
Jika Tyas dengan bantuan Diah tengah asik menekuni usaha nya jualan menu sarapan yang koni berubah menjadi sangat ramai pengunjung hingga membuat kedua gadis itu kewalahan .
Hal ber beda tengah di alami oleh Wati dan Ditya tentunya , Kini Mereka tinggal bersama di rumah yang dibeli Ditya dulu ya benar sejak hakim membacakan keputusan sidang yang memyebutkan kalau dirinya dan Tyas resmi bercerai , Pak Sugeng dan Bu Ratih meminta Ditya untuk tinggal bersama dengan Wati mengingat Wati kini mengandung anaknya dan untuk apartement Beliau berdua lah yang menempatinya .
Pagi pun tiba Wati terlihat sedang menyeduhkan kopi panas dan menuangkan nasi goreng ke piring milik Ditya
" Mas Nanti sepulang kerja , Kita jalan jalan ya sudah lama sekali Kita nggak jalan jalan bersama ." Kata Wati disela sela waktu sarapan bersama
" Kita lihat nanti saja Aku nggak mau janji ." Balas Ditya tanpa menoleh kearah Wati
Ya Ditya sekarang berubah sembilan puluh derajat semenjak Dia resmi bercerai dengan Tyas , Sikapnya kepada Wati pun berubah cenderung lebih dingin dan terkesan cuek tidak sehangat dulu .
" Iya Mas nggak papa ." Kata Wati
"Ya sudah Aku mau berangkat dulu ." Ujar Ditya seraya bangkit dari duduk nya
"Iya Mas Kamu hati hati ya ."Balas Wati seraya mengulurkan tangannya berniat mau menyalami Ditya
Nampaknya Wati harus kecewa sebab Ditya mengabaikan uluran tangannya itu , Ditya lebih memilih berjalan berlalu meninggalkan Wati dan berangkat ke kantor
Jangan ditanyakan lagi tentang rasanya dihati Wati saat ini yang jelas sakit atas semua perubahan sikap Ditya padanya itu , Namun Dia sadar ini adalah resiko yang harus Dia terima karena lebih memilih bersama Ditya daripada mendengar nasehat Bapak dan Ibuk untuk meninggalkan Ditya .
Jika dulu Wati pernah berpikir kalau Dia bisa memiliki Ditya seutuhnya setelah Dia dan Tyas bercerai dan bisa hidup bersama dengan penuh kebahagiaan bersama Ditya , Namun kenyataannya lain Ditya kini berubah menjadi sangat dingin cuek dan tidak lagi perhatian seperti dulu jangan kan jalan jalan atau pun pergi berlibur bersama untuk mengobrol santai saja sekarang sudah sangat jarang Mereka lakukan .
Ditya selalu berujar Dia harus lembur karena di kejar deadline akhir tahun , Dan meskipun Wati merasa curiga dengan alasan yang diungkapkan oleh Ditya itu namun Dia tidak bisa berbuat banyak sebab Dia takut Ditya akan marah marah dan akan meninggalkannya .
Sementara Ditya dihatinya merasakan sakit atas perpisahannya dengan Tyas , Menyesalpun.sudah tidak ada gunanya namun untuk merelakannya Ditya merasa masih sangat berat hatinya .
Mengingat sosok Tyas yang cantik ,sopan ,tegas ,disiplin dan juga elegant membuat hati Ditya gunda kulana jiwanya benar benar terguncang manakala mengingat kebodohan dan kenekatannya menikahi siri Wati waktu itu .
Jika saja saat itu Dia mau mendengar nasehat Wiland agar menolak permintaan Budhe untuk menikahi Wati mungkin semua akan baik baik saja bahkan mungkin dirinya kini telah bahagia bersama Tyas .
Hingga waktupun berlalu sangat cepat malam pun tiba Wati sedari tadi sudah dandan cukup rapi dengan riasan make up tipis di wajahnya , Dia tengah menunggu kedatangan Ditya dan mengajaknya jalan jalan.
Namun nampak nya Orang yang ditunggu itu belum juga menampakkan batang hidungnya , Hingga malam pun semakin larut dan Wati pun memutuskan untuk masuk kemar tidurnya dan berbaring diatas kasur empuknya hingga tanpa sadar air matanya jatuh menetesi bantalnya ya benar Wati tengah menangis sesenggukan meratapi nasipnya kini yang sangat jauh berbeda dari apa yang dihayalkannya dulu .
