Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Pagi yang indah


__ADS_3

Naka terlihat bangun lebih awal dari Tyas, Dia memandangi wajah cantik nya Tyas yang masih terlelap ya meskipun terlihat sangat lelah tergambar jelas di wajahnya namun tak sedikit pun menutupi wajah cantiknya.


Melihat wajah sang istri yang cantik kalau tidur juga tubuh putih mulusnya yang berbalut selimut setengah badan itu mustahil kalau tidak timbul nafsu birahi pada diri Naka.


Namun melihat wajah lelah sang istri membuat nya tidak tega untuk melampiaskan nafsunya itu, Dia memilih untuk menahan gejolak birahi nya Dia menatap wajah Tyas lekat lekat Dia sangat cantik anggun dan manis puji Naka dalam hati


Tangan nya membelai lembut rambutnya Tyas lalu beranjak mencium kening Tyas, hingga membuat Tyas kaget dan terbangun dari tidurnya.


" Mas." Kata Tyas seraya membuka mata nya dan langsung menatap wajah Sang Suami tampan nya itu.


" Iya sayang, maaf membuatmu terbangun." Balas Naka seraya meraih kepalanya Tyas dan meletakkan nya di lengannya sebagai bantalan kepalanya Tyas.


" Nggak Mas, Kamu kok sudah bangun Mas memangnya sekarang jam berapa sih? " Tanya Tyas seraya mendongak menatap wajah sang Suami.


" Masih sangat pagi sayang baru menjelang shubuh kok dan tadi Aku kebelet ke kamar mandi aja makanya bangun heheheh." Jawab Naka berbohong.


" Oh kirain sudah siang." Sahut Tyas


Naka tersenyum dan mencium kening Tyas seraya memeluk erat tubuhnya polosnya yang tersembunyi di balik selimut itu


" Mas mau ke kamar mandi dulu ya. " Ujar Tya seraya berusaha meraih kimono nya yang tadi malam di lempar Naka diatas nakas samping ranjang itu


" Mau Aku gendong nggak ke kamar mandinya, pasti itu nya sakit buat jalan." Balas Naka seraya menatap kearah Tyas yang sudah duduk dan membetulkan kimono nya itu.


" Nggak usah Mas terimakasih Aku bisa kok nggak papa." Sahut Tyas seraya tersenyum malu kearah Naka


Tyas beranjak berdiri dan ketika hendak berjalan menuju kamar mandi baru saja satu langkah Dia sudah menjerit kecil kesakitan


" Ao ao ao hesss." Keluh Tyas lirih seraya memegangi bagian intim nya yang terasa amat sangat sakit luar biasa itu.


" Kenapa sayang ada apa? " Tanya Naka yang terlihat khawatir itu

__ADS_1


Naka segera beranjak bangun dan berjalan menghampiri Tyas yang tengah berdiri mematung seraya mengapit barang pribadinya yang tengah kesakitan itu.


" Tukan Aku bilang juga apa, sini biar Aku gendong." Kata Naka seraya membopong paksa tubuh Tyas kedalam kamar mandi itu.


Semula Tyas menolak keras bantuan Naka itu, ya Dia merasa malu masa mau ke kamar mandi saja harus dibopong segala namun apalah daya Dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa ingin buang air kecilnya sementara bagian intimnya itu sangat sakit sekali rasanya untuk berjalan


Dan akhirnya mau tidak mau Tyas pun menurut saja saat tubuh langsing nya itu dibopong Naka masuk kedalam kamar mandi, Naka mendudukkan dirinya tepat diatas closed kamar mandi dan Tyas pun malu bercampur bingung bagaimana bisa dirinya buang air kecil kalau Naka masih saja disitu menungguinya.


" Maaf Mas tolong tunggu diluar ya Aku mau buang air kecil sebentar." Kata Tyas


" Oh nggak sayang Aku harus nungguin Kamu di sini, Aku nggak mau Kamu kenapa napa dan nggak papa kok Kamu nggak usah malu begitu toh tadi malam aja Aku sudah lihat dengan jelas luar dalam juga kayaknya tadi malam Kamu nggak punya malu deh heheheh." Balas Naka seraya tersenyum nakal.


