Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
berhentilah salah paham


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Naka telah tiba di depan ruko tempat tinggalnya Tyas, Dia segera memarkirkan mobilnya lalu berjalan masuk kedalam ruko.


Naka tidak mendapati Tyas di lantai satu ruko yang terlihat sedikit lengah itu maklum sudah lewat jam makan siang, dan secara kebetulan Dia bertemu dengan Diah juga Yesi yang hendak kembali bekerja mengepak orderan cake sore nanti.


" Hay Mas Naka." Sapa Diah seraya tersenyum ramah


" Hay Di, Yesi dimana Tyas sekarang? " Balas Naka Seraya bertanya tentang keberadaan Tyas.


Diah dan Yesi sudah menduga kalau Naka pasti akan datang kesini untuk mengejar Tyas tentunya dan Mereka pun yakin kalau Naka ini benar benar mencintai Tyas juga mengenai pengakuan Maritha tentang status Mereka itu pasti keliru.


" Tyas ada di kamarnya Mas." Jawab Yesi seraya berjalan kompak dengan Diah kearah Naka yang berdiri di depan pintu itu.


" Oh boleh Aku menyusulnya? " Tanya Naka yang terlihat gelisah itu.


" Lebih baik Kamu tunda dulu deh Mas niatMu untuk menemui Tyas." Jawab Diah


Naka merasa heran mendengar jawaban Diah barusan.


" Kenapa Aku harus menundanya, Aku kesini mau ketemu sama Tyas dan mau menjelaskan tentang semua ini termasuk pengakuan palsunya Maritha." Balas Naka dengan nada serius


Diah dan Yesi saling berpandangan seakan tengah bermusyawarah untuk menjawab pertanyaan Naka barusan, hingga akhirnya Diah berinisiatif menjawab pertanyaan Naka


" Iya Kami tau niatMu kesini mau menjelaskan kalau semua yang dilihat Tyas tadi itu tidak seperti yang dipikirkan oleh Tyas, Namun yang perlu Kamu tau Mas Naka saat ini Tyas tengah diliputi rasa cemburu bercampur emosi dan kecewa jadi apapun yang akan Kamu ucapkan nanti itu tidak akan ada gunanya pasti Tyas tidak akan menerima penjelasan Mu." Ucap Diah dengan nada tegas mencoba memberi alasan agar Naka tidak ngotot untuk menemui Tyas yang tengah diliputi rasa emosi.


" Terus Aku harus bagaimana, Aku tidak mau masalah kesalahan pahaman ini berlanjut dan bisa merusak hubunganKu dengan Dia? " Tanya Naka seraya menatap Diah dan Yesi bergantian


" Lebih baik Kamu beri Dia waktu untuk menenangkan hati juga pikirannya Kalian saling instropeksi diri perbaiki kesalahan diri sendiri dan meskipun Kalian lagi diam diaman Kamu harus punya inisiatif untuk selalu meluangkan waktu untuk mengirim pesan bertanya kabar pada Tyas dan Kami akan membantuMu untuk melunakkan hati Tyas yang tengah emosi itu." Jawab Diah seraya menatap wajah Naka dengan seksama


" Apa yang dikatakan Diah itu benar Mas Naka, Kamu harus memberi Tyas waktu untuk menenangkan diri dari gunjangan emosi apalagi setelah kedatangan Maritha kesini tadi pagi emosi Tyas pasti sangat memuncak jadi lebih baik Kamu pulang dulu." Sahut Yesi menimpali perkataan Diah barusan.

__ADS_1


Naka terlihat menghela nafasnya panjang lalu menghembuskan nya kasar seraya memikirkan perkataan Diah dan Yesi barusan yang mana pendapat Mereka berdua itu ada benarnya.


" Baiklah Aku akan menuruti saran Kalian berdua untuk tidak memaksa untuk bertemu dengan Tyas dan juga memberinya waktu untuk menenangkan hati juga pikirannya, Kalua begitu Aku mau pamit kembali ke kantor dulu ya ada perkerjaan urgent yang harus Aku kerjakan lagi." Balas Naka seraya berpamitan untuk kembali ke kantor


Naka segera berjalan keluar ruko untuk kembali ke kantor sebab ada pekerjaan yang belum Dia selesaikan, Sementara Diah dan Yesi terlihat berjalan menuju kamar pribadi milik Tyas.


" Yas , barusan Mas Naka kesini lo nyariin Kamu sebab ada yang harus di bicarakan.' Ucap Diah seraya mendudukan bokongnya di kasur empuk tempat tidurnya Tyas


" Ngapain Dia kesini? " Tanya Tyas seraya memandang wajah kedua gadis itu.


Kemudian Diah dan Yesi pun saling melemparkan pandangan dan mulai menceritakan maksud kedatangan Naka ke ruko itu.


Tyas mendengar kan penjelasan dari Diah dan Yesi itu dengan seksama meskipun dengan ekspresi datar dan tanpa mengucapkan sepatah katapun untuk membela atau pun menyela ucapan kedua sahabat nya itu.


" Yas kelihatan nya Mas Naka itu serius ingin membina hubungan dengan Mu Dia takut kehilangan Dirimu jadi tak bisakah Kamu mencoba memaafkan nya? " Ujar Yesi mencoba melunakkan hati Tyas


Tyas yang sedari tadi diam membisu dan terlihat tak bergeming dengan ucapan kedua sahabatnya itu pun terlihat mulai sedikit gusar seakan tak suka melihat kedua sahabatnya itu membela Naka.


