
Di sepanjang perjalanan itu terlihat Tyas sangat sumringah Dia menggandeng tangan Mbok Rah layaknya tangan ibunya sendiri seraya mengajak ngobrol membahas masa kecilnya seorang Janaka itu.
Mereka ngobrol santai dan cukup hangat akrab hingga tak nampak mana majikan mana pembantu hingga tanpa di sadari Mereka telah sampai di depan warung kecil penjual bubur ayam dan langsung saja Tyas memesan dua mangkok bubur untuk dirinya dan juga Mbok Rah tentunya.
Tyas menikmati bubur itu dengan sangat lahap dan juga nikmat begitu juga dengan Mbok Rah dan Mereka berdua pun menyantap bubur itu hingga habis tak tersisa dan sebelum pulang tak lupa Tyas memesan beberapa bungkus bubur ayam itu untuk para pekerja di rumah lalu segera berjalan kembali kerumah sebab sedari tadi Naka terus terus menghubungi dirinya bertanya apakah sudah pulang.
" Maaf Mbok tolong sebungkus bubur ini kasihkan ke petugas kebersihan itu untuk sarapan nya Beliau." Kata Tyas seraya menunjuk kearah petugas kebersihan yang tengah menyapu di trotoar sebarang jalan itu
" Nona Tyas ini persis Almarhumah Mamanya Den Naka ya baik hati, semoga Nona dimurahkan rejekinya juga diberi kelancaran segala urusannya." Ucap Mbok Rah
" Amiin, tolong Kasihkan ya Mbok dan Aku tunggu disini begah banget perutnya buat jalan sudah mulai engap hehehe." Sahut Tyas seraya tersenyum cengengesan
" Baik, tunggu di sini ya Nona biar Mbok Rah kesana ngasih bubur ke petugas kebersihan disana itu." Balas Mbok Rah
Tyas pun mengangguk dan Mbok Rah pun segera membawa plastik yang berisi dua bungkus bubur ayam itu untuk diberikan ke petugas kebersihan di sebrang jalan itu
Jalan yang dilalui Tyas ini bukanlah jalan utama melainkan jalan komplek perumahan elite jadi ukurannya tidaklah terlalu besar, sementara Mbok Rah berjalan ke sebrang jalan , Tyas terlihat tengah berdiri di pinggir jalan bermaksud menunggui Mbok Rah
Dan di sadari oleh Tyas maupun Mbok Rah di ujung jalan itu nampak sebuah mobil mewah berwarna hitam dan seperti nya mobil itu sejak tadi tengah memperhatikan Tyas seakan tengah mencari kesempatan, terlihat mobil itu tengah berjalan pelan pelan menghampiri Tyas dan begitu sudah dekat mobil itu berhenti tepat di depan Tyas dan terlihat seseorang berbadan kekar berpakaian hitam lengkap dengan topi, masker mulut juga kaca mata hitam itu turun dari mobil dan langsung menendang dengan sangat keras tepat dibagian perut Tyas hingga membuatnya jatuh tersungkur membentur jalan
Setelah melihat Tyas jatuh tersungkur di jalanan itu, Pria misterius tersebut langsung naik kembali ke mobilnya dan langsung mengemudi dengan sangat cepat meninggalkan tubuh Tyas yang terkulai lemas di jalan trotoar itu
Begitu selesai menyerahkan bungkusan makanan itu Mbok Rah segera kembali menghampiri Tyas dan berapa kagetnya Beliau saat mendapati tubuh Tyas sudah terkulai lemas diatas trotoar dengan darah segar yang mengucur deras dibagian bawah itu.
" Astaghfirullah Nona, apa yang terjadi pada Anda Nona? " Tanya Mbok Rah dengan nada sangat sangat gugup bercampur ketakutan itu.
" Mbok Rah perutku sakit." Ucap Tyas sebelum akhirnya dirinya jatuh pingsan
Mbok Rah menjadi takut dan kebingungan sebenarnya apa yang barusan menimpa majikan nya itu hingga seorang ibu ibu yang sedang jakan kaki itu memberitahu Mbok Rah kalau tadi Beliau samar samar sempat melihat seseorang tengah menendang keras perut nya Tyas.
Mbok Rah semakin gugup dan panik saja mendengar perkataan Ibuk itu dan Beliau pun langsung berteriak teriak meminta tolong sekaligus memanggil manggil Pak Prapto untuk menyusulnya kebetulan kejadiannya tepat di jalan sebelah rumah.
" Waduh apa yang terjadi pada Nona Tyas ini Mbok? " Tanya Pak Prapto yang terlihat sangat cemas bercampur bingung
" Aku tidak tau Pak Prapto, lebih baik sekarang Kita langsung bawa Nona kerumah sakit saja." Jawab Mbok Rah dengan nada gemetar
__ADS_1
Pak Prapto pun mengangguk dan langsung mem bopong tubuh lemas nya Tyas itu memasukannya kedalam mobil dan langsung membawanya ke rumah sakit agar cepat di tangani.
Sesampainya di rumah sakit Mbok Rah segera menghadap ke bagian kepala staf pelayanan rumah sakit tersebut dan memberitahu nya bahwa Tyas ini adalah istrinya Janaka Bagaskara pemilih separuh saham rumah sakit swasta ternaman itu dan staf pelayanan itu langsung meminta bagian pelayanan untuk cepat melakukan tindakan medis kepada Tyas.
