Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Aku tau Kamu cemburu


__ADS_3

Ditya dan Nila telah sampai di rumah dan langsung di sambut dengan berondongan pertanyaan dari Wati tentunya yang sedari tadi kebingungan mencari Mereka berdua.


" Hey Kalian dari mana saja, kenapa jam segini baru pulang sungguh Kalian membuat ku kebingungan? " Tanya Wati berurutan


Nila dan Ditya tidak langsung menjawab pertanyaan dari Wati barusan, Mereka saling melemparkan pandangan satu sama lain seakan tengah menyembunyikan sesuatu di belakang nya Wati dan hal ini sukses membuat Wati curiga.


" Kok malah diam sih, tolong Kalian jawab pertanyaan ku barusan? " Kata Wati setengah emosi


Dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun Ditya segera merogoh saku celana nya dan terlihat mengeluarkan sebuah kotak cantik berwarna merah itu lalu menyerah kan nya pada Wati .


" Surprise." Ujar Ditya seraya menyerahkan kotak tersebut kepada Wati


Wati terlihat bingung dengan kejutan yang barusan diberi kan oleh Ditya itu, Dia berpikir kok tumben sih Mas Ditya memberikan dirinya kejutan hadiah apa lagi hari ini bukan lah hari ulang tahun dirinya ataupun ulang tahun pernikahan Mereka.


" Wat, kok Kamu malah bengong sih? " Ucap Nila dengan wajah sumringah nya ikut senang itu.


Wati yang nampak melamun itupun tersadar dan seger menerima pemberian kotak hadiah dari Ditya, kemudian Dia pun terlihat menatap Ditya dan Nila secara bergantian.


" Apa ini Mas? " Tanya Wati sembari menatap kotak hadiah pemberian Ditya itu


" Buka saja sayang, nanti Kamu akan tau isi dalam nya itu apa." Jawab Ditya lembut


Wati pun tersenyum manis dan langsung membuka kotak hadiah pemberian Ditya barusan, dan alangkah kaget nya Dia saat melihat isi kotak tersebut yang ternyata sebuah perhiasan kalung mewah dengan liontin berlian di bagian tengah itu .


" Mas." Kata Wati yang terlihat takjub dengan hadiah pemberian Ditya itu


"Iya sayang, maaf ya tadi Aku ngajak Nila keluar untuk membantuku memilih hadiah untuk Mu." Sahut Ditya seraya menoleh kearah Nila


" Lalu kenapa Kalian nggak ngajak Aku? " Tanya Wati serius


" Lawong namanya saja kejutan, kalau ngajak Kamu ya nggak jadi kejutan dong namanya.' Jawab Nila


" Iya juga sih, makasih banyak ya Mas Ditya dan juga Kamu Nil, Aku suka hadiah nya ini Mas tapi Aku juga merasa sedikit heran kan hari ini Aku nggak ulang tahun kok tumben Kamu ngasih Aku hadiah." Sahut Wati yang dengan wajah sumringah nya memegangi kalung hadiah dari Ditya itu.


" Masa mau nyenengin hati istri harus nunggu Dia ulang tahun dulu, ini semua sebagai bentuk Terima kasih ku ke kamu Dek karena selama ini Kamu selalu mendukungku Kamu istri yang baik dan Kamu pantas mendapatkan ini ." Balas Ditya sembari menatap wajah Wati


Mendengar Ditya tengah memuji Wati di depannya itu, tiba tiba ada rasa yang sangat aneh di dalam hati Nila yang mana rasa itu sakit baginya.


Hingga akhirnya Nila pun berpura pura ada telepon masuk di hpnya dan Dia berjalan menuju kamar tidurnya itu dengan pura pura mengangkat panggilan telepon.


Sementara itu sebagai ucapan rasa Terima kasih nya atas hadiah yang barusan diberikan oleh Ditya itu, Wati mengajak Ditya untuk masuk kamar dan ya sudah dapat di tebak Mereka melakukan pergulatan panas di ranjang.


Sedangkan di kamar sebelah, lebih tepatnya Kamar yang ditempati oleh Nila saat ini terlihat Dia tengah mengguyur dirinya dibawah kucuran air shower dengan posisi duduk dilantai kamar mandi


Di bawah guyuran shower itu Nila menangis merasakan kenapa tiba tiba hatinya sakit saat mendengar kata kata Ditya yang tengah memuji Wati sekaligus memberinya hadiah dan seharusnya hal itu wajar sebab Mereka adalah pasangan suami istri .


