Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Berharap Kamu yang terbaik.


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Tyas dan Naka sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan, Naka segera memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus vvip


Naka mengajak Tyas turun dari mobil dan segera berjalan masuk kedalam Mall, Saat tengah berjalan melintasi bagian pemeriksaan khusus pengunjung itu, Nampaknya sekuriti itu mengenali Naka sang pemilik separoh saham mall tersebut, Dan saat petugas sekuriti tersebut hendak menyapa Naka, Naka segera memberi kode Sekuriti tersebut memintanya untuk pura pura tidak kenal jangan menyapanya.


" Kamu mau apa Yas, silahkan Kamu pilih sesuka hatiMu dan biar Aku yang membayarnya." Ucap Naka Seraya menggandeng tangan Tyas


" Em makasih Mas dan kayaknya Aku lagi nggak pengen beli apa apa deh." Jawab Tyas dengan senyum manisnya


" Nggak papa beneran kok Kamu milih apa aja." Balas Naka Seraya mengusap kepala Tyas


" Benar Mas, Aku lagi nggak pengen apa apa dan gimana kalau Kita jalan jalan aja atau nggak ngopi sambil ngobrol gitu." Sahut Tyas


Nampaknya Naka paham dengan kata kata Tyas barusan, Dia paham akan sifat Tyas yang tidak terlalu suka belanja barang mewah dan lebih senang membeli barang sederhana sesuai kebutuhan nya saja


Akhirnya Mereka pun berjalan jalan santai dimulai dari pusat permainan di mall tersebut lalu berlanjut ke stand penjual baju baju mewah tas tas branded , perhiasan exclusive dan barang barang mewah lainnya hingga berlanjut ke stand penjual aneka jajanan juga deretan restoran mewah.


Naka mengajak Tyas untuk masuk kedalam sebuah restoran dan mengajaknya duduk dipojok ruangan itu, sembari menunggui pesanan Mereka datang, Naka bertanya pada Tyas.


" Sayang Kamu mau tau nggak kenapa Aku ajak Kamu makan disini dan duduk di pojok sini ? " Tanya Naka Seraya memandang wajah Tyas dengan seksama


" Nggak tau Mas." Jawab Tyas singkat


" Sebab di tempat ini lah pertama kali Aku melihatMu dan Aku langsung jatuh cinta sama Kamu hingga akhirnya Aku memutuskan untuk mencari tau dimana Kamu tinggal juga siapa Kamu sebenarnya dan ditempat ini pula Aku dulu selalu memperhatikan Kamu dari jarak jauh dan sekarang Aku ngajak Kamu ke sini untuk nostalgia masa lalu Ku." Jawab Naka Seraya memandang kearah Tyas yang tengah duduk di depannya itu.


" Oya Aku kok nggak ingat sama sekali ya." Balas Tyas


" Nggak papa kalau Kamu nggak ingat itu, Namun yang harus selalu Kamu ingat adalah Kamu itu milik Ku Kamu calon istriKu camkan itu ya." Sahut Naka dengan nada serius


Tak berselang lama pesanan Mereka pun telah datang, pelayan restoran pun menghidangkan nya dimeja juga meminta Tyas dan Naka untuk segera menikmatinya.


Sebenarnya Tyas curiga kok sekian banyak pegawai mall tersebut selalu menyapa Naka dengan ramah dan menghormati nya dengan sopan, siapa sebenarnya Naka guman Tyas dalam Hati namun Tyas memilih untuk diam dan menunggu kejujuran nya Naka.


Mereka pun melanjutkan acara menikmati makan siang bersama dengan diselingi canda tawa .


Selesai makan Naka mengajak Tyas untuk nonton film di bioskop ya ada di dalam kawasan mall tersebut.


" Kamu tunggu di sini ya biar Aku antri beli tiket masuk sekalian beli camilan." Kata Naka pada Tyas


" Iya." Jawab Tyas singkat


Naka pun mengantri untuk membeli tiket masuk bioskop tersebut, selesai membeli tiket Dia pun mengantri untuk membeli camilan juga minuman.


