
" Yas, Naka itu sebenarnya siapa sih kok Dia perhatian banget sama Kamu dan lihatlah fasilitas fasilitas ini?" Tanya Diah saat Naka sudah meninggalkan rumah sakit tersebut.
" Ya Dia Temanku nggak lebih kok dan mengenai fasilitas juga bantuannya ini Katanya ini wajar sebagai Sahabat saja nggak lebih Dia juga sering membantu Sahabat lainnya seperti ini juga." Jawab Tyas seraya memandang Diah dan Yesi secara berganti an
" Kok Aku sedikit curiga ya." Sahut Yesi
" Curiga apa Yesi? " Tanya Tyas seraya memandang Sahabatnya itu
" Ya Aku curiga kalau Dia membantu Kamu ini sebab Dia suka sama Kamu dan jika benar ada nya Aku sangat senang." Jawab Yesi dengan wajah sumringah.
" Nah hal itu pula yang ada dipikiranKu dan Aku sangat mendukung itu Bestie." Sahut Diah semangat.
Sebenarnya dari lubuk hati yang terdalam Tyas merasakan keanehan dan kejanggalan pada diri Naka mulai dari tatapan nya ucapanya juga semua bantuannya itu, Tyas bukan gadis yang bodoh tidak tau arti tatapan mata Naka yang seakan menyiratkan isyarat bahwa Naka suka padanya.
Namun Tyas tidak ingin jumawa ataupun terlalu percaya diri sebab bisa saja semua itu Naka lakukan karena murni menganggap Tyas adalah sahabat yang perlu bantuannya.
Meskipun sebenarnya Tyas juga mengagumi sosok pribadi Naka yang secara fisik tampan dan secara sikap sangat sopan dan Tyas membentengi hatinya agar tidak sampai jatuh cinta dan terluka kembali oleh rasa cinta seperti dulu sewaktu bersama Ditya.
" Yas Yas hay kok malah melamun sih Kamu." Kata Diah membuyarkan lamunan Tyas tentang Naka itu.
" Ah nggak Aku nggak melamun kok." Balas Tyas.
" Oya Yas tadi sewaktu Diah sedang keluar ngantar pesanan kopi di gedung perkantoran itu, Datang seorang Ibuk ibuk paruh baya dan Beliau lagi nyariin Kamu." Sahut Yesi
" Oya siapa Beliau itu Yes? " Tanya Tyas penasaran
" Memangnya ada urusan apa kok nyariin Tyas? " Kata Diah menimpali pertanyaan Tyas barusan
" Sorry Aku nggak kenal, Dan Beliau datang nyariin Tyas katanya mau order cake untuk acara arisan kaum sosialita di kediaman Beliau. " Jawab Yesi
" Terus Kamu bilang apa Yesi, Dan kapan acaranya? " Tanya Diah dengan wajah serius sementara Tyas hanya mendengarkan
__ADS_1
" Ya Aku bilang aja kalau Bos Kita ini sedang sakit dan dirawat dirumah sakit dan mengenai acaranya akhir minggu depan." Jawab Yesi
" Emm siapa ya sebenarnya Beliau itu apakah itu Eyang." Ujar Tyas lirih.
" Eyang, Eyang siapa maksud Kamu Yas? " Tanya Yesi
" Itu lo Eyang putri yang dulu pernah ke ruko sewaktu Kalian belum bantuin Aku di ruko ." Jawab Tyas
" Oo kirain siapa , Yasudah Kamu istirahat dulu Yas biar cepat pulih dan bisa segera pulang kasian para pelanggan pada nyariin." Sahut Diah seraya membantu Tyas untuk berbaring.
Tyas pun menurut Dia berbaring istirahat hingga tak lama setelah itu Dia pun tertidur pulas, Sementara Diah dan Yesi yang malam ini menginap di rumah sakit pun terlihat sedang mengobrol santai membahas banyak hal terutama membahas soal hobi Mereka nonton film drakor hingga malam pun semakin larut dan Mereka pun memutuskan untuk istirahat
Pagi pun tiba dikediaman keluarga Bagaskara, terlihat Eyang Putri tengah sibuk di dapur dan rupanya Beliau tengah memasak sup ayam jahe.
"Pagi Eyang, Mbok Nah . " Sapa Naka seraya berjalan menuruni tangga lalu menyusul Sang Eyang Putri yang sedang sibuk di dapur itu.