Nila menyadari ada yang salah dengan perasaan nya terhadap Ditya, dimana rasa nyaman dan suka itu mulai tubuh terhadap sosok Ditya yang tak lain adalah suami sahabat karibnya itu.

__ADS_1


Lama sekali Nila mengguyur tubuhnya di bawah pancuran air hangat tersebut, hingga akhirnya Dia menyelesaikan acara mandi nya dan segera mengganti baju lalu berbaring di kasurnya.


Sementara itu Wati dan Ditya yang baru saja menyelesaikan ronde kedua permainan ranjang nan panas menguras tenaga itu pun terlihat tengah keluar dari dalam kamar mandi selesai mandi juga sudah ganti baju dan bersiap untuk keluar makan malam


" Tadi Aku sudah masak lo Mas, buat Kita semua ayo Kita makan." Kata Wati seraya mengapit mesra lengan Ditya


"Oya hebat dong Kamu, lo mana Nila kok nggak ada? " Tanya Ditya sembari clingukan mencari cari Nila


" Mungkin sedang di kamar Mas, biar Aku susul Dia Mas Kamu makan aja dulu." Jawab Wati


Ditya pun mengangguk dan segera duduk di kursi meja makan lalu mulai menikmati makan malam dengan menu yang tadi dimasak oleh istrinya itu, sementara Wati terlihat beberapa kali mengetuk pintu kamar Nila.


Karena tak mendapat respon dari dalam maka Wati pun dengan jiwa ke penasaran nya itu pun terlihat membuka pintu dan langsung masuk kedalam menyusul Nila yang ternyata sedang tertidur di atas kasur empuk itu


" Nil, Nila bangun yuk Kita makan malam dulu." Kata Wati mencoba membangunkan Nila yang tertidur pulas itu


" Nil ayo bangun dulu." Lanjut Wati


" Aku hari ini capek banget wat, Kalian makan aja dulu Aku nanti nyusul." Jawab Nila berbohong


" Mau Aku bawain makan kesini nggak? " Kata Wati menawari Nila


" Ah nggak usah bestie ngrepotin Kamu aja, udah sana Kamu temani suamimu makan Aku mau lanjutin tidur ku heheheheh." Jawab Nila


" Baiklah kalau begitu, nanti kalau Kamu lapar cari sendiri ya di dapur." Sahut Wati


Terlihat Wati berjalan keluar kamar dan langsung menyusul Ditya yang tengah makan itu.


" Kelihatannya Dia kecapean Mas, Dia ketiduran udah Aku bangunin untuk makan tapi Dia bilang mau istirahat dulu aja." Jawab Wati jujur


" Oh ya sudah Kamu makan dulu gih, terus istirahat sana pasti Kamu capek habis ku gempur tadi." sahut Ditya dengan senyum nakalnya


" Lelah yang membawa nikmat Mas." Seloroh Wati cengengesan


Ditya pun hanya tersenyum lalu melanjutkan acara makan nya hingga habis lalu membantu merapikan meja makan dan perabotan yang kotor .


Selesai dengan urusan dapur, Ditya meminta kepada Wati agar segera tidur untuk memulihkan tenaga nya, sementara dirinya pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tadi tertunda.


Wati segera masuk kamar dengan perasaan sangat senang dan tak dapat dilukiskan dengan kata kata Dia juga berharap bahwa kebahagiaan ini kekal adanya bukan hanya seperti singgahan saja.


Dia tertidur pulas dengan posisi tangan masih memegang erat kalung pemberian Ditya.


Sementara Ditya yang merasa sedikit aneh dengan perubahan sikap Nila barusan itu pun memberani kan diri untuk mengirimi pesan ke pada Nila guna menanyai ada apa sebenarnya


Satu pesan tidak ada balasan begitupun dengan pesan nomer dua hingga akhirnya Ditya memutuskan untuk menelpon Nila karena Ditya yakin Nila belum tidur


" Halo Nil." Kata Ditya lirih sesaat setelah Nila mengangkat panggilan telepon dari nya itu

__ADS_1


" Iya ada apa Mas? " Tanya Nila dengan nada dingin


" Kok tadi Kamu nggak keluar makan malam sih kenapa, Kamu sakit ya? " Tanya Ditya dengan nada selembut kapas itu


" Hari ini Aku capek banget Mas, juga tadi sebelum pulang di restoran sudah makan kok." Jawab Nila berbohong


Sejatinya Nila tengah berbohong dengan alasan capek dan sebenarnya Dia tidak kuat dengan kemesraan antara Ditya dan Wati di depan nya sungguh sangat sakit.