" Bagaimana ini Pak Prapto, Aku sangat bingung? " Tanya Mbok Rah sembari berjalan mondar mandir
" Aku juga bingung apalagi Kamu jalan mondar mandir begitu tambah bingung Aku ." Jawab Pak Prapto
" Pak Prapto Kamu bawa HP kan, sekarang cepat hubungi Den Naka dan Ibuk biar Mereka cepat pulang." Sahut Mbok Rah
Pak Prapto awalnya ragu namun akhirnya Beliau pun setuju dan langsung membuka hpnya menghubungi Naka.
Panggilan pertama tidak terjawab begitupun dengan panggilan kedua dan ketiga.
" Bagaimana Pak? " Tanya Mbok Rah penasaran
" Nggak diangkat Mbok, mungkin Den Naka sibuk." Jawab Pak Prapto
" Coba sekali lagi siapa tau tadi Den Naka nggak dengar." Sahut Mbok meminta Pak Prapto agar mengulangi panggilan telepon itu sekali lagi
" Den, den Naka ketiwasan Den tolong maaf kan Kami." Kata Mbok Rah dengan nada gugup sesaat setelah Naka menyapanya itu
" Ada apa Mbok kok kelihatanya gugup begitu ? " Tanya Naka dengan anda curiga
" Nona Tyas Den Nona Tyas kecelakaan." Jawab Mbok Rah dengan nada semakin gugup tak karuan
" Apaaaaa, lalu dimana Dia sekarang juga bagaimana keadaannya? " Tanya Naka dengan nada sedikit meninggi hingga semua peserta rapat yang hadir di situ pun terjenggit kaget.
" Nona masih ada di ruang ICU Den, dan masih belum sadarkan diri sampai sekarang masih ditangani oleh dokter." Jawab Mbok Rah gemetar.
" Baiklah Aku akan segera kembali sekarang juga." Sahut Naka dengan nada sedikit panik dan langsung mengakhiri panggilan telepon itu
Eyang Putri yang sedari tadi memperhatikan kepanikan Naka itupun memberanikan diri memanggil Naka agar sedikit menjauh dari peserta rapat dan menanyai nya apa gerangan yang membuatnya menjadi panik seperti itu
Naka segera memberi tahu kejadian yang menimpa Tyas itu kepada Eyang Putri sekaligus meminta ijin untuk kembali ke Jakarta sekarang juga
__ADS_1
" Sayang sekarang juga Kamu kembali ke Jakarta , minta Seketaris Anton menyewa helikopter untuk menjemput mu kesini dan semua urusan disini serahkan saja pada Eyang biar tak urus." Kata Eyang Putri
Naka pun mengangguk dan langsung menelpon Seketaris Anton agar segera menjemput nya di sana, dan benar saja kurang dari dua jam berlalu Seketaris Anton sudah datang dengan helikopter yang khusus di sewa nya untuk menjemput Sang Majikan itu
Setelah berpamitan pada Eyang Putri juga lainnya, Naka segera mengajak Seketaris Anton untuk segera kembali ke Jakarta dan langsung menyusul Tyas yang tengah di rawat di rumah sakit itu.
Disepanjang perjalanan penerbangan itu terlihat Naka sangat cemas dan gelisah kepikiran dengan keadaan Tyas juga calon bayi bayi Mereka itu dan Seketaris Anton yang paham pun memberanikan diri bertanya pada Naka.
" Maaf Tuan, apa yang sebenarnya terjadi pada Nona hingga membuat Anda pulang awal? " Tanya Seketaris Anton
" Aku tidak tau Seketaris Anton, tadi tiba tiba MBok Rah menghubungiku dan memberitahu ku kalau Tyas kecelakaan dan sekarang dirawat di rumah sakit." Jawab Naka dengan nada terbata bata
" Saya turut bersedih dengan kejadian musibah yang menimpa Nona Tyas Tuan, dan bagaimana kalau Kita landas di puncak gedung rumah sakit itu dan ada landasan pacu helikopter nya." Sahut Seketaris Anton seraya mengemukakan idenya
" Baiklah Kamu minta ke pilotnya agar Kita bisa landing di sana." Balas Naka singkat
Seketaris Anton pun mengangguk dan langsung memberitahu pilot tersebut agar landing ditempat yang ditunjukan barusan .
Kini pesawat helikopter yang ditumpangi Naka berserta Seketaris Anton itu sudah landing dipuncak gedung rumah sakit tempat Tyas tengah dirawat dan langsung saja Naka keluar dengan diikuti oleh Seketaris Anton menuju ke ruang ICU tempat Tyas di rawat.
Di depan pintu masuk ICU Naka bertemu dengan Mbok Rah dan Pak Prapto yang sedari tadi pagi menunggui Tyas dari luar itu.
" Pak Prapto, Mbok Rah." Sapa Naka sopan
" Den, Den Naka tolong maafkan Kami yang lalai menjaga Nona Den." Ucap Mbok Menangis seraya memeluk lengan Naka itu
" Iya Tuan Naka tolong maaf kan Kami.' Sahut Pak Prapto seraya bersujud memohon maaf pada Naka
" Bangun lah Pak Ngga enak dilihat orang." Kata Naka seraya membangunkan sikap berjongkok yang ditunjukan oleh Pak Prapto itu
" Bagaimana keadaan Tyas Mbok." Lanjut Naka yang terlihat sangat pucat gelisah
" Sampai sekarang Nona belum sadarkan diri Den, dan Dokter masih ada di dalam sedang memeriksa keadaan Nona." Jawab Mbok Rah
Naka terlihat sangat gelisah bercampur takut dan berulang kali Dia berusaha mengintip keadaan Tyas yang tengah ditangani oleh pihak dokter itu.
__ADS_1