
" Mas Aku lapar." Ucap Tyas sesaat setelah Mereka berdua keluar dari kamar mandi
" Gimana kalau Kita makan di luar aja sekalian jalan jalan ? " Balas Naka
" Nggak ah Aku capek banget males jalan." Jawab Tyas yang memang kecapekan akibat ulah Naka di kamar mandi tadi
" Aku orderin makanan ya, Kamu pengen makan apa? " Tanya Naka seraya mengerikan rambut nya Tyas dengan hairdryer
" Atau Aku masakin Kamu aja ya." Lanjutnya
Tyas pun tersenyum senang mendengar ucapan Naka yang akan memasak untuk dirinya itu, dan Naka pun segera berjalan ke dapur untuk memasak makanan untuk istrinya yang tengah dilanda rasa lapar itu hingga hampir satu jam lamanya Naka berkutat di dapur memasak makan malam untuk Mereka berdua.
" Duh sedap sekali, Kamu lagi masak apa Mas? " Tanya Tyas yang menyusul Naka di dapur itu
" Hay sayang ini Aku lagi masak spagetti , steak sapi dan salad sayur kesukaan Mu." Jawab Naka seraya menoleh kearah Tyas.
" Em kelihatan nya lezat Mas, duh jadi nambah lapar ni ." Sahut Tyas
" Iya sayang ni sudah selesai kok yuk Kita makan." Balas Naka seraya menata menu makan malam Mereka di meja makan
Tyas pun mengangguk dan membantu Naka menata makanan hasil masakan suami nya itu di atas meja makan dan seperti kebiasaannya dulu Tyas selalu melayani Naka dengan mengambil kan makanan untuk nya barulah dirinya ini adalah salah satu didikan sang Bunda untuk menghormati Suaminya.
" Gimana sayang enak nggak masakanKu? " Tanya Naka seraya menyendokan makanan ke mulutnya itu
" Enak sekali Mas, oya Kamu ternyata pintar masak ya Mas ." Jawab Tyas memuji hasil masakan nya Naka itu
" Ah nggak juga, hanya makanan sederhana saja bisa ku masak heheheh." Sahut Naka
Kemudian Mereka pun melanjutkan makan malam nya itu dengan diselingi canda tawa membahas apa saja yang Mereka lalui seharian ini baik sewaktu bekerja maupun sewaktu pergi mengurus pasport di kantor imigrasi tadi siang.
Dan tak berselang lama HP milik Naka berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata panggilan dari Seketaris Anton yang memberi tahu Naka kalau hari selasa depan pasport milik Tyas juga yang lainnya sudah jadi demikian dengan visa nya dan Mereka sudah bisa berangkat umroh.
" Sayang Kita berangkat umroh nya hari selasa." Ujar Naka seraya mematikan panggilan telepon dari Seketaris Anton itu
" Iya Mas, terus berapa lama Kita di sana? " Tanya Tyas
" Dua minggu Sayang, pulang dari ibadah umroh nanti Kita istirahat sebentar baru Kita berangkat ke Jepang bulan madu." Jawab Naka seraya menatap wajah Sang Istri itu
" Iya, semoga Kita semua diberi kesehatan juga kelancaran segala urusan nya ya Mas dan Terima kasih banyak Kamu juga Eyang Putri mengumrohkan Aku dan keluarga besar aku Mas." Sahut Tyas seraya menggenggam erat tangan Naka.
" Sama sama sayang itu sudah jadi kewajibanKu." Balas Naka
Acara makan malam telah selesai, Tyas segera mencuci piring juga peralatan makan yang barusan Mereka gunakan, sementara Naka terlihat tengah duduk dimeja kerjanya mengerjakan sisa pekerjaan tadi siang dengan memeriksa beberapa file yang barusan di kirim oleh Seketaris Anton lewat e-mail itu.
Sari arah dapur Tyas terlihat membawa satu cangkir minuman jahe panas untuk Naka yang terlihat sangat serius memeriksa laporan kantor itu
" Minum dulu Mas." Kata Tyas seraya meletakan cangkir berisi minuman itu di depan nya Naka
" Terima kasih banyak sayang." Balas Naka seraya meraih cangkir itu dan mulai menyeruput jahe panas yang barusan di seduh itu
__ADS_1
" Kok kelihatannya Kamu serius sekali Mas, tak pijitin pundak Mu ya biar nggak terlalu tegang? " Kata Tyas menawari pijat kepada Naka pun mengangguk kan kepalanya tanda mengijinkan Tyas untuk memijat pundaknya dan ya cukup membantu membuat tubuh Naka sedikit lega tidak terlalu tegang seperti tadi.
Hingga malam pun semakin larut dan Mereka berdua pun beranjak masuk kamar untuk istirahat memulihkan tenaga yang terkuras dengan segudang kesibukan hari ini.
Dan pagipun tiba pasangan pengantin baru itu bangun nya sedikit kesiangan kebetulan hari ini hari sabtu dan ditambah cuaca yang sedang hujan deras di sertai petir jadi Mereka berkesempatan bisa bermalas malasan seharian kan biasanya Mereka selalu sibuk kerja kerja kerja.
