
" Nduk, Kamu yang sabar ya Terima ujian dari Allah ini dengan ikhlas juga selalu lah berpikir positif pasti ada hikmah yang dapat Kamu petik dibalik musibah ini dan juga pasti Allah telah menyiapkan kebahagian yang luar biasa kelak jika Kamu telah sukses melewati ujian berat ini." Kata Bu Rukmi yang mencoba menasehati Tyas.
" Nggeh Buk tolong doakan Tyas dan Mas Naka kuat menghadapi cobaan ini juga ikhlas dengan musibah ini. " Balas Tyas
" O itu pasti tanpa Kamu minta Bapak dan Ibuk juga saudara Mu yang lainnya akan selalu mendoakan Kalian. " Sahut Ibuk
" Kamu juga yang sabar ya Le, Bapak tau ini ujian terberat untuk Kalian terlebih untuk Mu tapi ingat Le semua ini sudah di gariskan oleh yang maha kuasa dan Kita sebagai umat nya yang lemah hanya menerima dengan ikhlas." kata Bapak menasehati Naka
" Nggih Pak, Terima kasih banyak atas nasehat juga dukungannya." Balas Naka dengan sopan
" Dan untuk Kamu Yas, jadikan ini sebagai pelajaran dalam hidup mu agar lebih berhati hati juga selalu dengar lah apa kata suami jangan ngeyel jangan membantah selagi itu demi kebaikan Mu." Kini giliran Bapak menasehati Tyas
" Nggih Pak Terima kasih banyak atas nasehatnya, dan untuk ke depan Tyas akan selalu berhati hati juga selalu patuh terhadap kata kata Mas Naka selagi itu dalam hal kebaikan." Sahut Tyas
Bapak yang mendengar ucapan Tyas barusan itu pun tersenyum demikian dengan Nama dan yang lainnya ikut tersenyum lega terlebih Naka merasa lega hatinya manakala mendengar nasehat dari kedua mertuanya itu untuk Mereka berdua
Sungguh Naka merasa sangat beruntung memiliki mertua sebaik dan sesopan Pak Samsul dan Bu Rukmi, meskipun Beliau berdua berasal dari desa namun sikap Beliau berdua sangatlah bijaksana setiap ucapan yang keluar dari mulut Beliau berdua adalah doa sekaligus nasehat untuk dirinya dan Tyas dalam menjalani rumah tangga Mereka itu
" Oya gimana keadaan Tyas apakah sudah membaik Ka? " Tanya Mbak Rina pada Naka
Naka tersentak dan langsung tersadar dari lamunan nya barusan dan langsung dengan sigap menjawab pertanyaan Mbak Rina itu
" Ya alhamdulillah sudah membaik Mbak hanya saja Tyas masih harus menerima pengobatan lanjutan dan juga menunggu hasil pemeriksaan berikutnya jika hasilnya baik maka lusa Dia sudah boleh pulang." Jawab Naka tegas
" Oh bagus kalau begitu nanti sepulang dari rumah sakit ini biar Ibu yang jagain Tyas saat Kamu berangkat kerja." Sahut Mbak Rina
__ADS_1
" Aku rasa nggak perlu Mbak kan di rumah ada Mbok Rah dan yang lainnya lagi pula di kantor ada Seketaris Anton yang mengurus jadi Aku bisa fokus jaga Tyas lagi pula Aku tidak mau merepotkan Ibuk dan Bapak Mbak kan Tyas itu tanggung jawab ku." Balas Naka
" Kamu jangan bilang seperti itu Le, disini tidak ada yang merasa direpotkan Tyas itu anak Kami dan sekarang Dia tengah di timpa musibah maka Kami berkewajiban membantunya juga mensupport Dia dengan doa dan juga dukungan semangat ya meskipun Kami tau Kamu suaminya yang lebih berhak menjaga Tyas tapi Kami juga tidak ingin melimpahkan beban merawat Tyas ke Kamu saja apalagi Kamu ada kantor dengan segudang pekerjaan." Sahut Ibuk tegas
" Baik lah kalau begitu, Naka hanya bisa mengucapkan banyak Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibuk juga Mbak Rina atas semua dukungan nya kepada Kami berdua." Ujar Naka yang terlihat menatap wajah lemas Sang istri
Kemudian Mereka semua pun melanjutkan obrolan hangat pagi itu dengan santai hingga seorang suster muda nanti cantik pun datang memberitahu Mereka semua agar membawa Tyas kembali ke Kamar tempat perawatan karena Tyas harus menerima suntikan pengobatan lagi.
