Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Menunggu


__ADS_3

Setelah mendengar saran nasehat dari Sang sahabat itu hati Ditya menjadi sedikit lebih tenang tidak sebingung tadi dalam hati Dia mantap memutusjan untuk mengagalkan pernikahan sirinya dengan Wati juga besarnya penyesalan dalam hati karena akhir akhir ini telah mengacuhkan Tyas hingga Dia lupa ulang tahunnya Sang Istri .


Ditya meminta ijin pulang duluan dengan alasan ada kepentingan kantor yang tadi lupa belum dikerjakan Ditya segera melajukan mobilnya menuju gerai penjual bunga dan memilih membeli satu ikat besar bunga mawar merah untuk diberikan pada Sang Istri dan setelah urusan bunga selesai juga mampir sebentar ke toko perhiasan terlihat Dia memilih sebuah kalung polos dengan bandul berbentuk hati dan bertahtakan berlian di tengah nya sangat cantik dan terlihat elegant perhiasan itu kemudian Ditya meminta prlayan untuk membungkusnya secantik mungkin karena akan diberikan kepada Orang yang spesial dan pelayan pun menyanggupinya dan setelah beres Ditya segera melajukan mobilnya pulang ke apartemen menemui Tyas .


Sesampainya di apartemen Ditya segera ke dapur menyusul Tyas yang sedang mempersiapkan sayur dan lauk yang akan di masak untuk makan malam mereka .


" Kamu sedang apa Dek ?" Tanya Ditya sembari membelai rambut Tyas dari belakang


Sontak Tyas terjengkit kaget dan segera menoleh kearah belakang dengan sedikit menjauh dari Ditya .


" Eh Mas Ditya sudah pulang ." Jawab Tyas


Ditya tersenyum dan berusaha meraih tangan Tyas


" Maaf kan Aku ya Dek yang akhir akhir ini mengacuhkan mu karena akhir akhir ini Aku sibuk keluar kota sebab kantor tempat ku kerja membuka cabang di Yogyakarta dan Aku di tugaskan mengawasinya ." Kata Ditya berusaha beralasan


" Nggak papa Mas toh urusan kantor lebih penting kan demi masa depan nanti ." Balas Tyas sembari melepaskan pegangan tangan Ditya tersebut .


"Maafkan Aku ya kemarin lupa kalau kemarin itu hari ulang tahun Mu dan ini sebagai gantinya kado untuk Mu Dek Ku harap Kamu mau menerima nya dan memaafkan Aku ." Kata Ditya setengah memelas agar Tyas berkenan menerima hadiah dari nya dan memaafkan kesalahannya itu .


" Kamu terima kasih Mas dan Kamu seharus nya nggak usah serepot ini toh Aku sudah memaafkan mu ." Balas Tyas sembari menerima untaian bunga mawar merah dari Ditya itu .

__ADS_1


Kemudian Ditya mengeluarkan sebuah kotak cantik dari dalam saku celananya dan membukanya dihadapan Tyas .


" Apa ini Mas ?" Tanya Tyas sedikit bingung


Ditya tidak menjawabnya lalu meminta Tyas untuk balik badan sebentar dan Tyas pun patuh menuruti perkataan Ditya itu


Kemudian Ditya memasangkan perhiasan cantik yang di belinya tadi di leher Tyas


" Sekarang Kamu hadap sini Dek ." Perintah Ditya


Tyas pun mengangguk dan balik badan menghadap Ditya


Tyas meraba leher nya yang barusan dipakai kan kalung oleh Ditya itu


" Terima kasih banyak Mas ."Kata Tyas dengan senyum manis nya


Ditya terlihat meraih tangan Tyas kembali


" Dek Aku tau mungkin Aku yang tanpa sadar ini telah menyakiti hatimu dengan sikap ku yang egois ini Aku mohon maaf kan Aku dan terimalah cintaku ." Kata Ditya


Tyas bingung dan membatin apakah dirinya salah dengar barusan Ditya menyatakan cinta untuknya

__ADS_1


" Aku sudah memaafkan mu Mas ." Balas Tyas berusaha menutupi kegugupannya itu


" Dan apakah Kamu bersedia menerima cinta ku Dek ?" Tanya Ditya serius


" Aku akan berusaha untuk itu Mas , Tetapi Aku minta waktu untuk bisa menjadi istrimu seutuhnya mari kita mulai hubungan yang baru dan lebih baik lagi dengan senatural mungkin tanpa paksaan ." Jawab Tyas


"Ya terima kasih banyak Dek atas jawaban mu yang membuat hatiku lega dan Aku akan setia menunggumu sampai Kamu rela menjadi istriku yang seutuhnya dengan menyerahkan hak ku pada dirimu ." Balas Ditya


Mendengar kata Hak dari ucapan Ditya barusan Tyas sadar apa yang dimaksud hak Dia merinding membayangkan Ditya merenggut harta berharganya itu dan masih banyak lamunan lainnya tentang Hak


Tanpa Tyas sadari Ditya memeluk tubuh Tyas dengan lembut dan membisikan suatu kata di telingan Tyas


" Kamu jangan gugup ya Aku tidak akan memintanya sekarang kok kita pacaran saja dulu ."bisik Ditya


Tyas menjadi gugup dan salah tingkah sendiri


Ditya meraih dagu Tyas dan mencium dahinya Tyas sekana terhipnotis dengan perlakuan Ditya itu dan tak memberontak sama sekali Ditya berlanjut memagang kedua pipi Tyas dan mendekatkan bibirnya kearah bibir Tyas semakin dekat dan semakin dekat hingga Tyas pun bisa merasakan hangatnya hembusan nafas Ditya Tyas gugup dan panik seperti hendak meleleh kaki rasanya harus bagaimana ini guman Tyas dalam hati tetapi perlakuan lembut Ditya mampu menghipnotisnya untuk tetap tenang berdiri dan benar saja tebakan Tyas , Ditya mencium bibir lembut sekali mulanya hanya sekedar ciuman biasa tapi berlanjut Ditya setengah memaksa menerobos masuk kedalam mulut Tyas


Tyas semakin gugup dan panik maklim ini adalah ciuman pertama baginya dan Ditya paham akan hal itu semakin lama ciuman Ditya semakin panas dan menuntut Tyas mengikuti permainan nya hawa yang semula sedikit dingin menjadi panas tak karuan entah karena cuaca Jakarta yang panas atau karena mereka mulai di rasuki nafsu


Hingga deringan telepon milik Ditya lah yang membuyarkan semuanya

__ADS_1


__ADS_2