" Kamu nggak bohong kan Nil? " Tanya Ditya yang merasa kalau Nila tengah berbohong


" Untuk apa Aku berbohong nggak ada gunanya lagi, ya sudah Aku mau tidur dulu Mas." Jawab Nila dengan nada setengah sewot


Ditya yang mendapat jawaban itu terlihat bingung kenapa tiba tiba Nila berubah jadi dingin atau kah Nila tengah cemburu pada dirinya dan Wati dan itu artinya gayung bersambut dengan dirinya.


Pelan pelan Ditya kembali ke kamar tidur nya memastikan apakah Wati sudah benar benar tidur pulas dan ternyata sudah tertidur pulas, secara pelan pelan Dia mengambil kotak hadiah satu nya lagi yang di simpanan di dalam saku jas kerjanya itu lalu berjalan pelan pelan keluar ruangan menuju teras taman belakang.


Sesampainya di teras taman belakang, Ditya mengeluarkan HP di sakunya lalu menelpon Nila dan Nila pun mengangkat panggilan telepon dari Ditya yang memintanya untuk menyusul dirinya di teras taman belakang dengan alasan ada hal penting menyangkut Wati yang harus Mereka bahas.


Tak perlu waktu lama Nila sudah menyusul Ditya di taman teras belakang dan segera dan terlihat berdiri mematung dibawah lampu taman yang bernuansa remang remang itu


Ditya yang melihat kedatangan Nila itu pun bangkit dari duduk nya lalu berjalan menghampiri Nila yang berdiri di bawah lampu remang remang itu


Dan tanpa di duga duga oleh Nila, Ditya memeluk erat erat tubuh Nila dan menciumi tengkuk Nila.


Nila sangat kaget dan gugup Dia berusaha melepaskan pelukan Ditya itu namun kelihatan nya usahanya itu gagal sebab tubuhnya kalah besar dengan tubuh Ditya yang memeluknya sangat erat.


" Mas Ditya tolong lepaskan pelukan mu ini, Kamu sadar Mas Aku ini sahabatnya istrimu." Kata Nila sembari berusaha melepaskan pelukan Ditya itu


" Ya Aku sadar Kamu sahabat istriku, tapi bukan kah ini yang Kamu inginkan." Sahut Ditya dengan posisi masih memeluk erat Nila dan masih menciumi pundak juga rambut Nila itu


" Kamu gila Mas." Balas Nila gemetar


" Ya Aku gila karena Aku mulai menyukai Kamu yang jelas jelas adalah sahabat istriku." Bisik Ditya lembut di telinganya Nila


Pelukan Ditya itu semakin erat mengunci tubuh Nila,Ditya masih terus menciumi rambut Nila lalu beralih ke telinganya hingga nafasnya yang mulai memburu itu bisa dirasakan oleh Nila.


Sekuat tenaga Nila berusaha melepaskan pelukan Ditya itu hingga akhirnya berhasil dan berjalan mundur menjauh dari Ditya dan ketika hendak berlari masuk kembali kedalam rumah Ditya berhasil menangkap dirinya.


" Nila Aku ingin bicara dengan Mu." Kata Ditya sembari menarik tangan Nila


Nila yang tangannya di seret oleh Ditya itupun berjalan mendekat kearah Ditya.


" Apa yang ingin Kamu bicarakan Mas? " Tanya Nila


" Bisakah Kita duduk sebentar di sana, Aku tidak ingin pembicaraan Kita di dengar oleh Wati." Jawab Ditya sembari menunjuk kearah bangku taman di belakang rumah nya itu


Tanpa banyak bicara Nila pun berjalan menuju bangku taman yang barusan di tunjuk oleh Ditya dan langsung duduk di sana dengan diikuti oleh Ditya tentunya.

__ADS_1


Jreng jreng jreng apakah yang akan menjadi topik pembicaraan Mereka berdua


silahkan ditulis dikomen ya 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2