Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Ada yang lain di senyumMu


__ADS_3

Waktu berlalu dengan sangat cepat, Tuas pun sudah kembali dari rumah sakit dan meskipun keadaannya masih dalam tahap pemulihan namun nyatanya Tyas bukanlah sosok yang manja


Dia tetap beraktivitas seperti sebelum nya pagi dimulai dari menyiapkan menu masakan hingga menata menu jualan ya meskipun Dia punya karyawan yang tak lain adalah Diah dan Yesi yang bisa membantu nya .


Namun Tyas tetap tidak bisa hanya duduk manja main perintah tinggal nunjuk saja , Dia terjun kedapur memasak dan menyiapkan menu sarapan untuk di jual .


" Hay Yas wah kelihatan nya sibuk banget ni mau Aku bantuin nggak? " Tanya Naka sesaat setelah masuk kedalam ruko.


" Hay Mas Naka , Ah nggak juga kok ni tinggal nata aja sih." Jawab Tyas Seraya tersenyum manis kearah Naka


" Oh gitu, oya mau Aku bantuin nggak mumpung Aku sedang nggak terlalu sibuk ni?" Kata Naka mencoba menawari bantuan kepada Tyas.


Tyas menoleh kearah Naka seraya menggelengkan kepalanya tanda tidak usah, sementara Diah dan Yesi sedang sibuk dengan kerjaan Mereka masing masing yakni melayani pembeli yang mulai berdatangan itu.


" Kamu sudah sarapan belum Mas, Atau mau Aku buatin susu hangat atau kopi gitu?" Tanya Tyas


" Kebetulan Aku belum sarapan ni tolong ambilin Aku menu yang simpel aja ya sekalian segelas air lemon, Terima kasih." Jawab Naka seraya memandangi wajah Tyas dengan seksama


Tyas mengangguk mengiyakan permintaan Naka barusan, Meski jujur saja Tyas sedikit salah tingkah manakala Naka memperhatikan setiap gerak gerik nya dengan tatapan mata mengisyaratkan akan kekaguman itu.


Diah menghampiri Yesi yang tengah mengelap meja bekas pelanggan barusan, Diah menyikut lengan Yesi .


" Bestie, coba Kamu perhatikan." Kata Diah seraya menunjuk kearah Naka


" MaksudMu Mas Naka, ada apa emangnya? " Tanya Yesi bingung


" Menurut Mu wajar nggak sih sikap Mas Naka ke Tyas selama ini dengan semua bantuan nya juga kebaikanya dan coba Kamu perhatikan akhir akhir ini Dia selalu menyempatkan diri kesini kalau nggak pagi yang siang hari juga selalu memperhatikan seluruh gerak geriknya Si Tyas." Jawab Diah


" Iya ya Aku juga ngerasa aneh sih kok kayaknya Mas Naka itu suka deh sama Bos Kita Bestie." Balas Yesi seraya melihat tangannya di dada.


" Nah itu yang ada dipikiranku saat ini, coba Kamu bayangin aja nggak mungkin kan kalau hanya teman terus sampai rela nyewain Kamar VVIP di rumah sakit berikut biaya pengobatan nya." Sahut Diah heran


" Ehem ehem." Dehem Tyas membuyarkan acara nggosip kedua Sahabat baiknya itu.


" Oya Yas, jangan lupa ya Kita harus belanja hari ini untuk pesanan cake lusa itu lo." Kata Diah mengingatkan Tyas.


" Iya biar nanti Aku pergi belanja sendirian aja, Kalian bisa nungguin ruko kan siang nanti gedung sebelah ada acara dan Mereka juga sudah pesan kopi juga cupcake." Balas Tyas


Sementara Naka yang sedang menikmati menu sarapannya itu diam menikmati sembari mendengar kan obrolan ketiga gadis itu.


