Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
masuk kedalam jebakan ranjang


__ADS_3

Hari demi hari datang silih berganti kini sudah empat hari Tyas di rawat di rumah sakit pasca musibah yang menimpanya itu, kesehatan nya berangsur membaik meski belum sepenuhnya pulih kembali dan Dokter pun telah mengijinkannya untuk pulang ke rumah dengan catatan harus istirahat yang cukup.


Seluruh anggota keluarga baik dari pihak Tyas maupun pihak Naka menyambut dengan senang hati kabar Tyas telah diijinkan pulang dan Mereka semua pun silih berganti menjenguk memberi suport dan nasehat untuk Tyas agar kedepannya lebih berhati-hati hati.


Pagi itu Naka sebenarnya ingin mengajak Tyas pulang ke apartemen milik nya dengan alasan jaraknya lebih dekat dengan kantor tempat nya bekerja , namun Eyang Putri bersikeras menolak rencana Naka itu Beliau bersikukuh agar sementara waktu Tyas tinggal di rumah Beliau yang ukurannya lebih luas jadi Mereka semua termasuk Bapak dan Ibuk lebih leluasa menjaga Tyas.


Meski berat hati di rasakan Naka namun akhirnya Dia pun menyetujui perkataan Eyang Putri yang meminta Mereka untuk tinggal bersama dengan Eyang Putri sementara waktu sampai kondisi Tyas benar benar pulih.


Rombongan Naka, Tyas dan juga Bapak dan Ibuk telah sampai di rumah Eyang Putri dan langsung di sambut oleh Eyang Putri juga Mbok Rah dan pekerja lainnya di rumah mewah milik Eyang Putri itu, Eyang langsung memeluk dan mencium Sang cucu menari kesayangan nya itu dan langsung menuntunnya untuk ke kamar guna berbaring istirahat.


Beliau meminta Mbok Rah agar menyeduhkan air sari pati ayam kampung hangat untuk Tyas dan memintanya untuk meminum agar badannya menjadi hangat dan segar kembali


" Sayang Kamu harus minum sampai habis ya agar kondisi mu cepat pulih." Kata Eyang Putri sembari menyerahkan semangkuk kecil minuman penuh nutrisi itu


" Terima kasih banyak Eyang." Balas Tyas seraya meraih mangkuk pemberian Eyang Putri tersebut dan mulai meminum isi dalam mangkok tersebut yang ternyata rasanya sangat enak menyegarkan tubuh Tyas yang lemah itu


" Tyas Kamu harus bersyukur mempunyai Eyang sebaik Bu Sekar lihat lah Beliau sangat perhatian ke Kamu juga sangat menyayangi Mu jadi nanti jangan lagi membuat Beliau kecewa ya juga lihat lah Kamu di anugerahi Suami sebaik Naka yang tampan penuh perhatian tanggung jawab dan penuh kasih sayang Kamu harus banyak banyak bersyukur ya Nduk." Kata Bapak menasehati Tyas.


" Iya Pak, Tyas akan selalu mengingat semua nasehat Bapak dan Ibuk." Balas Tyas


" Pak Samsul ini semua sudah menjadi kewajiban Kami menjaga dan menyayangi Tyas karena Dia bagian dari keluarga Kami Dia istri nya Janaka cucu satu satu nya di keluarga Bagaskara jadi sangat wajar kalau Kami sangat mengkhawatirkan keadaan Tyas." Sahut Eyang Putri


" Terima kasih banyak Bu Sekar atas kebaikan juga kasih sayang Anda terhadap putri Kami Tyas." Ucap Ibuk sopan


" Nggeh Bu Rukmi, oya Bapak dan Ibuk silahkan istirahat dulu di kamar biar diantar Mbok Rah dan Kamu Naka silahkan Kamu pergi ke kantor cek keadaan kantor tadi Seketaris Anton menghubungi Eyang katanya ada klien baru dari Taiwan yang mau bertemu dengan Mu mengenai Tyas biar Eyang yang jaga lagipula Eyang juga kangen pengen ngobrol." Kata Eyang Putri


Naka pun mengangguk dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan ganti baju, sementara Pak Samsul dan Bu Rukmi diantar Mbok Rah ke kamar tamu untuk istirahat .


Sementara Tyas masih berbaring diatas ranjang empuk nanti besar mewah itu dengan ditemani Eyang Putri, Mereka mengobrol membahas banyak hal dengan di selingi canda tawa seperti biasa.

__ADS_1


" Sayang Aku berangkat dulu, Kamu di rumah sama Eyang juga Bapak dan Ibuk, Do'ain semua pekerjaan juga rencana kerja sama dengan klien baru Kita berjalan lancar." Kata Naka berpamitan pada Tyas


" Iya Mas Kamu hati hati di jalan ya jangan ngebut ngebut nyetir nya." Balas Tyas


Naka pun tersenyum dan mengangguk tanda mengiyakan pesan Sang istri, Kemudian Dia pun mencium pipi kanan dan kirinya Tyas secara bergantian lalu mencium pipi Sang Eyang dan langsung berpamitan berangkat ke kantor.


Sementara itu di sebuah kamar hotel nanti luas dan mewah terlihat sepasang pria dan wanita tengah telanjang bulat diatas kasur dan seperti nya Mereka baru saja selesai adu mekanik ranjang namun aneh nya Mereka sepertinya terlibat perdebatan.


