Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Luapan emosi


__ADS_3

Ditya terus saja meratapi dan menyesali perpisahan nya dengan Tyas, ya meskipun dulu rasa cintanya tidak lah sebesar rasa cintanya terhadap Wati namun kini kini keadaan itu sudah berbalik .


Terlebih lagi saat dirinya mengingat bagaimana kemarahan kedua Orang Tua nya atas kejadian perpisahannya dengan Tyas dan pernikahan sirinya secara diam diam dengan Wati.


Ditya berdiri di pinggir danau dan berteriak kencang mengeluarkan beban dihatinya


" Kenapa semua ini harus terjadi kenapa Aku harus kehilangan wanita sebaik dan secantik Tyas semua ini tidak adil untuk Ku, Ya Tuhan beri hamba kesempatan sekali lagi untuk bisa kembali bersama Tyas." Teriah Ditya


Puas berteriak mengeluarkan beban dihatinya, Ditya pun kembali duduk di kursi bangku yang berada di pinggiran danau buatan itu.


HP milik Ditya terlihat berdering berulang kali Dia sempat melirik nya ternyata panggilan Wati namun kelihatannya Ditya tidak berniat untuk menjawab panggilan telepon dari istrinya itu


Dia menikmati kesunyian danau buatan malam itu sendirian hanya ditemani minuman, memang benar peribahasa kalau penyesalan itu datangnya belakangan dan kini dirinya tengah merasakan itu.


Jika saja dulu Dia tidak ceroboh melakukan kesalahan dengan menikahi Wati mungkin kini dirinya sudah hidup bahagia dengan rumah tangga yang harmonis bersama Tyas wanita yang dijodohkan oleh kedua Orang Tuanya untuk menikah dengan dirinya itu.


" Mau sampai kapan Kamu akan terpuruk seperti ini Bro? " Tanya Wiland seraya duduk di samping Ditya


Ditya menoleh kaget saat mendengar kata sapaan Wiland barusan Dia terlihat bingung dengan kedatangan sahabat nya itu .


" Mau sampai kapan Kamu terus begini meratapi menyesali keadaan ini? " Tanya Wiland seraya membuka botol minuman kopi kalengan itu


" Lo Kamu kok tau kalau Aku disini Bro? " Tanya balik Ditya

__ADS_1


Wiland terlihat meneguk minuman kopi kalengan itu .


" Istri Mu tadi nelpon Aku, Dia nyariin Kamu katanya Kamu belum pulang dari tadi sore ya Aku bisa nebak Kamu pasti ke sini dan ternyata benar kan." Jawab Wiland seraya menoleh kearah Ditya.


" Oh." Balas Ditya singkat


" Kamu kenapa sih ada masalah apa, Kalian bertengkar atau gimana? " Tanya Wiland dengan nada serius


" Nggak Aku dan Wati baik baik saja Kami tidak bertengkar kok." Jawab Ditya tanpa menoleh kearah sahabat karibnya itu


" Kamu jangan bohong Kita ini bersahabat cukup lama ,Aku tau saat Kamu baik baik saja atau tidak atau mungkin ini ada hubungannya dengan Tyas? " Tanya Wiland yang meminta agar sahabat nya itu bercerita


Akhirnya Ditya pun tidak bisa berbohong lagi Dia pun bercerita jujur kepada Wiland mengenai kejadian tadi sore saat dirinya ke ruko tempat Tyas dan penolakan Tyas atas ajakannya untuk rujuk, sementara Wiland yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik akhirnya ikut bicara dan mengomentari Sahabat karibnya itu.


Ditya kaget saat mendengar kata yang diucapkan Wiland barusan dan Dia pun terlihat bingung.


