
Setelah selesai sarapan Tyas mengantarkan Ditya di depan pintu apartemen untuk berangkat kerja .
" Aku berangkat dulu , hati hati dirumah ."Pamit Ditya sembari mencium dahi Tyas
" Iya Mas , Kamu juga hati hati di jalan ." Balas Tyas
Ditya berangkat kr kantor sedangkan Tyas krmbali masuk ke dalam dan menuruskan pekerjaan rumah tangganya tadi yang brlum selesai dimulai dari mencuci perabotan makan yang baru saja dipakai untuk sarapan mereka berdua lalu dilanjut dengan nyapu dan mengepel lantai
Saat sedang asik merapikan sofa ruang tamu tiba tiba hp Tyas berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Wati sahabatnya .
" Hay nyonya lagi apa sekarang ?" Sapa Wati dari sebrang sana dengan suara khas melengking nya itu .
" Halah biasaaa tugas Ibu rumah tangga , Ngomong ngomong ada apa ni tumben pagi pagi ngajakin teleponan ?"Tanya Tyas
"Ah nggak ada apa apa Yas ,Kangen ngobrol sama kamu nggak ganggu aktifitas mu kan ." Kata Wati
" Nggak kok malah Aku senang ada temannya jadi ngga suntuk Aku mau ngerjain pekerjaan rumah tangga ini sekalian ngobrol ." Balas Tyas
Tyas dan Wati pun asik ngobrol banyak hal mulai dari pekerjaan hingga asmara dan banyak hal lainnya
Selesai bagian ruang tamu dan ruang tv , Tyas beranjak masuk ke kamar Ditya untuk memebersihkan sekalian merapikannya beruntung tadi sebelum Ditya berangkat kerja Tyas sudah meminta ijin terlebih dahulu agar dirinya bisa masuk kamar tersebut
" Emang e Kamu nggak capek Yas harus membereskan rumah ,masak eh malam masih harus kerja ?" Tanya Wati disela sela obrolan mereka itu.
" Ya sebenarnya caprk juga sih tapi mau gimana sudah kewajiban juga ."Jawab Tyas dembari tertawa
" Aku nanti kalau udah nikah nggak mau ah ngerjain semuanya sendiri kayak kamu itu." Seloroh Wati cekikikan
" Ah dasar manjaaa huahahahaha ." Timpa Tyas
" Biarin aja toh Mas Adit banyak duet nanti Aku tinggal panggil pekerja partime beres kan ." Sahut Wati
" Terserah kamu dehhhh calon nyonya Adit ." Balas Tyas
Tak lama obrolan itu terputus karena Budhe memanggil Wati untuk segera bersiap siap untuk membuka warung makannya dan Wati pun ijin mengakhiri panggilan teleponnya dengan Tyas
Tyas melanjutkan pekerjaan nya dengan teliti dan rapi mulai dari melipat selimut diatas ranjang mengelap meja nakas dan dilanjut dengan menyapu lantai dan mengepelnya lalu mencuci kamar mandi pribadi milik Ditya dan terahir adalah mengakatbaju kotor milik Ditya lalu membawanya ke belakang untuk di cuci
Seperti biasa sebelum mencuci baju baju kotor Tyas selalu memeriksa kantong baju juga celana barang kali ada barang penting takutnya nanti tidak sengaja ikut tercuci dan rusak dan benar saja Tyas menemukan dua lembar tiket bioskop yang beralamatkan di Yogyakarta dan kelihatannya masih baru terlihat dari tanggal pembelian dua hari lo bukankah dua hari yang lalu Mas Ditya bilang mau menemani temannya operasi di rumah sakit kok ini ada tiket bioskop?"Tanya Tyas dalam hati .
Meski sedikit ragu dan curiga Tyas berusaha berpikir positif mungkin saja temannya butuh hiburan tanpa memanjangkan argumennya dalam hati dan lagi lagi Tyas mendapti banyak rambut panjang wanita di jaket milik Ditya yang dipakai kemarin kecurigaan yang semula di tutupinya pun timbul kembali
" Bukankah ini rambut yang sama dengan rambut yang dulu Aku temukan ya ?" Tanya Tyas pada dirinya sendiri
" Ah sudah lah mungkin juga rambut temannya ." Lanjut Tyas
Kemudian Tyas pun melanjutkan pekerjaan nya hingga selesai lalu istirahat sebentar sebelum mulai memasak untuk makan malam Ditya lalu dirinya berangkat kerja
__ADS_1
Sementara Ditya yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaan nya di kantor dikaget kan oleh deringan hp miliknya yang ternyata ada panggilan masuk dari Wati
" Ada apa Wat , Aku sedang sibuk ini ?" Tanya Ditya saat mengangkat panggilan telepon itu .