" Sayang ayolah sekali lagi." Kata Pria tersebut yang tak lain adalah Tomy


" Sudah Aku sudah capek lagi pula Kamu janji hanya sekali ngapain Kamu minta lagi dan asal Kamu tau ini yang terahir Aku melayani Mu begini." Sahut Maritha sewot


" Habisnya Kamu itu bikin nagih banget sih bikin Aku mabuk kebayang aja." Balas Tomy dengan senyum mesum nya


" Aku tidak mau melayani Mu lagi, lagipula bukankah perjanjian Kita Aku hanya melayani mu sekali saja kenapa Kamu mengingkari nya? " Tanya Maritha emosi


Mendengar pertanyaan Maritha barusan, Tomy pun tertawa senang dan semakin nakal saja tangannya dengan mencolek colek tubuh Maritha yang sengaja di bungkus selimut itu


" Jangan amnesia Kamu Tom bukankan kemarin Kamu sendiri sudah menyetujui nya dan apa yang telah Aku berikan ke Kamu itu lebih dari cukup atau untuk gantinya Aku kasih Kamu uang gimana Kamu setuju kan? " Tanya Maritha mencoba menego Tomy


" Kamu kira Aku kekurangan uang kah hingga Kamu berani menawari ku asal Kamu tau uang ku lebih banyak dari uang perusahaan milik Papa Mu itu dan Aku bisa saja menghancurkan usaha milik papa mu juga karier Mu dengan sekejap mata saja." Jawab Tomy yang terlihat sedikit emosi


" Memangnya apa yang akan Kamu perbuat terhadap usaha papaku ,ingat Kamu jangan macam macam Tom atau Aku akan melaporkan Mu ke polisi." Sahut Maritha


" Kamu tidak perlu tau apa yang akan Aku lakukan ke usaha milik papamu itu, juga Kamu jangan mencoba mengancam ku kalau Kamu tidak ingin semua orang tau bahwa Kamu lah orang dibalik musibah yang menimpa Nyonya Janaka itu. " Balas Tomy setengah mengancam


Maritha kaget dan terlihat kebingungan dengan ancaman dari Tomy barusan, sungguh Dia bingung langkah apa yang harus diambilnya Dia pun menyesal telah masuk kedalam perangkap busuknya Tomy hingga Dia harus rela menjadi budak pemuas nafsu liat nya itu.


" Kenapa Kamu diam tidak menimpali ucapan ku barusan atau Kamu diam karena takut? " Tanya Tomy

__ADS_1


Maritha yang sedari tadi melamun memikirkan langkah apa yang harus diambilnya agar dirinya bisa bebas dari jeratan Tomy itu juga agar rahasia besar bahwa dirinya lah dalang dibalik musibah yang menimpa Tyas terbongkar itupun tersadar dan langsung menoleh kearah Tomy yang terlihat menyedekapkan tangannya.


" Tomy Aku mohon jangan membocorkan rahasia bahwa Aku lah orang dibalik semua ini, apapun yang Kamu minta pasti Aku penuhi asal Kamu merahasian semua nya di depan semua orang. " Kata Maritha setengah memohon


Mendengar ucapan Maritha barusan sungguh membuat hati Tomy sangat senang bahagia tak karuan karena jebakan nya berhasil Maritha masuk kedalam perangkapnya dan sudah pasti akan sangat sulit baginya untuk lepas.


" Nah itu pilihan yang sangat bagus sayang, Kamu harus nurut semau keinginan Ku kapan pun Aku mau Kamu harus selalu siap melayani Ku sayang kan Kita sama sama enak sama sama menikmati nya toh Aku juga bisa memberimu materi yang besar dan harus Kamu ingat Naka itu sudah menikah mustahil Dia mau dengan Kamu ngapain coba Kamu masih ngejar ngejar Dia. " Kata Tomy dengan senyum liciknya


" Aku tidak mau wanita kampung itu merebut Naka dari ku Aku tidak mau Dia bahagia." Balas Maritha


" Oh busuk sekali hatimu sayang tapi itu tidak penting bagiku selagi Kamu tidak merugikan ku dan Aku tidak mau membahasnya lagi sekarang Aku mau Kamu muasin Aku seperti tadi sayang oh sudah nggak tahan ni." Kata Tomy sembari berdiri dengan telanjang bulat persis di hadapannya Maritha dan itu tanda nya Maritha harus menjalankan tugasnya memuaskan Tomy di ranjang.


Dikantor Bagaskara Grub meeting dengan kilen dari Taiwan telah usai dan terlihat Naka keluar dari ruang meeting dengan diikuti Seketaris Anton di belakangnya Mereka berdua berjalan menuju ruang Presdir milik Naka.


" Tuan ada yang ingin Saya sampaikan kepada Anda." Kata Seketaris Anton sesaat setelah Mereka telah sampai di ruang Presdir itu


" Ada apa? ' Tanya Naka sembari duduk di sofa raung kerjanya itu


" Apakah Tuan masih ingat dengan Tomy? " Tanya Balik Seketaris Anton


" Tomy mantan selingkuhannya Maritha itu kan, kenapa Dia kok tiba tiba Kamu nanya begitu? " Kata Naka penasaran


" kemarin itu saat Saya tengah makan siang di restoran secara tak sengaja Saya mendengar obrolannya Maritha dengan kedua sahabatnya itu dan Mereka menyebut nama Tomy juga menyebut wanita kampung." Jawab Seketaris Anton serius


" Lalu? " Tanya Naka penasaran


" Maaf Tuan, Saya curiga kalau Maritha lah otak dibalik musibah yang menimpa Nona dan seperti nya Maritha ini dibantu oleh Tomy Tuan." Jawab Seketaris Anton panjang lebar


Naka kaget setengah mati manakala mendengar kata kata Seketaris Anton barusan meskipun sejatinya Dia sangat emosi namun Naka memilih untuk diam saja

__ADS_1


" Kita tidak boleh sembarangan Menuduh, lebih baik Kamu perintahkan anak buah Mu untuk menyelidiki Maritha juga Tony tentunya.


__ADS_2