" Apa maksudMu? " Tanya Ditya seraya menoleh kearah Wiland


" Ya Kamu jangan egois ingatlah dulu Kamu acuhkan Dia demi cinta pertama Mu si Wati itu hingga Kamu tega menghianati nya dengan selingkuh dan diam diam menikah siri dibelakangnya dan sekarang Kamu balik kejar kejar Dia dengan alasan Dia adalah wanita terbaik untukMu lalu Kamu mau korbankan Si Wati yang notabene sekarang Dia adalah istri Mu apakah itu bukan egois namanya? " Jawab Wiland dengan nada serius


Ditya terlihat terdiam dan termenung dengan kata kata Wiland barusan.


" Bahkan Kamu tidak bisa menyangkal perkataan Ku barusan Kan? " Tanya Wiland seraya menenggak kembali minuman kalengan itu

__ADS_1


" Kenapa semua ini tidak adil untukKu Bro kenapa Aku bisa begitu teledor dan ceroboh hingga mengakibatkan Aku kehilangan istri sebaik Tyas kenapa Bro kenapa ? " Ucap Ditya seraya mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya itu


"Mungkin ini sudah bagian dari takdir hidup yang harus Kamu jalani Kamu harus ikhlas dan Terima ada nya dan jangan terus terusan menyalahkan diri sendiri juga jangan terus berlarut dalam genangan kesedihan penyesalan ingat semua ini adalah resiko konsekuensi atas tindakan yang Kamu ambil." Kata Wiland mencoba menasehati sahabatnya itu.


Ditya mendengar nasehat sahabat nya itu dan mulai memikirkan kata kata Wiland barusan.


" Ingat Bro setiap tindakan yang Kita ambil pasti ada resiko konsekuensi nya entah itu baik atau pun buruk Kamu ingat dulu Aku pernah mati matian mengingatkan Mu agar tak menikahi Wati namun Kamu tetap nekat menikahinya secara sembunyi sembunyi hingga akhirnya bom waktu meledak dan semua orang tau kenyataan itu termasuk istri dan kedua Orang Tua mu juga kedua Mertua Mu." Kata Wiland


" Ya Aku ingat semua Bro ." Balas Ditya lirih


" Dulu Kamu menikahi Wati secara diam diam tanpa sepengetahuan semua orang dengan dalih cinta dan mengorbankan Tyas tanpa memikirkan perasaan nya dan sekarang Kamu hendak mengejar Tyas kembali denganalasan yang sama yakni dalih cinta juga rasa nyaman dan Kamu mau mengorbankan Wati tanpa memperdulikan perasaan nya dimana kewarasan pikiran Mu itu Bro? " Tanya Wiland


" Ya Aku memang sudah tidak waras dan semua ini adalah imbas dari perpisahan Ku dengan Tyas semua ini adalah resiko atas kebodohanKu sendiri." Jawab Ditya seraya menundukkan kepalanya.


Wiland menatap wajah sahabat karibnya itu dengan tatapan melas sungguh Dia merasa iba dengan kejadian yang menimpa sahabat karibnya itu namun Dia tidak bisa berbuat banyak mengingat kini Tyas sudah punya pasangan baru dan juga Ditya pun sudah ada Wati.


" Sudahlah jangan terus terusan menyalahkan diri sendiri itu tidaktidak lah berguna, yang terpenting sekarang Kamu harus bangkit kembali dan tata masa depan indahMu juga Kamu harus ikhlas dengan semua ini juga ikhlas menerima Wati sebagai istri Mu satu satunya seperti janjiMu dulu waktu menikahinya." Ujar Wiland seraya mengusap pundak sahabat nya itu.


" Ya mungkin Kamu benar namun sangat sulit bagiku mengikhlaskan semua ini juga melupakan Tyas." Balas Ditya


" Ya Aku paham tapi Aku percaya seiring berjalannya waktu Kamu pasti bisa, lepaskan Tyas dan biarkan Dia menemukan kebahagiaan nya dengan yang lain dan Kamu juga kejar kebahagiaan Mu dengan Wati." Nasehat Wiland dengan nada serius


Hingga waktu pun berjalan cepat dan tanpa terasa malam pun semakin larut dan Mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing masing

__ADS_1


__ADS_2