
Semenjak kejadian tadi malam , Tyas sedikit menjaga jarak dengan Ditya contohnya pagi ini selesai dengan urusan masak memasak Tyas lebih memilih membersihkan kamarnya dari pada sarapan bersama Ditya dan saat Ditya mengajak nya sarapan Tyas pun beralasan sudah kenyang tadi sudah sarapan duluan
Meski kelihatan aneh bagi Ditya tetapi nyatanya Dia tak mau ambil pusing dan memilih sarapan sendiri di meja makan
Dan Tyas baru keluar kamar saat Ditya memanggilnya karena akan berangkat kerja ya seperti biasa meski hatinya tengah menaruh curiga namun Tyas masih bisa bersikap sebagaimana biasanya dengan mengantarkan Ditya sampai di depan pintu sungguh hebat bukan .
Setelah mengunci pintu ,Tyas pun beranjak membereskan peralatan makan yang tadi dipakai Ditya untuk sarapan lalu mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya mulai dari membersihkan ruang tamu ,ruang tv juga dapur .
Dan lagi lagi Tyas merasa aneh kok hampir dua minggu tidak Dia bersih kan rumah masih bersih dan rapi sampah di dapur pun juga tidak ada ya apakah Mas Ditya membersihkannya atau mungkin Dia memang jarang di rumah meski merasa aneh tetapi Tyas lebih memilih untuk berpikir poaitif saja .
Dan ketika hendak membersihkan kamar pribadi milik Ditya ,hp Tyas tiba tiba berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Wati sang sahabat .
"Hay gaes kamu sedang apa , o iya Aku turut berbela sungkawa ya atas meninggalnya Kakek mertua mu ." Sapa Wati di sebrang sana
" Ini lagi bersihin rumah dan terima kasih Gaes atas ucapan bela sungkawa mu ." Balas Tyas
" Sama sama , O ya Kamu ada waktu kan Aku mau curhat ni ?" Tanya Wati
" Ok sebentar ya Aku ambil earphone dulu ya sambil membersihkan rumah juga dengarin curhatan kamu ." Jawab Tyas dengan nada ceria
Kemudian Tyas pun beranjak ke kamar nya mengambil earphone dan segera memasangkan nya di telinga .
" Kamu mau curhat apa sih Gaes kok kelihatannya serius amat ?" Tanya Tyas dengan nada sedikit penasaran .
Sebelum bercerita , Wati pun meminta Tyas untuk berjanji dulu untuk tidak membocorkan cerita dari nya itu dengan siapa pun termasuk suami nya dan menyimpan rapat rahasia tersebut , Tyas menyanggupinya Dia berjanji akan merahasian semua itu dari siapa pun juga
Wati Mulai bercerita kalau dirinya dan sang kekasih diam diam sudah menikah siri tanpa memberitahu kedua Orang Tua nya juga Orang tua sang kekasih Wati berujar awalnya Budhe lah yang mempunyai ide agar dirinya dan Adit segera menikah dan seperti yang diketahui Orang Tua Adit tidak merestui hubungan mereka karena Adit sudah dijodohkan dengan wanita pilihan mereka hingga akhirnya Budhe jatuh sakit parah dan meminta agar Adit segera menikahi Wati secepat nya .
Tyas mendengarkan dengan seksama cerita dari Wati itu dan memintanya untuk melanjutkan cerita tersebut
" Sebenarnya hatiku tidak lah terlalu tenang Yas ,Menyembunyikan pernikahan ini ." Kata Wati
" Apa maksud Kamu dengan kata menyembunyikan itu Wat ?" Tanya Tyas serius .
" Sebelum Ijab Qabul kemarin itu suamiku mengajukan syarat agar Aku merahasia kan pernikahan Kami jangan sampai bocor dan diketahui oleh Orang Tua nya dan Kami akan berjuang bersama untuk mendapatkan restu dari Kedua Orang Tua nya ." Jawab Wati dengan nada sedikit memelas .
" Lalu Kamu menyanggupi nya Wat , Dan apakah hanya alasan itu Dia memintamu merahasiakan pernikahan kalian bahkan di depan Orang Tua mu sendiri ?" Kembali Tyas bertanya penuh selidik .
