Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Kehancuran yang di depan mata


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Naka dan Seketaris Anton telah sampai di halaman depan Rumah milik Eyang Putri, Naka segera keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah lalu mencari keberadaan Eyang Putri.


" Mbok dimana Eyang? " Tanya Naka pada Mbok Rah yang terlihat sedang sibuk menyiapkan sayur mayur untuk menu makan malam nanti


" Lo Den Naka sudah pulang to, itu Eyang Putri lagi keluar sebentar Den katanya mau membelikan baju baru untuk Nona." Jawab Mbok Rah dengan senyum sumringah nya


" Oh, lalu dimana Bapak dan Ibuk apakah Beliau berdua sedang menemani Istriku? " Tanya Naka


" Kalau Pak Samsul tadi berpamitan mau ke ruko, sedangkan Ibuk tadi menemani Nona Tyas istirahat di kamar. " Jawab Mbok Rah


" Ya sudah Mbok , Aku mau ke ruang kerja dan tolong suruh Seketaris Anton menyusul ku di raung kerja." Ucap Naka seraya berjalan menuju ruang kerja dilantai atas itu.


Mbok Rah pun mengangguk dan segera memberi tahu Seketaris Anton yang tengah asik mengobrol ria dengan Pak Prapto itu untuk segera menyusul Naka di ruang kerja nya.


Seketaris Anton berjalan langsung naik ke lantai atas menyusul Naka di ruang kerja nya yang ukurannya lumayan besar itu, sesampainya di ruang kerja itu Dia mendapati Naka dengan tatapan penuh amarah itu tengah duduk di depan meja kerjanya


" Tuan, Anda baik baik saja kan? " Tanya Seketaris Anton seraya menutup pintu itu rapat rapat


" Apakah perlu Aku jawab pertanyaan konyol Mu itu, dan menurutmu hati suami mana yang tidak hancur dengan musibah yang ternyata sudah direncanakan oleh penjahat yang hendak mencelakai Istrinya hingga membuat nya kehilangan calon bayi dalam kandungan itu? " Kata Naka sedikit emosi


Mendengar perkataan Naka barusan sukses membuat nyali Seketaris Anton menciut sungguh Dia sadar dan tau kalau kini Naka tengah dikuasai oleh emosi yang sangat memuncak dengan kenyataan bahwa Maritha lah dalang di balik musibah ini.


" Tolong maaf kan Saya Tuan, sungguh Saya tidak bermaksud untuk menusuk perasaan Anda lalu tindakan apa yang akan Tuan ambil sekarang? " Tanya Seketaris Anton


Naka terlihat berpikir sejenak dengan pertanyaan yang diutarakan oleh Seketaris Anton barusan, sungguh tak bisa di pungkiri kalau dirinya memang tengah dikuasai emosi yang sangat meledak ledak.


Sementara itu Mobil yang di kendarai sendiri oleh Eyang Putri terlihat sudah memasuki area parkir khusus mobil di depan rumah milik Eyang Putri dan terlihat Eyang Putri Turun dari mobil dengan membawa sebuah paper bag yang berukuran sangat besar dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Mbok Rah apakah Naka sudah pulang kok mobilnya sudah ada di garasi? " Tanya Eyang Putri pada Mbok Rah


" Sudah Buk." Jawab Mbok Rah singkat


" Oya tumben jam segini sudah pulang, lalu dimana Dia sekarang? " Tanya Eyang Putri

__ADS_1


" Itu Buk Den Naka terlihat sangat emosi dan mencari cari keberadaan Eyang Putri nggak ketemu dan akhirnya Dia pun langsung menuju tempat kerja di lantai dua ." Jawab Mbok Rah panjang lebar


" Lo memang nya ada masalah apa Mbok coba biar Aku temui Dia dan tanya baik baik siapa tau Dia punya masalah serius." Sahut Eyang Putri


Eyang Putri meminta Mbok Rah untuk membawa paper bag itu kedalam kamar tidur nya sementara Beliau sendiri terlihat tengah berjalan menyusul Naka di dalam ruang kerjanya di lantai dua


Sesampainya di depan ruang kerja itu, Eyang Putri mengetuk pintunya terlebih dahulu lalu meminta ijin apakah Beliau di ijinkan untuk masuk dan ternyata diijinkan.


