
Tyas mengunyah permen jahe itu pelan pelan sembari menikmati sensasi hangat di tenggorokan dan nampaknya permen itu mujarab.
Buktinya Tyas sudah tidak merasa mual lagi bahkan mood nya kembali membaik pasca mual mual bercampur muntah tadi, satu bungkus telah habis di kunyah nya kini Dia membuka bungkus ke dua dan lagi lagi permen itu juga habis.
Maka yang duduk di samping istrinya itu pun Merasa sedikit heran karena tidak seperti biasanya dimana Tyas sangat jarang makan permen bahkan bisa dibilang langka itu tiba tiba saja sangat menyukai permen
" Ah mungkin permen jahe itu bisa membantu meredakan mualnya akibat jetlag tadi." Guman Naka dalam hati.
Tak terasa Mereka telah sampai di apartemen tempat tinggalnya, Naka mengajak Seketaris Anton untuk mampir sebentar sekalian mengambil oleh oleh dari Taiwan yang secara khusus dibeli oleh Naka untuk dirinya itu.
Seketaris Anton menurut kata kata majikannya itu, Dia ikut naik keatas menuju unit tempat tinggalnya Naka dan Tyas berada, ya unit yang ditempati Naka dan Tyas ini termasuk salah satu unit termewah di gedung apartemen tersebut.
Secara ukuran lebih luas dari ukuran unit lainnya, secara penampilan dan penataan juga perabotan sangat lah mewah dan tertata rapi dan secara view sudah tidak diragukan lagi dimana unit yang Mereka tinggali ini berada di paling atas gedung tersebut dan tentu saja bisa melihat kota Jakarta dari segala penjuru arah.
Setelah berbincang bincang cukup singkat dan juga oleh oleh sudah di tangan, Seketaris Anton pun segera beranjak pamit kembali ke kantor sementara Naka dan Tyas masuk ke dalam kamar dan langsung membersihkan diri di dalam kamar mandi kemudian langsung istirahat.
Hingga tengah malam barulah kedua pasangan itu bangun dari tidur nya yang lumayan cukup lama dan ya maklum saja Mereka baru saja melalui perjalanan panjang dari Taiwan dan tentu saja menguras tenaga.
" Mas." Panggil Tyas yang mencoba membangunkan Naka yang sebenarnya sudah bangun itu
" Kenapa sayang? " Tanya Naka seraya membalikkan badan nya menghadap Tyas itu.
" Kamu lapar nggak? " Tanya balik Tyas
" Lapar." Jawab Naka singkat
__ADS_1
" Gimana kalau Kita keluar cari makan sekalian cari permen yang kayak tadi siang itu? " Ucap Tyas setengah merayu Naka
Naka heran dengan keinginan Tyas barusan untuk beli permen jahe, kenapa harus permen yang di ingin dibeli oleh Tyas mungkinkah Tyas masih merasa mual.
" Kok permen sih, Kamu masih mual ya? " Tanya Naka heran
" Nggak parah juga sih Mas, tapi masih sedikit mual aja ." Jawab Tyas jujur
Tanpa banyak bertanya lagi, Naka segera bangkit dari rebahnnya demikian pula dengan Tyas dan langsung ganti baju lalu bergegas berangkat mencari makan malam sekaligus permen jahe.
Pertama Mereka mencari makan di sebuah warung kaki lima yang menjual aneka lalapan dan langsung memesan beberapa jenis menu makanan untuk makan malam, dan ada sedikit keanehan disini dimana Tyas tidak berselera makan dan Dia hanya memilih untuk minum teh panas saja.
Selesai makan malam Naka segera mengajak Tyas mampir ke sebuah minimarket untuk membeli permen jahe yang sedari tadi sudah sangat di idam idam kan oleh Tyas itu.
Dan nampaknya Mereka belum beruntung dimana permen jahe di minimarket tersebut sudah habis terjual, raut kekecewaan sudah sangat jelas tergambar di wajah Tyas sementara Naka yang yang melihat nya juga ikut bersedih.
