
Sesampainya di mall tujuan Mereka segera keluar dari dalam taxi membayar ongkos nya laku Mereka terlihat menjalan memasuki pintu utama mall megah tersebut.
" Oya Yas nanti Kita sekalian belanja ya untuk kebutuhan jualan besok karena stok Kita di dapur semakin menipis." Kata Diah seraya mengapit tangan Tyas tersebut.
" Oke, oya Kamu mau makan apa Kamu bebas milih biar Aku yang bayarin kan Aku bosnya hehehehe." Balas Tyas nyengir kuda
" Baiklah, dan semoga saja rejeki Mu semakin banyak usahaMu juga semakin lancar." Ujar Diah
"Aamiin ." Sahut Tyas mengamankan Doa Diah tersebut.
Mereka pun berjalan bergandengan tangan menuju stand penjual makanan dan stand pertama yang Mereka kunjungi adalah stand penjual es cream.
Tyas berjalan kedepan meja pelayanan Dia memesan dua cup es cream satu untuknya dan satu lagi untuk Diah dan setelah membayar dan juga sudah mendapatkan es cream tersebut Tyas mengajak Diah menikmati es cream tersebut di bangku yang telah di sediakan.
Puas menikmati es cream tersebut hingga habis, Mereka berdua pun memilih untuk belanja kebutuhan untuk besok terlebih dahulu dan barulah mencari restoran untuk makan.
Tyas terlihat sangat gesit dan juga cermat memilih bahan baku yang bagus untuk menu sarapan yang akan dijualnya besok, Sementara Diah terlihat sigap mendorong troli barang belanjaannya Tyas tersebut.
Setelah dirasa cukup kemudian Mereka berdua mengantri di depan kasir untuk membayar barang belanjaan tersebut.
Kemudian Mereka pun berjalan mencari restoran untuk makan malam dan kali ini Diah mengajak Tyas untuk makan makanan Jepang.
Tyas pun ingat dimana restoran makanan Jepang yang enak di mall tersebut sebab dulu Mbak Rina pernah mengajaknya makan disitu hingga akhirnya Tyas mengajak Diah ke restoran tersebut untuk makan.
Saat Mereka tengah asik bercanda sembari menunggu pesanan datang tanpa di sadari dipojok restoran tersebut Dua Orang pria tengah makan, pria satunya terlihat tengah memperhatikan Mereka dari jarak jauh sementara yang satunya terlihat menikmati makanan nya.
"Tuan lihatlah kearah depan itu." Kata Seketaris Anton seraya menggunakan dagunya menunjuk kearah Tyas dan Diah duduk .
__ADS_1
Awalnya Naka cuek dengan kode yang diberikan oleh Seketaris Anton hingga Seketaris Anton pun mengulangi perkataan nya barusan barulah Naka melihat kearah depan.
" Bukankah itu nona Tyas, Tuan?" Tanya Seketaris Anton
Naka tidak menjawab pertanyaan Seketaris Anton barusan, Dia memilih untuk memperhatikan Tyas dari kejauhan dengan senyum kecil dan sialnya bagi Naka Seketaris Anton melihat saat Naka tengah tersenyum kecil.
" Waaow pantas saja hari ini coffe shop nya tutup ternyata Mereka tengah belanja." Kata Seketaris Anton mencoba membuyarkan lamunan Naka.
Naka menoleh kearah Seketaris Anton seakan bertanya siapa gadis yang duduk di samping Tyas tersebut.
" Itu Diah namanya Tuan, Dia yang membantu Nona Tyas jualan semenjak kedua Orang Tua nya Nona Tyas pulang Kampung dan ruko rame." Kata Seketaris Anton menjelaskan.
Tak lama setelah itu pesanan makanan milik Diah dan Tyas pun datang dan Mereka berdua pun menikmati nya dengan diselingi canda tawa ,Sementara Naka dan Seketaris Anton pun sengaja mengulur waktu di restoran tersebut agar Naka bisa leluansa memperhatikan Tyas.