" Pagi Den Naka. " Balas Mbok Nah yang tak lain adalah pengasuh Naka sejak kecil itu
Sementara itu Eyang Putri hanya menoleh sebentar kearah Naka seraya tersenyum lalu melanjutkan aktifitas nya menuangkan aneka bumbu sup ayam itu
" Rencana nya sebentar lagi Eyang Putri mau jenguk teman Eyang yang sedang dirawat di rumah sakit dan ini Eyang masakin sup ayam jahe biar cepat pulih." Balas Eyang Putri
" Oh kalau begitu Naka berangkat dulu ya Eyang takut kesiangan sebab ada meeting pagi ini." Kata Naka berpamitan
" Kamu nggak sarapan dulu Naka? " Tanya Eyang Putri
" Tidak Eyang Terima kasih banyak, nanti aja Naka buru buru ini." Jawab Naka seraya mencium pipi Eyang Putri lalu berangkat kerja
"Maaf ya Ndoro putri Simbok mau tanya apakah yang sakit ini adalah orang yang spesial bagi Ndoro Putri kok sampai sampai Ndoro Putri sendiri yang turun tangan memasak sup itu kan biasanya Simbok? " Tanya Mbok Nah
" Yang sakit ini adalah sahabat yang baru saja Saya kenal Mbok, Dia adalah seorang gadis yang baik sopan dan mandiri juga yang paling penting Dia adalah seorang gadis yang cantik dan sangat ramah ." Jawab Eyang Putri dengan wajah sumringah
__ADS_1
" Benarkah itu Ndoro Putri? " Tanya Mbok Nah
" Iya benar sekali Mbok, Dan Saya pribadi berharap Naka bisa berjodoh dengan Dia." Jawab Eyang Putri dengan mata berbinar binar penuh pengharapan
Selesai memasak , Eyang Putri pun menuangkan sup itu kedalam panci sup lalu memasukannya kedalam tas cantik , Eyang Putri juga meminta Mbok Jum untuk ganti baju dan siap siap karena Beliau mau mengajak Simbok Nah untuk bersama sama menjenguk Tyas.
Sementara itu Naka yang telah sampai di rumah sakit tempat Tyas dirawat terlihat Dia menenteng tas kertas yang berisi makanan untuk sarapan pagi.
" Pagi semua." Sapa Naka seraya berjalan mendekati Mereka bertiga
" Pagi Mas Naka." Balas Mereka bertiga kompak hingga mengundang tawa pada semua yang ada di situ.
" Gimana Yas keadaanMu pagi ini juga gimana tadi malam bisa tidur nggak?" Tanya Naka seraya memandang wajah Tuas itu.
" Alhamdulillah Mas Naka, Aku sudah lebih baik dari kemarin dan ya Kami bertiga tidur nyenyak malam ini." Jawab Tyas.
" Bagus, Oya Kita sarapan bareng yuk berempat." Kata Nakal
" Terima kasih banyak Mas." Balas Tyas
Naka terlihat mengeluarkan makanan yang barusan dibelinya itu lalu menatanya diatas meja kecil dan mengajak Mereka semua untuk sarapan bersama.
Saat sedang asik makan sarapan pagi itu, Naka terlihat beberapa kali mencuri padang kearah Tyas dan naasnya Dia sempat memergokinya, Dan Mereka pun melanjutkan acara sarapan nya itu sampai selesai.
" Oya Kalian berdua mau pulang dulu nggak buat ganti baju gitu dan biar Tyas Aku yang temani?" Kata Naka mencoba menawari kesempatan pulang pada Diah dan Yesi
" Tidak Mas Naka Kami akan disini saja menemani Tyas dan ya kalau boleh Kami minta tolong sore nanti tolong temani Tyas sebentar biar Kami bisa pulang untuk ambil baju." Jawab Diah
" Baiklah sebagai sahabat yang baik akan Aku turuti dan sekarang Aku pamit dulu ya Aku mau berangkat kerja." Balas Naka.
" Terima kasih banyak ya Mas Naka." Ucap Tyas seraya menggenggam erat tangan Naka.
__ADS_1
Naka sedikit kaget saat mendapati Tyas tengah menggenggam erat tangannya, dia berharap tangan itu akan terus menggenggamnya erat melewati waktu demi waktu hari demi hari hingga menua bersama nantinya.
Naka pun pamitan untuk pergi berangkat kerja, sementara Tyas dan kedua sahabatnya iterlihat tengah asik mengobrol hangat membahas banyak hal terutama tentang ruko yang pagi ini tutup