Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Buka segel


__ADS_3

Tyas dan Naka telah sampai di depan pintu kamar tempat Mereka akan menginap, Naka langsung membuka pintu itu lalu mengajak Tyas segera masuk kedalam.


Tyas segera masuk kedalam dan Dia pun dibuat takjub dengan penampilan kamar itu dimana Kamar nya sangat luas dipenuhi dengan hiasan bunga bungan mawar cantik baik dilantai maupun diatas ranjang besar nan luas itu, sungguh Dia sangat terkesima dengan semua ini apakah Aku sedang bermimpi guman Tyas dalam hati.


Dia terlihat mencubit kecil lengannya sendiri untuk memastikan apakah dirinya tengah bermimpi atau kah ini nyata dan Tyas pun meringis kesakitan akibat cubitan itu dan artinya dirinya tidak sedang bermimpi.


" Sayang Kamu suka nggak suasa juga penampilan kamar ini? " Tanya Naka seraya mengelus lembut pundak sang istri


Tyas mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Naka barusan, Naka pun mendekat kearah Tyas mendekat dan semakin mendekat hingga tidak ada jarak diantara Mereka berdua.


Wajahnya sudah berada tepat di depan wajahnya Tyas hingga Tyas bisa merasakan hangatnya hembusan nafasnya Naka, jantung Tyas berdetak tak karuan rasa gugup grogi suka jelas Tyas rasakan bahkan jika saja Dia punya kekuatan pasti Dia akan menghilang saja sebab tak mampu menyembunyikan rasa gugup paniknya itu.


Naka mulai menatap wajah Tyas dengan tatapan penuh arti entah tatapan kekaguman atau tatapan nafsu Tyas pun tidak tau sebab Dia menundukkan kepalanya ke bawah ,tanganya Naka meraih janggut Tyas dan mendongakkan nya hingga akhirnya wajah Mereka saling beradu pandangan.


Mereka beradu pandang cukup lama hingga akhirnya Naka mendekatkan wajahnya kearah wajah Tyas dan mulai mencium dahinya dengan lembut lalu berlanjut ke bibir nya Tyas.


Tyas semakin gugup dan panik dan sejujurnya Dia takut apalagi mengingat perkataan Mbak Rina dan Mbak Yuni tempo hari yang mengatakan kalau malam pertama itu sangat sakit tapi lama lama akan enak.


Awalnya Naka mencium bibir Tyas dengan lembut namun lama kelamaan menjadi semakin menuntut Tyas untuk membuka bibirnya dan membalas ciuman dari nya itu.


Tyas yang semakin gugup dan panik itu pun menemukan sebuah ide untuk menenangkan dirinya sebentar yakni dengan cara ijin untuk mandi dan Dia pun segera menarik bibirnya dari pergulatan panas antara bibirnya dan bibir Naka itu lalu pamit untuk mandi dulu sebab badannya terasa lengket dan bau.


Semula Naka nampak kecewa karena jujur saja dirinya sudah terbakar nafsu yang menjulang tinggi dan ingin segera melampiaskan nya pada sang istri nya itu namun Dia harus bersabar sebentar sebab Tyas meminta ijin untuk mandi dan menurut Naka masuk akal juga sih toh Dia juga merasa gerah.


Tyas segera masuk kedalam kamar mandi dan langsung mandi dengan mengguyur kan tubuh nya dibawah pancuran shower air hangat itu untuk beberapa saat seraya membayangkan apakah Naka akan melakukannya malam ini atau kah Dia harus memohon pada Naka untuk menundanya besok saja


Hingga tak berselang lama Dia pun segera menyudahi acara mandinya itu dan nampaknya nasip nya kurang baik hari ini dimana Dia tidak membawa baju sehelai pun dan hanya ada dua stel baju kimono untuk dirinya dan Naka.


Akhirnya terpaksa Tyas memakai kimono itu dan langsung keluar dari dalam kamar mandi dan Dia tidak mendapati Naka di dalam kamar itu " Ah mungkin Dia sedang ada urusan penting guman Tyas lirih


Dia memutuskan untuk membuka sedikit gorden kamar itu dan menyaksikan keindahan kota jakarta dimalam hari itu dari atas gedung hotel mewah berbintang lima itu sungguh Tyas sangat bersyukur dengan semua yang telah Dia alami dengan penuh bahagia hari ini


Tanpa disadari nya Naka sudah kembali dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan memakai baju kimono itu lalu berjalan menghampiri Tyas yang tengah berdiri di samping jendela itu dan langsung memeluknya dari belakang itu


" Kamu sedang melihat apa sayang? " Tanya Naka dengan nada lembut tepat di dekat telinganya Tyas itu

__ADS_1


Tyas kaget dan sedikit geli terlebih saat Naka mencium pelan leher bawah telinganya itu sementara tanganya masih memeluk erat perutnya itu.