Puas menikmati makan malam tersebut, Diah dan Tyas pun berjalan dengan mendorong troli barang belanja tersebut keluar dari mall tersebut dan lagi lagi tanpa Mereka sadari Seketaris Anton dan Naka pun mengikuti Mereka dari jauh.
" Tuan apakah Anda akan memainkan sandiwara yang sama dengan menabrak kan diri pada Nona Tyas seperti waktu itu?" Tanya Seketaris Anton penasaran.
"Tentu saja Tuan." Jawab Seketaris Anton dengan nada serius
Lalu Naka dan Seketaris Anton pun berjalan berlawanan arah dengan langkah Diah dan Tyas itu dan seperti yang diucapkan Seketaris Anton barusan Naka memainkan sandiwara nya dengan sangat baik yakni menabrak kan diri pada Tyas
Brukkkkkkk.
" Aoooow ." Ujar Naka seraya memegangi dadanya Dia berakting seakan akan kesakitan akibat tabrakan itu
Tyas kaget dan secara refleks Dia langsung meminta maaf pada Naka
__ADS_1
" Maafkan Saya Tuan, Saya tidak sengaja ." Ucap Tyas Seraya memandang wajah Naka dan alangkah kagetnya Tyas saat menatap wajah Naka lelaki yang barusan ditabrak nya itu.
" Kamu lagi lagi Kamu menabrak Ku ada masalah apa Kamu dengan Aku?" Tanya Tyas dengan nada judes
" Nona tolong jaga bicara Anda dengan Tuan Saya karena sudah jelas Anda lah yang menabrak Tuan Saya." Kata Seketaris Anton yang ikut ikutan akting dengan wajah serius.
" Apa Kamu bilang, Aku yang nabrak Tuan Kamu ini enak aja jelas jelas Dia yang nabrak Aku duluan, lagipula kenapa setiap Kita bertemu Tuan Mu ini selalu nabrak Aku lalu Kalian nuduh Aku lah yang nabrak Dia." Balas Tyas Seraya memandang kearah Naka dengan tatapan serius
Naka memandang wajah Tyas yang tengah marah itu dan didalam hatinya Dia tersenyum puas juga tak bisa dibohongi Dia mengagumi kecantikan Tyas itu.
" Yas sudah Yas Kita minta maaf saja dan pergi dari sini ya." Ucap Diah seraya menggoyang nggoyangkan lengannya Tyas
" Nggak Di enak aja Kita yang harus minta maaf harusnya Dia dong yang minta maaf wong Dia yang nabrak kok ." Balas Tyas Seraya memandang kearah Diah
Diah tidak mau ribut lagi apalagi barang belanjaan Meraka banyak dan harus segera dimasukkan kedalam kulkas, Akhirnya Diah pun meminta maaf pada Mereka.
" Tuan Kami minta maaf ya atas insiden ini, Dan Kami mohon pamit dulu ." Kata Diah meminta maaf
Seketaris Anton dan Naka memandang kearah Diah dan Tyas secara bergantian sementara Tyas lebih memilih memandang Diah dengan tatapan menghujam
" Enak aja Kalian mau pergi begitu saja, lalu bagaimana dengan dada Tuan Saya yang sakit? " Bentak Seketaris Anton.
" Lalu Tuan mau apa mau minta ganti rugi uang kah? " Tanya Tyas emosi
" Atau Kami antar ke Dokter? " Kata Diah mencoba menawarinya
" Nggak usah, Aku akan mengantarkan nya sendiri ke Dokter pribadinya Tuan Kami dan sekarang mana nomer telepon Kalian agar Kami menghubungi Kalian kalau terjadi apa apa pada Majikan Kami akibat tabrak ini." Balas Seketaris Anton
__ADS_1
Dan tanpa pikir panjang juga untuk mempersingkat waktu Diah pun memberikan nomer telepon milik Tyas kepada Seketaris Anton itu ya meskipun awalnya Tyas menolak namun Diah tetap ngeyel memberikan nya
Lalu Mereka pun diijinkan untuk meninggalkan tempat tersebut untuk pulang, Sementara Seketaris Anton dan Naka pun saling berpandangan dan tersenyum lebar tanda kemenangan.