Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Omelan pagi


__ADS_3

Pagi pun datang dan sudah seperti hari hari sebelum nya kesibukan nampak terlihat jelas di rumah kediaman Ditya dan Wati dimana Nila pagi ini terlihat sedikit sibuk memasak di dapur untuk sarapan Mereka semua


Sementara Wati seperti biasa Dia bangun agak siangan dan langsung menyusul Nila yang sedang sibuk di dapur, dan nampaknya nasib naas baginya pagi ini.


Dimana Bu Ratih atau Sang Mama mertuanya itu sudah bangun sedari tadi dan sedang asik mengawasi Nila yang sedang sendirian memasak di dapur.


" Hay Nil, sory ya Aku kesiangan bangun nya." Sapa Wati yang tidak melihat keberadaan Bu Ratih tengah menyirami bunga di taman belakang itu


" Hay juga, cepetan sana Kamu siapin peralatan makan untuk Kita semua jangan sampai Mertua mu tau kalau Kamu kesiangan nanti nambah ngomel lagi."Sahut Nila setengah berbisik


" Kamu benar Nil pasti Mama akan ngomel kalau tau Aku kesiangan, oya pasti Beliau belum bangun kan ya susah Aku siapin peralatan makan dulu ya." Balas Wati


" Aku nggak tau Beliau sudah bangun atau belum Wat yang jelas sejak tadi Aku belum melihat Beliau ke sini." Ujar Nila jujur


Dan ucapan Nila memanglah benar jika dirinya memang belum melihat Bu Ratih menyusulnya di dapur atau mungkin sangking konsentrasi nya hingga membuatnya tidak melihat kalau Bu Ratih sudah keluar kamar.

__ADS_1


Wati pun segera menyiapkan peralatan makan untuk semua penghuni rumah itu , Dia juga menyiapkan makanan yang baru saja selesai di olah oleh Nila di tata di atas meja makan.


Dan tanpa Mereka berdua sadari sedari tadi Bu Ratih duduk berdiam diri di taman belakang sambil mengamati kelihaian Nila memasak juga mengamati ada tidaknya Wati membantu memasak.


Dan ternyata benar dugaan Bu Ratih selama ini kalau Wati masih tetap sama dengan dulu malas nya bahkan sekarang malah semakin menjadi apalagi ada Nila yang tinggal bersama Mereka terlebih Nila jago dalam hal memasak itu sungguh sebuah kesempatan yang sangat baik bagi kemalasan nya Wati .


" Jadi selama ini Nila yang masak? " Tanya Bu Ratih yang tiba tiba muncul dari arah taman belakang itu


Wati dan Nila pun tersentak kaget dan langsung menoleh kearah sumber suara itu dan alangkah kagetnya Mereka saat tau kalau yang bersuara barusan itu adalah Bu Ratih sang Mama mertunya Wati .


" Ma." Sapa Wati


" Jadi selama ini Kamu Nil yang masak juga bersih bersih di rumah ini , lalu Kamu sebagai Nyonya pemilik rumah ini ngapain kerjanya bukankah Kamu sekarang sudah tidak kerja di restoran? " Tanya Bu Ratih sembari menatap tajam kearah Nila dan Wati secara bergantian


" Ma, anu itu Ma." Jawab Wati gemetar

__ADS_1


" Anu apa? " Tanya Bu Ratih sedikit emosi


Nila yang menyaksikan kemarahan Bu Ratih itupun seakan ikut merasakan rasa sakit hati yang tengah Wati rasakan akibat ucapan Bu Ratih barusan hingga akhirnya Dia pun memilih untuk membela Wati .


" Maaf Bu Ratih, bukannya Saya lancang ikut campur urusan Keluarga Bu Ratih terlebih ruang tangganya Wati bersama Ditya di sini namun perlu Ibu tau bahwa Wati adalah sosok menantu yang baik juga istri baik Dia lah yang setiap hari memasak juga beres beres rumah dan memang hari ini Saya yang berinisiatif memasaka sarapan untuk Kita semua kasian Wati kelelahan akibat beberes rumah kemarin." Sahut Nila mencoba membela Wati di depan amukannya Bu Ratih


" Kamu tidak usah membela Dia, jelas jelas Aku melihat sekaligus mendengar saat Dia berjalan sekaligus berbisik ke Kamu kalau Dia hari ini kesiangan lagi dan kemarin malam juga Kamu pergi belanja ke supermarket untuk beli sayur dua bukti itu sudah sangat cukup kuat untuk mengukur kekecewaan di hari Saya pada Dia."Ujar Bu Ratih penuh emosi


Wati dan Nila hanya bisa menunduk pasrah dengan ucapan kemarahan nya Bu Ratih itu terlebih bagi Wati yang mana ucapan Mama mertuanya itu sangat lah menyakitkan hati.


"Lagi pula seharusnya seorang istri tidak membiasakan mengisi perut suami dengan hasil masakan wanita lain agar suami tidak punya kebiasaan jajan diluar yang akan memicu perselingkuhan." Lanjut Bu Ratih sembari duduk di kursi meja makan itu


" Ma tolong maaf kan Wati , Wati janji akan berubah dan berusaha menjadi istri yang baik untuk Mas Ditya." Sahut Wati seraya menyeka air matanya yang mulai jatuh menetes membasahi pipinya


" Aku tidak perlu kata maaf sudah bosan Aku mendengar nya sekarang Aku mau bukti dari ucapan janji mu barusan." Balas Bu Ratih

__ADS_1


" Bu tolong maafkan teman Saya, tolong beri kesempatan pada nya agar Dia belajar menjadi istri yang baik sekaligus menantu yang baik untuk Mama dan Papa." Kata Nila sopan


__ADS_2