
" Sudah malam Aku nggak mampir ke ruko ya takut gangguin istirahat teman teman Mu." Ucap Naka seraya memarkirkan mobilnya di bahu jalan depan ruko.
" Iya Mas lagian Kamu harus segera istirahat kan besok harus kerja lagi." Balas Tyas dengan senyum manis nya itu
" Iya Kamu do'ain Aku ya agar semuanya berjakan lancar kan Aku kerja hasilnya Aku tabung buat nge halalin Kamu hehehehe." Sahut Naka seraya mencubit hidung Tyas.
" Aamiin, Yaudah Aku masuk dulu ya Mas good night." Balas Tyas seraya membuka pintu mobil hendak keluar
" Sayang tunggu." Kata Naka saat melihat Tyas hendak keluar mobil itu
" Ada apa Mas? " Tanya Tyas seraya menoleh kearah Naka
" Mana kiss untuk Ku kan Kita sudah resmi pacaran jadi boleh dong Aku kiss Kamu begitu pun sebaliknya ." Jawab Naka seraya menyodorkan pipinya kearah Tyas.
Tyas kaget mendengar permintaan Naka barusan, Dia terlihat mengernyit kan dahinya
" Maaf Mas meskipun Kita sudah pacaran Tapi Kita belum menikah jadi Aku belum berhak mencium Mu begitu pun sebaliknya jadi maaf ya Mas." Balas Tyas dengan senyum manis nya untuk Naka
Naka awal nya kaget dengan perkataan Tyas barusan namun dalam hati Dia memuji sikap Tyas yang dengan lembut dan sopan menolak untuk mencium dirinya dengan alasan yang benar Mereka belum menikah.
" Mas, Kamu nggak marah kan?" Tanya Tyas
" Tentu saja tidak, Aku malah senang mendengar perkataan juga prinsip Mu barusan itu artinya Kamu wanita baik tidak gampangan heheheh." Jawab Naka dengan senyum sumringah nya.
" Syukur lah kalau Kamu nggak marah Mas, ya sudah Aku masuk dulu Kamu juga cepat pulang dan ingat nanti kabari Aku kalau sudah sampai." Balas Tyas seraya menepuk lembut lengan Naka.
" Siapp Bu Bos hehehe." Sahut Naka seraya mengangkat tangannya tanda hormat.
Mereka akhirnya berpisah, Tyas segera masuk kedalam ruko untuk mandi dan ganti baju lalu istirahat, sedangkan Naka segera pulang kembali kerumah Eyang Putri sebab Dia penasaran dengan sikap dan kesan Eyang Putri pada Tyas.
Naka telah sampai di rumah Eyang Putri dan segera masuk kedalam kamar pribadinya kemudian segera mandi dan ganti baju, Dia berniat menemui Eyang Putri untuk membahas pertemuan Eyang Putri dengan Tyas
Namun sebelum Naka menemui Eyang Putri, Dia menyempatkan diri menghubungi Tyas terlebih dahulu memberi tahu Sang Pujaan hatinya itu bahwa Dirinya sudah sampai di rumah dan sudah bersiap untuk istirahat.
" Eyang." Panggil Naka seraya mengetuk pintu kamar Sang Nenek itu
" Iya Sayang masuk saja Eyang belum tidur kok." Balas Eyang Putri yang ternyata masih duduk santai sembari membaca Majalah itu
__ADS_1
" Eyang sedang apa kok belum tidur?" Tanya Naka saat mendapati Sang Nenek masih belum tidur.
" Belum Sayang, Eyang sengaja belum tidur sebab Eyang tau kalau Kamu pasti mencari Ku." Jawab Eyang Putri seraya meletakan majalah yang Beliau baca itu di nakas sebelah ranjang nya.
" Eyang hebat ya bisa memprediksi sesuatu yang akan datang." Sahut Naka seraya memeluk Sang Nenek kesayangan nya itu
" Hufff Kamu bisa aja, iya ada apa Kamu nyari Eyang?" Tanya Eyang Putri seraya meminta Naka agar duduk di sampingnya
" Eyang, bagaimana kesan nya setelah bertemu dengan Tyas tadi dan bagaimana dengan kelanjutan hubungan Kami nanti apakah Eyang akan merestui nya? " Tanya Naka seraya memegang erat tangan Eyang Putri
Eyang Putri terlihat tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari Naka barusan, dan nampaknya Beliau sudah menduga bahwa Naka akan bertanya seperti itu.
