
Malam setelah Ijab Qabul
Ditya sedang berbincang bincang dengan pak Samsul , bu Rukmi ,mas Abi mbak Yuni dan Saudara yang lainnya .Mereka berbincang tentang banyak hal mulai dari membahas tentang pertanian dan juga Ditya meminta ijin ke kedua mertua nya untuk membawa Tyas pindah mengikuti dia ke Jakarta besok.
" Looo kenapa buru buru sekali le ?" tanya Bapak .
"nggih Lo pak , saya mohon maaf pak karena kantor hanya memberi ijin libur 3 hari saja ". jawab Ditya sopan
" Ya sudah kalau itu sudah menjadi pilihan mu nak juga bapak mau pesan ke kamu , bapak nitip Tyas ya le tolong jaga Tyas dengan baik dan kalian belajarlah untuk saling menerima satu sama lain sebagai pasangan dengan segala kekurangan dan kelebihan masing masing , bapak juga tau pernikahan ini sangat mendadak dan mengejutkan Mu juga Tyas tapi kami sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua juga kelanggengan hubungan persahabatan antara aku dan Bapakmu le dan ingat pesan bapak ini le setiap rumah tangga pasti akan mengalami ujian masalah pasti akan datang silih berganti , Rejekipun pasti akan ada pasang surutnya
nanti jikalau kalian suatu saat menemui ujian berat atau Tyas melakukan kesalahan maka bimbing lah dengan baik sebagaimana janjimu tadi pagi di hadapan Penghulu juga para Saksi dan bila mana kamu sudah tidak sanggup lagi meneruskan hubunganmu dengan Tyas maka jangan sekali kali kamu menyakiti Badan maupun Hati anakku , yang dulu sejak bayi ku perjuangkan dengan penuh kasih sayang juga pengorbanan ,kamu hanya perlu mengembalikannya ke Aku sebagai bapaknya dan dengan tangan terbuka akan aku terima kembali . tetapi bila mana kamu kedapatan menyakiti hati ataupun badan anakku maka aku tidak akan pernah memaafkanmu le, Tyas sekarang tanggung jawab mu le bapak pasrahakan Tyas ke kamu ". nasehat bapak panjang lebar kepada mas Ditya .
mas Ditya pun mendengar nasehat bapak dan berjanji akan menyanggupinya sementara itu ibu hanya menangis mendengarkan kalau putri bungsunya besok akan dibawa suaminya keJakarta dan menetap disana
perbincanga mereka pun berlanjut hingga malam dan mas Abi juga mbak Yuni ijin masuk kekamar untuk istirahat ,kemudian disusul oleh ibu .kini tinggal bapak dan mas Ditya saja yang sedang duduk nonton tv diruang tengah
sementara itu Tyas sedang dikamar ya sejak sore dia dikamar saja selesai mandi lalu sholat isya lalu dia pun beranjak ke ranjang dan berbaring di kasur empuknya yang malam ini akan dia bagi dengan mas Ditya suami sah yang tadi pagi menikahi nya .
Tyas melamun menatap langit langit kamarnya , grogi tentu saja pikiran Tyas pun jauh melayang apakah malam ini berjalan normal seperti biasa atau kah malam ini dia harus menunaikan ibadah pertamanya sebagai seorang istri seutuhnya untuk Ditya dengan kata lain malam ini dia harus melayani juga menyerahkan mahkota perawannya untuk Ditya .pikiran itu berkecambuk teraduk jadi satu dikepalanya satu sisi dia takut akan Azab Allah bila berani melalaikan kewajiban seorang istri ketika diranjang saat suaminya meminta hak akan tetapi satu sisi dia masih tidak rela dan juga takut karena dia belum mengenal sepenuhnya siapa Ditya bagaimana sikapnya bagaimana aslinya dan bagaimana perasannya terhadap Tyas .
hingga tanpa Tyas sadari mas Ditya pun masuk kekamar lalu beranjak duduk ditepi ranjang ,ketika melihat Tyas belum tidur maka Ditya pun berkata
" Kamu belum tidur dek ?"
" Belum mas ." jawab Tyas
" O iya tadi aku sudah minta ijin ke bapak ibu juga mas Abi dan mbak Yuni kalau besok aku akan membawamu ke Jakarta dan menetap disana bersamaku ,walaupun aku dan kamu belum sepenuhnya saling mengenal tapi setidaknya kamu paham dan mengerti bahwa aku suami mu dan selama keputusan ku baik kamu berkewajiban mentaatinya ". kata mas Ditya
" Nggih mas selama itu baik ,saya akan berusaha mentaati nya dan akan belajar menjadi seorang istri yang baik ". jawab Tyas
" aku tidak memaksamu harus menjadi istri yang baik dan sempurna jadilah dirimu sendiri dengan baik tak perlu menjadi sempurna hanya untuk menyenangkan orang lain ". kata mas Ditya , sekarang kemasi bajumu besok pagi kita akan berangkat ke Jakarta usahakan jangan terlalu banyak membawa baju nanti kita bisa membelinya dan untuk masalah sekolah mu kamu bisa via online ". lanjut nya
__ADS_1
" Nggih mas ". jawab Tyas kemudian dia beranjak mengemasi baju dan juga barang penting yang akan dia butuhkan nanti
setelah selesai mengemasi barang Tyas terlihat bingung dia ngantuk tapi harus tidur dimana masa dia harus tidur di kursi kecil itu atau harus satu ranjang dengan suaminya .