" Tapi Kamu nggak papa kan Yas belanja sendiri an, Atau Kita temani aja ?" Tanya Diah


" Aku nggak papa kok Bestie, lagian kan Aku bisa naik taxi sudah Kalian jangan kawatir ya." Jawab Diah


" Baik lah kalau begitu, toh Kamu kan wonder woman hahahahaha." Celetuk Yesi yang sukses memancing gelak tawa diantara Mereka itu


Mereka pun membuyarkan diri dan melanjutkan aktivitas nya masing masing, Naka yang sudah selesai menikmati sarapan nya itu pun memanggil Tyas untuk mendekat kepadanya.


" Ada apa Mas Naka? " Tanya Tyas sopan

__ADS_1


" Aku mau bayar sarapanKu, sekalian tadi Aku dengar Kamu mau belanja gimana kalau Aku antar Kamu belanja." Jawab Naka seraya memandang wajah Tyas


Tyas kaget lalu menoleh kearah Naka bermaksud bertanya benarkah yang barusan Dia dengar itu.


" Apakah Aku tidak salah dengar Mas? " Tanya Tyas.


" Tentu saja tidak, hari ini jadwal Ku tidak terlalu padat jadi Aku bisa mengantarkan sekaligus menemanimu belanja gimana Kamu setuju kan?" Tanya balik Naka.


" Wah ide bagus itu Yas, Lumayan Kita bisa menghemat uang untuk bayar taxi." Sahut Diah


Tyas terlihat menoleh kearah Diah sembari memelotiykan mata seakan memberi kode kalau dirinya sedang marah.


" Gimana Yas Kamu setuju kan?" Kata Naka mengulangi pertanyaan nya barusan.


Tyas terlihat berpikir beberapa saat kemudian Dia pun mengangguk tanda setuju.


" Tapi nanti jam istirahat siang ya Mas belanjanya." Ujar Tyas


Naka pun mengangguk seraya mengacungkan kedua jempolnay kearah Tyas sebagai tanda setuju.


Sementara Tyas terlihat tersenyum manis kearah Naka dan sudah bisa ditebak Diah juga Yesi yang menyaksikan itu pun mengamati pandangan Mereka berdua dengan jiwa kepo yang meronta ronta.


Naka pun pamitan berangkatkan kerja dan sebelum keluar ruko Dia berjanji akan mengantarkan Tyas belanja nanti selepas jam istirahat siang.


" Duh vibes nya udah kayak suami istri ni." Ucap Diah menyidnir Tyas yang baru saja mengantarkan Naka kelaur ruko.


" Mau Aku jawab tidak tapi Kalian pasti tidak lagi percaya jadi ya sudah menurut pandangan Kalian saja lah." Jawab Tyas seraya menyengir kuda kearah kedua Sahabat nya itu kemudian berlalu menuju dapur


" Dih ditanya malah gitu sih jawabannya." Ucap Yesi kesal karena belum puas mendengar jawaban Tuas itu.


" La terus maunya dijawab gimana Nona? " Tanya Tyas seraya memandang wajah sahabatnya itu


" Au ah gelap, Tapi misal nya Kalian pacaran Kami akan sangat bahagia Yas apalagi Mas Naka itu kelihatanya sosok yang baik sopan jadi pas untukMu." Jawab Yesi


" Iya Yas semoga Dia jodohMu." Sahut Diah menimpali ucapan Yesi barusan.


Tyas hanya tersenyum seraya memelotot kan matanya kearah Diah dan Yesi, Meskipun secara tidak sadar Tyas meng aamiinkan di dalam hati ucapan Diah barusan.


Hingga tak terasa jam makan siang pun sudah datang, Tyas terlihat tengah mencatat barang apa saja yang akan dibelinya dikamar, nanti hal itu Dia lakukan agar mempermudah dirinya waktu belanja nanti juga memeprsingkat waktu sekaligus mencehah ada barang yang lupa dibelinya .


" Yas Pangeran berkuda besinya udah datang tu." Ucap Diah seraya membuka pintu kamarnya Tyas.


Tyas kaget kemudian segera menoleh kearah Diah dan secara refleks Dia melemparkan bulpoint nya kearah Diah


" Kamu itu ngagetin Aku aja." kata Tyas merengut.