" Tyas itu gadis yang baik mandiri dan sopan Dia juga sangat cantik."Jawab Eyang Putri seraya menatap wajah Sang cucu
" Terus apakah Eyang akan merestui hubungan Kami?" Tanya Naka dengan harap harap cemas nya
" Sebelum menjawab pertanyaan Mu barusan, bolehkah Eyang ajukan pertanyaan untuk Mu? " Tanya Eyang Putri seraya mengusap pundak Cucu kesayangan nya itu
Naka pun mengangguk dan mempersilahkan Eyang Putri untuk bertanya padanya
" Naka sangat menyayangi Eyang Putri dengan sepenuh hati, Eyang Putri ini harta berharga nya Naka sebab Eyang Putri lah orang yang mengurus Naka sepeninggalnya almarhum Papa dan Mama dan jika Eyang Putri tidak merestui hubungan Kami maka Aku akan mundur saja sembari berusaha dan menunggu restu Itu diberikan." Jawab Naka dengan mata berkaca kaca seakan akan Naka sudah tau jawabannya bahwa Eyang Putri tidak merestui hubungan Mereka
" Terima kasih Sayang atas pernyataan Mu barusan." Balas Eyang Putri seraya menatap wajah Sang cucu yang berusaha lesu
" Iya Eyang Putri kalau begitu Naka pamit istirahat dulu ya capek hari ini banyak yang harus Naka kerjakan." Sahut Naka seraya bangkit dari duduk nya itu.
" Naka tunggu dulu." Ucap Eyang Putri saat melihat Naka hendak berjalan keluar kamar itu
" Iya Eyang ada apa? " Tanya Naka seraya balik badan menghadap Eyang Putri
" Apakah Kamu tidak ingin tau jawaban Eyang atas permintaan restu hubungan Kalian itu? " Tanya Eyang Putri
" Naka sudah tau jawabannya Eyang." Jawab Naka dengan wajah tertunduk lesu
Sontak saja Eyang Putri tertawa keras melihat ekspresi Cucu kesayangannya itu dan nampak nya Dia tengah salah paham , Dan Naka pun kaget luar biasa saat melihat Sang Eyang Putri tengah tertawa lepas itu ada apa gerangan gumannya dalam hati.
" Kok Eyang malah tertawa? " Tanya Naka heran
__ADS_1
" Memang nya apa jawaban Eyang Putri tentang restu itu hingga membuatmu begitu lesu? " Tanya balik Eyang Putri
" Naka sudah tau Eyang jawaban nya pasti tidak memberikan restu atas hubungan Kami berdua." Jawab Naka seraya menatap Sang Nenek dengan tatapan penuh memelas.
* Hahahahahaha nampak nya Kamu salah paham." Balas Eyang Putri tertawa lepas
" Apa maksud Eyang? " Tanya Naka semakin bingung saja
" Sini duduk disamping Eyang dan Kita ngobrol intens." Perintah Eyang Putri pada Naka
Naka segera menurut perintah Sang Nenek untuk duduk disampingnya itu.
" Kenapa Kamu bisa punya pikiran kalau Aku tidak memberikan restu itu? " Tanya Eyang Putri seraya menatap wajah Sang cucu
" Ya Naka hanya menebak saja lewat pertanyaan Eyang Putri tadi, Naka bisa menyimpulkan kalau Eyang Putri tidak merestui hubungan Kami." Jawab Naka polos
" Kamu salah paham Le." Ucap Eyang Putri seraya membenarkan posisi duduk nya
" Maksudnya gimana sih Eyang Putri kok Naka jadi semakin bingung? " Tanya Naka kebingungan dengan maksud ucapan Sang Nenek
" Ya Kamu salah paham dengan pertanyaan Ku tadi, dan jawaban yang benar itu Eyang Putri mau Kamu mengenal dan keluarga jya lebih dekat lebih dalam sebab Kamu sudah waktunya menikah bukan waktunya pacaran." Jawab Eyang Putri
" Jadi itu artinya Eyang Putri merestui hubungan Kami? " Tanya Naka dengan wajah yang berubah sumringah
Eyang Putrit tersenyum manis seraya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Naka barusan .
"Terima kasih ya Eyang atas restu yang diberikan untuk hubungan Kami berdua." Ucap Naka dengan wajah sumringah nya memeluk tubuh Eyang Putri.
" Iya sayang, oya tadi Kamu sebut Tyas itu calon istriMu kan jadi kapan Kamu melamarnya pada kedua orang tuanya dan Kalian segera menikah? " Tanya Eyang Putri
" Secepatnya Eyang, Naka akan melamar Tyas pada kedua orang tuanya namun ada satu masalah yang mengganjal hati dan pikiran Naka dan takut Eyang Putri akan murka kalau tau siapa Tyas berikut status dan lainnya." Jawab Naka seraya menundukan kepalanya
" Hahahahaha." Eyang Putri pun tertawa lepas melihat ekspresi wajah Naka yang berubah ubah
" kok malah tertawa Eyang ada apa sebenarnya? " Tanya Naka heran.
" Kamu tau Naka, Eyang Putri ini sudah berteman lama dengan Tyas jauh sebelum Kalian pacaran jadi Eyang sudah tau siapa Tyas dan bagaiamana masa lalu nya yang kelam termasuk status perceraian nya dulu." Jawab Eyang Putri seraya menahan tawanya itu.
__ADS_1