Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Ayam ungkep


__ADS_3

Kelihatan nya Naka tidak menemukan sedikit pun kebohongan pada diri Tyas, terlihat dari sorot matanya yang tajam Naka percaya kalau Tyas tidak berbohong


Hingga akhirnya hatinya pun menjadi luluh kembali dan menjadi semakin tak tega manakala melihat sang istri tengah menangis pilu akibat ucapannya barusan itu.


Naka pun bergeser duduknya mendekati sang istri dan langsung meriah kepalanya membawanya dalam pelukan lembutnya itu sembari mengecup kening sang istri Dia pun berkata.


" Sayang maafkan Aku yang telah mencurigai mu bersekongkol dengan mantan suamimu itu, itu semua karena Aku trauma dengan pengalaman pahit ku dulu bersama mantanku dan perlu Kamu tau Aku sangat mencintai dirimu bahkan Aku rela berkorban nya demi mu, Kamu adalah belahan jiwaku sayang Kamu masa depanku." Kata Naka


Tyas yang berada di pelukan sang suaminya itu pun semakin terisak tangisan nya dan membalas erat pelukan dari Naka itu


" Aku juga sangat mencintai mu Mas dan Aku berharap Kita bisa menua bersama selalu bersama baik saat susah maupun senang selalu bersama dan juga Kita janji jangan ada kesalahan paham lagi diantara Kita karena Kita sudah sepakat untuk mengubur masa lalu masing masing." Kata Tyas lirih


" Iya sayang Aku janji Aku tidak akan mengecewakan Mu dan Aku janji hal ini tidak akan terjadi lagi." Sahut Naka


Naka dan Tyas pun berpelukan sembari saling meminta maaf, Sementara Pak Prapto yang duduk di bangku kemudi itu pun ikut merasa lega sebab kesalah pahaman di antara dua majikan nya telah usai dan terganti dengan adegan kemesraan pelukan


Hingga deheman dari Pak Prapto lah yang membuyarkan pelukan diantara Mereka berdua itu dan dengan sedikit malu Naka meminta kepada Pak Prapto untuk pura pura tidak mendengar perdebatan Mereka barusan


Hingga tak berselang lama Mereka telah sampai di bandara udara, Pak Prapto membantu menurunkan dua buah koper kecil milik kedua majikannya itu, Naka memberitahu Pak Prapto agar langsung pulang saja tidak udah menunggu Dirinya dan Tyas terbang dan Pak Prapto pun menurutinya.


Naka mengajak Tyas untuk segera cek in karena waktu Mereka sudah sangat mepet dan benar saja selesai cek in Mereka diminta untuk segera masuk kedalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan segera lepas landas terbang menuju bandara Narita Jepang.


Dia dalam pesawat Naka ternyata memesan kursi bisnis class untuk dirinya dan Tyas yang tempat duduknya super mewah nyaman dan berdampingan itu.

__ADS_1


Ini adalah pengalaman kedua bagi Tyas untuk terbang keluar negeri, rasa gugup dan takut itu pasti dan sangat wajar dirasakan oleh Tyas namun meskipun dirinya gugup Tyas masih sanggup dan sukses meredam nya hingga tak nampak sedikitpun kegugupan dalam dirinya itu.


Di sepanjang penerbangan menuju Jepang terlihat Naka meraih dan menggenggam erat tangan Tyas, sungguh Dia telah menyesal kenapa harus mendahulukan ego nya menanyai Tyas dengan nada yang penuh emosi dan Dia berjanji akan bersungguh sungguh untuk meminta maaf pada Tyas ya meskipun Tyas telah memaafkan dirinya.


Mereka menyantap hidangan yang disajikan oleh para pramugari pesawat tersebut hingga habis dan setelah itu Mereka pun tertidur hingga pesawat pun trlah landing di bandara tujuan yakni bandara Narita Jepang.


Dan ternyata Mereka berdua telah di jemput oleh pihak pegawai hotel berbintang tempat Mereka akan menginap di Jepang sekitar seminggu kedepan.


