Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Kedekatan yang mengundang cemburu 2


__ADS_3

" Oya Yas, Wiland itu siapa sih sebenarnya kok Aku nggak pernah lihat sebelumnya? " Tanya Naka pada Tyas saat Mereka tengah dalam perjalanan


" Oh Mas Wiland itu mantan bos Ku dulu Mas dan sekarang Dia jadi sahabatKu." Jawab Tyas


" Bos, Memangnya Kamu pernah kerja dimana Yas dulu? " Tanya Naka seraya menoleh kearah Tyas.


" Dulu sewaktu belum cerai, Aku kerja di supermarket milik Mas Wiland karena kebetulan Mas Wiland ini sahabat karib nya mantan SuamiKu Mas jadi Dia yang ngenalin Aku sekaligus cariin Aku kerja dan Mas Wiland ini orang nya baik Mas Dia berjasa banyak dalam hidupKu." Jawab Tyas seraya mengenang jasa Wiland padanya menyelamatkan dirinya dari upaya pemerkosaan yang coba dilakukan oleh Ditya dulu.


Naka menoleh kearah Tyas, Dia paham kalau Tyas sedang melamunkan masalalu nya yang buruk dan segera Dia mengalihkan pembicaraan


" Jadi Aku nggak baik nih? " Tanya Naka pura pura ngambek.


" Mas Naka juga sama baiknya kok ke Tyas, Kalian semua sama baiknya dan Kalian semua sama spesialnya di hati Tyas sebab Kalian adalah Sahabatnya Tyas." Jawab Tyas seraya memegang lembut lengan Naka yang sedang mengemudi kan mobil itu.


Naka merasakan debaran didadanya manakala Tyas memandang nya dengan senyuman manis itu, dalam hati Dia berharap bahwa Dirinya lah yang bisa memenangkan hati Tyas hingga bisa memperistri nya.


Tanpa terasa Mereka telah sampai tujuan yakni sebuah pasar malam lengkap dengan aneka kuliner nya yang posisi nya tidak terlalu jauh dari rumah Mbak Rina itu.


Tyas segera turun dari mobil milik Naka dan langsung mengajak Naka untuk jalan bergabung dengan yang lainnya.


" Tempat apa ini Yas? " Tanya Naka bingung karena ini adalah pengalaman pertama nya ke pasar malam.


" Oh ini namanya pasar malam Mas Naka." Jawab Tyas sumringah


" Iya Ka, ini salah satu tempat favorit nongkrong Kami dulu ya kan Yas." Balas Wiland seraya memang kearah Tyas


" Iya dulu Kami sering kesini Mas tapi ya rame rame dan itu sangat asik." Sahut Tyas


" Kan ada Aku juga, oya gimana kalau Kita langsung aja kedalam Aku sudah kangen banget ni sama aneka jajanan nya itu." Balas Diah yang seakan paham kalau Wiland tengah berusaha membuat Naka cemburu


Wiland melirik kearah Diah seakanDia tengah protes namun Diah tak menggubris nya malahan Dia menyeret Tyas dan Yesi untuk segera masuk kedalam area pasar malam itu.


Sementara Wiland dan Naka pun memilih untuk mengikuti Mereka dari belakang saja sebab kedua cowok ganteng ini sebetulnya tidak lah terlalu suka mengunjungi tempat tempat seperti itu.


Ketiga gadis itu pun seakan akan khilaf dengan buruan aneka jajanan dan minuman, Mereka memborong begitu banyak makanan ringan khas pasar malam juga aneka minuman lainnya, Setelah dirasa barang buruan nya dirasa sudah cukup Mereka pun mengajak Wiland dan Naka untuk duduk dibangku bawah putih.

__ADS_1


Jika tadi sewaktu berangkat Tyas memilik untuk ikut berangkat dengan numpang dimobil milik Naka, Maka sekarang adalah kebalikan nya Tyas memilih duduk disamping Wiland dan Mereka pun asik mengobrol membahas banyak hal mulai dari sewaktu Tyas kerja di supermarket dan banyak hal lainnya juga tak jarang Mereka tertawa bersama.


Hati Naka sangat sakit saat melihat sendiri Tyas dan Wiland tengah mengobrol santai dan akrab tanpa menjaga perasaan nya.


Naka berusaha tegar dan menyembunyikan kemarahan atau lebih cepatnya di sebut kecemburuan nya itu dalam dalam hingga tak nampak sedikit pun.


Diah menyadari kalau Naka tengah dibakar rasa cemburu, kemudian Dia pun menyikut lengan Tyas berharap Tyas juga menyadari nya.


"Mas Naka maafin Kami yang terlalu asik sendiri bernostalgia tentang kenangan dulu sewaktu masih kerja di supermarket." Ujar Tyas


" Nggak papa kok lanjutin aja kan Kalian memang jarang ketemu jadi wajar dong kalau Kalian asik ngobrol toh Kita setiap hari ketemu." Balas Naka.


Nampak nya ucapan Naka barusan mampu membuat hati Wiland sedikit cemburu itu berarti apa yang diucapkan Yesi dan Diah tentang hubungan Naka benar adanya.


