
Tyas terlihat murung matanya berkaca kaca dan tertunduk lesu membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Diah yang sedari tadi mengamatinya itupun curiga pasti ada sesuatu hal buruk tengah terjadi pada sahabat nya itu, Dia pun segera beri inisiatif mendekati nya.
" Are you okay Yas? " Tanya Diah seraya berjalan mendekati Tyas yang tengah berdiri mematung dan terlihat tertunduk lesu
Tyas hanya menggelengkan kepalanya seakan memberi tanda kalau dirinya baik baik saja seraya menyeka air matanya yang mulai jatuh membasahi pipinya itu.
" Tyas Kamu jangan bohong ayo jujur sama Aku apa yang sebenarnya terjadi apa yang wanita itu bahas hingga membuatmu menangis bersedih begini?" Tanya Diah yang mulai penasaran khawatir terjadi sesuatu hal buruk pada sahabat nya itu
Belum sempat Tyas menjawab pertanyaan Diah barusan, terlihat Yesi muncul dari arah pintu samping ruko tempat produksi cake pesanan milik Tyas itu.
" Haduhhhh capek banget hari ini orderan cake taro nya membludak." Ucap Yesi seraya mengambil kursi dan duduk di samping nya Tyas juga Diah itu
Yesi heran dengan dua sahabat nya itu yang sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun menanggapi ucapannya barusan , Dia menoleh kearah Tyas dan kearah Diah berganti an.
" Hei Kalian ini kenapa sih kok nggak nanggapi ucapanKu barusan, Kalian ini lagi lapar atau kesambet sih? " Tanya Yesi pada kedua sahabatnya itu.
" Ayo Yas Kamu cerita aja ada apa sebenarnya dan siapa wanita barusan itu? " Ucap Diah mendesak Tyas agar segera bercerita.
Tyas menunduk dan telrihatlah air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya itu, dan hal itu sukses membuat kedua sahabatnya bingung ada apa sebenarnya.
" Loh kok malah nangis sih, ada apa sih sebenarnya ayo Kamu cerita aja Yas siapa tau Kami bisa bantu." Kata Yesi seraya mengusap pundak Tyas lembut
Tyas terlihat berhenti menangis dan mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya itu dan mulai menenangkan hatinya lalu mulai bercerita pada Diah dan Yesi tentang siapa wanita barusan itu dan apa yang Mereka bahas barusan.
" Apaaaa, Dia calon istri nya Mas Naka pacarMu itu Yas Aku nggak salah dengar kan? " Tanya Diah kaget setengah mati mendengar ucapan Tyas barusan
" Kamu nggak salah dengar kok apa yang Kamu dengar itu benar Dia mengaku sebagai calon istri nya Mas Naka dan Mereka sebentar lagi akan segera menikah." Jawab Tyas seraya menatap keduanya secara berganti an
" Terus Kamu percaya gitu aja Yas, bukankah Kamu kenal Mas Naka cukup lama Yas misalnya Dia punya pacar atau calon istri pasti Dia tidak akan berani ndeketin Kamu Yas." Balas Yesi mencoba bijak menasehati Tyas
" Iya Yas Kamu jangan percaya gitu aja, siapa tau Dia itu orang yang iri sama Kamu secara Mas Naka itu gantengnya perfect." Sahur Diah
" Dan Dia juga memberi tau Aku siapa sebenarnya Mas Naka itu juga kerjaan dan jabatannya." Ucap Tyas
__ADS_1
Diah dan Yesi kaget dengan ucapan Tyas barusan dan Mereka pun kompak menoleh kearah Tyas.
" Memangnya siapa sebenarnya Mas Naka itu Yas dan siapa nama Wanita barusan itu ? " Tanya Diah mulai kepo
" Wanita itu namanya Maritha Pranoto dan Mas Naka itu sebenarnya adalah seorang CEO perusahaan besar Bagaskara grup yang gedung kantornya di samping ruko ini." Jawab Tyas seraya menatap Diah dan Yesi bergantian.
" Apaaaaaaaaaa." Ucap Yesi dan Diah kompak bareng.
" Dan Maritha memberi tau Aku untuk datang ke kantor Bagaskara grub saat jam makan siang nanti untuk membuktikan ucapanya mengenai statusnya Mas Naka." Jawab Tyas
" Kamu jangan langsung percaya begitu aja Yas, lebih baik Kamu buktikan ucapannya dulu bisa saja Dia hanya mantan atau orang yang menyukai Mas Naka lalu Dia tau kalau Mas Naka sekarang pacaran sama Kamu terus Dia nggak suka dan berusaha merusak hubungan Kalian." Ujar Yesi mencoba menasehati Tyas.
" Apa yang diucapkan Yesi barusan itu benar Yas, jangan hanya mendengar dari satu pihak saja bisa saja Dia tengah memancing emosi Mu." Sahut Diah
" Ya Aku pun berharap begitu, dan sebentar lagi Aku akan ke kantor itu untuk membuktikan semuanya benar atau salah." Ucap Tyas.
Kemudian Diah pun menyarankan Tyas agara segera mandi ganti baju lalu bersiap mengantarkan pesanan kopi ke gedung Bagaskara grub itu sekalian membuktikan ucapan Maritha tadi itu.
" Yas semangat ya dan ingat selesaikan semuanya dengan kepala dingin." ujar Diah memberi semangat pada sahabatnya itu.
