
Siang pun datang waktu makan pun telah tiba dan seperti yang telah direncanakan oleh Ditya kalau dirinya siang ini ingin menemui Nila di restoran tempat nya bekerja.
Sementara Nila yang kebetulan mempunyai sahabat di restoran tempatnya bekerja itu terlihat meminta ijin kepada Manager restoran tersebut untuk keluar sebentar yang ternyata Mereka hendak melihat calon tempat kost yang nanti akan di tempati oleh Nila.
Ijin dari manager restoran itu telah Mereka kantongi ya meskipun hanya satu jam saja nampaknya sudah sangat membahagiakan hati Nila dan sahabatnya.
" Ayo Kita berangkat." Ucap Fina
Ya benar Fina ini adalah sahabat nya Nila yang dikenalnya di restoran tempatnya bekerja, Fina ini adalah pekerja senior di restoran tersebut dan Dia juga bukan asli penduduk Jakarta Dia kost di tempat yang terbilang dekat dengan restoran tersebut
" Yuk keburu siang ni." Sahut Nila
Sebenarnya ini bukan alasan utamanya Nila mengajak Fina agar buru buru berangkat, sebenarnya Dia tau pasti Ditya akan datang mencarinya
Dan benar saja tak berselang lama Nila dan Fina berangkat dengan mengendarai sepeda motor matic menuju calon tempat kost untuk Nila itu.
Ditya datang dengan mengendarai mobil nya dan memarkirkan nya di depan restoran lalu langsung masuk kedalam.
Dia terlihat clingukan mencari keberadaan Nila lama sekali Dia mencari cari keberadaan Nila hingga akhirnya Ditya memutuskan untuk memesan makanan pada seorang pelayan yang kebetulan tengah lewat di samping nya itu sekalian menanyangkan dimana Nila.
Pelayan tersebut memberi tahu Ditya kalau Nila siang ini meminta ijin kepada manager restoran tersebut untuk keluar sebentar dengan Fina.
" Maaf apakah Mbak tau kemana Mereka pergi? " Tanya Ditya pada pelayan tersebut.
" Waduh maaf Mas, Saya kurang tau tadi sih Mereka bilangnya mau keluar sebentar untuk beli barang gitu." Jawab Pelayan restoran tersebut dengan ramah
Setelah menjawab pertanyaan dari Ditya barusan itu, pelayan tersebut pamit pergi meninggalkan Ditya yang terlihat tengah melamun memikirkan kemana Nila dan sahabatnya itu pergi.
Ditya menikmati menu makan siang yang barusan di pesannya itu dengan pelan pelan sembari menunggu kedatangan Nila kembali ke restoran tersebut.
__ADS_1
Detik demi detik menit demi menit berlalu hingga tak terasa hampir satu jam lamanya Ditya menunggu Nila namun nampaknya yang di tunggu tak kunjung kembali, hingga akhirnya Dia pun memilih untuk kembali saja ke kantor tempatnya bekerja.
Di sepanjang perjalanan menuju kantor Ditya terlihat sangat gudar dan kecewa kenapa Nila tiba tiba menjauhi dirinya , juga kenapa Dia begitu gegabah dengan langsung mengungkapkan perasaan nya pada Nila kemarin malam.
Hingga tak terasa Dia telah sampai di kantor tempatnya bekerja, Dia bersiap melanjutkan pekerjaan nya yang setumpuk banyaknya hingga sore pun menjelang datang waktunya pulang bagi seluruh karyawan di kantor tersebut.
Semula Ditya berniatan untuk menjemput Nila di restoran namun niatan itu diurungkannya Dia tau pasti Nila akan menolak ajakan nya hingga akhirnya Dia memilih pulang kerumah menemui sang istri tercinta nya itu.
Ternyata Nila sudah pulang dan terlihat tengah sibuk membantu Wati memasak di dapur, dan melihat keakraban sekaligus kekompakan diantara Mereka berdua itu maka timbulah satu keinginan di hati Ditya terhadap Mereka berdua
" Wah sedang masak apa ni Kalian kok kelihatan nya enak ? " Tanya Ditya yang tiba tiba sudah masuk kedalam rumah itu
" Ini Mas, Kami sedang masak soto ayam kan pas cocok dengan suasana yang lagi hujan begini." Jawab Wati dengan senyum sumringah nya
" Oh pantesan aja aromanya terciun sampai di garasi mobil duh jadi lapar ni." Sahut Ditya sembari melirik kearah Nila
" Ya udah Kamu temani Mas Ditya ganti baju sana gih, biar Aku yang lanjutin masak." Balas Nila
Masakan sudah tersaji rapi di meja makan begitupun dengan minuman dan peralatan makan yang akan digunakan dan dapur pun sudah rapi bersih kembali namun aneh nya Ditya dan Wati masih belum keluar kamar.