" Sayang Kamu kenapa kok tadi Mbok Rah bilang kamu cemberut kusut dan emosi, ada apa sayang coba Kamu cerita ke Eyang siapa tau Eyang Putri bisa membantu? " Kata Eyang Putri mencoba mencair kan suasana yang sangat dingin itu


" Eyang, tolong sekarang jangan halangi Naka untuk memutuskan hubungan kontrak kerja antara perusahaan Bagaskara grub dengan pihak perusahaan Pranoto grub juga Naka akan menarik seluruh saham Bagaskara grub di perusahaan induk maupun anak cabang Pranoto Grub."Ucap Naka dengan nada tegas


" Loh loh ada masalah apa sayang kok tiba tiba Kamu mengambil keputusan seperti itu, Perusahaan Pranoto grub itu partner Bagaskara grub sejak dulu sayang pendiri Pranoto grub itu sahabatnya Eyang Kakung Mu lo." Sahut Eyang Putri heran dengan keputusan yang akan Naka ambil itu


" Aku tidak peduli Eyang, soal klien Naka masih bisa cari Klien baru lainnya toh masih banyak daftar perusahaan besar yang mau bekerja sama dengan pihak Kita." Balas Naka


Eyang Putri semakin heran dengan ucapan Naka barusan, ada apa masalah apa gerangan hingga membuat Naka menjadi semarah itu, dan Beliau pun menatap wajah Seketaris Anton seakan tengah bertanya apa yang sebenarnya terjadi namun nampaknya Seketaris Anton tidak punya keberanian untuk memberi tahu Eyang Putri.


" Lagi pula apa yang sebenarnya terjadi kenapa Kamu se emosi ini coba Kamu cerita ke Eyang? " Lanjut Eyang Putri


Naka menatap mata Eyang Putri dalam dalam sekan tengah mengumpulkan keberanian untuk menceritakan apa yang tadi Dia dengar pembicaraan antara Maritha dengan Tomy.


" Ayo sayang Kamu cerita biar Eyang Putri bisa membantumu mengambil solusi agar Kamu tidak gegabah? " Kata Eyang Putri mengulangi pertanyaan nya


" Sekali lagi Naka minta maaf ke Eyang kalau keputusan yang Naka ambil ini sudah bulat dan kerugian di perusahaan Mereka itu tak sebanding dengan apa yang Tyas dan Naka rasakan sekarang ini." Jawab Naka yang terlihat emosi


Eyang Putri semakin bingung manakala mendengar jawaban dari Naka barusan sungguh Beliau tidak menaruh curiga sama sekali.


" Tunggu apa maksud Mu dengan ucapan Mu barusan itu Naka jangan bilang bila kejadian yang menimpa Tyas ini ada hubungannya dengan Mereka? " Tanya Eyang Putri yang mulai penasaran.


" Ya apa barusan Eyang ucapkan itu benar , ternyata Maritha lah dalang di balik musibah ini." Jawab Naka dengan emosi yang semakin meninggi


Eyang Putri shock dengan jawaban Naka barusan dan Beliau pun langsung menatap Wajah Naka dengan tatapan penuh keseriusan

__ADS_1


" Dari mana Kamu tau kalau Maritha lah dibalik musibah yang menimpa Tyas tempo hari itu dan bukan kah pelakunya adalah seorang Pria? " Tanya Eyang Putri


" Ya orang itu adalah suruhannya Tomy atas permintaan Maritha , Dia meminta bantuan ke Tomy untuk mencelakai Tyas hingga membuatnya keguguran dan Tomy langsung membayar seseorang untuk melakukan kejahatan itu Eyang dan hari ini secara tidak sengaja Naka dan Seketaris Anton mendengar semua percakapan antara Maritha dan Tomy itu ." Jawab Naka


" Apaaaaa, kurang ajar sekali Dia, Anton sekarang juga Kamu telepon seluruh direksi Bagaskara grub dan minta Mereka semua untuk datang ke hotel dan malam ini juga Kita meeting." Sahut Eyang Putri yang juga tersulut emosinya.


" Baik Eyang perintah Anda akan segera Saya laksanakan." Balas Seketaris Anton


Kemudian Seketaris Anton pun terlihat menelpon seluruh anggota dewan direksi Bagaskara Grub dan meminta Mereka semua ke hotel bintang lima pusat kota itu untuk meeting.


