
Tyas terlihat kaget dan shock dengan pernyataan cinta yang baru saja diungkapkan oleh Wiland itu, sungguh Tyas tak menduga bahwa Wiland akan menyatakan cinta sekaligus melamar nya meski sebenarnya Tyas juga tau kalau Wiland menyukainya sejak lama.
" Yas." Kata Wiland membuyarkan lamunan Tyas.
" Eh iya Mas maaf." Balas Tyas yang tersadarkan dari lamunan nya
" Gimana Kamu Terima kan cintaku juga lamaran Ku barusan? " Tanya Wiland mengulangi pernyataan yang sama.
Tyas terlihat berpikir sesaat kemudian menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya pelan pelan, hingga akhirnya Dia pun memberi jawaban atas pertanyaan Wiland barusan.
" Mas Wiland Aku juga mencintai Mu, Kamu sosok seorang Pria yang baik mengayomi dan juga Kamu banyak berjasa pada Ku dan Aku nggak mungkin lupa dengan kebaikan Mu pada Ku selama ini." Jawab Tyas seraya memandang Wiland dengan seksama
Wiland terlihat sumringah dengan jawaban Tyas barusan, Dia sungguh percaya diri dan yakin bahwa Tyas akan menerima cintanya sekaligus lamaran nya itu.
" Namun ." Lanjut Tyas
" Namun kenapa Yas? Tanya Wiland
" Maaf kan Aku tidak bisa menerima cinta Mu Mas, Tolong maafkan Aku." Jawab Tyas
Serasa di sambar petir hati dan pikiran Wiland , Dia kaget setengah mati dengan jawaban Tyas barusan
" Kenapa Yas, bukankah barusan Kamu juga bilang bahwa Kamu juga mencintaiku lalu kenapa Kamu tidak bisa menerima cinta sekaligus lamaranKu? " Tanya Wiland dengan nada serius.
" Untuk saat ini Aku masih belum siap menjalin hubungan dengan siapa pun Aku sedang ingin menikmati kesendirianku Aku sedang menyembuhkan luka di hatiku." Jawab Tyas
" Aku akan membantu Mu menyembuhkan luka itu Yas jadi tolong beri Aku kesempatan." Balas Wiland
__ADS_1
" Tidak Mas, Aku tetap tidak bisa." Sahut Tyas
" Kenapa Yas apakah dihati Kamu sudah ada Naka hingga Kamu tidak bisa menerima cintaku? " Tanya Wiland dengan sedikit frustasi
" Tidak Mas, ini tidak ada hubungannya dengan Mas Naka namun ini ada hubungannya dengan Mas Ditya mantanKu." Jawab Tyas seraya menatap Wiland dengan tatapan serius
" Kenapa dengan Ditya, bukankah Kalian sudah bercerai lalu apa hubungannya? " Tanya Wiland dengan nada serius
" Karena Kamu sahabat karibnya, Aku tidak mau menjadi pemisahan persahabatan Kalian Mas Aku tidak mau tali persahabatan yang terjalin lama harus hancur karena cinta Aku tidak mau kisah persahabatan Ku dengan Wati yang hancur karena cinta akan terulang pada Kalian." Jawab Tyas jujur
" Aku tidak peduli dengan persahabatan ku dengan Ditya Yas, yang Aku pedulikan adalah Kamu." Balas Wiland
" Meskipun Kamu tidak peduli Aku akan tetap peduli lagipula jika Aku bersamaMu menjalin hubungan serius Aku akan tetap dibayang bayangi masa lalu ku yang buruk dan hal itu akan membuatku sulit keluar dari nya ,jadi tolong hormati keputusan ku toh meskipun Kita tidak menjalin hubungan percintaan namun Kita tetap bisa menjalin persahabatan yang erat." Ujar Tyas yang panjang lebar menjelaskan alasan utamanya pada Wiland .
Wiland terlihat kecewa dengan jawaban Tyas barusan, Dia terlihat menatap wajah Tyas dengan seksama hingga sukses membuat Tyas tidak nyaman.
" Nggak ada apa apa Yas Aku akan tetap mencintai Mu dan menunggumu untuk menerima cintaku." Jawab Wiland
" Jadi tujuan Mas Wiland mengajak ku keluar adalah mengatakan hal ini kah? " Tanya Tyas
" Iya." Jawab Wiland singkat
" Sekarang Mas Wiland sudah tau jawabannya, Karena tidak ada yang dibicarakan lagi Aku pamit pulang dulu ya Mas Aku lupa tadi ada sesuatu yang belum Aku kerjakan." Ucap Tyas seraya meraih tasnya dimeja
" Biar Aku antar Yas." Balas Wiland
" Nggak usah Mas kebetulan tadi Aku sudah janjian kok sama Yesi dan Diah Mereka lagi nungguin Aku di seberang sana." Kata Tyas berbohong.
__ADS_1
" Nggak Yas biar Aku antar Kamu pulang." Sahut Wiland
" Tidak perlu Mas." Kata Tyas
Tyas pun bangkit dari duduk nya lalu berjalan meninggalkan Wiland seorang diri, Tyas berjalan kelaur dari area restoran dengan membawakan beban dihatinya yang mana ungkapan cinta dari Wiland barusan tadi membuatnya kaget dan mulai membenarkan perkataan Diah tadi sore juga membenarkan kecurigaannya selama ini.
Dia terlihat berjalan menuju jalan raya dan bermaksud mencari taxi untuk pulang, dan nampak dari kejauhan mobil Naka melaju.
" Tuan itukan Nona Tyas." Kata Seketaris Anton seraya menunjuk kearah Tyas yang sedang berdiri menunggu taxi
" Iya benar itu Tyas, ngapain Dia di sana? " Tanya Naka seraya memandang Tyas dari kejauhan
" Nggak tau Tuan dan kelihatan Dia sedang nungguin taxi." Jawab Seketaris Anton
" Kita kesana." Balas Naka yang meminta Seketaris Anton melajukan mobil nya mendekat kearah Tyas itu
Sementara Tyas yang sedang asik mengotak atik HP miliknya itu pun tak menyadari kalau mobil Naka sudah berhenti di sebelah nya.
" Hey ngapain malam malam berdiri disitu lagi nungguin Aku ya." Kata Naka seraya menurunkan kaca mobilnya itu.
Sontak Tyas terkaget mendengar ucapan Naka barusan dan untuk saja HP nya tidak terjatuh
" Dih pede amat ." Balas Tyas
" Terus ngapain coba berdiri disitu, Ayo masuk mobil biar Aku antar pulang jangan berdiri disitu entar diangkut om om dikira cabe cabean tau rasa Kamu." Kata Naka seraya membuka pintu mobilnya
Sementara Seketaris Anton terlihat menahan tawa seraya berpikir sejak kapan Tuannya itu bisa melawak.
__ADS_1