"Sebenarnya bukan itu saja alasan utamanya tetapi karena Suami ku itu sudah dijodohkan dengan wanita pilihan Orang Tua nya tersebut ." Jawab Wati
" Maksudmu Dia sudah menikah begitu ?" Tanya Tyas .
" Aku nggak tau Yas apakah mereka sudah menikah atau belum , Tapi yang pasti Suamiku tidak mencintai Wanita itu sama sekali , Dia juga belum pernah sekalipun menyentuh wanita itu bahkan Mas Adit rela bolak balik Jakarta Yogyakarta hanya demi menemui ku ." Jawab Wati dengan nada bersemangat .
__ADS_1
Tyas merasa antusias mendengar cerita dari sang sahabat dan memintanya melanjutkan curhatannya tersebut sambil membersihkan kamar Ditya itu .
Wati melanjutkan ceritanya seputar pernikahannya dengan Sang Kekasih itu di selingi candaan hingga tiba saat Wati membahas pengalam malam pertama nya dengan Adit
" Hay Yas Aku mau tanya sama kamu boleh ?" Tanya Wati
" Boleh dong silahkan ." Jawab Tyas mempersilahkan Sang sahabat bertanya
" Gimana pengalaman malam pertamamu dengan suami mu ,Duh sakit sekali ya saat jagung itu menerobos masuk kayak ada yang robek gitu di dalam ." Kata Wati dengan bar bar bercerita .
Tyas sedikit terkejut mendengar pertanyaan sekaligus cerita dari Wati tentang malam pertama harus menjawab apa dirinya dengan pertanyaan itu sedangkan dirinya saja tidak pernah merasakan bagaimana indahnya malam pertama dengan Ditya .
" Kok Kamu malah diam sih Yas , Gimana malam pertama mu ?" Kata Wati mengulangi pertanyaan nya itu .
" Wat , Aku mau cerita dan Aku mohon kamu merahasiakan ini dengan siapa pun ya ." Balas Tyas
" Siyapppp ,Monggo mulai ceritaa ." Kata Wati
" Sebenarnya Aku dan suami ku belum sepenuhnya menjadi pasangan suami istri karena sampai sekarang Kami masih tidur terpisah dan mengenai pertanyaan mu barusan Aku jawab jujur saja Aku dan Dia belum pernah merasakan dan menjalani malam pertama sebagai suami istri dengan saling memberi hak dan kewajiban masing masing karena Aku belum siap menyerahkan haknya dan Dia pun janji tidak akan memaksa meminta haknya akan menunggu sampai usiaku genap dua puluh tahun Wat ." Balas Tyas menjelaskan pada Wati
" Apa jadi selama ini Kalian belum pernah gituan , Gila laki Kamu itu normal nggak sih Yas masa istri secantik dan seseksi kamu dianggurin ."Sahut Wati
" Ya Aku sendiri pun awal nya heran tapi lama lama terbiasa tu , Toh Aku nya juga belum siap Wat ." Kata Tyas menimpali
"Maksudmu Mas Ditya selingkuh begitu ?" Tanya Tyas sembari menghentikan sementara kegiatannya membersihkan lantai kamar Ditya.
"Ya bisa jadi , Atau nggak ada hati diluar sana yang sedang dijaga Suami mu itu lagipula coba kamu berpikir secara jernih deh barudan Kamu bilang jika Suami mu tidak pernah menyentuhmu selama ini dengan alasan yang tidak masuk akal sedang kan kalian itu menikah hampir setahun lamanya aneh nggak coba ." Jawab Wati yang menaruh curiga kalau suami Tyas itu berselingkuh .
