Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
hal menyenangkan bersama Sahabat


__ADS_3

Saat Eyang Putri dan Mbok Rah telah sampai di rumah kediaman keluarga besar Bagaskara, Mereka tidak mendapati Naka di rumah itu artinya Naka belum pulang dari bermain golf nya bersama Tyas.


" Den Naka kayaknya belum pulang Buk? " Tanya Rah pada Eyang Putri


" Iya Mbok buktinya saja mobilnya belum ada di garasi, ya sudah Mbok silahkan Kamu istirahat sana Aku juga mau istirahat dan ini sekalian tolong bagiin oleh oleh untuk yang lain nya ya." Jawab Eyang Putri seraya menyerahkan kantong berisi oleh oleh untuk pekerja di rumah itu


Mbok Rah segera meraih kantong plastik yang berisi oleh oleh itu dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Eyang Putri kemudian Beliau pun segera membaginya dengan yang lainnya.


Sedangkan Eyang Putri segera beranjak berjalan menuju kamar tidur untuk istirahat karena aktivitas hari ini cukup menguras tenaga nya.


Naka dan Tyas kini sudah di dalam mobil yang disopiri oleh Seketaris Anton dan Mereka dalam perjalanan pulang dari bermain golf itu.


" Maaf Tuan Nona, apakah Kita langsung pulang? " Tanya Seketaris Anton seraya melirik kearah spion mobil itu


" Sayang gimana Kita mau pergi cari makan atau langsung pulang? " Tanya Naka pada Tyas


" Em Kita langsung pulang saja ya, Aku ada janji dengan Diah dan Yesi Mas ." Jawab Tyas seraya menoleh kearah Naka


" Hemm Kalian Mau kemana? " Tanya Naka sedikit curiga


" Biasa Mas girl time hehehe." Jawab Tyas dengan senyum manisnya


" Oh baiklah kalau begitu Kita antar Nona Tyas pulang dulu Seketaris Anton ." Ucap Naka pada Seketaris Anton


Seketaris Anton pun mengangguk paham dengan kata kata Naka barusan, kemudian Dia pun mempercepat laju mobilnya mengantar Tyas untuk pulang ke ruko, barulah dirinya kembali ke apartemen pribadinya Naka bersama Naka tentunya

__ADS_1


Sesampainya di depan ruko tempat tinggal sekaligus tempat usahanya Tyas itu, terlihat Tyas turun dari mobil lalu melambaikan tangannya kearah Naka dan Seketaris Anton lalu segera berjalan masuk kedalam ruko, Sedangkan Naka dan Seketaris Anton pun segera pulang ke apartemen pribadinya Naka.


" Maaf Bestie, Kalian pasti nunggu Aku lama ya? " Tanya Tyas sesaat setelah dirinya masuk kedalam ruko.


" Ya lumayan bestie, eh gimana seru nggak acara Kalian tadi? " Jawab Diah seraya menatap wajah Tyas dengan seksama


" Ya begitulah cukup menyenangkan sih ya meskipun sangat panas hehehehe Ya Udah Aku siap siap dulu ya baru Kita berangkat hunting hunting makanan." Sahut Tyas seraya berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan siap siap berangkat bersama kedua sahabatnya itu.


" Ayo Kita berangkat bestie." Ajak Tyas pada kedua sahabatnya yang telah lama menunggu nya dilantai satu


Diah dan Yesi pun mengangguk kemudian berangkat bersama sama untuk jalan jalan melepas penat akibat orderan cake yang terus saja membludak dan kali ini yang menjadi tujuan Mereka adalah festival jajanan nusantara di pusat kota.


Dan hal berbeda tengah terjadi di dalam mobil pribadi milik Naka, dimana Naka terlibat pembicaraan serius dengan Seketaris Anton.


" Bagaimana apakah urusan jual beli ruko yang di sewa Tyas sudah Kamu urus beres Seketaris Anton? " Tanya Naka pada Sang Sekretaris itu.