Ya seperti yang sudah bisa di tebak pasangan pengantin baru itu pasti melalui bergulat ranjang berkali kali maklum saja Mereka baru saja menikah jadi sangat wajar Mereka sering melakukan nya entah itu pagi atau malam terlebih di akhir pekan seperti ini namanya juga pengantin baru.
" Mas." Kata Tyas yang mencoba membangunkan Naka yang masih terlelap tidur di samping nya itu
" Em kenapa sayang mau lagi ya? " Tanya Naka yang terbangun dari tidur nya itu
" Dih itu sih mau mu, tu lihat sudah hampir jam sepuluh Mas Aku juga sudah lapar ni." Jawab Tyas sewot
" Oya." Sahut Naka
Naka segera mengambil HP miliknya dan membuka nya memastikan apakah benar sudah pukul sepuluh seperti yang istrinya bilang dan ternyata benar sudah jam sepuluh pagi .
" Kamu lapar ya, yaudah yuk Kita bangun terus mandi lalu Kita keluar beli sarapan sekalian beli koper untuk perjalan umroh Kita." Kata Naka mengajak sang istri mandi
Awalnya Tyas sedikit ragu dan sedikit trauma dengan ajakan mandi bersama yang diutarakan oleh Naka barusan karena sudah pasti dipastikan akan berujung dengan permainan panas sesi kamar mandi.
Naka yang paham dengan kecurigaan Tyas itu pun merayu dan semakin membujuk istrinya itu supaya mau mandi bersama dengan iming iming tidak akan ada adegan nakal di dalam dan Tyas pun akhirnya menurut mau menerima ajakan untuk mandi bersama.
Selesai mandi yang tentunya di selingi adegan panas itu, Naka dan Tyas segera bersiap siap untuk keluar mencari sarapan di kawasan dekat apartement tempat tinggal Mereka.
Mereka sarapan dobel makan siang sembari ngobrol ringan membahas rencana Mereka untuk membeli koper lalu dilanjut dengan belanja sayur juga daging karena rencana nya hari ini Tyas ingin memasak untuk menu makan malam Mereka berdua.
Urusan koper sudah selesai kini sesuai kesepakatan Mereka tadi Naka mengantarkan Tyas belanja di supermarket khusus sayur juga daging segar.
" Mas hari ini Kamu pengen di masakin apa? " Tanya Tyas
" Apa saja sayang yang penting enak heheheh." Jawab Naka yang kebagian mendorong troli belanja an itu
Tyas pun tersenyum manis dan dengan sigap lincah nya memilih beberapa kantong sayur hijau berbagai jenis juga aneka bumbu yang akan dipakai memasak nanti nya baru setelah itu Dia menuju ke stand bagian daging juga telur dan ikan setelah di rasa cukup Naka pun meminta Tyas untuk duduk menunggui dirinya yang mendorong barang belanjaan tadi ke kasir untuk dihitung dan di bayar baru setelah Mereka pulang kembali ke apartemen.
Sesampainya di apartemen Tyas segera meeapikan barang barang belanjaan Mereka tadi juga memilah milah dan menyimpan aneka sayuran itu ke dalam lemari pendingin begitupun dengan aneka daging telur dan ikan yang tadi di belinya itu.
Naka yang memperhatikan kegesitan dan kelincahan Tyas mengerjakan semua itu merasa kagum dan bersyukur bagaimana gadis yang masih sangat belia itu sudah sangat mahir dan piawai mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga pandai bersikap sopan pada suami nya.
" Mas Aku boleh minta tolong nggak? " Tanya Tyas
" Boleh sayang apa yang bisa Aku tolong? " Tanya balik Naka
" Tolong Kamu masuk kamar dan istirahat di sana, biar Aku bisa leluansa membersihkan sekaligus menyiapkan menu makan malam Kita nanti." Jawab Tyas setengah mendorong tubuh suaminya itu agar masuk kamar
" Nggak ah sayang Aku mau bantuin Kamu." Sahut Naka yang tiba tiba balik badan dan memeluk erat tubuh Tyas
" Mas please, Kamu mau nurut kata kataku atau Kamu pilih tidak ada jatah untuk malam ini? " Ancam Tyas pada Naka
__ADS_1
Dan nampaknya ancaman Tyas ini manjur buktinya Naka tersenyum dan memilih untuk berlari masuk kamar, sementara Tyas segera melanjutkan pekerjaan yang tadi di gangu oleh Naka.
Memasak dan membersihkan ruangan apartemen tempat tinggal Mereka pun telah selesai dikerjakan oleh Tyas, Dia pun segera menyusul Naka di dalam kamar untuk mengajaknya makan malam dan Mereka pun makan malam bersama dengan menu yang spesial hasil masakan mya Tyas tentunya.
Hari berlalu dengan sangat cepat sudah dia minggu lamanya Tyas dan Naka menikah dan hari yang paling ditunggu yakni keberangkatan Mereka bersama keluarga besar untuk menjalankan ibadah umroh pun tiba.
