Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Ucapan pedas Mama Mertua (1)


__ADS_3

Dikamar yang di tempati Nila, terlihat Dia tengah menatap kearah luar jendela kamar lebih tepat nya menatap keindahan kerlipan bintang di langit.


Sepintas bayangan senyum manis nya Ditya lewat di angan Nila juga adegan kemesraan antara Ditya dan Wati juga lewat bersama an.


" Oh Tuhan kenapa rasa ini bisa tumbuh di hatiku, bagaimana bisa Aku mengagumi dan menyukai suaminya sahabat karibku sendiri , Aku tau Tuhan kalau rasa ini salah namun apalah dayaku yang tak mampu menahan gejolak di hati ini."Ucap Nila lirih sekali


Hingga tanpa di sadari air matanya jatuh menetes membasahi pipinya, Dia menangis meratapi nasip asmaranya dimana secara jujur Dia juga mulai menyukai Ditya juga merasa nyaman ketika dirinya berdekatan dengan Ditya.


Namun Dia juga sadar bahwa hal itu adalah salah dimana Ditya adalah suami sahabatnya, orang yang selama ini banyak membantunya dengan memberikan tempat tinggal gratis selama di Jakarta ini.


Dan Nila merasa sungguh tidak pantas jika dirinya sampai berani menumbuhkan perasaan suka kepada Ditya suami dari Wati itu.


Lama sekali Nila duduk di dekat jendela pandangan nya menatap lurus kearah kerlipan bintang diatas sana, sembari melamun


Hatinya saling beradu argumen dimana satu sisi menasehati dirinya agar menjauh dari kehidupan rumah tangga nya Wati dan Ditya dan satu sisinya lagi membisikan sesuatu.


Mencintai itu hak semua orang toh Ditya juga pernah mengungkapkan perasaan yang sama pada dirinya lagipula bukankah laki laki boleh memiliki lebih dari satu istri dalam hidup nya dan masih banyak lagi bisikan licik lainnya termasuk menuntut agar Nila bertahan dengan keadaan ini dan menerima cinta dari Ditya itu.


Lamunan demi lamunan juga monolog dalam hati terus saja menguasai diri Nila hingga akhirnya Dia pun merasa kantuk lalu memilih untuk beranjak tidur di kasur empuknya itu.


Pagipun tiba dan seperti biasa Wati dan Nila sudah bangun dan sudah berkutat di dapur memasak sarapan pagi, dan seperti biasa selesai masak Nila bergegas untuk ganti baju lalu berangkat kerja.


Sementara Wati terlihat tengah membantu Ditya menyiapkan baju seragam kerjanya lalu Mereka berdua pun pergi sarapan bersama dengan menu yang tadi dimasak bersama Nila.


" Sayang besok siang Mama datang lo." Kata Ditya saat Mereka tengah sarapan itu


" Mama kesini, mau ngapain Mas? " Tanya Wati yang terlihat kurang suka dengan kabar kedatangan Mama Mertuanya itu


" Ya mau jenguk Kita lah, kan Aku anak tunggal pasti Beliau kangen dengan Ku. " Jawab Ditya sembari menyelesaikan acara sarapannya itu


" Oh . " Sahut Wati yang terdengar sedikit kesal itu


" Ya sudah Aku berangkat dulu ya, tolong Kamu siap kan kamar sebelah nya Nila untuk Mama ya." Balas Ditya seraya beranjak berangkat ke kantor.


Wati pun mengangguk dan segera mengerjakan perintah Ditya barusan yakni membereskan kamar yang akan ditempati oleh Mama Ratih yang letaknya di sebelah kamar yang ditempati Nila sekarang.


Wati sungguh sangat sibuk seharian ini mulai dari membereskan kamar yang nanti akan ditempati oleh Bu Ratih lalu di lanjut dengan membersihkan kamar pribadinya dan berakhir dengan acara mengurus cucian baju baju Mereka bertiga.

