Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
pov wati 2


__ADS_3

Lamunan demi lamunan tentang Ditya masih saja menyelimutu hati dan juga pikiran Wati sore itu .


Wajah Ditya pun terbayang bayang di netra juga angan Wati menemani perjalanannya.


Dia memikirkan perubahan sikap Ditya padanya akhir akhir ini juga teringat kata kata Budhe kemarin .


Mungkin kah Ditya marah padanya karena dirinya tak kunjung menerima lamaran dari nya untuk menikah sembunyi sembunyi tanpa sepengetahuan kedua orang tua mereka.


Dan mengikuti kemauan Ditya untuk pindah mencari kerja di Jakarta terlalu egoiskah dirinya yang lebih takut dosa meski hatinya tak bisa diajak berbohong untuk menerima kenyataan ini.


Bukankah restu dan keikhlasan kedua orang tua mereka sangat penting bagi kelangsungan suatu hubungan suci rumah tangga meski hatinya memberontak dan ingin menuruti kemauan Ditya.


Pertanyaan demi pertanyaan berlalu lalang dipikirannya.


Hingga tanpa sadar Dia menyender dikaca jendela kereta dan mulai tertidur.


Dalam tidur Wati bermimpi dia bertemu dengan Tyas sahabat karibnya diawal pertemuan mereka bercanda tawa bersama tapi akhirnya mereka menangis .


Wati terbangun dari tidurnya lalu duduk bersandar pada kursi penumpang kereta.


" Astagfirullah . kok mimpi yang sama sebenarnya ada apa dengan mu Yas." guman Wati lirih.


Mungkinkah mimpi itu ada artinya atau hanya kembang tidur semata entahlah.


Setelah melamun singkat Wati pun membuka tas slempang nya dan melihat hp ah ternyata aku hampir sampai kota kelahiranku ."batinnya


Dan benar saja setelah menempuh perjalanan cukup lama dengan menitih kereta api ekspres akhirnya setengah jam lagi Wati akan sampai di stasiun kota kelahirannya .


Dia segera menghubungi bapak memberitahu bahwa dirinya akan segera sampai dan meminta bapak untuk menjemputnya di stasiun.


Bapak dan Ibu yang mendengar kepulangan Wati pun sangat bahagia.


Sudah hampir 1tahun mereka tidak berjumpa karena Wati ikut budhe ke Jogja bekerja di warung makan milik budhe.


" Ibuk , bapak mau jemput Wati dulu ya ibu dirumah bikin sambal bawang dan telur dadar juga daun singkong rebus ya kan dikulkas masih ada to ."Kata Bapak sebelum berangkat ke stasiun menjemput Wati


" Iya pak ini Wati pulang kok ya nggak kabar kabar dulu , ya sudah hati hati ya Pak ". Jawab ibu


Kemudian bapak pun berangkat menjemput Wati di stasiun kereta.


Karena hari sudah menjelang malam maka bapak pun ngendarai motor Matic nya dengan pelan


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam akhirnya bapakpun sampai di stasin kereta api Beliau terlihat memarkirkan motornya lalu berjalan menuju ruang tunggu kedatangan penumpang dan tak lama pun muncul lah Wati baru keluar dari gerbong kereta bersama penumpang lainnya .


" Assallamuallaikum bapakkkkkk ". teriak Wati kegirangan kemudain diapun menyalami ayahnya dan langsung memeluk tubuh ayahnya itu.


Setelah puas berbasa basi .


Bapak menyuruh Wati memakai helm dan berangkat pulang dengan mengendarai sepeda motor matic.


Sedangkan ibu dirumah sedang menyiapkan makan malam untuk anak kesayangan nya itu untung saja sayur daun singkong muda di kulkas masih ada jadi tinggal direbus saja.


Selang setengah jam Wati dan bapak pun sampai dirumah.


" Assallamuallaikim buk .". Wati mengucap sallam sambil mengetuk pintu


Sedangkan bapak terlihat menuntun masuk sepeda motor nya kedalam rumah lewat pintu dapur .


Kemudian pintu pun dibuka oleh Ibu.

__ADS_1


" Wallaikumsallam nduk ,ya allah anak ibu ." jawab ibu sembari memeluk putrinya terlihat ibu meneteskan air mata.


Kemudian ibu pun mengajak Wati masuk kedalam rumah dan duduk di kursi ruang tamu.


" Iya Buk .Wati kangen apakah ibu dan bapak baik baik saja kenapa menangis buk ?"


" Alhamdhulillah kami semua baik baik saja nduk . Kamu sendiri baik baik saja to Budhe Mu bagaimana kabarnya ?" tanya balik ibu , Ini air mata bahagia nduk karena Kamu sudah pulang ." lanjut Ibu.


Setelah mengobrol kira kira 10 menitan Ibu menyuruh Wati untuk mandi dan ganti baju kemudian mengajak nya makan malam.


" Kamu ini lo nduk pulang kok nggak ngomong ngomong dulu to ". Kata bapak saat melihat Wati keluar kamar.


" Maaf kan Wati pak buk . Memang pengen nya memberi kejutan kebapak ibuk juga Wati nggak mau merepotkan bapak ibuk ." Jawab Wati.


" Ya sudah ayo makan dulu ,Kamu pasti lapar to karena kamu nggak ngomong mau pulang jadi ibu hanya buatkan telur dadar dipenyet sambal bawang dan daun singkong rebus juga ada pete ". kata ibu


" Wah wah wah itu makanan favorite Wati bukkk


duhhh lapar buk , bapak dan ibuk ngga ikut makan ? " sahut Wati


" Nggak nduk kami sudah makan sore tadi ". balas bapak .