Rombongan keluarga besarnya Eyang Putri juga keluarga besarnya Tyas sudah berkumpul di bandara internasional Soekarno-Hatta dan sudah bersiap siap untuk masuk kedalam pesawat kelas bisnis yang akan membawa Mereka ketanah suci untuk menjalani ibadah Umroh.
Rasa tegang bercampur deg deg an sudah pasti dirasakan oleh Tyas juga keluarga besarnya dan hal itu wajar mengingat ini adalah pengalaman pertama Mereka naik pesawat terbang dan perjalan panjang Mereka keluar negeri.
Bapak dan Ibu tentu sangat senang dan terharu sebab ini adalah impian Mereka sejak lama bahkan demi bisa mewujudkan impian itu Beliau berdua menabung sedikit demi sedikit dan Allah itu maha Agung dengan memberikan kesempatan untuk menjalani ibadah Umroh lewat Eyang Putri yang membayar seluruh biaya perjalanan Mereka semua.
Sementara Tyas merasa bahagia dengan beribu ribu rasa syukur atas karunia juga kebahagiaan yang telah Allah limpahkan pada nya.
Waktu yang di tunggu phn tiba seluruh penumpang yang akan menuju tanah suci Mekkah itu diminta untuk . asuk ekdalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas dan berangkat menuju tempat tujuan.
" Semoga perjalanan Kita semua menuju tanah suci berjalan lancar selamat sampai tujuan dan ibadah Kita di Terima oleh Allah SWT." Doa Bapak sebelum pesawat lepas landas
Di sepanjang perjalanan menuju tanah suci Tyas yang duduk di samping nya Naka itu terlihat sedikit gelisah dan Naka yang duduk di samping nya itu pun paham kalau Tyas tengah gelisah lebih tepatnya takut
" Sayang Kamu kenapa? " Tanya Naka
" Nggak papa Mas Aku sedikit mual saja mungkin Aku mabuk perjalanan ya heheheh." Jawab Tyas cengengesan
" Oh kirain kenapa, ya sudah sini biar Aku benerin kursi mu biar Kamu bisa istirahat kan perjalan Kita separuh lagi." Sahut Naka seraya menarik kursi Tyas agar Dia bisa leluansa untuk berbaring
Hingga perjalan Mereka pun telah sampai di tanah suci Mekkah tempat Mereka akan menjalani ibadah Umroh bersama keluarga besar.
Sesampainya di bandara Mereka langsung dijemput oleh sopir pihak hotel berbintang yang telah dipesan oleh Seketaris Anton untuk tempat Mereka menginap selama di tanah suci.
Sopir langsung membawa Mereka menuju hotel untuk istirahat sebelum Mereka melakukan serangkaian ibadah Umroh.
Hari pertama di tanah suci Mekkah Mereka lalui dengan mengikuti serangkaian ibadah Umroh dengan mengunjungi makam Baginda Rosulullah Muhammad SAW lalu dilanjutkan dengan ibadah sholat berjamaah dan ibadah lainnya hingga sore hari barulan usai hingga hari terahir ibadah Umroh sebelum Mereka kembali ke tanah air besok pagi.
Malam ini keluarga besar itu berniat untuk makan malam bersama sebelum kembali ke Indonesia, Eyang Putri mengajak Mereka semua untuk makan malam dengan menu masakan khas tanah suci yang di dominasi oleh daging domba juga bumbu kari dan sudah pasti lezat menggoda baik secara tampilan maupun aroma dan rasa tentunya
Tyas dan Naka berjalan bersama masuk ke dalam ruangan khusus VVIP tempat makan yang telah di sewa oleh Eyang Putri itu dan anehnya Tyas seperti nya kembali terlihat gelisah dan sedikit pucat
" Sayang ayo sini duduk dekat Eyang Putri makan makanan khas kota ini." Kata Eyang yang meminta Tyas untuk duduk di samping nya itu
Tyas pun mengangguk dan langsung duduk diantara Eyang Putri dan Ibuk nya itu dan anehnya Tyas semakin helisah manakala melihat sang Eyang Putri tengah mengambilkan makanan untuk dirinya terlebih saat melihat Sang Bundanya tengah menyendokan daging domba ke dalam piring miliknya yang tadi diisi nasi kebuli oleh Eyang Putri itu
" Kamu kenapa Yas kok kayaknya aneh begitu nggak biasanya Kamu begini ada apa? " Tanya Bu Rukmi yang melihat Tyas gelisah dan sedikit menutupi hidungnya itu
" Iya kenapa Nduk apa Kamu kurang enak badan atau Kamu lagi flu? " Sahut Bapak menimpali pertanyaan Ibuk barusan
" Tyas nggak kenapa kenapa kok Pak Buk Eyang dan yang lainnya mungkin Tyas belum terbiasa dengan aroma rempah rp ah pada masakan ini jadi Tyas sedikit gelisah." Jawab Tyas jujur
" Enak kok ini Yas cobain deh Kamu pasti suka." Sahut Mbak Yuni
__ADS_1
" Iya Yas enak kok." Ujar Mbak Rina
Tyas pun tersenyum mendengar ucapan kedua Mbak tercintanya itu hingga Dia pun memaksa kan diri untuk mencicipi masakan itu dan alhasil rasa mual nay semakin menjafi jadi