Tyas menjadi sangat bersedih perasaan nya tak karuan hingga perutnya kembali mual mual dan memuntahkan seluruh isinya itu, Naka yang menyaksikan keadaan Tyas itu pun menjadi sangat khawatir betcampir panik tentunya.
" Sayang, Kamu kenapa sayang? " Tanya Naka yang terlihat sangat khawatir itu
Tyas hanya menggelengkan kepalanya memberi kode kalau dirinya tidak kenapa kenapa sembari terus terusan memuntahkan isi perutnya hingga hanya air saja yang keluar.
Melihat kondisi Tyas yang terus terusan muntah muntah itu Naka pun memutuskan untuk membawa Tyas kerumah sakit saja namun Tyas bersikeras menolaknya dan berkata.
" Aku nggak papa Mas, Aku hanya mual saja sepertinya masuk angin ku kambuh makanya Aku permen jahe itu lagi." Kata Tyas menolak ajakan Naka untuk kerumah sakit.
__ADS_1
" Ya udah Kita pulang aja ya, besok biar Aku suruh Seketaris Anton nyariin permen itu buat Kamu . " Sahut Naka
Meskipun kecewa karena tidak mendapatkan permen itu Tyas pun setuju untuk pulang saja ke apartemen karena dirinya juga Merasa kelelahan seharian ini
" Mas, besok jangan lupa beliin Aku permen jahe ya." Kata Tyas saat Mereka berdua tengah berbaring diatas ranjang empuk dalam kamar pribadi Nereka itu
" Iya sayang besok Aku janji akan belikan Kamu permen itu buat stok Kamu sebulanan." Sahut Naka
Hingga pagi pun tiba Mereka berdua sudah bangun dan sudah rapi dengan seragam kerja nya hanya saja hati ini Tyas enggan keluar rumah dengan alasan dirinya tengah Merasa lelah ya beberapa hari ini Dia merasa kelelahan yang tak jelas penyebabnya demikian dengan rasa mualnya yang semakin lama semakin parah saja.
Dan seperti janji Naka kemari malam , hari ini Dia menepatinya dengan membelikan permen jahe itu dengan jumlah yang lumayan banyak sekalian untuk stok dalam apartemen tersebut.
Seperti sudah dapat di tebak Tyas sangat gembira sekali dan hampir tiap jam Dia selalu memakan permen tersebut dan nampaknya mualnya sedikit mereda manakala dirinya mengunyan lermen tersebut.
Hari ini sudah hari ketiga Tyas tergila gila dengan permen jahe tersebut, hari ini Dia ikut Naka ke kantor sekalian untuk ketemuan dengan Eyang Putri untuk makan siang bersama sama dan Tyas pun membawa beberapa bungkus permen jahe tersebut dalam tas mewah nya itu.
Awalnya Eyang Putri heran kok tumben Tuas mau makan permen jahe, sebab Beliau tau kalau selama ini Tyas tidak menyukai makanan manis terutama permen jahe.
" Sayang kok Eyang perhatian sedari tadi Kamu makan permen terus? " Tanya Eyang Putri heran
" Iya Eyang, Tyas beberapa hari ini tengah suka dengan permen jahe yang katanya bisa membantu dirinya menghilangkan mual dalam perutnya itu." Jawab Naka
" Mual? " Tanya Eyang Putri seraya menoleh kearah Tyas yang tengah duduk di samping nya itu
" Iya Eyang, Tyas mual mungkin masuk angin sewaktu naik pesawat kemarin Tyas masuk angin.' Jawab Tyas
__ADS_1
Eyang Putri merasa sedikit curiga dengan keadaan pada diri menantu kesayangannya itu terlebih kenapa Tyas tiba tiba menyukai permen jahe tersebut tanpa alasan yang jelas
kenapa ya kita kira