"Ayo sayang Kita masuk." Kata Naka mengajak Tyas masuk


Tyas pun mengangguk kemudian Mereka pun masuk kedalam bioskop untuk nonton bersama yang kebetulan siang itu sedang diputar film ber-genre komedi.


Puas menonton film tersebut, Mereka pun melanjutkan acara jalan jalan sore itu namun ada yang sedikit aneh disini , Naka mengajak Tyas menuju ke stand penjual perhiasan mewah.


"Kok kesini Mas Kamu mau beli apa?" Tanya Tyas heran


" Sudah ayo ikut saja nanti Kamu juga akan tau." Jawab Naka Seraya meraih tangan Tyas dan mengajaknya masuk kedalam toko perhiasan tersebut.


Di dalam toko perhiasan tersebut Naka meminta Tyas untuk duduk di kursi vvip yang disediakan oleh toko penjual perhiasan tersebut guna menunggui dirinya yang tengah sibuk memilih perhiasan cantik.


Naka ternyata sedang asik memilih sebuah cincin yang desain nya sederhana polos dengan hiasan berlian di bagian tengah nya, nampak dari kejauhan Tyas sedang memperhatikan Naka.


Tyas memperhatikan Naka, dalam hati Dia mengagumi pribadi Naka yang baik sopan berwawasan luas dan berwibawa dan terlihat dewasa cara berpikir maupun sikap nya.


Dia mulai merasa nyaman berada di samping Naka ,memang benar adanya peribahasa cinta akan hadir karena terbiasa sering bersama karena hal itu tengah Tyas rasakan bersama Naka.

__ADS_1


Sosok Naka mampu mengisi kekosongan dihati Tyas , pendekatan yang Dia lakukan pada Tyas pun sudah cukup lama dan pelan pelan sebab Naka punya anggapan Tyas bukanlah gadis yang gampang dirayu dengan segala materi.


Bagi Naka mendekati Tyas hingga mendapatkan cinta dan kepercayaan nya itu adalah sebuah kemenangan besar baginya Dia sangat senang bahkan melebihi senangnya Naka saat memenangkan sebuah tender kerja sama ataupun saat Seketaris Anton memberitahunya soal laporan perkembangan kantor yang cukup baik


" Semoga Kamu adalah jodoh terbaik yang dikirim Allah untuk Ku Mas." Doa Tyas dalam hati


Tak berselang lama Naka berjalan menghampiri Tyas dan mengajaknya pulang sebab Naka ingat tadi sebelum berangkat Tyas memberi tahu dirinya akan mengantarkan pesanan cake ke pelanggan


Disepanjang perjalanan Mereka mengobrol santai membahas seputar perkembangan usaha milik Tyas mulai dari perkembangan penjualan menu sarapan, penjualan kopi hingga perkembangan penjualan cake


Yang mana usaha cake Tyas ini berkembang cukup pesat dengan label "Yummy cake ", usaha Tyas itu berjalan sangat baik dan lancar hampir setiap hari orderan selalu masuk


Baik untuk acara resmi perusahaan perusahaan besar maupun acara arisan dan reuni keluarga dan sampai sekarang pun Tyas masih belum tau kalau Naka lah dibalik semakin banyak nya orderan cake yang masuk itu


Naka yang membantu Tyas untuk mempromosikan dagangan cake milik Tyas tersebut juga Eyang Putri yang diam diam merekomendasikan cake buatan Tyas itu kepada teman teman nya yang Notabene adalah kaum sosialita.


" Mau Aku bantu ngantar pesanan Cake ke pelanggan Mu itu nggak sayang? " Tanya Naka menawarkan diri bantuan kepada Tyas.


" Ah nggak usah Mas, tadi Aku udah janjian sama grabcar kok." Jawab Tuas sopan


" Kamu kenapa nggak beli mobil aja sayang buat antar antar pesanan begitu? " Tanya Naka Seraya menoleh kearah Tyas yang duduk di samping nya itu.