" Kerja yang sangat bagus Anton dan sebagai bonusnya besok Aku akan memberimu hadiah." Sahut Naka dengan senyum lega


Ya benar diam diam Naka meminta kepada Seketaris Anton untuk mengurus pembelian dia unit ruko yang kini tengah disewa Tyas untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat usahanya itu.


Naka berniat membeli ruko itu sebagai kado hadiah ulang tahun nya Tyas sekaligus hari pernikahan Mereka itu dan jika di tanya kenapa Naka membelinya secara diam diam tanpa sepengetahuan nya Tyas.


Jawaban adalah Naka ingin memberikan kejutan untuk Tyas dan Naka juga sadar pasti Tyas akan menolak dengan keras rencana pembelian ruko itu pasti Tyas akan bersikeras bilang Dia ingin menabung sedikit demi sedikit untuk membeli ruko itu sendiri tanpa bantuannya.


" Tuan ini sertifikat nya harus diatas nama kan Nona Tyas kan Tuan? " Tanya Seketaris Anton dengan nada serius.

__ADS_1


" Ya tentu saja dan Kamu harus semuanya dengan baik dan cepat mengingat acara nya kurang satu bulan setengah." Jawab Naka


" Baik Tuan semua akan Saya kerjakan sesuai dengan permintaan Anda dan akan Saya kerjakan secepat mungkin dan juga serapi mungkin agar Nona juga tidak curiga." Sahut Seketaris Anton


Naka pun tersenyum dan mengangguk dan kemudian Mereka pun melanjutkan perjalannya pulang kembali ke apartemen pribadinya Naka dan tak lupa Naka terlebih dahulu menghubungi Eyang Putri untuk memberi tahu kalau dirinya pulang ek apartemen.


Rombongan Tyas bersama kedua sahabatnya itu kini telah sampai di tempat yang menjadi tujuan Mereka yakni area festival jajanan nusantara itu di gelar dan terlihat ketiga gadis itu tengah asik sibuk memilih milik menu makanan yang menjadi favorit Mereka masing masing.


Mereka memilih menu menu makanan juga minuman yang menjadi kesukaan Mereka masing masing dan setelah makanan juga minuman target hunting telah di dapat Mereka bertiga pun berjalan menuju ke bangku bangku berjejer rapi yang khusus disediakan oleh panitia untuk pengunjung yang datang itu.


Dan tanpa Mereka sadari dari arah kejauhan nampak Maritha sedang duduk


bersama kedua temannya Fris dan Yohan tengah mengamati Tyas bersama Diah dan juga Yesi.


" Kalian lihat ketiga wanita kampungan itu? " Tanya Maritha pada kedua sahabatnya itu seraya menunjuk kearah Tyas bersama teman temannya itu


Fris dan Yohan pun kompak menoleh kearah yang ditunjuk oleh Maritha barusan dan benar saja Mereka melihat ketiga gadis muda yang tengah asik bercengkrama seray menyantap makanan di bangku pengunjung itu


" Ya Aku melihat nya dan kenapa emangnya sist? " Tanya Yohan seraya menoleh kearah Maritha


" Asal Kalian tau Wanita yang duduk di ujung itu Tyas namanya dan asal Kalian tau Dia udah ngerebut Naka dari tangan Ku." Jawab Maritha bersungut sungut emosi


" Apaaaaa, gadis ngrebut Naka dari tangan Mu wah wah tidak bisa di diam kan ni." Sahut Fris sedikit emosi


Dan nampaknya Fris juga Yohan ini tidak tau akar mulai permasalahan yang timbul diantara Naka dan Maritha hingga pertunangan Mereka pun bubar di tengah jalan

__ADS_1


" Kalau begitu Kita harus buat perhitungan Sist." Ucap Yohan menimpali ucapan Fris barusan


Dan nampaknya Maritha ini setuju dengan ide dari Fris barusan, Dia pun segera bangkit dari duduknya dan langsung menyeret Fris juga Yohan untuk bersama sama menghampiri Tyas dengan istilah lama melabrak.


__ADS_2