" Nggak Mas , Aku kangen aja ." Jawab Wati
" O ." Balas Adit
" Memang e Mas Adit nggak kangen sama Aku , O ya Mas tadi Budhe nanya ke Aku bagaimana jawaban Mas Adit tentang kapan kita menikah ?" Tanya Wati
Seketika mood Adit hancur wajah yang semula ceria semangat mengingat senyuman Tyas itu hancur gara gara pertanyaan Wati barusan
" Maaf yo Wat , Nanti aja kita bahas nya sekarang Aku mau kerja dulu bye ." Jawab Adit sembari menutup telepon tersebut
" Halo Mas mas Aku belum selesai ngomong halo Mas ." Panggil Wati
Wati membatin kok aneh sih nggak kayak biasanya apakah ada yang sedang di sembunyikan oleh Mas Adit biasanya Dia ngga pernah mematikan telepon sepihak begini juga akhir akhir ini mudah sekali tersinggung ."
Hari berganti hari minggu berganti minggu bulan pun berganti bulan waktu berjalan dengan cepat hingga tak terasa usia pernikahan Ditya dan Tyas pun sudah menginjak enam bulan pernikahan namanya rumah tangga pasti ditamui oleh ujian dan cobaan dan layaknya rumah tangga pada umum nya kehiduoan rumah tangga Tyas dan Ditya kini sedang diuji dengan riak ombak cobaan jika dulu dirinya dan Ditya senang mengajbiskan waktu waktu bersama baik sekedar ngobrol jalan jalan atau pun belanja bersama semua itu sekarang berbanding arah mereka berdua sekarang sudah jarang sekali menikmati waktu bersama ya dengan alasan yang sudah bisa di tibak yakni kesibukan kantor
Tyas merasa Ditya akhir akhir ini sering sekali pergi keluar kota dengan alasan kantor membuka cabang di luar kota dan Ditya ditugaskan untuk mengawasi kantor cabang sedang kan Tyas kini lebih disibukan dengan aktifitas tambahannya yakni menerima pesanan cake selain masih kerja sebagai kasir di supermarket .
Sore itu sepulang dari supermarket tempat nya kerja Tyas berjalan kaki dengan menenteng kantong plastik berisi barang belanjaan aneka sayur daging dan buah buahan yang barusan Dia beli di supermarket tadi terlihat Tyas kerepotan membawa belanjaan nya dengan jalan kaki yang jaraknya ke apartemen lumayan membuat kakinya pegal Wiland yang secara kebetulan lewat pun menghentikan laju mobilnya dan kelaur dari dalam mobil nerjalan menuju arah Tyas yang sedang istirahat sebentar itu
" Hay Yas , Sini tak bantu bawain belanjaan mu ."Tawar Wiland
" Manager Wiland , Terima kasih banyak Pak nggak usah ." Jawab Tyas sopan
" Sudah sini biar Aku bantu bawa kan tempat tinggal mu masih lumayan jauh ditambah masih nentengin barang sebegitu banyak juga ayo cepat masuk mobil Yas keburu hujan nanti ." Sahut Wiland .
Memang benar suasana sore itu mendung pekat disertai angin campur gerimis akhirnya Tyas pun mengikuti saran Wiland untuk masuk ke mobil dan diantarkan pulang .
Sementara di Yogyakarta terlihat Wati sedang menyuguhkan segelas kopi panas untuk Adit yang tengah mengobrol asik dengan Budhe yang benar mereka tengah membahas permintaan Budhe supaya Adit segera menikahi Wati meski secara siri
" Nak Adit maaf kan Budhe yang setengah memaksamu agar cepat menikahi Wati karena Budhe merasa kamu sudah yang paling cocok untuk Wati juga kalian berdua kan saling mencintai ." Kata sembari menatap serius wajah Adit
Adit hanya mengangguk saja tanpa pengeluarkan sepatah kata pun meski ada niatan untuk memberontak dan jujur kepada Budhe dan Wati tetapi hati kecilnya tak tega melihat keadaan Budhe yang sudah tak sepenuhnya sehat seperti dulu lagi juga tak di pungkiri dihatinya masih ada cinta yang besar untuk Wati meski tak seutuh dulu
" Kalau begitu kapan Kamu akan menikahi Wati Le ?" Tanya Budhe .
Adit dan Wati sedikit terkejut dengan pertanyaan Budhe itu mereka berdua pun saling melemparkan pandangan kearah Budhe
" Kalau Adit manut saja Budhe , Tetapi selama belum mendapat restu dari kedua orang tua Adit , Adit mohon tolong rahasiakan pernikahan kami ." Jawab Adit
Meski sedikit terkejut Budhe dan Wati pun mengangguk paham
Wati terlihat sumringah hatinya satu keinginannya untuk menikah dengan Sang pujaan hati akan segera terwujud meski hatinya merasa keheranan dengan permintaan Adit agar menyembunyikan pernikahan mereka .
__ADS_1
Sementara Budhe merasa sedikit lega hatinya
"O iya Budhe ,Adit ada satu permintaan lagi setelah kami menikah Wati akan tetap tinggal disini dan sebagai gantinya Adit akan mengunjunginya tiap sabtu minggu maaf Adit belum bisa memboyong Wati untuk tinggal di jakarta bareng Saya karena Adit tinggal bersama dengan adik Adit takutnya Dia enmberitahu Papa Mama nya Adit dan Ku harap kamu mau memakluminya Dek ." Kata Adit dengan nada serius .