" Sayang kok nggak dijawab." Kata Naka mengulangi pertanyaan nya barusan itu seraya mencium kembali leher tengkuknya Tyas


Tyas menjadi sangat gugup dan grogi hingga membuatnya tak mampu untuk menjawab pertanyaan itu, dan Naka heran kenapa Tyas menjadi se grogi itu bukanlah Tyas pernah menikah dan pasti sudah pernah berhubungan badan dengan suami nya dulu


Naka menciumi rambut nya Tyas lalu turun ke cuping telinganya lalu turun keleher jenjangnya Tyas, sementara tanganya yang satu memeluk erat tubuh Tyas dan satunya lagi secara pelan pelan menarik tali baju kimono itu hingga lepas dan jatuh ke lantai.


Tindakan Naka itu sukses membuat Tyas semakin grogi saja dan terlihat Dia pun gemetar sementara Naka pun semakin penasaran kenapa Tyas bisa se grogi itu apakah Dia tidak pernah berhubungan badan sebelumnya guman Naka dalam hati.


Dia pun berusaha menenangkan Tyas dan memintanya untuk tidak grogi, Naka pun membalikkan badannya Tyas agar menghadap dirinya lalu Dia pun mulai menciumi kening Tyas lalu turun kebawah bagian hidung hingga akhirnya di mencium bibir nya Tyas dengan lembut dan mesra


Semakin lama semakin panas saja ciuman yang dilakukan Naka, Dia menuntut Tyas untuk membuka bibirnya dan membalas ciuman itu


Dan dengan ragu ragu Tyas membalas ciuman itu semakin lama ciuman itu semakin panas saja, tangan Naka mulai hilang kendali mulai berani meraba raba tubuh bagian belakangnya Tyas mulai dari pinggul lalu beralih kebagian depan dengan pelan pelan tanpa Tyas sadari Naka menarik kimono yang Tyas pakai dan membuangnya ke lantai


Lalu dilanjut dengan membuka kancing pengait bh itu hingga terlebas hingga Dia bisa leluasa melihat keindahan aset berharga nya Tyas yakni dia gunung kembar, dan dengan lembutnya Dia menciumi nya secara bergantian dengan sesekali meremas nya memberi efek rangsangan pada diri Tyas


Tyas merasa panik dengan semua serangan Naka itu namun tidak munafik Dia juga menikmati sentuhan demi sentuhan Itu juga jilatan demi jilatan dan gigitan kecil Naka pada puncak gunung itu


Naka paham dengan maksud Tyas yang berkata lemas itu artinya Tyas sudah mulai terangsang penuh dan Dia pun membopong Tyas dan membaringkannya diatas kasur empuk yang ber sprei putih bersih itu.


Awalnya Tyas berpikir Naka akan menghentikan kenakalan nya itu cukup di situ saja, namun nyatanya tidak Dia tetap menciumi leher jenjang Tyas lalu memainkan kedua gunung kembar itu yang kini mulai memerah akibat gigitan gigitan kecilnya Nak juga rekaman tanganya itu lalu dilanjut dengan kenakalan Dia lainnya yakni mulai membuka ****** ***** milik sang istri hingga Dia bisa menyaksikan aset paling berharga yang dimiliki dan yang paling dijaga oleh Tyas itu.


Naka menurunkan kepalanya mulai menciumi perut rata milik Tyas lalu berlanjut menciumi kedua pahanya semakin keatas ke pangkal paha dan tujuan terakhirnya yaitu bukit kenikmatan mili Tyas yang sebentar lagi akan dimasukin oleh tongkat sakti miliknya itu


Dia menciumi bibir bukit itu dengan lembut mulai menjilati jya pelan pelan dan tanganya menarik satu sisi kakinya Tyas agar paha itu terbuka hingga Dia leluansa mencium menjilati bahkan menggigit bagian dalam lembah itu.


Tyas yang semula grogi pun mulai terpancing nafsunya nafasnya naik turun tak karuan menahan gejolak yang Dia sendiri pun tidak tau gejolak apakah itu, Dia menjabat rambut Naka saat Naka mulai mengigit bibir lembah itu sementara Naka tidak memperdulikan jambakan itu


Hingga akhirnya ada cairan bening nang hangat yang mengalir dari dalam lembah itu dan Naka yang menyadari kalau Tyas sudah dikuasai oleh rangsangan itu segera menarik kepalanya dari bawah dan langsung menghadap ke wajah Tyas sementara tangannya yang satunya menuntun tongkat sakit yang dari tadi sudah memberontak itu untuk masuk kedalam.