" Eh Yas coba Kamu telpon Mbak Rina dan Mas Gunawan minta Mereka menyusul Kita kesini biar tambah ramai." Kata Diah yang mencoba menghidupkan suasana itu


" Wah ide bagus tu." Sahut Yesi


Tanpa berpikir panjang Tyas pun segera mengeluarkan HP dari dalam tas nya lalu dan segera menghubungi Mbak Rina dan ketika panggilan telepon nya sudah tersambung Tyas segera meminta kepada Mbak Rina dan Mas Gunawan agar menyusulnya di pasar malam dekat tempat tinggal Mereka.


Nampak nya hal aneh terjadi dimana Mas Gunawan seperti nya mengenali siapa Naka sebenarnya, Namun Naka yang menyadari kecurigaan Mas Gunawan itu pun mencoba mengedipkan matanya seakan memberi kode kepada Mas Gunawan agar diam saja.


" Kenapa Mas kok kayaknya Kamu aneh begitu? Tanya Mbak Rina saat melihat tatapan Mas Gunawan yang sedikit aneh cenderung gugup itu.


" Ah itu nggak Dek , Oya Mas Naka dan Mas Wiland ini sahabat ya." Jawab Mas Gunawan seraya bertanya pada Naka


Dan belum sempat Naka menjawab pertanyaan Mas Gunawan barusan itu, Tyas menyerobot menjawab pertanyaan tersebut


" Mas Naka ini sahabat Aku Mas, Dia orang baik banyak membantu Tyas bahkan kemarin sewaktu Tyas sakit dan di rawat di rumah sakit semua yang urus juga anterin Aku ya Mas Naka ini." Kata Tyas seraya mengapit lengan Naka dengan penuh semangat.


Lagi lagi Wiland kaget dan bercampur cemburu melihat adegan itu sementara hal lain tengah di rasakan oleh Naka dimana Dia merasa senang dengan perlakuan Tyas padanya itu.


" Oh ini Orang yang Kamu cerita kan kemarin itu Nduk? " Tanya Mbak Rina seraya memandang kearah Naka


" Iya." Jawab Tyas singkat namun aneh nya Dia tetap mengapit lengan Naka

__ADS_1


" Terima kasih banyak ya Mas Naka atas bantuan Mu dan semoga ALLAH membalas semua kebaikan Mu." Balas Mas Gunawan seraya membungkuk kan badannya


" Sama sama Mas, dan maaf nggak usah sungkan begitu toh Kita semua sahabat kan juga jangan panggil Aku dengan sebutan Mas panggil aja Naka biar akrab." Kata Naka seraya tersenyum kearah Tyas


Mas Gunawan tersenyum mengangguk sementara Mbak Rina menyadari kalau kedekatan Tyas dan Naka ini tidak seperti sewajarnya sahabat namun seperti kedekatan pasangan kekasih yang sedang mulai pendekatan.


Akhir nya Mereka bertujuh pun berjalan masuk ke area pasar malam dan Tyas yang sejak tadi masih mengapit lengan Naka pun tak menyadarinya hingga membuat kedua sahabat nya Diah dan Yesi menggeleng kan kepalanya.


Diah berjalan maju mendekati Tyas yang masih saja mengapit lengan Naka, kehehehen Dia pun membisikan sesuatu di telinga Tyas yang seperti nya memberi tahu Tyas


Tyas pun sadar dan segera melepaskan apitan lengan nya Naka seraya meminta maaf


" Nggak papa Kamu pantas kok mengapit lenganKu toh nanti juga sering Kamu lakukan hehehe." Balas Naka setengah bercanda


Dan tanpa sadar Tyas mengiyakan perkataan Naka barusan, Kemudian Mereka pun melanjutkan acara jalan jalan malam itu hingga malam pun tiba Mbak Rina dan Mas Gunawan pamit untuk pulang sementara Tyas dan rombongannya pun pulang ke ruko dengan diantar Wiland dan Naka tentunya.


Sesampainya di ruko tempat tinggal sekaligus tempat usahanya Tyas, Naka segera berpamitan pulang Dia berujar ada pekerjaan yang belum selesai dikerjakan tadi, Sementara Wiland memilih untuk masuk kedalam ruko.


" Yas Aku pengen ngomong berdua dengan Kamu bolehkan? " Tanya Wiland dengan nada serius.


" Ya boleh dong." Jawab Tyas seraya mengkode Diah dan Yesi agar masuk kedalam dulu


" Yas Aku pengen tanya sebenarnya ada hubungan apa Kamu dan Naka apakah murni hanya berteman atau lebih? " Tanya Wiland seraya menatap serius kearah Tyas.


" Ya Kami berteman biasa Mas sama hal kayak Aku berteman dengan Kamu dan memang nya ada apa Mas kok Kamu nanya begitu? " Tanya balik Tyas


" Ah enggak Aku hanya ingin tau saja nggak papa kan. " Jawab Wiland


" Nggak papa Mas Kita semua kan sahabat. " Balas Tyas


" Tapi Aku curiga Yas, Dia ada rasa suka sama Kamu." Ucap Wiland


" Mengenai Dia suka sama itu hak Dia Mas tapi yang perlu diketahui Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan lawan jenis entah itu pacaran atau pun apa Aku hanya ingin menikmati hubungan persahabatan saja nggak lebih. " Balas Tyas


Wiland pun mengangguk kemudian Dia pun berpamitan pulang.

__ADS_1


__ADS_2