Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
air mata penyesalan


__ADS_3

" Kamu dari mana sih Mas kok sampai larut malam begini baru pulang dan kenapa Aku telepon Kamu berkali kali nggak Kamu angkat? " Tanya Wati sesaat setelah membukakan pintu masuk untuk Ditya


" Bukan urusanMu." Jawab Ditya acuh


Nampaknya Wati kaget bercampur kecewa mendengar jawaban dari Ditya barusan, Dia curiga dan menduga kalau Ditya baru saja pulang menemui Tyas mantan istri nya dan hal itu lah yang sukses membuat Wati emosi dan naik pitam


" Pasti Kamu tadi menemui Tyas, yakan Mas? " Tanya Wati dengan nada sedikit meninggi


Ditya berbalik arah dan menatap wajah Wati dengan tatapan dingin dan nampak tidak senang mendengar pertanyaan dari istri nya itu.


" Kenapa Kamu menjadi cerewet begini apakah semua urusan Ku harus sepengetahuan Mu dan juga apakah Aku harus melapor kepada Mu ketika Aku hendak pergi kemana pun? " Tanya balik Ditya dengan nada emosi


" Mas Ditya, Kamu itu suamiKu jadi Aku berhak tau kemana saja Kamu pergi atau menemui siapa saja termasuk ketika Kamu mau menemui Tyas lagipula untuk apa Kamu menemui Dia sih Mas." Jawab Wati


Ditya semakin tidak senang mendengar jawaban dari Wati barusan, Terlihat Dia memicingkan mata dan menghembuskan nafas nya dengan kasar dan segera berlalu masuk ke kamar.


Sementara Wati yang masih diliputi rasa emosi bercampur cemburu itu pun seakan tidak Terima dengan sikap acuh nya Ditya Dia segera berjalan menyusul Ditya di dalam kamar tidur Mereka.

__ADS_1


" