Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Murka (2)


__ADS_3

" Apa maksudMu dengan menyebut Dia ini istri Mu juga Ditya ?" Tanya Pak Sugeng emosi .


" Dan jangan bilang kalau kecurigaan Mama sslama ini benar kalau Kamu masih berhubungan dengan pacarMu dulu itu dan menyebabkan Tyas menggugat cerai jawab Ditya ?" Sahut Bu Ratih tak kalah emosi


" Maaf kan Ditya Pa ,Ma tolong maaf kan Ditya apayang Mama ucapkan itu benar adanya dan Ditya menikahi Wati pacar Ditya dulu ." Jawab Ditya lirih .


Dan tanpa basa basi lagi Pak sugeng kembali menghajar Ditya


Buggg


Bugggg


Bugggg suara tinjuan Pak sugeng mendarat tepat pada perut Ditya, Beliau sungguh meluapkan emosi nya pada Ditya sore itu


" Pa tolong hentikan Pa , Wati mohon hentikan Mas Ditya tidak salah Pa yang salah itu Wati Pa tolong pukuli Wati saja jangan Mas Ditya ." Ujar Wati sembari memeluk Ditya bermaksud menghalangi pukulan Pak Sugeng kembali terulang .


Pak sugeng pun menghentikan pukulan nya dan menoleh sinis kearah Wati demikian halnya dengan Bu Ratih yang juga memandang sinis kearah Wati


" Hey Kamu stop jangan memanggil Aku dengan sebutan Papa karena Kamu bukan siapa siapa Kami Kamu tidak pantas menjadi menantu Kami Hanya Tyas menantu Kami satu satunya cam kan itu ." Kata Pak Sugeng sembari tetap memandang Wati dengan tatapan kebencian .


Sementara Wati yang mendengar ucapan mertuanya barusan hanya bisa diam menunduk dan meneteskan air matanya .


" Paaa tolong jangan bilang seperti itu pada Wati ." Kata Ditya memohon lada Papanya itu .


" Ditya kenapa Kamu membelanya bukankah yang diucapkan PapaMu barusan adalah benar lagian bagaimana bisa Kamu menikahi siri Dia , Apa kurang nya Tyas untukMu hingga Kamu rela menukar berlian sebening Tyas dengan batu kali macam Dia ?" Sahut Bu Ratih sembari menunjuk kearah Tyas .

__ADS_1


" Maafkan Ditya Ma , Tyas tidak kurang apa pun untuk Ku hanya saja Ditya khilaf Pa Ma Ditya tidak tega menolak permintaan Budhenya Wati untuk menikahi Wati ."Jawab Ditya


" Jadi Kamu menikahi Dia karena terpaksa karena menuruti permintaan Budhe nya itu , Wah hebat sekali Kamu Ditya Winata berbakti pada prang lain dan menjadi durhaka pada Kedua Orang Tua juga Istrimu ." Balas Pak Sugeng .


" Lagian Kamu sudah tau kalau Ditya itu pria beristri kenapa Kamu masih mau menikah dengan nya dan menjadi istri sirinya sekaligus istri simpanannya Ditya ,dimana harga dirimu sebagai wanita itu ?" Tanya Bu Ratih pada Wati


Wati terlihat menangis dan tak menjawab pertanyaan Bu Ratih barusan dan sungguh hatinya hancur dan terasa remuk malam itu manakala mendengar ucapan ucapan pedas dari kedua mertuanya tersebut.


" Ma tolong jangan bicara seperti itu ,Wati ini juga menantuMu ." Balas Ditya berusaha membela Wati


" Cukup Ditya jangan membela kesalahan yang Dia lakukan lagi pula bukankah benar yang diucapkan MamaMu barusan itu ." Sahut Pak Sugeng .


" Ditya sekarang jawab pertanyaan Mama dimana Tyas menantu Kami berada ?" Ujar Bu Ratih dengan penuh emosi .


" Baik sekarang juga Kamu antar Kami ke rumah nya Rina untuk menemui Tyas , Dan Kamu tetap disini dan jangan keluar apartement ini karena urusan Kita belum selesai ." Ucap Bu Ratih seraya menunjuk kearah Wati yang tengah berdiri sembari menangis itu .