" Kalian ini kenapa kok lebih membela Dia daripada Aku yang jelas jelas sahabat Kalian, Mas Naka itu pembohong besar Dia sengaja menutupi status hubungannya dengan Maritha juga menutupi kenyataan kalau Dirinya sebenarnya adalah seorang CEO perusahaan besar coba Kalian jelaskan ke Aku untuk apa coba Dia menutupi semua ini?" Tanya Tyas sedikit sewot.


Yesi dan Diah kaget dengan ucapan Tyas barusan, Mereka saling melempar pandang secara bergantian dan Mereka pun yakin juga paham kalau saat ini suasana hati dan pikiran Tyas tengah diliputi rasa emosi yang meninggi.


" Tyas tolong maafkan Kami, dan nampaknya Kamu salah paham dengan ucapan Kami barusan." Ucap Yesi seraya meraih tangan Tyas.


" Iya Yas Kamu salah paham, Kami tidak sedang membela Naka tapi Kami hanya mencoba meluruskan kesalah pahaman Kalian dan perlu Kamu tau Yas Kamu adalah sahabat Kami dan sampai kapanpun Kami akan selalu mendukung apapun itu keputusan Mu." Sahut Diah seraya mengusap lembut pundak sahabat nya itu.


Tyas yang semula sedikit emosi kepada kedua sahabatnya itu pun mulai melunak dan menyadari kalau ucapannya barusan itu sedikit banyak melukai hati kedua sahabatnya itu.


" Bestie tolong maafkan Aku ya atas ucapanKu barusan Aku tau ucapanKu barusan itu menyinggung perasaan Kalian tapi percayalah tadi itu Aku kebakar emosi aja saat mendengar Kalian menyebut Dia." Kata Tyas seraya menggenggam tangan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Diah dan Yesi pun tersenyum dan mengangguk, kemudian Mereka bertiga pun berpelukan sebagai tanda persahabatan juga tanda bahwa Mereka sudah saling memaafkan.


"Yas Kamu mau tau nggak alasan kenapa selama ini Mas Naka menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang CEO perusahaan besar juga pemilik perusahaan besar Bagaskara grup itu? " Tanya Diah sesaat setelah Mereka melerai pelukan itu.


Tyas menatap wajah Diah seraya menggeleng kan kepalanya tanda tidak tau.


" Sebab Dia tidak ingin merusak hubungan Mu dan Dia, Mas Naka takut Kamu tidak akan menerima cintanya saat Kamu tau statusnya yang seorang CEO perusahaan besar dan mengenai hubungannya dengan Maritha itu hanyalah sebatas mantan."Jawab Diah dengan nada tegas.


Tyas terlihat bengong bercampur kaget dengan penuturan yang barusan di sampaikan oleh Diah sahabatnya itu.


" Iya Yas Dia sengaja menutupi semua ini sebab takut Kamu pergi darinya secara kan seperti Kita tau kalau Kamu ini tipe gadis gampang minder." Sahut Yesi menimpali penjelasan Diah barusan.


" Entah lah Bestie hatiku merasa sangat kecewa dengan kenyataan yang hari ini Aku temui bayangan kegagalan dimasa lalu selalu menghantui diriku apalagi jika menyangkut kata mantan pasangan dari masalalu itu pasti akan mengiris kembali luka di hatiku mengingat Mas Ditya dan Wati dulunya adalah pasangan dari masalalu yang terpaksa harus usai gara gara kehadiran Ku dan kisah Mereka kembali bersemi tunas dan berbunga kembali hingga menghancurkan hatiKu." Ucap Tyas yang mulai mengenal masalalu buruknya dulu bersama Ditya.


" Tapi Yas, Mereka berdua berbeda baik secara pikiran maupun kelakuan dan Aku yakin Mas Naka tak sebejat Mas Ditya." Balas Diah yang berusaha membujuk Tyas


" Iya Yas Mereka itu berbeda fisik juga berbeda perilaku juga sudut pandang meskipun Mereka sama sama punya pasangan dari masalalu belum tentu Mas Naka sama dengan Mas Ditya kisah percintaan nya dengan pasangan Nya dulu yang kembali bersemi." Kata Yesi seraya menggenggam erat tangan Tyas.


" Ya Aku tau itu dan sekarang Aku masih butuh waktu untuk menenangkan diri juga hati jadi Aku mohon beri Aku waktu menyendiri ya." Ucap Tyas


" Kami tau juga paham Yas, atau Kami ajak Kamu hunting makanan aja biar Kamu nggak bete gimana mau kan? " Kata Yesi mencoba menawari Tyas untuk pergi hunting makanan.


Tyas terlihat termenung sebentar mencoba mencerna nasehat nasehat dari kedua Sahabat karibnya itu, Dia berusaha meredam emosi nya dan berusaha berpikir jernih untuk mengambil keputusan terbaik untuk kedepan nya.


" Em baiklah Kita pergi hunting makanan kemana ni? " Tanya Tyas seraya menatap kedua sahabatnya itu bergantian.


" Ya seperti biasalah pasar malam aja." Jawab Diah dan Yesi kompak


Kemudian Mereka pun membuyarkan diri untuk mandi ganti baju memoles wajah dengan make up tipis tipis dan bersiap untuk berangkat hunting makanan

__ADS_1


__ADS_2