Hingga lewat tengah malam barulah Ditya pulang , Dia segera masuk ke kamar lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri ganti baju dan langsung tidur .
Saat hendak membaringkan tubuhnya diatas kasur , Ditya mengetahui kalau Wati belum tidur dan tengah menangis , Namun Ditya lebih memilih untuk masa bodoh dengan tangisan Wati dan lebih memilih untuk segera tidur saja .
__ADS_1
Wati yang merasa si acuhkan oleh Ditya itupun segera membalikkan tubuh Ditya dengan cara menarik paksa pundaknya Ditya .
" Mas ,Aku pengen ngomong ." Kata Wati dengan penuh emosi
" Kamu mau ngomong apa , apakah Kamu tidak bisa menundanya besok sekarang Aku capek dan Aku mau istirahat badanku capek ." Balas Ditya seraya menarik paksa selimutnya .
" Mas sebebarnya Kamu anggap Aku ini apa , Kenapa Kamu tidak pernah sedikitpun peduli dengan Aku juga bayi yang ada dikandunganKu ini ." Ucap Wati sembari mengusap air matanya .
" Apa maksudMu ?" Tanya Ditya seraya bangun dari tidurnya itu
" Aku tidak punya maksud apa apa Mas hanya saja Aku heran kenapa Kamu berubah sangat dingin begini apa salahKu kepada Kamu ." Jawab Wati
" Halah kenapa Kamu menjadi cerewet sekali hanya karena Aku nggak nuruti ajakan Mu untuk jalan jalan saja Kamu sudah marah marah bukankah Kamu juga bisa pergi jalan jalan sendiri , Tyas saja dulu nggak semanja Kamu ini ." Balas Ditya emosi
" Tyas Tyas Tyas selalu saja Kamu menyebut nama itu Mas , Kamu belum ikhlas ya bercerai dengan Dia ?" Tanya Wati tak kalah emosi
" Aku capek Aku istirahat ." Jawab Ditya tanpa menkawab pertanyaan Wati barusan .
" Mas jawab pertanyaan Ku dulu Mas ." Kata Wati seraya mengguncang guncangkan bahu Ditya
Ditya semakin emosi dan tanpa pikir panjang Dia pun segera bangun dan terlihat keluar kamar menuju kamar sebelah lalu tidur .
" Aku harus ke ruko Tyas besok ." Kata Wati emosi
Hingga pagipun tiba , Tyas dengan dibantu Diah memulai aktifitas jualan menu sarapannya dengan lancar meskipun sesikit kewalahan
Hingga tanpa Mereka sadari Wati telah masuk kedalam ruko milik Tyas dan langsung menghampiri Tyas yang sedang sibuk melayani pembeli yang memesan sarapan itu .
" Hay Yas , Aku pengen ngomong sebentar sama Kamu bisakan ?" Sapa Wati
Tyas kaget dan langsung menoleh kesampingnya yang ternyata Wati sudah berdiri di samping nya dan meskipun masih diliputi rasa kecewa juga rasa benci tetapi Tyas mencoba menutupinya dengan senyuman sebeb Dia tidak ingin para pelanggannya tau kalau yang adatang itu adalah mantan madu dalam rumah tangganya dulu .
" Kamu mau ngomong apa ?" Tanya Tyas dengan nada lirih berharap agar tidak ada orang yang mendengarnya
" Bisakah Kita bicara di luar sebentar , Aku tidak ingin ada Orang lain yang mendengarnya ." Jawab Wati
Tyas pun paham lalu mengajak Wati ke lantai atas saja untuk bicara , dan sebelum naik kelantai atas Tyas memberitahu Diah terlebih dahulu untuk melayani pembeli yang datang sementara dirinya ada urusan sebentar dengan Wati.
" Memangnya ada urusan apa si pelakor itu denganMu Yas kok sampai sampai Kamu mengajaknya kelantai atas , tidak bisakah Kalian bicara disini saja ?" Tanya Diah sewot
__ADS_1
" Aku nggak tau Di ,katanya ada hal penting yang ingin Dia bicarakan sudah ya Aku naik dulu ." Jawab Tyas
Tyas mengajak Wati naik kelantai atas ruko lalu duduk di kursi teras balkon ruko
" Apa yang ingin Kamu bicarakan ?" Tanya Tyas seraya meletakkan secangkir teh hangat untuk Wati .
