri Anda Tuan Naka, Saya janji pada Anda bahwasanya Saya tidak akan mengulangi hal itu lagi. " Sahut Ditya gemetar
Ya bagaimana pun juga Ditya berusaha keras untuk tidak melawan ucapan Naka sebab Naka ini adalah Bos ditempat nya bekerja, sekaligus Ditya berpikir ucapan Naka itu ada benar nya kalau Mereka tidak mungkin bisa bersama.
" Ya untuk kali ini Saya maafkan Anda tapi tidak untuk lain kalinya mohon cam kan ucapan Saya ini Tuan Ditya kalau Anda tidak ingin karier hidup Anda berantakan." Balas Naka setengah mengancam
" Baik Tuan Naka akan Saya catat dalam benak Saya semua ucapan Tuan barusan.' Kata Ditya yang tiba tiba saja mukanya menjadi pucat pasi saat mendengar ancaman dari Naka itu.
Hingga tak berselang lama Tyas terlihat tengah bersama Bu Ratih jalan menyusul Mereka berdua dan tentunya dengan menenteng beberapa paper bag berisi beberapa stel baju untuk Bu Ratih dan juga Pak Sugeng.
Tyas langsung duduk di samping nya Naka sementara Bu Ratih duduk di dekat nya Ditya sembari meletakkan paper bag di kursi sebelah nya.
" Nggak Mas, bajuku masih banyak kok Aku cuma beli buat Mama dan juga membeli beberapa stel pakaian dalam untuk Mu." Jawab Tyas sopan
Naka tersenyum manakala mendengar kalau Tyas membelikannya beberapa stestel pakain dalam untuk dirinya itu sebab Dia tau apa yang dimaksud oleh Tyas barusan pasti bukanlah pakaian dalam biasa tapi pakaian dalam kesukaan nya.
" Terima kasih banyak ya Naka Naka atas baju baju yang dibelikan untuk Mama juga Papa ini semoga rejeki Kalian bertambah lancar diberi kesehatan kesuksesan dan selalu diliputi kebahagiaan yang kekal abadi." Ujar Bu Ratih
" Sama sama Bu Ratih." Sahut Naka sopan
" Mas Kamu jadi beli barang nggak? " Tanya Tyas
" Jadi dong tapi Kita cari makan dulu baru setelah itu baru Kita beli barang itu." Jawab Naka
" Memangnya Kamu mau beli apa sih Mas kok kayaknya spesial banget? " Tanya Tyas kepo
__ADS_1
" Ah rahasia." Jawab Naka setengah berbisik
Tyas terlihat merengut kurang suka dengan jawaban Naka barusan, sementara Bu Ratih dan Ditya yang duduk di samping Mereka berdua pun terlihat menatap Mereka berdua yang tengah berdebat itu.
Jika Bu Ratih merasa bahagia dengan kemesraan yang ditunjukan oleh pasangan Tyas dan Naka dan juga Beliau merasa bersyukur bahwasannya Tyas jatuh ditangan laki laki yang tepat di mana Dia dihujani lembaran kasih sayang perhatian juga kucuran materi dan sangat berbeda dengan kehidupannya dulu sewaktu masih bersama Sang Putranya yakni Ditya.
Maka hal berbeda tengah dirasakan Ditya dimana di dalam sanubari nya yang paling dalam ada gumpalan rasa sakit dengan kemesraan yang ditunjukan oleh Tyas bersama suaminya yang sekarang.
Ditya menangis menjerit dengan keras di dalam batinnya meluapkan segala rasa penyesalan atas kesalahannya dahulu yakni lebih memilih sahabatnya Tyas dan rela menceraikan Tyas seorang istri yang telah dipilihkan oleh kedua orang tuanya.
Dia meratapi berapa bodohnya dirinya dulu yang lebih mementingkan egonya memburu nafsu juga dibuat buta oleh rasa cintanya pada Wati yang kini jadi istrinya sekarang
Mau menyesal itu adalah hal yang tidak ada gunanya kini Tyas sudah hidup bahagia bersama pria yang tepat sosoknya berwibawa karismanya tinggi mapan secara ekonomi financial juga dari keluarga terpandang. Lamunan demi lamunan terus saja bermunculan di benak nya Ditya terutama penyesalan atas perceraian nya dulu, hingga ucapan Naka yang mengajak Mereka untuk makan siang bersama lah yang membuyarkan lamunan Ditya tentang Tyas itu berakhir
" Mari Kita makan dulu Bu Ratih dan juga Tuan Ditya." Kata Naka mengajak Mereka eua untuk makan siang di sebuah restoran mewah dalam kawasan mall tersebut
" Mari." Balas Bu Ratih
Kemudian Mereka berempat itupun terlihat berjalan menuju sebuah restoran yang siang itu sangat lah ramai maklum saja jam makan siang dan juga restoran tersebut sangat lah terkenal akan kelezatan aneka hidangannya itu.
Naka terlihat memanggil seorang pelayan restoran tersebut untuk membantu mencatatkan menu makanan yang Mereka pilih masing masing sesuai pesanan.
Selesai mencatat makanan dan juga minuman untuk tamu terhormat itu, pelayanan restoran tersebut pamit undur diri, sementara Naka mempersilahkan Bu Ratih, Ditya juga Tyas untuk duduk di kursi .
Sembari menunggu pesanan makanan itu datang Mereka mengobrol cukup santai juga diselingi canda tawa membahas banyak hal dan lagi lagi Tyas lah disini yang selalu menghidupakan topik obrolan Mereka ber empat agar semakin hangat dengan membahas suasana ruko yang semakin hari semakin sibuk saja dan masih banyak hal lainnya yang bisa mengundang gelak tawa diantara Mereka ber empat.
Dan tak berselang lama menu pesanan makan siang Mereka telah sampai, pelayan segera menghidangkan nya diatas Meja tersbut lalu mempersilahkan tamu tamu itu untuk menikmati makanan tersebut
Tyas, Naka, Bu Ratih juga Ditya terlihat menikmati aneka hidangan tersebut di selingi canda tawa hingga tanpa terasa seluruh hidangan itu telah sukses pindah kedalam perut masing masing dengan kata lain telah ludes.
Selesai makan siang Naka mengajak Tyas untuk bersama sama ke kasir untuk membayar makan siang Mereka berempat yang totalnya hampir lima jutaan itu.
Mereka berempat berjalan menuju sebuah toko tas mewah yang biasa dipakai oleh para artis luar negeri itu .
__ADS_1
Tanpa semua sadari di seberang dari rombongan Naka juga yang lainnya itu nampak Wati tengah berjalan bersama Nila.
Wati melihat rombongan nya Sang suaminya itu tengah jalan jalan bersama mantan istrinya Si Tyas bersama suaminya juga yang lainnya