__ADS_1


Dia hari ini benar benar melakoni perannya sebagai seorang ibu rumah tangga dengan mengurusi urusan keberhasilan rumah juga urusan perbajuan mulai dari menyetrika sampai melipati seluruh pakaian Mereka bertiga tanpa terkecuali.


Dan sangking lelahnya Wati yang tengah menyimpan baju baju miliknya dan juga baju Ditya di dalam pribadi Mereka berdua itu Dia ketiduran di sofa kamar nya.


Sore pun tiba sudah waktunya pulang kerja, dan seperti biasa Nila yang sudah sampai di rumah itu terlihat tengah masuk kedalam kamar pribadinya untuk mandi dan langsung ganti baju lalu berjalan keluar kamar.


Dia berjalan menuju dapur sambil mencari cari keberadaan Wati namun hasil nya nihil Dia tidak mendapati keberadaan Wati di ruang tamu maupun di taman belakang rumah itu mungkin Wati tengah istirahat di kamar guman Nila dalam hati .


Dan akhirnya Nila pun memutuskan untuk pergi ke dapur untuk menyiapkan bahan masakan untuk menu makan malam Mereka nanti.


Nila terlihat sibuk memotongi aneka sayuran lalu dilanjut menyiapkan ikan emas untuk di panggang juga bahan lainnya itu.


Hingga Dia tidak menyadari kedatangan Ditya dan Bu Ratih di ruang tamu itu, dan saat Ditya berjalan ke dapur hendak mengambilkan minum untuk Sang Mama itu barulan Nila menyadari nya.


" Mas Ditya sudah pulang." Sapa Nila sembari mengaduk tumisan sayur di atas kompor itu


" Ya, oya Nil kenalin ini Mama Ku ,dan Ma ini Nila temannya Wati dari Yogyakarta." Kata Ditya seraya menyerahkan gelas berisi jus untuk Sang Mama itu


Nila segera menghentikan kesibukannya memasak itu dan langsung berjalan menghampiri Bu Ratih lalu menyalaminya dengan sopan.


Sementara Bu Ratih yang tadinya kaget dengan keberadaan Nila itupun terlihat mengamati tingkah laku nya Nila yang terlihat sibuk di dapur juga sikap sopannya menyalami Beliau.


" Maaf Buk, sedari tadi Saya juga tidak melihat keberadaan Wati atau mungkin Dia tengah istirahat di kamarnya.' Jawab Nila sopan


Bu Ratih yang mendengar penuturan Nila itupun terlihat kurang suka dengan sikap Wati yang terkesan menyerahkan tugas utama nya sebagai istri kepada Nila yang nota bene adalah orang lain.


" Istri macam apa itu Dit, membiarkan orang lain memasak untuk dirinya juga suaminya sementara dirinya enak enakkan tidur." Ucap Bu Ratih sedikit emosi


Ditya dan Nila yang mendengar ucapan Bu Ratih barusan itu pun hanya bisa diam tanpa berani menyangkal terlebih bagi Nila dimana ini adalah pertemuan pertama nya dengan Bu Ratih ibunya Ditya juga mertuanya Wati itu.


" Kamu susul Dia di kamar an ajak Dia kesini Dit." Kata Bu Ratih sembari menunjuk kearah Ditya


Ditya langsung berjalan menuju kamar nya memastikan apakah benar Wati ada di kamar atau tidak dan ternyata benar Wati ada di kamar dan terlihat tengah tertidur pulas dia tas sofa itu.


Sedangkan Nila pun permisi meminta ijin pada Bu Ratih untuk melanjutkan kesibukan nya memasak menu makan malam untuk Mereka semua.


" Apakah setiap hari Kamu yang masak? " Tanya Bu Ratih yang tiba tiba sudah berdiri di samping nya Nila itu

__ADS_1


Nila yang semula tengah sibuk memanggang ikan emas di atas teflon itu pun kaget dan langsung menoleh kearah Bu Ratih sembari berkata.