Wati semakin heran aneh ada apa sebenarnya dan meski merasa aneh dirinya dan Budhe pun menyetujui permintaan dari Adit itu .
Hingga obrolan pun dilanjutkan dengan menentukan tanggal pernikahan mereka secara diam diam meski ragu Adit pun berusaha mengabulkan permintaan Budhe mengingat kata Dokter tempo hari yang memberitahunya bahwa Budhe kemungkinan tidak akan lama lagi dan Adit berpikir untuk menceraikan Wati setelah Budhe tiada nanti .
Kembali ke Jakarta Tyas sudah sampai di lobi apartemen tempat nya tinggal dengan membawa semua barang belanjaan nya tadi , Dia meminta Wiland agar membantunya sampai di lobi saja dengan kata lain Tyas tidak mengijinkan Wiland membantu membawakan belanjaan nya sampai di unit tempat tinggalnya hal itu karena Tyas menjaga dan menghormati pernikahannya dengan Ditya dan untuk menghindari timbulnya fitnah nantinya dan meski dengan berat hati Wiland pun mengerti dan paham akan permintaan Tyas itu setelah menurunkan semua belanjaan Tyas tersebut Wiland pun berpamitan pulang .
Mesku dengan susah payah kerepotan membawa belanjaannya Tyas pun akhirnya sampai di unit tempat tingganya setelah mencuci tangan Tyas segera mengambil minun di kulkas dan duduk sebentar di lantai dapur sembari istirahat sebentar mengatur nafas yang ngos ngosan akibat dari membawa banyak belanjaan tadi
Setelah dirasa cukup istirahatnya Tyas bangkit dari duduk nya dan segera merapikan barang menata aneka sayuran dan buah di kulkas lalu menyimpan detergen di laci ruang cuci baju juga merapikan barang lainnya baru setelah itu Tyas cuci tangan dan menyiapkan menu masakan yang akan di masak untuk makan malam mereka .
Kurang lebih aatu jam berlalu menu masakan yang di masak Tyas untuk makan malam mereka nanti pun sudah siap sudah tertata rapi di meja makan tapi anehnya Ditya belum pulang jika biasanya sudah pulang kok hari ini belum pulang ya guman Tyas dalam hati
Tyas pun bergegas masuk ke kamar tidurnya untuk mandi dan ganti baju kemudian keluar kamar dan duduk dikursi meja makan menunggu Ditya kembali sudah satu jam berlalu tetapi Ditya belum juga pulang jam pun sudah menujukan pukul tujuh lebih tiga puluh menit makanan pun sudah dingin sudah hampir lewat waktu makan malam tetapi Ditya belum juga kembali .
Tyas masih setia menunggu Ditya Dia berpikir mungkin Ditya maaih diperjalanan pulang atau kejebak macet dan ketika audah genap pukul delapan Ditya belum juga kembali Tyas pun memberanikan diri menelpon Ditya
tuttttt
Tutttt
Tutttt
Panggilan pertama Ditya tidak menjawab panggilan dari Tyas itu dan di langgilan kedua barulan Ditya mengangkatnya
" Iya Sayang ada apa ?" Tanya Ditya lembut
" Mas Ditya dimana , Ini sudah malam lo Mas kenapa belum pulang Aku nungguin Kamu pualng untuk makan malam ." Kata Tyas dengan suara lembutnya
" Asataga Aku lupa Dek untuk memberitahu Mu kalau malam ini Aku ada acara di luar maaf kan Aku ya ." Balas Ditya
Tiba tiba hati Tyas merasa sakit sekali mendengar jawaban dari Ditya itu bukan masalah menunggu untuk makan malam bersama atau pun masalah makanan menjadi dingin tetapi kenapa Ditya tega tidak mengabari nya kalau malam ini Dia pulang telat dan alhasil air mata Tyas jatuh membasahi pipinya
" Dek halo Dek ." Kata Ditya di sebrang sana .
" Iya ." Jawab Tyas dengan suara terbata bata
" Kamu menangis ya ,Tolong maaf kan Aku Dek sekarang Aku pulang ya dan Kamu makan dulu ok ?" Tanya Ditya
Tyas tidak menjawab pertanyaan Ditya itu kemudian Dia segera mematikan telepon tersebut dan beranjak membuang semua makanan yang dimasaknya sore tadi dan belum tersentuh sesikit pun lalu segera merapikan peralatan makan tersebut dan Tyas pun masuk kamar tidurnya tak lupa Dia mengunci pintu kamarnya .
Tyas menangis di dalam kamar hatinya sangat sakit Dia merasa akhir akhir ini Ditya sudah berubah menjadi acuh tidak sehangat dulu tidak adakelembutan diruamh itu yang ada kini hanya kerja dan kerja saja tanpa obrolan beecandaan seperti dulu bahkan Ditya juga lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahun Tyas yang ke sembilan belas .
Tak berselang lama Ditya sampai dirumah segera Dia masuk kamar untuk mandi dan ganti baju lalu keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Tyas
__ADS_1
Ditya berniat untuk minta maaf atas kesalahannya tadi .