" Nggak mungkin lah Wat Mas Ditya selingkuh ,Tapi ngomong ngomong kamu ada benar nya juga sih Aku harus mencoba berpikir jernih hehehehe ." Sahut Tyas
" Ya makanya kamu itu jangan terlalu polos terlalu penurut gitu coba Kamu selidiki sebelum semuanya terjadi dan Kamu akan sakit hati dan coba Kamu goda suamimu itu jika responnya tetap sama berati benar dugaan ku barusan ." Seloroh Wati
Tyas terlihat termenung sebentar mencoba mencerna kata kata nasehat Wati itu
" Ya Kamu benar Wat sudah saat nya Aku menyelidiki semua ini dan berhenti menaruh kepercayaan sepenuhnya pada suami ku dan mengenai saran mu untuk mencoba menggodanya itu tidak mungkin ku lakukan karena sama saja Aku menjual harga diriku ." Balas Tyas dengan serius
Setelah mengobrol cukup lama Wati pun pamit mengakhiri percakapan telepon merrka siang itu Dia berkata kalau Sang Suami mengiriminya pesan akan menjenguknya malam ini dan memintanya untuk menjemputnya di stasiun kereta api sore ini , Tyas mengiyakan kata kata Wati tersebut dan mereka pun menyudahi obeolan santainya
Hati Tyas kembali tercubit jikala mengingat perkataan Wati yang membahas indahnya malam pertama sebagai suami istri tadi sebenarnya Dia sudah memaksa dirinya sendiri untuk siap memberikan hak nya Ditya sebagai seorang suami pada dirinya tapi jika mengingat perubahan pada sikap Ditya akhir akhir ini juga ditambah dengan kecurigaan nya akhir akhir ini dengan temuan temuan aneh dimobil maupun di tubuh Ditya itu segera perasaan ingin menyerahkan hak untuk Ditya pun sirna menghilang berganti rasa benci dan keinginan untuk mencari bukti perselingkuhan yang di lakukan Ditya karena sekarang ini hati Tyas yakin kalau Ditya sedang bermain api .
Selesai membersihkan kamar tidur, Tyas segera berlalu ke kamar mandi milik Ditya dan ketika hendak mencucinya Tyas terlebih dahulu mengecek apakah Ditya mengganti shampo nya karena kemarin Dia mencium aroma shampo lain bukan yang biasa dipakai Ditya dan ternyata Ditya tidak mengganti shamponya masih tetap yang dulu jadi itu shampo siapa yang kemarin dipakai oleh Ditya guman Tyas dalam hati tanpa berpikir oanjang lagi Tyas pun segera mencuci kamar mandi dan mengerjakan pekerjaan lainnya yaitu berganti mencuci baju baju kotor milik mereka berdua
Satu temuan aneh lagi Tyas dapati saat hendak mengucek celana milik Ditya , Tyas menemukan plastik pembungkus alat kontrasepsi khusus pria yang tinggal plastiknya saja tanpa isi juga Tyas menemukan dua lembar tiket nonton film di bioskop yang beralamatkan di Yogyakarta .
__ADS_1
Hati istri mana yang tidak hancur saat mendapati benda haram itu di saku celana Sang Suami sementara dirinya tidak di rumah dan tidak di samping Suami .Sakit tentu saja sangat sakit rasanya hingga tanpa di sadari nya air matanya jatuh membasahi pipi hayalan hayalan indah tentang masa depan bersama Ditya buyar seketika dan rasa cinta yang awalnya bersemi subur di hati Tyas pun layu sudah seiring temuan nya barusan berganti rasa kecewa tetapi Tyas berusaha bangkit dan menata hatinya untuk mencari bukti lainnya lagi
Waktu berjalan cepat sorepun tiba hari ini Ditya pulang lebih awal karena kantor tutup lebih awal
"Assallamuallaikum Dek ." Sapa Ditya saat melihat Tyas tengah di dapur hendak menyiapkan bahan menu yang akan di masak sebelum berangkat kerja
" Waallaikumsallam Mas , Sudah pulang ?" Kata Tyas menjawab sallam Ditya
" O ya Kamu hari ini nggak udah memasak ya Aku ada urusan diluar kota ."Balas Ditya ketika hendak memeluk Tyas dari belakang seperti biasanya hari ini ada yang beda Tyas tiba tiba menjauh
" Maaf Mas barusan Aku mengersihin tempat jemuran baju di belakang jadi tubuhku bau keringat maaf ya hehehe ."Kata Tyas mencoba menjelaskan alasan menolak dipeluk .