Sementara itu di rumah kediaman pasangan Ditya dan Wati , terlihat hari ini Wati sedang tidak enak badan dan Dia memilih ijin tidak masuk kerja juga membiarkan Nila berangkat kerja bareng Ditya.


Seharian ini Wati terlihat hanya berbaring lemas di ranjang tempat tidurnya hingga sore pun tiba Nila yang pulang lebih dulu pun segera mengetuk pintu kamar Wati laku masuk memastikan keadaan Wati bagaimana bagaimana


Lalu pamit beranjak ke dapur untuk memasak makan malam untuk Mereka bertiga nanti , dan sangking asiknya memasak Nila tidak menyadari kalau Ditya sudah pulang dari kantor dan tengah asik mengamati dirinya yang tengah sibuk memasak itu.


" Hay Mas Ditya sudah pulang ya, ini Mas Aku lagi ngungkep ayam." Jawab Nila dengan senyuman manis nan maut itu


" Oh pantesan aja aromanya sedap banget, oya dimana Wati bukanlah seharusnya Dia yang masak ? " Tanya Ditya yang tak melihat keberadaan sang istri di dapur


" Itu Mas, Wati lagi tidak enak badan dan sekarang Dia lagi istirahat di kamarnya tolong Kamu temani Dia ya Mas nanti kalau masakan Ku sudah selesai tak panggil." Jawab Nila yang lagi lagi melemparkan senyum manis kearah Ditya


Ditya yang melihat senyuman manis nan teduh Nila itupun mulai teringat kembali ke pada Tyas, mantan istrinya itu juga memiliki senyuman manis nan teduh juga menawan hati.


Sungguh sangat sulit bagi Ditya untuk menghapus jejak sekaligus melupakan sosok Tyas dari dalam benak juga hidupnya itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya Dia pun memilih untuk pergi kekamar memastikan bagaimana keadaan Wati saat ini sembari menunggu Nila selesai masak.


Di dalam kamar Dia memdapati Wati tengah terbangun dan duduk ditepian ranjang, Ditya pun segera berjalan menghampiri Wati dan langsung meraba kening nya


" Bagaimana keadaan Mu sekarang dek? " Tanya Ditya pada Wati


" Agak lumayan Mas, oya Kamu pasti lapar kan? " Tanya balik Wati


" syukurlah kalau begitu, lumayan sih apalagi tadi pas nyium aroma masakan nya Nila puhhh jadi lapar." Jawab Ditya setengah bercanda


" Ya sudah kalau begitu yuk Kita keluar, pasti Nila sudah selesai masaknya tadi Dia bilang mau masak ungkep ayam lo Mas." Sahut Wati


Kemudian Mereka berdua pun terluhat keluar kamar dan langsung berjalan menuju meja makan dan benar saja Nila sudah selesai memasak dan sudah selesai menatanya diatas meja makan.


" Baru aja Aku mau panggil Kalian, eh nggak taunya Kalian sudah keluar makananya sudah siap yuk Kita makan." Kata Nila sesaat setelah melihat Wati dan Ditya telah sampai di depan meja makan itu


Kemudian Mereka bertiga pun mulai makan malam dengan suasana yang hari ini sedikit berbeda yakni lebih hangat dengan diselingi candaan penuh kekeluargaan tentunya, hingga tiba tiba Wati berujar.


" Nil siapa aja yang nanti jadi suamimu pasti senang deh habisnya masakan mu sangat lah enak." Kata Wati memuji hasil masakannya Nila


" Ah Terima kasih banyak dan nampaknya Kamu berlebihan bestie." Balas Nila


" Ah nggak Nil memang masakan mu ini enak banget dan pasti yang menjadi suami itu sangat beruntung banget hidupnya." Sahut Ditya menimpali ucapan Wati

__ADS_1


" Terima kasih Terima kasih atas pujian Kalian berdua ini."


__ADS_2