" Sebelumnya Aku ingin minta maaf sama Kamu Yas kalau kedatanganKu kali ini mengganggu waktu kerjaMu ." Jawab Wati
" Aku sudah memaafkan Mu dan tolong langsung pada intinya saja apa yang ingin Kamu bicarakan ." Balas Tyas dengan nada tegas
" Yas , aku tau Kamu sangat mencintai Mas Ditya tetapi Kalian sudah bercerai jadi tolong relakan Mas Ditya hidup bahagia dengan Ku ." Jawab Wati dengan nada sedikit ketus
" Apa maksudMu Wat , Aku tidak paham dengan ucapan Mu itu ." Balas Tyas bingung dengan ucapan Wati barusan .
" Biarkan Mas Ditya bahagia dengan Ku juga calon anak Kami , jangan membayangi pikiran dan hati Mas Ditya lagi cepatlah cari calon pendamping dan segera lah menikah agar Kita bisa sama sama bahagia dengan kehidupan masing masing tanpa menjadi bayangan hitam untuk rumah tangga Orang lain ." Ujar Wati penuh kepercayaan diri
" Hei stop dengan ucapan yang tidak masuk akalMu itu , Bukankah Kalian sudah cukup bahagia dengan kehidupan Kalian sekarang apalagi sebentar lagi Kalian akan dikaruniai anak lalu apa hubungannya dengan aku ?" Ucap Tyas dengan nada sedikit emosi.
" Kamu tau Yas , selama ini Mas Ditya sudah berubah cukup banyak Dia tak lagi memperhatikan Aku dan juga calon anak Kami dan itu semua gara gara Kamu yang terus terusan membayang bayangi hati dan pikiran Mas Ditya ." Kata Wati sembari menatap Tyas dengan tatapan serius
" Mas Ditya berubah tidak ada hubungan nya Aku karena semenjak Aku keluar dari apartement itu Aku sudah tidak lagi membuka komunikasi lagi dengan Dia , Ya bisa saja Mas Ditya belum bisa menghapus bayangan masalalu nya dengan Ku seperti dulu Dia kesulitan menghapus bayangan Mu dan Aku rasa hal itu wajar mengingat pernikahan Kami sudah berjalan hampir setahun juga ada doa Orang Tua Kami di.dalamnya ." Balas Tyas seraya menatap wajah Wati dengan tatapan serius
Sementara Wati terlihat tengah mendengarkan perkataan Tyas itu dengan seksama
" Aku tidak mau tau hal itu Yas , yang Aku mau cepatlah cari calon suami dan segera menikah agar Mas Ditya tidak berpikir untuk berusaha kembali ke Kamu dan meninggalkan Aku juga anak ini ." Kata Wati
"Untuk apa Aku harus menuruti peemintaanMu agar Aku segera menikah juga tentang keinginan Mu untuk hidup bahagia bersama Mas Ditya itu tidak penting untukKu , yang terpenting sekarang cepat Kamu pulang dari sini pembicaraan Kita ini tidak ada gunanya hanya membuang waktuKu saja jadi silahkan Kamu tinggalkan tempat ini agar Aku bisa melanjutkan aktifitasKu lagi ." kata Tyas dengan nada tegas meminta Wati untuk pulang
Wati segera beranjak bangkit dari duduk nya lalu turun kebawah dan berlalu keluar meninggalkan ruko tersebut , Sementara Tyas terlihat berjalan menuruni tangga turun kelantai bawah menyusul Diah yang tengah merapikan perabotan yang baru saja digunakan untuk jualan menu sarapan barusan .
" Apa yang ulat bulu itu bicarakan Yas ?" Tanya Diah saat melihat Tyas tengah mengambil minum di sampingnya itu
" Nggak ada yang penting Di , hanya saja Dia meminta Aku untuk menjauhi Mas Ditya ." Jawab Tyas
" Oh kirain Dia bicara macam macam , Oya Yas ini ada pesanan kopi sebanyak dua puluh cangkir dan dua puluh potong cake durian yang harus diantar ke gedung perrkantoran samping ruko ini ." Sahut Diah
"Oya , ya sudah mari Kita siapkan lalu biar Aku antar kan saja ." Balas Tyas
Kemudoan Mereka berdua pun menyiapkan pesanan tersebut lalu mengantarkannya ke gedung perkantoran tersebut .
__ADS_1