Selesai dengan perbincangan panas penuh emosi itu, Eyang Putri Naka dan juga Seketaris Anton pun segera berangkat ke hotel tempat akan dilaksanakannya meeting dadakan itu dan tak lupa tadi sebelum berangkat Naka berpesan ke Mbok Rah agar Beliau menyampaikan ke Tyas juga Bu Rukmi kalau dirinya dan Eyang Putri harus rapat sebentar malam baru pulang.


Mereka bertiga berangkat ke hotel dan tak berselang lama Mereka telah sampai di loby hotel dan langsung di sambut oleh Manager hotel tersebut lalu langsung diantar ke ruang meeting room kelas VVIP hotel tersebut.


Dan ternyata Mereka telah di tungguin oleh para anggota dewan direksi Bagaskara Grub dan Eyang Putri pun memulai meeting sore menjelang malam itu yang intinya memberitahu kepada seluruh jajaran dewan direksi Bagaskara grub kalau mulai sore itu Bagaskara grub sudah putus hubungan kerja dengan Pranoto Grub dan memerintahkan agar seluruh saham milik Bagaskara Grub yang ada di perusahaan Pranoto Grub agar ditarik seluruhnya juga meminta agar perusahaan Pranoto grub untuk segera melunasi seluruh hutang piutang ke perusahaan Bagaskara grub segera.


Seperti yang sudah dapat di duga banyak diantara anggota dewan direksi itu yang bertanya mengenai alasan pemutusan hubungan kerja juga penarikan saham Bagaskara grub tersebut mengingat kedua perusahaan itu sudah sangat lama berkolaborasi dalam dunia usaha properti.


Dan dengan tegas nya Eyang Putri memberi jawaban ke Mereka semua tentang alasan sebenarnya yang mendasari keputusan terberat itu yang bagai mana tidak berat Mereka telah kerja sama sudah sejak dulu.


Setelah mendengar penjelasan dari Eyang Putri tentang alasan pemutusan hubungan kerja itu akhirnya seluruh anggota dewan direksi itupun paham dan langsung menyetujui perintah dari Eyang Putri selaku Ketua Presiden Direktur dari Bagaskara Grub.


Banyak diantara Mereka yang menyayangkan sikap ceroboh juga kenekatan Maritha yang dengan berani mencelakai Tyas hingga akhirnya perusahan milik Papanya harus terdampak dan pasti kebangkrutan akan pelan pelan menghampiri Mereka apalagi selama ini Bagaskara Grub lah yang selalu mendanai setiap proyek tender besar Pranoto Grub itu.


Hal itu membuat perusahaan Pranoto Grub menanggung banyak hutang ke perusahaan Bagaskara Grub namun perusahaan Bagaskara Grub tak pernah sekalipun menagih nya hingga kejadian yang membuat Eyang Putri juga Naka murka dan naik pitam inilah yang membuat perusahaan Pranoto Grub harus melunasi hutang piutang nya kalau tidak ingin kasus nya di bawa ke meja hijau.


Selesai menyampaikan maksud dan tujuan meeting itu di gelar, Eyang Putri menjamu seluruh tamu yang hadir itu dengan masakan khas berkelas yang khusus di masak oleh koki profesional Hotel tersebut untuk acara makan malam.


Sungguh sangat di sayangkan hanya karena rasa egois dan juga urusan pribadi membuat seorang Maritha Pranoto nekat melakukan kejahatan terhadap istri dari pemilik perusahaan besar yang selama ini menjadi rekanan bisnis itu


Dan semua orang tidak bisa membayangkan bagaimana wajah kecewa nya Direktu Wijaya Pranoto saat Beliau tau kenyataan bahwa Mereka sudah putus hubungan kerja itu terlebih semua ini adalah akibat dari ulah putri semata wayang nya yang digadang gadang menjadi pengusaha hebat nanti yaitu Maritha .


Mereka semua yang menyantap menu makan malam itu dengan suasana hangat penuh kekeluargaan hingga akhirnya acara pun telah usai dan Mereka semua pun kembali ke rumah masing masing.

__ADS_1


__ADS_2