" Oh gitu ya ya usah ngga papa ." Balas Ditya sembari memandangi wajah Sang Istri yang sedari tadi tidak mau memandangi nya .
"O ya Mas Kamu mau ke Yogyakarta kan mau Aku bantu siapin baju mu nggak kan besok kantor juga libur jadi kamu bisa nginep disana ." Kata Tyas mencoba menawari bantuan mengemas baju Ditya
Ditya merasa aneh dari mana Tyas tau kalau hari ini Dia akan ke Yogyakarta dan apa maksudnya dengan mengemasi baju .
" Kok Kamu tau dek kalau Aku mau ke Yogyakarta dan apa maksudmu dengan mengemasi baju kan Aku perginya hanya sebentar paling paling tengah malam juga sudah kembali ?" Tanya Ditya penuh curiga
" Ya Aku cuma nebak aja Mas kan Kamu akhir akhir ini sering keluar kota dan kota itu adalah Yogyakarta dan kalau mau nginep pun juga boleh kok kasian nanti kamu kecapean juga urusannya kan belum tentu beres cepat ." Jawab Tyas masih dengan kegiatannya fokus mengiris anek a sayuran segar dan buah Dia hari ini berencana membawa bekal salad sayur buah ke tempat kerjanya .
" Iya kan kemarin Aku sudah ngasih tau kamu kalau kantor akan membuka cabang di Yogyakarta dan Aku dipercaya sebagai pengawas di sana ." Sahut Ditya
" Oh ." Jawab Tyas singkat
" Apakah Kamu tidak percaya dengan Ku Dek ?" Tanya Ditya dengan wajah serius nya
" Bagaimana Aku bisa percaya kalau Aku saja menemukan ini dikantong celana mu Mas ?" jawab Tyas dengan nada emosi yang mulai keluar .
Ditya tersentak kaget melihat barang yang di keluarkan dari kantong celana Tyas itu seketika wajah nya merah padam antara panik dan menahan emosi
" Itu bukan punyaku Dek itu teman sekantor ku yang usil memasukan benda itu di celana ku ." Jawab Ditya berusaha berbohong
" Teman yang mana Mas coba Aku ingin tau , Lalu ini tiket nonton bioskop yang beralamat kan di Yogyakarta juga teman mu itu yang mengusilimu kah ?" Tanya Tyas dengan mata berkaca kaca .
" Dek benar itu bukan punyaku dan perlu Kamu tau di hatiku ini hanya ada Kamu jadi mana mungkin Aku selingkuh ." Jawab Ditya mencoba merayu Tyas .
" Kamu mau selingkuh atau nggak Aku tidak tau Mas , Yang ingin Aku tau hanya satu Kamu sering ke Yogyakarta itu mau ngapain ada urusan apa dan jangan Kamu kira Aku tidak tau kalau kantor tempat mu kerja itu tidak membuka cabang di luar kota manapun kecuali di luar pulau sana ingat Mas Ditya Winata Aku ini istri mu dan Kamu sering meninggalkan Aku di rumah sendirian dengan alasan yang tidak jelas ." Sahut Tyas dengan emosi dan air matanya mulai mengembun hendak jatuh
Jika sedari tadi Ditya mencoba merayu Tyas agar tidak marah keadaan sekarang pun berbalik Ditya pun tersulut emosi juga
" Cukup Tyas cukup , Kamu memang istriku tetapi Kamu harus ingat Tidak semua urusanku Kamu harus tau sudah Aku mau berdebat lagi dengan Mu Aku mau mandi dan berangkat di Yogyakarta ." Kata Ditya dengan sedikit membentak Tyas lalu beranjak ke kamar pribadinya untuk mandi dan siap siap berangkat ke Yogyakarta .
__ADS_1
Seketika air mata Tyas menetes deras membasahi pipinya tanganya berusaha membungkam mulutnya dan segera berlari masuk ke kamar tidur miliknya sendiri Dia berbaring di kasur nya air matanya masih mengalir membasahi pipi hatinya sangat hancur mana kala mengingat Ditya membentaknya barusan dengan kata kata yang mampu menghujam hatinya dan memporak porandakan nya .