Sementara itu mobil yang ditumpangi Eyang Putri itu terlihat melewati jalanan yang sedikit sepi arah puncak, Pak Prapto terlihat memarkirkan mobilnya di depan rumah kecil yang terlihat kosong dan lansung membuka pintu mobil penumpang bagian belakang untuk Eyang Putri keluar
" Pak Prapto ayo temani Aku ke dalam." Ucap Eyang Putri dengan nada datar
" Nggih Buk siap, dan kalau boleh tau ada urusan apa ya Kita kesini? " Tanya Pak Prapto
" Sudah Kamu jangan banyak tanya ayo Kita masuk." Jawab Eyang Putri
" Bu Sekar." Sapa ketua preman itu saat tau kedatangan Eyang Putri
" Ya bagaimana apakah Kalian sudah tau jawabannya siapa yang menyuruhnya? " Tanya Eyang Putri tegas
" Maaf Bu, sedari tadi Dia nggak ngaku siapa yang menyuruhnya juga Dia mau makan dan minum Buk . "Jawab kepala preman itu
" Em, bawa Aku kesana menemui Dia." Balas Eyang Putri
kemudian kepala preman itu pun mengajak Eyang Putri beserta Pak Prapto masuk kedalam rumah tempat pria yang menendang Tyas itu di sekap
__ADS_1
Terlihat pria itu di ikat kedua tangannya dan di dudukan diatas kursi dengan ditungguin oleh preman yang menunggui nya itu
" Siapa yang memerintah Kamu untuk melakukan hal keji ini ke cucu menantu ku? " Tanya Eyang Putri dengan nada tegas
" Aku tidak akan menjawabmya sekalipun Kamu bunuh Aku." Ucap Pria tersebut dengan nada bengis
" Oh Kamu tidak mau menjawabnya ya baiklah itu artinya Kamu sudah tidak sayang ke istrimu juga kedua orang tuamu di rumah? " Tanya Eyang Putri
" Apa maksud Anda Nyonya? " Tanya pria yang tengah di sekap itu
" Maksud Ku Kamu lebih memilih melindungi orang yang menyuruhmu itu ketimbang anggota keluarga mu? " Tanya Eyang Putri tegas
" Anda jangan macam macam dengan keluarga Saya Nyonya. " Hardik pria tersebut kepada Eyang Putri
" Aku tidak akan macam macam kalau Kamu mau menjawab siapa yang menyuruh mu melakukan semua ini bahkan Aku akan memberimu uang sekaligus Aku berjanji tidak akan melaporkan Kamu ke kantor polisi." Ucap Eyang Putri
" Baiklah Saya akan memberi tahu Anda siapa yang menyuruh ku melakukan semua ini tapi janji setelah ini Anda akan melepaskan Saya juga keluarga Saya. " Kata pria tersebut
Dan dengan pelan pelan Pria tersebut memberi tahu Eyang Putri tentang siapa yang telah menyuruh pria tersebut untuk menendang
" Apaaa, lalu siapa Tomy itu? " Tanya Eyang Putri kaget
" Tomy ini rekan bisnis sekaligus saingan nya Cucu Anda Bu Sekar. " Kata Pria tersebut
" Lalu apa alasan nya Tomy melakukan semua ini ke Tyas? " Tanya Eyang Putri penasaran bercampur kaget
__ADS_1
" Maaf Bu, untuk urusan itu Saya tidak tau dan sesuai janji Anda tadi tolong lepaskan Saya kasiani Saya Bu Saya hanya orang miskin." Jawab Pria tersebut gemetaran
Eyang Putri pun mengangguk dan meminta kepada kepala preman tersebut untuk melepaskan tawanan Mereka itu juga Eyang Putri meminta kepada kepala preman itu untuk menyelidiki siapa sebenarnya Tomy yang telah tega menyewa seseorang untuk mencelakai Tyas.