Nila yang sudah duduk menunggui Mereka itupun heran bukan kah hanya ganti baju saja kenapa lama sekali guman Nila dalam hati
Hingga sekitar sepuluh menit berlalu Mereka berdua pun keluar kamar dan bergandengan tangan berjalan menyusul Nila yang sudah menunggunya di meja makan itu
" Duh Kalian lama amat sih ganti bajunya." Ujar Nila sewot
" Sorry Nil, tadi Kami sekalian aja mandi heheheh." Jawab Wati tersenyum
Dan benar saja Mereka berdua bukan hanya ganti baju namun Mereka berdua terlibat perang lendir nan panas di atas ranjang lalu mandi sekalian.
__ADS_1
" Hufff dasar, ya udah Kita makan yuk lapar ni." Sahut Nila
Wati pun tersenyum lalu melayani Ditya mengambilkan makan malam untuknya, sementara Ditya terlihat tengah mencuri curi pandang kearah Nila dan dalam hati Dia ingin sekali memanas manasi Nila dengan menujukan kemesraan nya pada Wati sekalian ingin melihat bagaimana respon Nila.
Terlihat Ditya memegang mesra tangan Wati dan menatapnya lembut seraya berkata.
" Sayang Kamu makan yang banyak ya biar nanti punya tenaga lagi." kata Ditya lirih setengah berbisik di telinga Wati
Wati yang mendapat bisikan itupun menoleh kearah suaminya itu, Dia langsung tersenyum dan mengangguk.
Sementara Nila yang mendengar ucapan Ditya barusan itu sedikit risih dan puncak nya saat dirinya secara tidak sengaja melihat tanda cinta yang merah merona di leher nya Wati yang sedang menoleh kearah Ditya itu.
Ya Nila dengan sangat jelas bisa melihat bekas tanda cinta dilehernya Wati itu dan tiba tiba ada rasa yang aneh tengah melanda hatinya ya rasa yang tak bisa di jabarkan yang jelas ada rasa sedikit sakit dan rasa cemburu.
Hingga akhirnya Nila pun memilih untuk mempercepat ritme makan nya itu lalu segera membereskan wadah makan nya barusan dan segera pamit masuk kamar tidur nya dan tak lama setelah itu Dia pun tertidur lelap sebab jujur saja hari ini restoran sangat lah ramai jadi dirinya kecapean.
Sementara Ditya dan Wati yang juga sudah selesai makannya itupun segera mencuci peralatan makannya lalu mengobrol santai di sofa depan TV hingga malam pun tiba dan Mereka berdua pun kembali ke kamar untuk istirahat karena malam sudah lah larut.
Pagi pun tiba dan seperti biasa Nila bangun lebih awal lalu memasak dan setelah selesai memasak Dia pun pamit pada Wati dan Ditya untuk berangkat ke restoran tempatnya bekerja.
Hari hari pun berlalu dengan keadaan yang hampir sama dimana Nila menjaga jarak dengan Ditya , sementara Ditya semakin bentar memanas manasi Nila dengan menujukan sikap mesra dan penuh perhatian pada Wati istri nya itu.
Lama kelamaan Nila yang memang memiliki sedikit rasa pada Ditya itu pun merasa sakit hatinya dan timbul rasa cemburu di hati kecilnya ya meskipun Dia menyimpan nya rapat rapat agar Wati dan Ditya tidak tau.
Sedang kan Ditya yang tau kalau Nila mulai masuk perangkap nya itu pun semakin memanasi nya dengan semakin menujukan kemesraan pada Wati dan Wati pun tak menyadari perubahan pada suaminya itu malahan Dia bersyukur.
Kini Nila yang dilanda rasa cemburu itupun mulai mencari cari perhatian, mulai sedikit membuka komunikasi dengan Ditya dengan ikut ngobrol di depan TV todak seperti beberapa minggu yang lalu dimana dirinya lebih suka mengurung diri di kamarnya.
Rencana nya untuk pindah kost pun di tandanya sebab tempat kost yang akan di tempatinya itu masih di renovasi mungkin akhir bulan ini selesai dan bisa di tempatinya.
__ADS_1
Malam itu seperti biasa Mereka bertiga makan malam dengan diselingi obrolan dan canda tawa hingga menimbulkan suasana hangat nan sarat akan kekeluargaan itu.
Selesai makan Mereka mengobrol di depan TV dengan menu bahasan yakni mengenai kenangan Wati dan Nila sewaktu di Yogyakarta, hingga malam pun semakin larut dan Mereka semua pun masuk kedalam kamar untuk istirahat memulihkan tenaga untuk aktifitas besok