
Disepanjang perjalanan menuju tempat rapat perusahaan itu terlihat Tyas yang sedang duduk di samping Eyang Putri itu nampak antusias mengamati indahnya panorama kawasan puncak kota Bogor itu
" Kamu sedang apa lihat apa Yas kok kayaknya antusias begitu? " Tanya Eyang Putri
" Eh Eyang, maaf Tyas lagi menikmati pemandangan di luar itu sekalian Tyas bernostalgia saja Eyang." Jawab Tyas dengan senyum manisnya itu
" Memangnya Kamu sedang bernostalgia tentang apa sayang ? " Tanya Naka seraya menoleh kearah belakang itu
" Ya Aku merasa jalanan kawasan puncak ini hampir sama dengan jalanan di desa tempat kelahiranKu Mas jadinya Aku bernostalgia saja membayang kan kalau Aku sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman." Jawab Tyas jujur
" Sayang cucu bumil nya Eyang apa Kamu lagi kangen dengan kampung halaman Mu? " Tanya Eyang Putri yang seakan paham kalau Tyas tengah merindukan tanah kelahirannya itu.
Tyas hanya tersenyum dan mengangguk sembari menatap wajah Eyang Putri itu dengan seksama.
" Sabar ya sayang nanti kalau kandunganMu sudah agak besar dan kondisi mu sudah pulih nanti Kita sama sama antar Kamu pulang nengokin Kampung halaman tempat kelahiran Mu dulu." Ucap Eyang Putri berusaha menghibur suasana hati Tyas yang mood nya naik turun.
" Terima kasih banyak ya Eyang ,Tyas sangat senang mendengar nya." Sahut Tyas sumringah
__ADS_1
" Sama sama sayang, oya nanti Kamu ditemani Mbok Rah langsung menuju villa saja ya istirahat nanti setelah meeting selesai Kami akan segera menyusul ke villa." Kata Eyang Putri
Tyas pun mengangguk dan Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga tak berselang lama Mereka telah sampai di tempat tujuan yakni mengantarkan Tyas dan Mbok Rah ke sebuah villa mewah nan megah di kawasan puncak baru setelah itu Eyang Putri dan Naka langsung menuju ke tempat tujuan utama Mereka yakni tempat meeting akan di gelar.
Sementara itu di rumah milik Ditya dan Wati terlihat pasangan suami istri itu terlihat cekcok perselisihan paham diantara Mereka dengan saling adu argumen juga saling menyalahkan satu sama lain dan seperti nya Mereka tengah sama sama dibakar rasa emosi.
" Aku meminta Kamu mwrapikan rumah tapi kenapa Kamu tidak bisa melakukan nya dengan baik seperti yang dilakukan Tyas dulu dimana rumah selalu rapi dan bersih." Ucap Naka dengan nada sarat akan emosi itu
" Stop membandingkan Aku dengan Tyas Mas, jelas jelas Kami ini berbeda Kamu selalu mengkomplin keadaan rumah yang menurut mu kurang bersih atau apalah sedang kan Kamu juga tau kalau Aku ini juga kerja Mas, Aku juga capek bukan Kamu aja yang capek." Sahut Wati dengan nada tak kalah emosinya itu.
" Bukankah Aku sudah melarang Kamu untuk kerja apakah uang yang Aku aksih ke Kamu kurang dan asal Kamu tau dulu Tyas juga kerja tapi Dia tidak pernah lupa akan tanggung jawab nya sebagia seorang istri di rumah." Bentak Naka yang semakin emosi
Mendengar ucapan Wati barusan sukses membuat Ditya semakin emosi dan semakin muak dengan pertengkaran Mereka pagi itu
" Aku menyesal sudah menikahi Kamu." Ucap Ditya seraya meraih tas kerjanya dan langsung berangkat kerja
Wati yang semula emosi itupun tiba tiba menangis manakala mendengar perkataan penyesalan yang diucapkan Ditya barusan dan langsung mengejar Ditya yang berangkat kerja itu dan berusaha menanyai maksud ucapannya itu.
__ADS_1
"Apa maksud ucapan Mu barusan itu Mas tolong jelaskan ke Aku, Kamu hanya terbawa emosi sesaat kan Mas? " Tanya Wati seraya berusaha memeluk tubuh suaminya itu
Ditya yang terlanjur marah itupun terlihat tak menggubris pertanyaan dari Wati barusan, Dia pun terlihat acuh dan langsung mengayunkan langkah nya cepat cepat berangkat ke kantor.
Merasa dirinya tidak digubris itu membuat hati Wati semakin sakit dan Dia pun memilih untuk menutup pintu rapat rapat lalu segera masuk ke dalam kamar tidurnya dan langsung meluapkan segala rasa sesak di hatinya dengan menangis bebas di bawah guyuran air mancur di dalam kamar mandi pribadinya itu.
Puas menangis dan meratapi nasip juga rasa takut jya kalau saja Ditya meninggal kan nya itu, Wati terlihat keluar dari dalam kamar mandi dan sudah berganti baju lalu duduk santai di kursi sofa kamar tidurnya dengan membuka buka HP melihat sosial media miliknya dan men scroll upload an dari teman teman sosial media nya
Hingga tanpa sengaja Dia melihat postio di sosial media milik Tyas sahabat kecilnya yang juga mantan istri dari Ditya suaminya itu.
Hati Wati tiba tiba terasa sesak dan sangat sakit manakala melihat Tyas tengah memposting sebuah foto di mana terlihat Naka tengah mencium perut rata nya sembari memegang alat Testpack kehamilan itu lengkap dengan caption doa doa juga ucapan rasa syukur atas karunianya itu
Sungguh hati Wati terasa sangat panas dan sakit bagaikan terbakar hingga tanpa di sadari nya air matanya menetes jatuh membasahi pipinya itu.
Dia menangis tersedu sedu kembali meratapi nasip kenapa nasip nya tidak pernah seberuntung nasip Tyas yang bisa menikah dengan pengusaha muda nanti tampan dan kaya raya diterima dengan sangat baik di keluarga besar suaminya itu dan kini kebahagiaan nya sebentar lagi akan lengkap dengan hadirnya malaikat kecil diperut nya Tyas itu
Lalu Dia juga membandingkan nasip nya kini, Dia menikah dengan lelaki yang dicintainya yang ternyata sudah beristri dan yang lebih menyakitkan nya lagi yakni suaminya itu adalah suami sahabatnya hingga sukses membuatnya mendapat julukan sebagai pelakor.
__ADS_1
juga sampai saat ini keluarin besarnya Ditya belum bisa sepenuhnya menerima dirinya di tengah tengah keluarga besar mereka itu dan dilengkapi dengan kehamilan nya Tyas semakin membuat bibit iri itu semakin tumbuh bersemi di hati Wati terhadap Tyas