
Jika biaasa nya Ditya jarang menghubungi Tyas di sela sela waktu istirahat kerja , Dan sudah dua hari ini ada yang berbeda Ditya selalu menghubungi Tyas meski hanya sepuluh menit di waktu istirahat siang nya dan juga menyempatkan diri mengirim sms untuk Tyas meski hanya sekedar mengingatkan jangan lupa minum air dan juga istirahat sebentar .
Tyas merasa sedikit aneh dengan sikap Ditya akhir akhir ini tapi satu sisi Dia sangat bahagia dengan perhatian perhatian kecil yang diberikan Ditya itu dan Dia pun juga mengimbanginya dengan membalas pesan sms juga menghubungi balik Ditya jika tadi ada panggilan dari Ditya terlewatkan dalam Tyas ingin menjadi ssorang istri yang baik untuk Ditya seperti nasehat Sang Bunda tempo hari dan Dia juga merasa Ditya juga tengah merusaha menerima semua ini mereka berdua sama sama berjuang .
Saat Tyas merasa bahagia dan merasa dihargai oleh Ditya selayaknya istri dengan saling mengabari saling memberi perhatian perhatian kecil .
Ditya merasa sudah saat nya Dia berusaha menumbuhkan cinta di hatinya Ditya selalu teringat pesan Sang Papa juga pesan Pak Samsul Sang Mertua meski perasaan di hati nya masih ada Wati yang bertahta menguasai cinta juga sayang yang dimiliki Ditya tapi sesungguhnya rasa itu sudah mulai terbelah sedikit demi sedikit berpindah ke Tyas seperti pepatah jawa lama yang berbunyi " Witing tresno jalaran soko kulino ( Mulanya cinta berawal dari kebiasaan )." Bagaimana tidak terkikis Ditya tinggal bersama Tyas dan sudah bisa ditebak mereka selalu bersama dari pagi hingga pagi lagi mereka hanya terpisah saat waktu kerja dan saat tidur saja karena mereka masih berbeda kamar pesona Tyas yang secara fisik cantik anggun tegas disiplin dan secara sikap orang nya baik penuh tanggung jawab mampu menggoyahkan benteng kesetiaan dihati Ditya untuk Wati seorang .
" Yas kok Aku perhatikan akhir akhir ini Mas Ditya lebih sering menghubungi mu hubungan kalian sangat erat sepert pasangan i suami istri yang baru nikah saja kalian murni kakak dan adik saja kan ?" Tanya Diah saat melihat Tyas tengah selesai menerima panggilan telepon dari Ditya di sela sela waktu makan siang bersama Tyas .
Tyas sedikit kaget bercampur bingung dengan pertanyaan dari sahabat nya itu .
" Em itu em iya kami kakak beradik kok ." Jawab Tyas sedikit gugup
Sebenarnya Tyas ingin berterus terang kepada Diah tentang status nya dengan Ditya yang sebenarnya akan tetapi Tyas teringat pwrjanjiannya dengan Ditya bahwa mereka tidak boleh memberitahu siapa pun tentang status pernikahan mereka Ditya beralasan itu sebagai privasi mereka dan keluarga saja .
Diah terlihat kurang puas dengan jawaban Tyas tapi sebagai sahabat Diah pun mengangguk tanda percaya atas jawaban Tyas barusan .
__ADS_1
Kemidian mereka berdua pun melanjutkan kerjaan masing masing
Tyas merasa waktu berjalan lambat hingga terasa lama baginya menunggu waktu pulang untuk memasak membereakan rumah makan bersama ngobrol bersama Ditya lalu istirahat entah lah Tyas merasa heran dengan dirinya akhir akhir ini yang merasa nyawan bersekatan dengan Ditya meski hanya mengobrol santai makan bersama jalan jalan bersama bahkan belanja sayur juga kebutuhan lainnya bersama pun sangatbmenyenangkan bagi Tyas .
Tyas juga merasa sepi jenuh dan sedikit curiga saat jauh dengan Ditya dan selalu terbayang bayang wajah Ditya apakah itu yang dinamakan jatuh cinta dan merasa rindu saat berjauhan .
