
Perhatian perhatian di partai ini mengandung sedikit bawang merah, hati hati part ini memeluk mehekkan kaum pembaca
happy Reading 😘😘😘😘
Malam itu Wati terlihat gelisah, Dia belum bisa tidur sementara Ditya masih keluar untuk membeli kopi.
" Kamu belum tidur Dek? " Tanya Ditya saat sudah sampai dikamar perawatan untuk Wati itu.
" Belum Mas ." Jawab Wati singkat
Ditya pun memperhatikan wajah Wati yang terlihat murung sedih , Kemudian Ditya pun melangkah mendekati Wati .
" Kamu kenapa Dek, kok murung begitu? " Tanya Ditya seraya mengusap pundak Wati .
"Mas apakah setelah kejadian ini Kamu akan meninggalkan Aku? " Tanya Wati seraya menatap Ditya
Ditya kaget mendengar pertanyaan Wati barusan.
"Kenapa Kamu tiba-tiba bertanya seperti itu Dek? " Tanya Ditya
__ADS_1
" Jawab pertanyaan Ku Mas, Apakah Kamu akan meninggalkan Aku dan akan kembali ke Tyas ? " Tanya balik Wati .
Ditya tak menjawab pertanyaan Wati barusan, Dia menghela nafasnya cukup dalam sebenarnya Ditya ingin menjawab pertanyaan itu dengan sejujurnya namun Dia tau sekarang bukan lah waktu yang tepat.
" Kenapa Kamu diam Mas, Ayo jawab pertanyaan Ku apakah Kamu akan meninggalkan Aku dan kembali ke Tyas seperti ucapanmu dulu untuk menceraikan Aku setelah anak Kita lahir dan sekarang Aku keguguran . " Lanjut Wati dengan menitik kan air mata.
" Aku tidak ingin membahas nya sekarang Dek, Yang terpenting sekarang adalah kesehatan Mu jadi istirahat lah agar kondisi Mu pulih kembali dan Kita bisa kembali pulang kerumah. " Jawab Ditya
Nampaknya Wati belum puas dengan jawaban yang di utarakan Ditya barusan.
" Aku tidak akan istirahat sebelum Kamu menjawabnya dengan jujur pertanyaan Ku itu Mas. " Ancam Wati
" Baiklah kalau Kamu tidak mau istirahat, Biar Aku yang keluar ruangan ini , Aku tidak punya waktu banyak untuk meladeni Orang yang membangkang ." Ancam balik Ditya.
" Mas tolong jangan tinggalkan Aku, Maaf kan Aku Mas Aku hanya ingin tetap disisiKu Aku rela menjadi istri siriMu selamanya asal Aku tetap bisa di sampingMu maafkan kesalahanKu Mas Aku janji akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu." Balas Wati seraya berdiri dan memeluk tubuh Ditya.
Ditya merasa terenyuh dan membalas pelukan Wati itu, kemudian Dia pun meminta Wati agar berbaring di ranjangnya istirahat karena malam sudah mulai larut.
Sementara itu di ruko tempat tinggal sekaligus tempat usaha Tyas dan Diah , terlihat Tyas tengah menghitung pendapatan hari ini Dia mencatat jumlah pemasukan sekaligus pengeluaran dengan sangat rapi dan teliti hingga tanpa Tyas sadari Diah sudah berdiri di samping nya
__ADS_1
"Lagi sibuk ya Bos, ni minum jahe panas nya dulu biar hangat." Kata Diah seraya menyerahkan secangkir jahe panas untuk Tyas.
" Ah nggak juga ni nyatat jumlah pendapatan hari ini saja, Oya makasih ya jahe panasnya dan ini gaji Mu maaf ya cuma Aku kasih segini Aku janji suatusaat nanti kalau usahaKu ini berhasil Aku akan kasih gaji Kamu lima kali lipat ini sebab Kamu adalah Sahabat terbaik Ku." Balas Tyas seraya menyerahkan amplop berisi uang gaji untuk Diah
Kamu nggak usah ngomong macam macam Yas, Kita ini adalah sahabat jadi sudah sewajarnya Kita saling membantu lagi pula Aku ikhlas kok ngebantuin Kamu." Ujar Diah seraya memegangi erat tangan Tyas itu.
Kemudian Mereka pun berpelukan, Tyas tak henti hentinya berterima kasih pada Diah sebab Diah lah yang membantu nya jualan selama ini bahkan demi bisa membantu Tyas jualan Diah rela keluar dari tempat kerjanya dulu yakni supermarket milik Wiland .
Hingga deringan HP milik Tyas lah yang membuyarkan pelukan Mereka berdua itu, Tyas buru buru menyaut HP nya yang berada diatas meja dan segera melihat siapa yang malam malam begini menghubungi nya itu ternyata mantan Mertua nya lah yang menghubungi dan tanpa berpikir panjang lagi Tyas segera mengangkat panggilan telepon itu.
" Apaaaaa Wati keguguran Ma , Kapan kejadian nya Ma dan dimana sekarang Wati dirawat."Tanya Tyas kaget saat mendengarkan kata Bu Ratih tentang keguguran yang di alami oleh Wati
" Iya Nduk sudah dua hari ini Dia dirawat di rumah sakit." Jawab Bu Ratih.
"Baiklah Ma, Besok Tyas dan Diah akan menjenguknya di rumah sakit." Balas Tyas seraya memandang kearah Diah yang sesari tadi memandangi nya dengan tatapan curiga.
Kemudian Tyas pun mengakhiri panggilan tersebut, Dia memberitahu Diah kalau besok Ruko tutup dan rencananya Tyas akan mengajak Diah pergi kerumah sakit untuk ngendangi Ditya dan Wati.
Sebenarnya Diah keberatan dengan ajakan Tyas barusan seakan Dia masih tidak rela dengan penghianatan yang dilakukan oleh Wati dan Ditya itu.
__ADS_1
Namun nyatanya Diah harus menghilangkan emosinya sebab Tyas sudah rela dengan perpisahan nya dengan Ditya.