" Sory Bos, padahal Aku tadi udah ketuk ketuk pintu tapi nampak nya Kamu nggak dengar." Balas Diah seraya memungut bulpoint itu


" Ada apa sih Aku lagi nyatat barang belanjaan ni? " Tanya Tyas

__ADS_1


" Itu calon SumaiMu sudah datang sono buruan ganti baju terus berangkat gi." Jawab Diah seraya duduk di samping Tyas


" Hemmm mulai ngawur lagi deh, plisss Dia tu bukan calon Suami Aku Di." Balas Tyas


" Iya iya, Sana buruan ganti baju kasian Mas Naka nungguin sari tadi." Kata Diah seraya mendorong Tyas agar cepat ganti baju dan siap siap


Tyas pun bangkit dari duduk nya kemudian segera membuka lemari bajunya dan segera memilih dan hati ini outfitnya jatuh pada celana jeans model pensil dengan atasan kaos oblong warna putih yang kemudian dimasukan kedalam celana.


Dia juga terlihat memoleskan tipis make up di wajah ayunya dan tak lupa lipgloss jya agar bibir tidak pecah pecah


Setelah dirasa sudah cukup Tyas pun terlihat berjalanenuruni tangga dengan menenteng sebuah tas, Naka yang sedari tadi menungguinya itu pun terlihat kagum takjub dengan penampilan Tyas yang berbeda.


"Hay Mas Naka maaf ya nunggu lama." Ujar Tyas seraya berjalan mendekat kearah Naka


" Hay juga Yas, enggak kok Aku juga baru saja nyampai." Balas Naka masih menatap wajah Tyas itu


" Em baiklah bagaiamana kalau Kita berangkat sekarang Mas? " Tanya Tyas yang mulai salah tingkah dengan pandangan Naka itu


" Ayo." jawab Naka seraya bangkit dari duduk nya itu.


Tyas berpamitan pada Diah dan Yesi , Kemudian Dia pun berangkat belanja bersama Naka dengan mengendarai mobil mewah milik Naka.


Disepanjang perjalanan Naka dan Tyas terlihat hanya Diam tanpa ada obrolan apapun Mereka masih sedikit canggung terlebih bagi Tyas dimana ini adalah kali pertama satu mobil dengan laki laki setelah perceraian nya dengan Ditya.


Hingga Akhirnya Naka mendapatkan ide bahan obrolan Mereka yakni membahas tentang tempat kulineran di pusat kota itu dan ternyata Mereka sangat lah nyambung


Selama obrolan itu berlangsung Naka tak henti hentinya memandang juga memuji kecantikan Tyas, mesti tak berani secara langsung memujinya namun nyatanya Naka tak bisa menghentikan kekaguman ya pada sosok Tyas itu


Sementara Tyas terlihat tersenyum manis kearah Naka, senyum itu terlihat sangat tanah dan tulus hingga membuat hati Naka semakin tak karuan berdebar tak beraturan


Adaapa dengan senyuman Tyas ini kenapa mampu membuat hatiku bergoncang hebat dan jantung oun berdetak hebat apakah Aku kena serangan jantung? " Tanya Naka dalam hati.


"Atau kah Aku jatuh cinta dengan nya senyumnya itu mampu mengalihkan konsentrasi Ku dan ah semoga saja Aku bisa memiliki nya ." Cuman Naka dalam hati


" Mas Naka awas lampu merah." Kata Tyas seraya memegang lembut lengan Naka yang masih asik melamun itu


Naka pun sadar dan cepat cepat mengerem mobilnya


" Huffff hampir saja kena tilang Kita Yas." Kata Naka seraya memegangi dadanya.


" Mas Naka sedang ngelamunin apa sih kok sampai ngga lihat lampu merah?" Tanya Tyas heran.


" ngelamunin Kamu." Jawab Naka jujur


"Dih gombal." Balas Tyas dengan pipi yang berubah merah laksana tomat itu


" Nggak kok Aku nggak sedang bohong Kamu cantik Yas ." Jawab Naka jujur


Tyas semakin salah tingkah mendengar jawaban Naka barusan pipinya pun semakin merah padam karena menahan malu namun hatinya senang.

__ADS_1


__ADS_2