hingga suara Ditya membuyarkan lamunan Tyas
" tidurlah besok kita harus berangkat pagi dan kamu jangan kawatir aku tidak akan mengganggu juga melakukan hal hal yang dapat merugikanmu ". kata mas Ditya
" nggih mas terima kasih ". jawab Tyas kemudian dia berbaring diranjang tepat disamping Ditya . Tyas berusaha memejamkan matanya tetapi tetap tak berhasil dan alhasil hingga menjelang subuh dia tetap terjaga
sedangkan Ditya kelihatannya sudah tidur pulas terdengar dia mendengkur halus mungkin karena kecapekan juga karena harus bolak balik ke Jakarta .Ya malam ini seharus nya menjadi malam pertama bagi mereka untuk memadu kasih layaknya pasangan pengantin lainnya tetapi tidak untuk Tyas dan Ditya mereka melalui malam ini dengan begitu saja tanpa ada hak dan kewajiban yang mereka terima dan mereka tunaikan.
Dan Tyas yang sedari sore tidak bisa tidurpun
akhirnya dia pun beranjak untuk mandi dan persiapan Sholat Subuh
setelah selesai Sholat Subuh Tyas menyusul Ibu kedapur ..
" Iya Nduk tadi malam Suami mu sudah meminta ijin ke kami dan kami pun sudah mengijikannya karena sekarang kamu adalah tanggung jawab suamimu ,ibu berharap kamu belajar menerima Ditya sebagai suami mu belajarlah menjadi istri yang baik untuknya , hormati dia layani dia dengan baik sebagaiamana ibu memberimu contoh selama ini jangan coba coba melawan keputusan suami mu selagi itu baik tidak merusak norma norma Agama juga melanggar Hukum karena ketika kamu melawan suami mu dalam hal kebaikan sama saja kamu mengundang murka Allah ". nasehat ibu panjang lebar dan Tyas pun terlihat meneteskan airmata Ibu pun mengusap punggung anak kesayangannya itu
tak lama setelah itu anggota keluarga yang lain pun sudah bangun dan bersiap untuk sarapan
" Yas mana Suami mu ?" tanya mas Abi
" Mungkin masih dikamar Mas ". jawab Tyas
" Lo bukannya pagi ini Kalian akan berangkat ke Jakarta ?" tanya mas Abi lagi ,sana panggil Dia kemari untuk sarapan Dulu ". lanjutnya
kemudia Tyas pun memanggil Ditya ,Selang lima menit Ditya pun datang dan duduk untuk sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan Ditya dan Tyas pun berpamitan kepada Ibu dan bapak untuk berangkat ke Jakarta Tyas menangis dipelukan bundanya juga mbak Yuni
__ADS_1
" Kamu nanti pamitan sama bapak dan Ibu mu juga Ditya ?" tanya mas Abi
" Nggih Mas ". jawab Ditya ,Ya sudah kami berangkat dulu mohon doa restunya Pak Buk Mbak Mas ". lanjut Ditya berpamitan
" Iya tolong Jaga Tyas baik baik , Kami semua menitipkan Tyas kepadamu ". balas Ibu berurai air mata
Sedangkan bapak terlihat menangis tak mampu berkata kata lagi melepas Anak kesayangannya untuk dibawa suaminya ke Jakarta
kemudian mereka pun pamitan ke kedua orang tua Ditya dan setelah itu mereka pun langsung berangkat ke Jakarta dengan mengendarai Mobil Milik Ditya dan tentu di kemudikan oleh Ditya sendiri
di sepanjang perjalanan baik Tyas maupun Ditya hanya diam tidak ada obrolan sama sekali
hanya waktu melintas di Rest Area Tol Ditya mengajak Tyas Turun untuk Sholat dan Makan Minum juga sekedar istirahat Sebentar.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sekitar hampir 10 jam via tol akhirnya mereka pun sampai di Jakarta ketika melintasi jalanan ibukota Yang Ramai Padat kendaraan Juga gedung gedung yang menjulang tinggi Tyas pun kagum Dia terlihat mengamati pemandangan Yang jarang Dia temui di Surabaya dulu .mengingat mas Abi selalu melarang Tyas Untuk keluyuran Jauh jauh
hingga Mobil yang mereka tumpangi pun masuk ke area parkir bawah tanah Apartemen perumahan , setelah memarkir kan mobilnya Ditya langsung Turun Dan mengambil koper Tyas kemudian diikuti Tyas pun Turun dari Pintu samping
Ditya berjalan kearah Lift menuju ke Unit Apartemen nya dilantai 10 diikuti oleh Tyas berjalan dibelakang Ditya
Hingga akhirnya mereka pun Sampai Diunit Apartemen mereka , Ditya membuka Pintu Dan menyuruh Tyas Masuk lalu Ditya Juga memperkenalkan semua ruangan apartemen itu ke Tyas.
Tyas Pun terlihat kagum melihat Apartemen Ditya meskipun Yang menempati Cowok tetapi Apartemen Itu terlihat bersih Dan juga Rapi Mungkin mas Ditya Adalah Tipe penyuka kebersihan Guman Tyas Dalam Hati
Tyas memandangi seluruh ruangan Apartemen Yang Tidak terlalu Besar Itu Yang nanti Akan Dia tempati bersama Ditya dengan status Suami istri yang Belum sepenuhnya mengenal satu Sama lainnya .
( bersambung)
hayy readyers mamak kangen nii
...selalu doakan mamak ya agar tetap sehat dan tetap bisa aploud...
__ADS_1
terima kasih sebelumnya