" Tidak Bu, biasanya Kami masak berdua, mungkin hati ini Wati kecapean jadi Saya masak sendiri." Jawab Nila setengah berbohong


Bagaimana tidak memang benar hampir setiap hari dirinya lah yang selalu memasak untuk Mereka entah itu untuk sarapan maupun untuk makan malam karena Wati kurang bisa memasak dan juga Dia memang lah malas untuk belajar memasak.


" Oh kirain Kamu yang selalu masak, ngomong ngomong sudah berapa lama Kamu tinggal di sini dan kerja dimana?" Tanya Bu Ratih seraya membantu menyiapkan peralat makan di atas meja itu


" Sudah hampir tiga bulan Bu, Saya kerja di restoran yang sama dengan tempat Wati kerja dan sebenarnya Saya mau cari kost di dekat sini tapi dilarang oleh Wati dan juga Mas Ditya." Jawab Nila sopan


" Loh kok dilarang, memangnya kenapa juga Kamu single atau sudah ada yang punya? " Tanya Bu Ratih yang terlihat sedikit menyelidik itu.


"Iya Bu, Mereka bilang di sini ada kamar kosong sayang kalau tidak ada yang menempati juga sayang uangnya untuk bayar kost lebih baik di tabung saja, dan sebenarnya Saya ngotot bersikukuh untuk mencari tempat kost sendiri lalu kebetulan bulan kemarin Wati baru saja sakit dan di rawat di rumah sakit lama Saya diminta untuk merawat Wati sejenak hingga sembuh hingga akhirnya Saya nurut untuk tinggal disini." Jawab Nila panjang lebar


" Lalu bagai mana dengan status Kamu? " Tanya Bu Ratih


" Saya masih sendiri Bu karena Saya belum punya pikiran kearah sana dan lebih berpikir bagaimana agar Saya bisa bekerja dengan baik lalu bisa merubah nasip menjadi lebih baik." Jawab Nila


Kemudian Bu Ratih oun mengangguk paham dengan maksud ucapan Nila barusan, dan tak berselang lama terlihat Ditya dan Wati keluar kamar dan berjalan menuju meja makan.


Wati kaget melihat keberadaan Bu Ratih di raung makan rumah nya itu, lebih tepatnya kaget bercampur gugup dan Dia pun segera berjalan menghampiri Mama Mertua nya itu untuk salaman.


" Lo Mama kapan sampai nya, Papa nggak ikut Ma? " Tanya Wati sembari mengambil duduk di samping nya Bu Ratih itu


" Makanya jangan tidur melulu , sampai Mertua datang Kamu nggak tau hufff memang beda dengan Tyas dulu yang selalu tau dan melihat kedatangan Ku."Jawab Bu Ratih sewot


" Maaf Ma, tadi Saya kecapean habis membereskan seluruh isi rumah." Sahut Wati


Bu Ratih tampak tidak menanggapi ucapan Wati barusan, Beliau memilih untuk mulai makan dengan mengicipi hasil masaknya Nila barusna yang ternyata sangat enak itu.


" Halah alasan saja " Sahut Bu Ratih sewot


" Maaf Ma." Kata Wati


" Maaf maaf saja Kamu ini sana bikinin Aku kopi." Balas Bu Ratih dengan nada sinis


" Oh ayolah Ma jangan marah marah, Kita makan dulu ya baru setelah itu Kita ngopi ya Ma please." Kata Ditya yang berusaha merayu Bu Ratih agar tidak berlarut larut emosinya

__ADS_1


Sementara Wati pun segera beranjak berjalan ke dapur untuk menyeduh kopi untuk mertuanya itu, dan sesampainya di dapur terlihat Wati meneteskan air mata lebih tepatnya meluapkan kesedihan atas ucapan ucapan Mertuanya barusan.


Tanpa Dia sadari Nila berjalan menyusulnya dan langsung menghampiri dirinya yang tengah berdiri mematung di depan alat penyeduh kopi itu.


__ADS_2