Ditya juga hampir sama dengan perasaan yang tengah dirasakan Tyas , Dia merasa waktu pulang kerja kok lama sekali ingin segera pulang kerumah ketemu Tyas walau hanya sekedar bercanda ngobrol santai tapi mampu membuatnya senang hingga sering kali Ditya terlihat membuka hp nya sekedar melihat apakah Tyas mengiriminya pesan sms perhatiaan nya kepada Wati juga sudah mulai berkurang begitu juga dengan waktu telepon atau pun sms kepada Wati pun berkurang terkadang Ditya sengaja mengabaikan panggilan masuk dari Wati Ditya lebih senang saat ada nada dering tanda ada panggilan masuk itu panggilan dari Tyas bukan dari Wati nampaknya tembok kesetiaan itu sudah mulai runtuh sedikit demi sedikit sama hal nya dengan Tyas yang merasa ingin dekat terus dengan Ditya ,bahkan boleh dibilang Ditya akhir akhir ini sedikit manja caper ke Tyas merasa ada yang kurang jika belum menghubungi Tyas saat kerja Ditya selalu terbayang bayang wajah cantik kalem nya Tyas
Ya mereka berdua saling merindukan satu sama lainnya saling mencoba menerima pernikahan itu juga mulai belajar memahami kekurangan masing masing
Hal yang sedikit berbeda dengan yang dialami Wati dimana Dia merasa Ditya sedikit berubah sikap nya tak semanis sehangat dulu jika dulu Ditya setiap hari setiap jam selalu menelpon maupun mengirim pesan untuk nya lebih dulu kini berbeda Dirinya lah yang memulai menghubungi atau pun mengirim pesan bahkan kadang kadang panggilan teleponnya pun tidak diangkat dan mengirim pesan sedang sibuk pekerjaan dikantor menumpuk dan jika dulu hampir tiap minggu Dia selalu mengunjungi nya sekarang pun jarang harus Wati yang meminta dikunjungi dengan setengah ngambek barulah Ditya datang menjenguknya Wati curiga ada sesuatu hal yang tengah Ditya sembunyikan darinya dan Dia pun bercerita dengan Tyas lewat sambung telepon
" Halo Yas kamu lagi ngapai , Sibuk nggak ?" Tanya Wati
Tyas yang sedang duduk santai karena hari ini Dia bagian shift malam pun menjawab .
" Halo Wat , Nggak sibuk ini lagi duduk aja ada apa Wat ." Jawab Tyas .
__ADS_1
" Aku mau curhat Yas boleh nggak ?" Tanya Wati
" Boleh dong eh tapi sekalian temani Aku memasak untuk suami ku ya kan nanti sore jam lima Aku harus berangkat kerja jadi tidak sempat masak lagi ." Jawab Tyas.
Kemudian Wati mulai bercerita tentang perubahan sikap Sang Pacar pada Tyas dengan detil mulai menghilangnya kebiasaan menelpon atau pun menjenguknya .
Tyas mendengarkan curhatan Wati dengan seksama sambil memasak menu makan malam untuk Ditya karena sebentar lagi Dia harus berangkat kerja .
" Kalau menurutku sih ada baiknya Kamu minta Dia ke Yogyakarta jenguk Kamu nah waktu Dia di sana coba ajak bicara baik baik tentang arah tujuan hubungan kalian juga Kamu harus maklumi Dia Wat kan Jakarta Yogyakarta jauh mungkin Dia juga capek ." Nasehat Tyas .
Wati berkata inti nya Dia merindukan sosok Ditya yang dulu tidak dingin dan acuh seperti sekarang ini .
Obrolan kedua sahabat ini pun berlanjut dengan di selingi canda tawa hingga Tyas selesai masak dan merapikan dapur agar tidak berantakan selesai masak ibrolan mereka pun tetap berlanjut hingga tanpa Tyas sadari kalau Ditya sudah berdiri di belakang nya .
Bersambungg
Pembaca tercinta ku bagaimana kabar semua nya semoga pembaca semua diberi kesehatan kelancaran ketetapan iman dan dimurahkan rejeki nya aamiin
__ADS_1