
" Gimana Ton sudah ada kabar dari anak buah Mu itu? " Tanya Naka seraya berjalan keluar dari rungan meeting.
Seketaris Anton terlihat kaget dan bingung dengan pertanyaan Sang Majikannya barusan bukankah Agus, Doni dan Rudi baru saja berangkat guman Seketaris Anton dalam hati
" Seketaris Anton yang terhormat apakah Kau tidak dengar pertanyaan Ku barusan?" Tanya Naka mengulangi pertanyaan nya tadi.
" Eh Maaf Tuan maaf barusan Saya terlalu fokus dengan hasil meeting tadi itu." Jawab Seketaris Anton seraya memandang Sang Majikan itu
" Hee Aku paham hal itu Kamu memang Orang bisa Ku andal kan oya Kamu sudah dapat kabar dari Mereka tentang Tyas? " Tanya Naka seraya memasukkan tangannya kesaku celana
" Belum Tuan kan Mereka baru saja berangkat, Mohon bersabar dulu Tuan dan pasti Mereka akan menemukan Nona Tyas." Jawab Seketaris Anton
Naka pun mengangguk dan segera masuk kedalam ruang kerjanya, sementara Seketaris Anton terlihat tengah sibuk mengevaluasi hasil meeting tadi hingga sore pun tiba jam kantor pun telah usai dan itu tanda nya waktu pulang untuk semua karyawan kantor Bagaskara grup.
Di kediaman keluarga Pak Sugeng atau lebih tepatnya kediaman orang tuanya Ditya, terlihat Bu Ratih tengah meracik bahan masakan untuk menu makan malam keluarga seorang diri
" Ditya suruh istri Mu itu kesini bantuin Mama." Ucap Bu Ratih setengah berteriak
" Iya Ma." Jawab Ditya yang sedang berada di dalam kamar tidurnya itu
Tak berselang lama Wati pun berjalan menuju dapur menyusul Ibu mertuanya yang terlihat tengah sibuk memotongi sayuran untuk menu makan malam.
__ADS_1
" Maaf Ma tadi Wati ketiduran soalnya capek banget." Kata Wati yang sudah berdiri di samping Bu Ratih.
Bu Ratih nampak menoleh kearah Wati sebentar seraya menatap wajah Wati v dengan tatapan misterius seakan tengah menyimpan benci yang mendalam.
" Maaf Ma, Apa yang bisa Ku bantu ? " Tanya Wati
" Semua sayur dan bumbu sudah Aku siapkan sekarang giliranMu masak, Kamu bisa masak kan dulu sewaktu Tyas masih jadi istrinya Ditya,Dia yang selalu masak buat Kami dan rasa masakannya sangat enak dan sekarang Kamu yang jadi istrinya Ditya jadi Kamu yang harus masak buat Kami." Jawab Bu Ratih dengan nada dingin.
Wati terkaget kaget dengan ucapan Bu Ratih yang memintanya untuk memasak sedang Dia sendiri juga sadar kalau kemampuan nya memasak masih jauh dibawah rata rata beda jauh dengan skill memasak yang dimiliki Tyas dan hatinya juga merasakan sakit yang mendalam saat mendengar Ibu Mertua nya itu memuji muji Tyas dihadapannya.
" Kamu bisa kan? " Tanya Bu Ratih mengulangi pertanyaan nya
" I -i-iya Ma, Wati akan memasak untuk Mama, Papa dan Juga Mas Ditya tentunya." Jawab Wati dengan nada sedikit ragu takut kalau hasil masakannya itu tidak sesuai dilidah keluarga suaminya itu.
Wati yang diberi amanah untuk memasak menu makan malam itupun terlihat sangat kerepotan juga kebingungan dengan menu masakan yang dibuatnya itu
Hingga tak berselang lama Wati pun telah menyelesaikan tugasnya memasak dan menyajikan hasil masakannya itu di meja makan selalu segera memberitahu seluruh anggota keluarga untuk makan malam bersama.
" Kamu tidak bisa memasak ya kok bikin ayam kecap yang sangat simpel aja bisa keasinan begini dan ini kenapa tumis kangkung nya bisa berwarna cokelat dan lembek begini pasti Kamu terlalu lama memasaknya ? " Tanya Bu Ratih seraya menatap Wati dengan seksama
" Anu Ma itu maaf anu." Jawab Wati yang terlihat gugup
__ADS_1
" Anu anu anu anu apa tadi ditanya apakah Kamu bisa masak Kqmu jawab bisa dan sekarang rasanya seperti ini istri macam apa Kamu tidak masak begini pantesan Ditya sekarang jadi kurus tak terurus hah memang Tyas lah istri yang baik untuk Adit." Balas Bu Ratih emosi
Wati yang mendengar omelan Bu Ratih itu pun menunduk dan air matanya pun menetes jatuh membasahi pipinya rasa sakit dan nyeri sudah pasti dirasakan oleh Wati namun Dia tak berani membantah ucapan Bu Ratih.
" Sudah Ma sudah tolong jangan marah marah lagi." Ucap Ditya mencoba merayu agar Sang Mama tidak semakin larut emosi.
" Kenapa Kamu tidak Terima ya kalau Mama omelin Dia, jelas jelas punya istri yang baik eh malah dituker dengan wanita manja model begini." Sahut Bu Ratih yang semakin tersulut emosinya
Suasana dimeja makan malam ini semakin panas saling adu argumen dan saling berdebat hingga Pak Sugeng yang sedari tadi hanya diam itupun segera bangkit dari duduknya dan menggebrak meja berharap Mereka mau berhenti berdebat.
" Pa." Kata Ditya seraya memandang wajah Sang Papa
" Ma ayo Papa ajak Mama makan diluar saja." Kata Pak Sugeng seraya menggandeng tangan Bu Ratih dan mengajaknya keluar rumah untuk mencari makan.
Seperginya Papa dan Mama nya itu Ditya segera berjalan mendekati Wati yang sedari tadi menangis tersedu sedu.
" Sudah Kamu jangan nangis lagi Mama memang seperti itu orang nya, makanya Aku sering memintaMu untuk belajar memasak ya ini tujuannya agar Mama tidak emosi begitu tau Kamu tidak bisa memasak." Ucap Ditya seraya meraih tubuh Wati dan memeluknya
" Iya Mas tolong maafkan Aku, Aku akan belajar memasak dan akan selalu belajar menjadi istri dan mantu yang baik." Balas Wati yang menangis di pelukannya Ditya itu.
Kemudian Mereka berdua pun segera membereskan peralatan makan yang tak jadi digunakan itu juga membereskan makanan yang tak tersentuh sama sekali itu.
__ADS_1
Setelah semuanya sudah rapi barulah Mereka berdua masuk kedalam kamar untuk istirahat karena jujur saja Mereka sudah sangat kelelahan akibat perjalanan tadi