
" Sekarang Kamu istirahat dulu ya sayang biar kesehatan Mu cepat pulih kembali." Kata Naka seraya membetulkan bantal diatas ranjang pasien itu
" Iya Mas, tapi Aku pengen Kamu berbaring di samping Ku." Sahut Tyas
Entah kenapa akhir akhir ini Tyas merasa selalu rindu dan ingin selalu berdekatan dengan Naka suaminya itu, Dia selalu ingin dipeluk dan selalu ingin berada di sisiNya namun Dia selalu menolak untuk di ajak bercinta sungguh aneh mungkin bawaan bayi yang di kandung nya guman Naka dalam hati.
" Siyap sayang Aku akan menemani Kamu istirahat tapi janji ya pulang dari sini jatah Ku dobel hehehe." Balas Naka setengah bercanda
Ranjang tempat Tyas di rawat itu ukuran nya lumayan besar jadi muat untuk berbaring dua orang, Naka berbaring di samping istrinya yang tengah diinfus tangannya itu, kemudian Mereka pun mengobrol santai.
"Sayang Kamu tau nggak apa yang tengah Aku rasakan saat ini? " Tanya Naka seraya membelai rambut Tyas
Mendengar pertanyaan Naka barusan Tyas hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tau dengan apa yang tengah dirasakan Naka saat ini.
" Aku merasa sangat bahagia bersyukur ke pada Allah atas semua kebahagiaan yang telah di anugrah untuk Ku, Aku bersyukur Allah memberi Ku jodoh wanita sebaik dan secantik Kamu yang inshaAllah sholehah dan sekarang Allah tengah menghadiahi rasa syukur ku itu dengan menitipkan calon bayi yang kini telah ada di rahim Mu ini." Jawab Naka seraya mengusap usap perut Tyas
Mendengar ucapan Naka barusan membuat Tyas terharu hingga meneteskan air mata dan langsung memeluk erat tubuh Naka yang juga terlihat meneteskan air mata itu.
" Ketahui lah Mas, Aku juga sangat bersyukur kepada Allah atas semua kebahagiaan ini, Aku yang pernah gagal dengan rumah tangga ku dulu dan kini Allah menggantinya dengan memberi ku jodoh laki laki sebaik Kamu yang inshaAllah sholeh bisa membimbingku ke jalan yang di Ridhoi Allah dan sekarang kebahagiaan Ku hampir sempurna dengan hadirnya calon malaikat malaikat kecil yang Kini tengah tumbuh di sini." Sahut Tyas seraya mengusap perut nya itu.
" Kita sama sama bersyukur sayang dan sebagai wujud syukurnya selepas pulang dari sini Kita adain acara pengajian sekaligus meenyantuni anak yatim, gimana Kamu setuju kan? " Tanya Naka meminta pendapat Tyas.
" Iya Mas itu ide yang sangat baik dan Aku sangat setuju." Jawab Tyas seraya tersenyum manis kearah Naka.
__ADS_1
Kemudian Naka pun meminta Tyas untuk istirahat tidur siang sementara dirinya terlihat membuka laptop kerjanya mengecek file file pekerjaan yang barusan dikirim oleh Seketaris Anton itu
Hingga waktu pun berjalan cepat dan hari ini Tyas sudah diperbolehkan pulang dengan catatan harus banyak istirahat tidak boleh melakukan banyak aktifitas dulu juga harus banyak makan makanan yang bergizi seimbang dan lebih banyak mengkonsumsi buah buahan dan banyak minum air putih.
Hari ini Naka dan Tyas di jemput oleh Eyang Putri dan langsung dibawa pulang kerumah Eyang Putri, Beliau berujar kasihan Tyas jika harus pulang ke apartemen nya Naka takut tidak ada yang jaga sewaktu di tinggal Naka kerja.
Juga khawatir kalau Tyas kenapa kenapa jadi lebih baik Tyas di bawa pulang kerumah Eyang Putri dulu sembari menunggu kondisi kesehatan nya membaik pulih kembali apalagi kini Tyas tengah mengandung calon bayi kembar yang mana Dia adalah calon pewaris tahta Bagaskara grub.
