Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Menjadi salah paham 2


__ADS_3

Tyas benar benar merasa kecewa dengan apa yang barusan dilihat nya itu , sungguh rasa kecewa yang besar dan mendalam dirasakan oleh Tyas dan hal itu membuktikan bahwa apa yang diucapkan oleh Maritha tadi pagi itu benar adanya.


Sementara Naka yang berusaha mengejar Tyas itu pun harus terhalang oleh panggilan dari Seketaris Anton yang memberi tahunya bahwa klien yang sedari tadi ditunggu sudah datang dan sudah menunggu diruang meeting untuk membahas urusan kerja sama.


Kini Tyas sudah sampai dilantai bawah , Dia terlihat menyeka air matanya dan segera berlari menuju ruko nya tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya.


" Yas, gimana? " Tanya Diah sesaat setelah melihat Tyas sudah kembali.


Tyas tak menjawab pertanyaan Diah barusan Dia pun memilih untuk segera naik ke lantai atas dan segera masuk kedalam kamar tidurnya.


Dan hal itu sukses membuat Diah bingung bercampur heran ada apa sebenarnya hingga membuat Tyas begitu.


" Ada apa Bestie? " Tanya Yesi kepada Diah yang masih saja melamun.


" Itu Aku heran aja sama Tyas kok pulang pulang malah nangis, Aku tanyain juga nggak jawab." Jawab Diah


" Oya coba Kita susul Dia dikamar nya . " Balas Yesi


Kemudian Mereka berdua pun memutuskan untuk naik ke lantai atas lalu segera menyusul Tyas yang tengah berbaring di ranjang empuknya itu.


" Yas, sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa Kamu menangis? " Tanya Diah yang mulai khawatir dengan keadaan Tyas yang terlihat menangis itu.


" Iya Yas, Kamu cerita dong sebenarnya apa yang terjadi sama Kamu dan siapa tau Kami bisa bantu? " Kata Yesi menimpali ucapan Diah barusan.

__ADS_1


Tyas yang semula diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah kata itu pun terlihat menyeka air matanya dan menatap wajah kedua Sahabatnya secara berganti an.


" Bestie, ternyata apa yang dikatakan oleh Maritha tadi pagi itu benar adanya." Ucap Tyas dengan mata yang mulai berkaca kaca kembali.


" Apa maksudMu Yas, Kami tidak paham." Balas Yesi bingung


" Semua yang dikatakan oleh Maritha mengenai status hubungan Mereka juga status sosial Mas Naka itu benar. " Jawab Tyas yang mulai menitikkan air mata kembali


"Apaaaaaa, jadi benar bahwa Maritha itu calon istri nya Mas Naka dan juga Mas Naka itu sebenarnya adalah seorang CEO perusahaan terbesar di kota ini? " Tanya Diah yang kaget dan shock mendengar penuturan Tyas barusan.


Tyas hanya menganggukkan kepalanya, Dia masih shock dan kecewa dengan apa yang dilihatnya dikantor tempat Naka bekerja hari ini.


" Tunggu tunggu Yas, Kamu tau dari mana kalau Maritha itu calon istrinya Mas Naka dan apakah Kamu punya buktinya atau jangan jangan Kamu kemakan omongannya si lampir Maritha itu? " Tanya Yesi yang agaknya tidak mempercayai pengakuan Maritha adalah calon istrinya Naka itu


" Iya Yas, kalau hanya ucapan pengakuan dari Maritha saja Kamu jangan mempercayai nya kan bisa jadi Dia berbohong dengan mengatakan semua itu ke Kamu agar hubungan Mu dengan Mas Naka buyar dan misalnya Mas Naka itu benar seorang CEO seperti yang Kamu ucapkan barusan bukankah malah bagus itu Yas." Ucap Diah menimpali ucapan Yesi barusan.


" Untuk bukti kongkrit nya Aku memang tidak punya, Namun hari ini Aku mendapati Dia ada di ruang kerjanya Mas Naka dan Mereka terlihat sangat akrab juga mengenai status Mas Naka yang ternyata adalah seorang CEO perusahaan besar itu kenapa Dia tidak bercerita dari dulu ke Aku ?. Jawab Tyas


Diah dan Yesi kompak menoleh kearah Tyas, Mereka berdua kompak berusaha menenangkan suasana hati Tyas yang sedang dilanda kekecewaan itu dan Mereka pun juga menasehati Tyas agar bersabar.


" Menurut Ku alasan Mas Naka nggak berterus terang tentang status sosialnya uang ternyata seorang CEO itu karena Dia tidak ingin status nya sebagia CEO itu merusak hubungan percintaan Kalian yang baru saja dimulai lagi pula tidak ada ruginya juga Yas Kamu kenal dan pacaran dengan seorang CEO perusahaan besar seperti Mas Naka bahkan itu impian semua gadis di dunia ini." Ucap Diah seraya mengusap lembut pundak milik Tyas.


" Iya Yas apa yang diucapkan oleh Diah itu benar ada nya, Besok besok Kamu bisa belajar banyak hal tentang bisnis pada Naka dan mengenai status nya dengan Maritha lebih baik besok Kamu tanya Mas Naka langsung biar semua jelas yang terpenting Kamu tidak merebut milik orang lain." Kata Yesi menasehati Tyas.

__ADS_1


Kemudian Mereka bertiga pun melanjutkan acara ngobrol santai itu, Sementara di kantor Bagaskara grup tempat Naka berkerja terlihat Dia tengah gusar bercampur emosi apalagi mengingat raut kekecewaan di wajah Tyas orang yang paling di cintai nya


Jika saja tadi tidka ada klien penting, Dirinya pasti akan lebih memilih untuk mengejar Tyas dan menjelaskan semuanya.


Terlihat Dia berkali kali menghubungi HP milik Tyas namun hasilnya nihil Tyas benar benar tidak mau mengangkat pangggilan dari dirinya itu.


" Sayang please angkat dong Sayang Kamu dimana." Kata Naka lirih


Naka semakin gusar saja sebab Tyas masih saja mengacuhkan panggilan telepon dari nya itu Naka juga mengirim sms pesan untuk Tyas namun juga sama saja Tyas tidak membuka sama sekali pesan dari nya itu.


" Anton." Teriak Naka memanggil asisten pribadinya.


" Iya Tuan ada yang bisa bantu? " Tanya Seketaris Anton seraya berjalan mendekat kearah Naka.


" Hari ini Kamu handle kantor, Aku mau keluar Aku ada masalah." Jawab Naka yang meminta Sang Asisten untuk meng-handle kantor.


Seketaris Anton paham dan tau pasti Tuan nya itu akan menemui Tyas sebab tadi dirinya tak sengaja melihat kejadian dimana Tyas melihat keberadaan Maritha di ruang kerjanya Naka.


" Baik Tuan, serahkan semuanya ke Saya untuk di handle." Balas Seketaris Anton


Kemudian Naka pun beranjak dari duduknya untuk mengambil jas lalu terlihat keluar dari dalam ruang khusus CEO itu.


Naka terlihat berjalan menuju tempat parkir khusus mobil nya dan terlihat Dia mengendarai mobil sport nya keluar dari arena parkir lalu berjalan meninggalkan area gedung mewah itu.

__ADS_1


__ADS_2