Kemudian Ditya dan kedua Orang Tuanya itupun berangkat ke rumah Mbak Rina untuk menemui Tyas , Sementara itu Wati yang diperintahkan tetap di apartement itu pun terlihat lebih memilih untuk masuk kamar tidur milik Ditya lalu segera menumpahkan segala kesedihan juga tangisannya itu di bawah guyuran air shower di dalam kamar mandi .


Tak lama setelah itu Ditya bersama Kedua Orang Tuanya pun telah sampai di depan rumah milik Mbak Rina dan Mereka pun segera mengetuk pintunya


Namun sayang sudah beberapa kali ketokan tidak ada jawaban dari pemilik rumah , Hingga akhirnya Bu Ratih memilih untuk bertanya pada tetangganya Mbak Rina dan Mereka pun memberitahu Bu Ratih kalau Mbak Rina bersama Mas Gunawan sedang tidak ada di rumah Mereka sedang mengantar Tyas untuk pindah di pusat kota .


Bagai di sambar petir hati Bu Ratih hancur , harapannya untuk bisa bertemu Sang Menantu kesayangan pun harus sirna , Beliau pun terlihat menangis pilu dan Pak Sugeng pun segera meraih pundak nya mencoba menenangkan hati Sang Istri .


Sementara itu Ditya yang menyaksikan nya pun hanya bisa diam seribu bahasa dan dalam hati Sia menyesali semua ini andaikan saja dulu Dia mau mendengarkan nasehat Wiland sahabatnya itu untuk tidak nekad menikahi Wati mungkin hal yang memilukan ini tifak akan terjadi .

__ADS_1


Sedang Pak Sugeng pun merasakan hatinya sakit manakala menyaksikan tangis kekecewaan yang mendalam di raut wajah Sang Istri dan juga Beliau tidak bisa membayangkan betapa Murka dan bencinya keluarga besar Pak Samsul Orang tua Tyas terhadap keluarga Beliau tersebut hingga terbeait bayangan nasip persahabatan Mereka yang telah terjalin puluhan tahun itu akan hancur seperti nasip rumah tangga anak anaknya itu.


Hingga akhirnya Mereka bertiga pun memutuskan untuk kembali keapartement Ditya .


Sesampianya di apartement , Ditya segera mencari keberadaan Wati di dalam kamarnya itu sementara Pak Sugeng dan Bu Ratih memilih untuk duduk di sofa ruang tv .


Dan alangkah terkejutnya Ditya saat mendapati Wati tengah pingsan di bawah kucuran air shower itu


" Wati Wati Sayang hey bangun sayang Kamu kenapa Wati ." Kata Ditya sembari menepuk nepuk lembut pipi Wati berharap Wati sadar .


Namun nyatanya usaha Ditya barusan itu nihil hasilnya Wati tidak juga bangun dan hal itu sukses membuat Ditya panik hingga Dia pun berteriak memanggil Papa dan Mama nya


" Kenapa sih Dit Kamu teriak teriak nggak karuan seperti itu ?" Tanya Bu Ratih masih dengan nada sengit .


" Pa Ma toling bantuin Ditya , Wati pingsan ." Jawab Ditya panik .


" Halah bawa saja ke kasur terus selimutin nanti juga akan sadar lagian aneh masa malam malam begini malah guyuran di pancuran mana pakai air dingin lagi nyusahin aja ." Sahut Pak Sugeng .


" Pa tolong bantuin Ditya Pa , Dia sedang hamil anakku Pa tolong ." Balas Ditya cemas


" Apaaaaaaaaa ." Teriak Pak Sugeng dan Bu Ratih kompak


" Ya sudah Kita bawa ke Rumah sakit dulu saja soal lain Kita urus nanti saja ." Seloroh Bu Ratih .


Hingga akhirnya Mereka bertiga pun membawa Wati me rumah sakit terdekat dengan apartement tersebut .

__ADS_1


__ADS_2