
" Maaf Bu Wijaya apakah Saya boleh bicara sekarang? " Tanya Eyang Putri dengan menatap wajah Bu Wijaya itu
" Oh ya tentu saja, silahkan Bu Sekar." Jawab Bu Wijaya sopan
" Saya hargai niatan baik Anda untuk memperingatkan Saya mengenai Tyas berikut statusnya yang bukan dari kalangan pengusaha seperti Anda juga saya juga Saya menghargai masukan Anda yang menyebut bahwa Maritha lah cocok menjadi pendamping hidupnya Naka notabene menjadi cucu menantu Saya . " Kata Eyang Putri seraya menghentikan sejenak kata katanya itu
Bu Wijaya yang mendengar kata kata Eyang Putri itu pun terlihat senang dan sumringah, Beliau beranggapan kalau Eyang Putri sudah termakan dengan omongannya dan mau mempertimbangkan ulangan tentang pernikahan nya Naka
" Lalu Anda setuju Anda setuju kan Bu Sekar untuk menggagalkan pernikahannya Naka dan Wanita kampung itu lalu menjodohkan kembali antara Naka dan Maritha ? " Tanya Bu Wijaya dengan nada penuh pengharapan
Eyang Putri terlihat tersenyum seraya menatap wajah Mbok Rah , sementara Mbok Rah yang tau persis tentang penghianat yang dilakukan oleh Maritha dulu terhadap Naka terlihat bingung dan harap harap cemas berharap Eyang Putri menolak ide gilanya Bu Wijaya barusan
__ADS_1
" Dengan senang hati Bu Wijaya." Jawab Eyang Putri
Dan sontak saja Bu Wijaya juga Mbok Rah kaget setengah mati mendengar ucapan Eyang Putri barusan terlebih Mbok Rah terlihat sangat kecewa dengan jawaban Eyang Putri barusan, sementara Bu Wijaya terlihat sangat senang wajahnya pun terlihat sumringah.
" Sudah bisa Saya duga Bu Sekar, Anda ini sangat bijaksana mana mungkin seorang bangsawan bersanding dengan seorang jelata dan hanya Maritha lah yang pantas untuk Naka." Ujar Bu Wijaya penuh semangat
" Anda jangan senang dulu Bu Wijaya, apakah Anda tidak mau mendengar lanjutan perkataan Saya barusan ? " Kata Eyang Putri bertanya pada Bu Wijaya
" Salah besar Anda Bu Wijaya, maksud ucapan Saya barusan adalah dengan sunnah hati Saya menolak ide gila Anda tadi." Jawab Eyang Putri dengan nada sedikit emosi
Dan langsung saja Bu Wijaya terjenggit kaget mendengar ucapan Eyang Putri barusan, dan sontak saja raut wajahnya pun berubah menjadi merah padam menahan malu bercampur marah
__ADS_1
" Apa maksud Anda Bu Sekar? " Tanya Bu Wijaya bingung
" Ya seperti yang Anda dengar barusan, Saya menolak ide Anda untuk menggagalkan pernikahan nya Naka dengan Tuas dan menjodihkan Naka dengan Maritha karena Maritha tidak pantas menjadi pendamping nya Naka ya meskipun Maritha punya segudang kelebihan juga segudang harta dibanding Tyas tapi Saya tetap pada pendirian Saya menikahkan Naka dengan Tyas sebab Tyas lebih punya adab sopan santun juga kemandirian dan tanggung jawab yang besar dibanding kan dengan putri yang Anda banggakan barusan." Jawab Eyang Putri dengan nada lirih namun mengenai langsung hatinya Bu Wijaya itu
" Bu Sekar apakah Anda masih marah dengan kejadian dulu dan bukan kah barusan Saya sudah menjelaskan kepada Anda tentang kepergian Maritha dulu ke Jepang? " Tanya Bu Wijaya dengan nada setengah memohon agar Maritha di beri kesempatan
" Ya tentu saja Saya masih sangat sakit hati dengan perlakuan Putri Anda ke cucu kesayangan saya itu Bu Wijaya jadi Saya mohon tolong kubur dalam dalam keinginan Anda untuk menjodohkan Naka dengan Maritha sebab Naka sudah menemukan sosok yang tepat untuk jadi pendamping bya yaitu Tyas." Jawab Eyang Putri dengan nada emosi
Bu Wijaya terlihat sangat kecewa dengan jawaban Eyang Putri barusan dan Beliau pun terlihat bangkit dari duduk nya dan langsung berjalan pergi meninggalkan Eyang Putri dan Mbok Rah
Hingga tak berselang lama pesanan makanan Mereka pun datang dan Beliau berdua oun menikmati makan siang itu dengan diselingi obrolan hangat hingga selesai lalu segera pulang kerumah
__ADS_1