" Mas pleaseee." Sahut Tyas seraya mendorong keluar tubuh Naka


Naka pun terdorong keluar dan Tyas pun segera mengunci pintu kamar mandi itu supaya Naka tidak lagi masuk hingga Dia bisa leluansa untuk menunaikan hajatnya untuk bab maupun bak lalu segera mandi besar agar tubuhnya kembali segar


Tyas pelan pelan membersihkan area sensitif pribadinya yang tadi malam diobrak abrik oleh Naka yang kini telah resmi menjadi suami nya, ya dirinya kini telah secara resmi menjadi istri dari Janaka Bagaskara seutuhnya tidak seperti pernikahannya terdahulu dengan Ditya dimana Mereka hanya sekedar status saja menjadi suami istri tapi belum seutuhnya alias belum pernah menunaikan kewajiban masing masing dalam urusan nafkah batin


Rasa sakit perih sudah jelas Tyas rasakan terlebih saat dirinya buang air kecil barusan sungguh rasa sakit menjalar sekujur tubuhnya dan itu wajar mengingat ini adalah pertama kalinya Tyas berhubungan badan dengan seorang pria apalagi tadi malam Naka benar benar menggunakan tenaga nya mendobrak benteng keperawanannya itu hingga robek.


Acara mandi itu pun telah usai, Tyas segera keluar dari dalam kamar mandi dan masih juga memakai baju kimono yang sama sementara rambutnya Dia gulung menggunakan handuk agar cepat kering.


Sementara diluar kamar mandi nampak Naka tengah duduk bersandar santai menunggui Tyas keluar kamar mandi, dan alangkah senang nya Dia saat melihat Tyas sudah keluar kamar mandi sudah mandi pula maka Dia pun segera berjalan cepat menghampiri Tyas.


" Lo kok Kamu mandi duluan sih sayang nggak nungguin Aku ? " Tanya Naka seraya memeluk erat tubuh Tyas.


" Iya Maaf Mas soalnya tubuhku lengket banget." Jawab Tyas seraya membalas pelukan Sang Suami itu.


Naka menciumi kening Tyas dengan lembut lalu beralih menciumi rambut Tyas yang masih sedikit basah itu, lalu mencium pundak Tyas dan seperti tadi malam tangan nya Naka bergeriyalan meraba raba bagian belakang tubuh Tyas.


Naka menciumi wajah Tyas lalu beralih ke bibir manisnya memainkan nya dengan lembut menjilati menyesap dan memaksa menerobos masuk lalu memaksa Tya membalas ciuman pagi itu.

__ADS_1


Tyas pun menurut Dia pun membalas ciuman bibir nanti mesra nya Naka itu dengan saling mengulum lidah saling memberi gigitan gigitan kecil diantara Mereka, Naka tidak menyia nyiakan kesempatan baik itu tanganya segera mengambil kesempatan dengan menarik tali baju kimono nya Tyas juga melepaskan kancing pengait bh Tyas hingga terlepas dan mulai menggerayangi gunung kembar itu dengan lembut.


Tyas membalas pelukannya Naka itu dengan mengalungkan kedua tangannya di tengkuknya Naka dan mendekatkan dada polosnya itu pada dada polosnya Naka yang kebetulan hanya memakai celana boxer saja dan Tyas pun sengaja sedikit menggosok gosokan dada nya itu ke dada Naka hingga Naka pun semakin terbakar gairahnya dan hal itu terbukti dengan semakin lincah nya tangannya menggerayangi seluruh tubuhnya Tyas.


Semula sepasang tangannya Naka itu hanya menggerayangi kedua gunung kembar miliknya namun lama kelamaan Dia mulai berani meraba raba bagian perut langsing nya Tyas lalu meraba raba bagian pahanya lalu berlanjut kebagian pusat intinya itu dan mulai mempermainkan nya dengan cara meraba raba.