Satu kali percobaan gagak, dua kali percobaan juga gagal, hingga kali percobaan pun juga gagal hingga percobaan di nomer empat lah yang berhasil dan itupun hanya sedikit bagian kepalanya tongkat saja yang masuk aneh guman Naka dalam hati.


Dan Dia pun berusaha dengan keras mengerahkan tenaganya untuk memaksa masuk kedalam lembah itu hingga akhirnya tongkat itu berhasil masuk dengan sempurna kedalam lembah kenikmatan itu.

__ADS_1


Tyas menjerit kecil air matanya nampak menetes di pipinya ya Dia menahan rasa sakit yang teramat sakit di bagian pangkal paha khusus nya dibagian lembah yang rasanya seperti sobek sampai ke punggung itu.


Naka menyadari ada hal aneh pada diri sang istri dimana Dirinya merasa kalau Tyas ini masih perawan buktinya Dia kesulitan memasukinya, Dia juga merasakn ada robekan di dalam sana dan untuk memastikan nya Naka pun bangkit dan mengangkat tongkat itu lalu memastikan apakah kecurigaan nya benar.


Dan tara Dia menyaksikan dengan mata kepala nya sendiri ada darah diujung tongkat milinya juga noda merah segar menetes jatuh ke sprei hotel yang berwarna putih itu .


Naka langsung memeluk Tyas dengan erat dan langsung mencium nya seraya berkata.


" Sayang Kamu masih perawan? " Tanya Naka setengah berbisik.


Tyas yang masih merasakan sakit yang kuat biasa itu pun hanya mengangguk,


" Maafin Aku ya pasti ini sangat sakit untukMu? " Tanya Naka seraya membelai rambut Tyas.


Ya tentu saja sakit orang masih pertama kali dipakai di buka segel dengan tongkat yang lumayan besar dan panjang pula, dan Tyas pun hanya menggeleng kan kepala nya mengingat kejadian barusan.


Dasar laki laki melihat pasangannya tengah merasakan sakit itu bukannya menghentikan nafsunya dan langsung membantunya atau apa malah menciumi Tyas kembali dan memasukan tongkatnya kembali kedalam lembah itu


Kali ini reaksi Tyas tidak se kaget yang barusan, mungkin Dia bisa menahannya terlebih saat Naka memasuki nya dan menancapkan tongkat itu dalam dalam amblas hingga tak bersisa.


" Tahan sayang ini memang sakit awalnya namun lama lama Kamu akan merasakan enak dan nyaman jadi Kamu pejamkan mata nikmatilh dan jika Kamu merasakan sakit Kamu boleh menggigit pundak ku." Bisik Naka seraya menjilati telinga milik Tyas


Tyas yang mulai dikuasa nafsu itu pun seperti lupa dengan rasa sakit yang barusan Dia rasakan Dia menuruti perintah nya Naka untuk menutup mata dan menikmati permainan hangat nanti lembut nya Naka itu.


Naka yang lebih paham dengan permainan panas itu pun seakan paham mana waktu yang pas baginya untuk mulai memacu pinggulnya dan menaikkan ritme goyangannya diatas tubuh seksinya Tyas.


******* nafas kedua pengantin baru itu jelas memenuhi kamar hotel yang untungnya kedap suara itu lenguhan demi lengungan terdengar dari mulutnya Naka yang nampak menikmati permainan panasnya bersama Sang istri tercinta.


Sementara Tyas yang semula takut dan merasakan perih sakit luar biasa itu pun mulai menikmati pompaan demi pompaan yang dilakukan oleh Naka yang sukses mencampur rasa sakit perih itu dengan kenikmatan hantaman demi hantaman tongkat sakti di dalam lembah itu


Hingga tanpa di sadari nya Dia melenguh panjang tepat di telinganya Naka dan hal itu semakin membuat Naka menjadi bernafsu degan menaikkan ritme permainan pacuan itu berharap agar Mereka berdua bisa meriah puncak kenikmatan bersama.


Benar saja kedua pasangan pengantin baru itu pun meriah puncak kenikmatan surga dunia itu bareng, Tyas mencengkeram erat pundak Naka sementara Naka menancapkan dalam dalam tongkat sakti nya itu dalam lembah, hingga akhirnya Mereka bedua pun terkulai lemas lalu saling berpandangan hingga akhirnya Mereka tertidur akibat ke lelehan.


lelah karena acara resepsi hari ini juga lelah akibat acara belah duren barusan

__ADS_1


__ADS_2