" Iya Mas, Aku juga berpikir kearah situ dan ini Aku sudah nabung buat beli tolong do'ain ya biar bisa kebeli tahun ini heheheh." Jawab Tyas


" Kamu mau Aku beliin nggak mobilnya? " Tanya Naka dengan wajah serius


Tawaran Naka barusan membuat Tyas kaget dan langsung menoleh kearah Naka.


" Terima lasih banyak Mas dan nggak usah." Jawab Tyas sopan


" Lo kenapa sayang kan biar Kamu bisa lebih gampang untuk antar pesanan lagipula Kamu kan calon istri Ku jadi wajar dong kalau Aku membantu Mu? " Kata Naka heran kenapa Tyas menolak bantuannya itu


Naka menghormati keinginan Tyas untuk menabung dan membeli mobil tersebut dan dalam hati Dia memuji sikap Tyas yang sederhana tidak neko neko dan memiliki jiwa bisnis yang baik


Meskipun bisa saja Tyas bisa saja menerima tawaran dari Naka untuk dibelikan mobil tersebut nyatanya Tyas lebih memilih untuk menabung dan membeli nya dengan uang nya sendiri


" Kamu wanita hebat Yas, semoga Kamu adalah jodoh terbaik yang dikirim Allah untuk Ku." Ucap Naka Seraya meriah tangan Tyas dan mencium punggung tangan milik Tyas.


Tyas kaget dengan perlakuan Naka barusan, Ini adalah pengalaman pertama tanganya dicium oleh laki laki, ada rasa gugup yang menjalar dihatinya hingga membuat dirinya salah tingkah sendiri.


" Kamu jangan terlalu berlebihan Mas." Balas Tyas


" Aku tidak berlebihan dan itu benar adanya sayang, kapan Kamu mengajak Aku pulang untuk bertemu dengan kedua orang tua Mu?" Tanya Naka Seraya meletakan genggaman tangan Mereka diatas pangkuan Naka


Tyas semakin gugup dan salah tingkah saat mendengar pertanyaan Naka barusan, didalam hati terdalamnya sekarang sedang terjadi perdebatan juga bunga bunga kebahagiaan juga perasaan yang menuntut untuk segera menjawab pertanyaan itu dengan kata segera.


" Hay kok malah melamun sih, Kapan nih? " Tanya Naka membuyarkan lamunan Tyas


" Eh iya Mas maaf, nunggu Kamu liburan saja ya biar nggak ganggu waktu kerjaMu takutnya kalau Kamu bolos kerja malah dipecat nanti sama bosMu kan Aku jadi takut hehehe." Jawab Tyas nyengir kuda


" Kalau begitu biar Aku ajuin ijin cuti saja gimana? " Tanya Naka yang berpura pura polos menutupi jati dirinya yang sebenarnya mana mungkin ada karyawan yang berani memecat bos nya sendiri.


Tyas terlihat berpikir sesaat dengan ide yang barusan disampaikan oleh Naka itu.


" Ya sudah Mas gimana kalau Kita berangkat besok saja dan Kamu ajuin cutinya dua hari saja gimana Kamu setuju kan?" Tanya Tyas balik


" Baiklah kan kebetulan besok hari minggu juga." Jawab Naka sumringah sebab usahanya mendapatkan Tyas sudah mulai menemui jalan baik


" Terus Kamu sendiri kapan Mas kenalin Aku ke keluarga Mu? " Tanya Tyas pada Naka

__ADS_1


" Nanti malam." Jawab Naka enteng


" Apaa, apakah harus secepat itu Mas? " Tanya Tyas kaget


" Iya, sesuatu yang baik harus segera di laksanakan biar tidak ditunggangi oleh nafsu yang kurang baik lagipula semakin cepat semakin baik biar Aku bisa memilikimu seutuhnya tanpa takut kehilangan Kamu yang direbut orang." Jawab Naka mantap


Mendengar jawaban Naka barusan, Tyas hanya mengangguk saja meskipun dalam hatinya tengah ada perdebatan antara ras asenang dan rasa trauma takut disakiti kembali.


" Mas apakah Kamu bisa janji tidak akan menghianati Ku dengan diam diam selingkuh seperti mantanKu dulu ? " Tanya Tyas dengan wajah memelas.