Tyas semakin menggeliat dan mendesah manja manakala tangan sakti itu mulai meraba raba mulut lembah kenikmatan miliknya itu dan sedikit demi sedikit mulai memasukan jari nya kedalam dengan cara menusuk menusuk secara pelan menciptakan sensasi panas pada diri Tyas.


ciuman Naka kini mulai beralih pindah ke leher jenjang nya Tyas seraya memberinya gigitan gigitan kecil sementara tangannya pun semakin sibuk menusuk nusuk ******** nya Tyas dan tusukan itu kini semakin dalam dan semakin cepat Naka memainkan jemarinya menusuk nusuk hingga membuat Tyas semakin panas Menggelinjang melenguh mesra di telinganya Naka.


Dan apakah Naka mengakhiri permainan jarinya dan langsung ke intinya saja dan jawabannya tentu saja tidak Dia membopong Tubuh bungil nya Tyas yang sudah mulai terangsang itu dan langsung memabringkan nya diatas kasur dan sengaja Naka membaringkannya dengan posisi sedikit telentang hingga lembah kenikmatan itu terlihat dengan sangat jelas menantang.


Naka segera menindih pahanya Tyas dan langsung menjilati lembah kenikmatan itu juga menggunakan lidah nya untuk menusuk nusuk kedalam lembah itu seraya memberikan gigitan gigitan kecil di bibir lembah kenikmatan itu hingga sukses membuat Tyas semakin kepanasan.


Hingga akhirnya Tyas menarik keatas kepalanya Naka dan untuk pertama kalinya Dia memberanikan diri memegang tingkat sakti milik Naka yang ukurannya cukup membuat wanita klepek klepek itu lalu mengarahkan kepala tongkat itu tepat di bibir lembah kenikmatan miliknya itu.


Naka paham kalau Tyas sudah sangat tetbakar dengan rangsangan yang Dia lakukan barusan namun nampaknya Dia sengaja tidak langsung memasukan tongkat miliknya itu namun sengaja menggesek gesek kan nya di bibir lembah kenikmatan itu bermaksud menggoda Tyas sekaligus membuat Tyas agar semakin terangsang


Sementara itu Tyas yang terangsang itupun semakin terangsang Dia menggeliat kekanan kekiri persis ulat kepanasan dan secara sengaja Dia membuka pahanya sedikit lebar.


Hingga akhirnya Naka yang juga telah dikuasai nafsu itu pun sudah tidak bisa lagi menahan nafsu dan langsung mengarahkan tongkat sakti miliknya itu tepat di depan lembah kenikmatan itu dan dengan sangat sabar juga pelan Dia mendorong nya masuk pelan pelan dan dengan sekali hentakan saja tongkat sakti besar nan panjang itu sudah tertanam sempurna di dalam lembah kenikmatan milik Tyas.


Anehnya Tyas merasakan sakit yang laut biasa seperti tadi malam dimana dirinya merasakan seperti dirobek paksa itu hingga membuatnya menjerit juga meneteskan air mata.


" Sakit nggak? " Bisik Naka pada telinga nya Tyas


" Sedikit Mas." Jawab Tyas lirih


Naka pun tersenyum seraya mencium wajah Tyas dan langsung Dia pun menggoyang kan pinggangnya naik turun naik turun mencampur rasa perih dan nikmat hingga membuat Mereka berdua pun sukses saling melenguh mendesah.


Kali ini Naka bermain cukup lama dibanding atdi malam, Dia juga meminta Tyas agar menungging lalu dirinya mulai memasuki Tyas dari belakang lalu berganti gaya yakni bermain dari belakang.

__ADS_1


Mereka saling menikmati adegan panas layaknya pasangan pengantin baru itu saling mengejar hingga akhirnya Mereka pun telah sampai puncak kenikmatan itu dengan ditandai nya keluarnya cairan hangat dari dalam alat vital Mereka masing masing.


Selesai adegan panas itu Mereka segera masuk kedalam kamar mandi untuk segera mandi membersihkan diri lalu cepat keluar untuk bergabung dengan anggota keluarga lainnya untuk sarapan bersama


__ADS_2