" Iya Yas Kamu juga harus hati hati ya." Balas Yesi
Tyas berjalan menyusuri trotoar dengan menenteng tas besar yang berisi pesanan kopi untuk karyawan di gedung Bagaskara itu,
Disepanjang perjalanan itu, Tyas terlihat melamun berdoa dalam hati semoga saja apa yang diucapkan Maritha tadi tidak benar dan Dia juga berharap Maritha hanya orang yang mengada ngada saja, hingga tak terasa kini dirinya sudah sampai di depan gedung perkantoran nanti mewah itu.
Tyas berjalan menuju ke lobi lantai pertama gedung mewah itu dan langsung menemui resepsionis gedung tersebut lalu bertanya dimana ruang CEO gedung itu.
" Maaf Mbak tadi ada yang menelpon memesan kopi dan meminta untuk langsung diantar ke dalam ruang CEO." Ucap Tyas sopan.
" Oya sebentar ya Mbak biar Saya teleponkan dulu." Jawab resepsionis itu.
Tyas pun mengangguk seraya tersenyum, Dia terlihat mengamati kemegahan gedung perkantoran milik Bagaskara Grub itu dan tiba tiba angan nya melayang memikirkan bagaimana jika yang diucapkan oleh Maritha tadi pagi adalah benar adanya bahwa Naka lah pemilik gedung ini apakah hubungan Mereka akan buyar." Monolog Tyas dalam hati
" Ayo Mbak biar Saya antar keruang CEO kebetulan calon istri CEO sudah menunggu Anda sedari tadi." Ucap resepsionis tersebut membuyarkan lamunan Tyas itu
__ADS_1
Tyas pun mengangguk dan kemudian Dia diantar resepsionis itu pun berjalan kearah lift lalu naik ke lantai atas dimana ruang CEO berada.
Tak berselang lama Tyas dengan diantarkan oleh resepsionis itupun telah sampai dilantai ruangan khusus CEO perusahaan itu dan Mereka pun berjalan menuju kearah pintu ruangan CEO.
Di dalam ruangan CEO itu terlihat Naka tengah sibuk mengerjakan pekerjaan nya menandatangani beberapa berkas penting perusahaan yang sebentar lagi akan digunakan untuk bahan meeting.
Sementara itu di sofa khusus tamu terlihat Maritha tengah asik mengotak atikkan ponsel nya seakan Dia terlihat asik berbalas pesan dengan seseorang dan nampaknya resepsionis lantai bawah lah orang yang dikirimi pesan oleh Maritha itu.
Ya benar tadi Maritha lah yang mengangkat panggilan telepon dari resepsionis yang memberi tahunya bahwa Tyas telah sampai saat Naka tengah sibuk meeting dengan klien barunya itu.
Dan dengan liciknya Maritha mengiming omongi resepsionis satunya lagi untuk memberi tahu dirinya saat Tyas telah sampai di lantai paling atas tempat ruangan CEO berada.
Maritha terlihat berjalan menghampiri Naka yang tengah sibuk dengan kegiatannya itu seraya berdiri di sampingnya.
" Naka Kamu masih saja tampan dan pekerja keras sama seperti dulu dan nggak ada yang berubah sayang." Ujar Maritha seraya membungkukkan badannya mencoba menggoda Naka.
Naka terlihat sangat cuek tidak peduli bahkan boleh dibilang Dia jijik melihat perilaku Maritha yang tak ubahnya seperti wanita penggoda itu.
" Pergi dari sini dan singkirkan tangan kotor mu itu dari pundakku menjijikan." Ucap Naka yang meminta agar Maritha pergi dari ruangannya.
" Nggak Aku nggak akan pergi sayang, jauh jauh dari Jepang Aku pulang hanay untuk minta maaf padaMu dan berniat mengajakMu untuk memperbaiki hubungan Kita ." Balas Maritha dengan suara manjanya.
" Cepat pergi dari sini Aku sangat muak melihat Mu disini pergi atau Aku panggilkan sekuriti." Ancam Naka yang berharap agar Maritha pergi dari ruangannya itu.
Maritha bangkit dan berjalan memutari meja kerja nya Naka dan kembali berdiri di samping nya Naka yang tengah emosi itu hingga pintu ruangan CEO itu terdengar di ketuk dari depan.
Saat pintu itu diketuk Maritha menyadari pasti Tyas lah orang yang mengetuk nya untuk mengantar kopi pesanan nya itu dan ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk nya merebut Naka kembali.
Maritha pura pura kesleo dan menjatuhkan tubuhnya di depan Naka dan secara refleks Naka menangkapnya dan pintu itu pun terbuka lebar.
Hingga Tyas pun melihat secara langsung adegan itu, Dia kaget bercampur kecewa saat menyaksikan adegan mesra antara Naka dengan Maritha itu terlebih melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa apa yang diucapkan oleh Maritha ternyata benar.
Dia segera meletakkan pesanan kopi itu dan segera berjalan keluar ruangan CEO tersebut, Sementara Naka yang tadinya menangkap tubuh Maritha itu pun secara refleks melepaskannya hingga membuat Maritha terpental jatuh.
" Sayang dengar penjelasan Ku sayang Tyas." Panggil Naka
__ADS_1
Namun nyatanya Tyas tak beegeming Dia terus saja berjalan menuju lift dan segera menutupnya kemudian menekan tombol lantai satu tanpa menghiraukan panggilan Naka itu.
Di dalam lift itu Tyas matanya berkaca kaca dan benar saja air matanya mulai jatuh membasahi pipinya, memikirkan kenapa Mas Naka tega menghianati dirinya.