Kemudian Wati pun beranjak ke meja makan untuk mengambil nasi beserta cobek berisi penyet telur sambal bawang tak ketinggalan pete goreng dan daun singkong rebus . Wati duduk bersila didepan tv dan mulai makan malam dengan nikmat.


"


" Huh hah huh hah wah ini sangat nikmat buk ." Kata Wati dengan mulut kepedasan sambal bawang .


" Iyya a nduk , pelan pelan makannya nanti kamu keselak lo kalau habis besuk ibu akan memasakkanya lagi untuk mu ." Balas Ibu


" Iya lo Wat kok kamu masih saja suka sambal ." sahut bapak .dan diangguki penuh semangat oleh Wati.


Kemudian Dia beranjak duduk disamping ibu dan bapak yang sedang menonton tv.


Mereka mengobrol banyak mulai tentang keseharian Wati di Jogja. Tentang pekerjaan nya juga tentang kabar Budhe di Jogja sana .


Kemudian Wati pun menanyakan kabar dan keberadaan Tyas sahabat karibnya .


Bapak dan ibu pun memberitahu Wati bahwa Tyas sudah menikah.


" Apa jadi Tyas sudah menikah pak sudah berapa lama mereka menikah ,lalu dimana dia sekarang pak buk ?" tanya Wati


" Iya nduk , Tyas sudah menikah dia dijodohkan dengan anak sahabat paklik Samsul ( paman ) dan dia sekarang ikut suaminya menetap di Jakarta ." jawab ibu


" Lalu kenapa Ibu dan Bapak tidak memberitahu Wati saat Tyas menikah dulu ?"


" Maaf kan kami nduk memang acara pernikahan Tyas hanya sederhana saja Ijab qabul belum resepsi kok , ini permintaan Tyas nduk dia tidak mengijinkan kami memberitahu Mu takut merepotkanmu dan nanti waktu resepsi dia sendiri yang akan memberitahu mu." Balas ibu dengan lembut.


Kemudian Wati pun memandang ibu dengan mata berkaca kaca menahan air matanya Dia terlihat meraih tangan ibu sembari berkata.


" Buk Wati sangat kangen dengan Tyas dia sahabat karib Wati buk dulu waktu Wati akan berangkat kejogja Dia membelikan tiket untuk Wati dan kami juga saling berjanji akan datang dan menunggui kalau kami menikah nanti Wati sangat ingin bertemu dengan nya pak buk." Kata Wati dengan berurai air mata.


Ibu yang paham akan perasaan sedih yang tengah Wati rasakan hanya bisa memeluk dan mengusap pundak putri kesayangan nya.


" Sudah sudah nduk kalau kamu kangen kamu kan bisa minta nomer tlp Tyas ke Pakklik Samsul atau bulik to nduk dan kalau memungkinkan kamu pun bisa menyusulnya ke Jakarta ." sahut bapak menasehati Wati


Wati pun mendengar nasehat nasehat kedua orang tua nya terlihat dia mengusap air mata nya dan mengangguk tanda setuju.


" O iya tapi pak Samsul masih dijakarta lo Buk , minggu lalu bapak ketemu mereka dimasjid sekalian pamitan mungkin lusa sudah pulang ." kata Ibu menimpali

__ADS_1


" Ya pak buk Wati akan kesana setelah mereka kembali nanti ." kata Wati


" Ngmong ngomong kamu lama kan dirumah nduk ?" tanya ibu


dan diangguki oleh Wati.


Ibu dan bapak pun senang dengan jawaban Wati yang akan lama dirumah karena mereka sudah sangat kangen sekali dengan anak kesayangan mereka itu. Setelah ngobrol cukup lama akhirnya mereka pun masuk kekamar masing masing untuk istirahat


" Ya tuhan aku lupa ."Guman Wati lirih.


Benar Wati lupa memberitahu Ditya bahwa dirinya sudah sampai dirumah dengan selamat.


Dia pun beranjak bangun dari ranjang dan meraih hp nya , Wati berharap Ditya belum tidur dia pun segera menghubungi Ditya.


Panggilan pertama terlewat kan ah mungkin dia sedang dikamar mandi ." Batin Wati


Kemudian panggilan kedua pun sama.


Dan akhirnya dipanggilan ketiga baru lah diangkat oleh Ditya . terlihat wajah Ditya kusut khas wajah orang tidur kemudian Wati pun memberitahu Ditya bahwa dirinya sudah sampai dirumah kedua orang tuanya dengan selamat.


Ditya terlihat sangat senang mendengar kata Wati itu dan dia terlihat memandang wajah wati dengan seksama.


Wati yang dipandangi Ditya merasa sedikit gugup bercampur bingung kenapa Ditya memandang nya dengan sangat intens


" Maaf mas ada yang salah dengan ku?" Tanya Wati


Ditya hanya menggeleng dia pun terlihat tersenyum


" Mas kangen sekali dengan mu dek , Maaf kan mas ya dek "


Wati pun bertambah bingung kenapa Ditya meminta maaf . Wati merasa ditya tak melakukan kealaahan apapun lalu kenapa dia meminta maaf


setelah mengobrol kira kira 20 menit Wati pun mengakiri panggilan tlp itu karena Ditya besok harus kerja pagi .


bersambung


hay


hay


hay


hay


pembaca tersayang nya mamak


mohon maaf ya tulisan mamak jauh dari kata sempurna


mamak mohon maaf ya


dan lagi


mamak mohon dukungan saran komen like dan kritikannya ya


kritikan mampu memecut semangat mamak untuk belajar menulis lebih baik lagi


dan jikalau berkenan mamak minta hadiah semangat nya dungg😘😘😘😘😘


terima kasih kesayangan kesayangan mamak

__ADS_1


__ADS_2