Mereka telah sampai di rumah Eyang Putri dan langsung di sambut oleh Mbok Rah juga Pak Samsul dan Bu Rukmi yang memang sejak kemarin diminta oleh Eyang Putri untuk tinggal di rumah milik Eyang Putri itu
" Pak Bu." Sapa Tyas sesaat setelah dirinya masuk kedalam rumah
" Iya Nduk Kami di sini menunggu Mu." Jawab Bapak seraya memeluk Tyas
Jika kemarin kamar tidur untuk Naka dan Tyas berada di lantai atas maka sekarang pindah ya Eyang Putri meminta kepada Pak Prapto juga tukang di rumah itu untuk memindahkan kamar tidurnya Naka dari lantai atas ke lantai bawah yang ukurannya jauh lebih besar dan mendesain nya senyaman dan mewah mungkin agar Tyas merasa nyaman untuk istirahat.
Sesampainya di kamar Naka langsung membantu Tyas untuk merebahkan diri diatas kasur dan Ibuk dengan lembutnya memijat kaki Tyas agar terasa lebih enakan.
" Gimana keadaan Mu sayang apakah sudah membaik? " Tanya Eyang Putri dengan penuh perhatian itu
" Alhamdulillah sudah Eyang, Terima kasih banyak." Jawab Tyas sopan
" Kalau ada apa apa Kamu jangan sungkan sungkan bilang ke Eyang ya dan Kamu Naka mulai sekarang Kamu harus ekstra perhatian ke Tyas Dia lagi mengandung anakmu jadilah suami siaga dan Kamu harus luangkan banyak waktu untuk menemani Tyas juga Kalian harus menunda rencana bulan madu ke Jepang." Ucap Eyang Putri seraya menatap Tyas dan Naka bergantian
__ADS_1
Tyas dan Naka pun kompak mengangguk, Sementara Bapak dan Ibuk yang mendengar ucapan Eyang Putri barusan itupun terharu bercampur syukur.
" Bu Sekar, atas nama keluarga Saya mengucapkan banyak Terima kasih kepada Anda atas semua kebaikan juga perhatian Anda kepada anak saya Tyas semoga Allah membalasnya dan sebagai seorang Bapak Saya sangat terharu dengan kebaikan Anda Bu Sekar." Ucap Pak Samsul dengan mata berkaca kaca.
" Jangan bicara seperti itu Pak Samsul, Tyas ini istri cucu Saya satu satu nya maka sudah sewajarnya Saya bersikap seperti itu apalagi kini Tyas tengah mengandung calon pewaris nya Bagaskara grub." Balas Eyang Putri dengan wajah sumringah.
" Tyas Kamu harus berterima kasih tas segala kebaikannya Eyang Putri juga Naka terhadap mu juga Kamu harus bersyukur telah diratukan di keluarga baru mu ini, ini adalah buah dari kesabaran atas ujian yang telah Kamu lalui dulu." Ucap Bu Rukmi menasehati Tyas.
" Iya Buk, Pak Tyas sangat bersyukur." Balas Tyas
" Mulai Sekarang Kamu harus banyak istirahat di rumah sayang, dan urusan ruko serahkan ke Diah dan Yesi ini perintah suamimu jadi Ku harap Kamu tidak membantahnya." Ucap Naka serius
Sebenarnya Tyas kurang setuju dengan kata kata Naka barusan apalagi Tyas menganggap ruko tempat usahanya itu adalah jiwanya dimana Dia bisa berekspresi menuangkan ide ide nya dengan menciptakan banyak menu baru dan sekarang Dia harus berhenti total sungguh menyiksa batin Tyas.
" Kamu jangan khawatir Nduk untuk sementara biar Ibuk dan Bapak yang menjaga sekaligus mengawasi ruko jadi Kami bisa istirahat dengan tenang ya." Sahut Ibuk
" Nggeh Buk, Terima kasih." Balas Tyas dengan berat hati
Kemudian Eyang Putri pun mengajak Bapak dan Ibuk untuk keluar ngopi di ruang keluarga dan membiarkan Naka dan Tyas berduaan di kamar untuk istirahat.
Naka beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk mandi membersihkan diri lalu ganti baju dan langsung keluar menyusul istrinya yang tengah berbaring istirahat di kasur itu
Dia memeluk tubuh Tyas yang meringkuk itu dari belakang seraya mengusap usap perut rata sang istri yang kini tengah tumbuh calon buah hati Mereka itu.
__ADS_1
Hingga tak lama setelah itu Dia pun ikut terlelap tidur sembari memeluk perut Tyas sampai sore barulah Mereka bangun.