" Ya tentu saja Aku bisa berjanji dengan hal itu, kenapa sayang tiba tiba Kamu bertanya seperti itu? " Tanya balik Naka


" Nggak Mas, Aku hanya takut saja jika luka itu kembali terulang Kamu belum siap hancur untuk kedua kalinya." Jawab Tyas dengan mata berkaca kaca


Nampaknya Tyas tengah mengenang masa kelam rumah tangganya bersama Ditya, matanya berkaca kaca dan benar saja air matanya jatuh menetes membasahi pipinya, Naka yang tau hal itu pun segera menepikan mobilnya dibadan jalan dan berhenti sejenak


" Hey kok malah nangis sih sayang, jangan menoleh kearah belakang masalalu mu yang pahit itu tapi tataplah masa depan itu dan lihat lah ini Aku Janaka Bagaskara orang yang akan membawamu kelaur dari belenggu masalalu mu yang kelam itu." Ucap Naka Seraya mengusap air mata dipipi Tyas


" Jika mengingat hal itu, Hatiku masih sangat sakit Mas." Balas Tyas dengan air mata berlinang


" Sudah lah sayang Kamu jangan lagi mengenang nya, Aku dan Dia orang yang berbeda fisik pemikiran dan sikap tolong jangan lagi mengenang kesedihan mu dulu hapuslah air matamu dan bangkitlah bersama ku mari Kita jemput kebahagian itu bersama Kamu mau kan ." kata Naka menasehati Tyas


" Iya Mas terimakasih banyak atas nasehatMu itu dan Aku mau bangkit bersama Mu." Balas Tyas


Naka mengusap air mata dipipi Tyas dengan kedua tangannya Seraya berkata.


" Wanita sebaik dan secantik Kamu tidak pantas disakiti dan buat menangis begini." Ucap Naka Seraya mencium kening Tyas


Tyas kaget dengan ciuman Naka di keningnya barusan kaget bercampur bahagia dan bercampur gugup salah tingkah


Kemudian Mereka pun melanjutkan perjalanan yang sebentar lagi telah sampai di ruko tempat usaha sekaligus tempat tinggalnya Tyas itu.


Naka memarkirkan mobilnya di depan ruko Tyas, Dia berpamitan pada Tyas untuk segera pulang ke rumah tanpa mampir ke ruko tersebut sebab HP miliknya sedari tadi berseing terus yang ternyata panggilan dari Seketaris Anton yang memintanya untuk pulang sebentar.


Tyas segera masuk kedalam kamar pribadinya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan ganti baju laku bersiap membantu menyiapkan cake pesanan tersebut.


" Yas." Panggil Diah dari luar kamar tidurnya Tyas


" Iya masuk aja Di, ada apa? " Tanya Tyas seraya menoleh kearah pintu kamar tersebut


" Kamu dari mana sih barusan kok kelihatan nya ceria banget? " Tanya Diah curiga


" Oh tadi Aku nemenin Mas Naka beli barang." Jawab Tyas seraya mengeringkan rambutnya yang basah habis keramas


" Tapi kok kayaknya Kamu seneng banget Yas? " Tanya Diah


" Iya sedari pagi tadi Kamu senyum senyum ceria gitu Yas." Seloroh Yesi menimpali ucapan Diah barusan


" Baiklah Aku akan jujur pada Kalian, Kalau tadi pagi Mas Naka ngungkapin perasaan Nya ke Aku terus Dia juga ijin untuk mengenalku lebih jauh." Jawab Tyas jujur


" Apaaaaa, terus Kamu Terima nggak Yas? " Tanya Yesi kaget


Tyas mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun namun Dia membenarkan pertanyaan Yesi barusan


" Jadi Kalian sekarang resmi pacaran? " Tanya Yesi kaget


" Alhamdulillah Yas, dan semoga Dia jodoh terbaik Mu ya Yas dan selamat ya sekarang Kamu nggak jomblo lagi hehehehe." Sahut Diah


" Makasih bestie atas doa dan harapan nya." Balas Tyas

__ADS_1


semoga Kamu yang terbaik Mas. " Guman Tyas dalam hati


__ADS_2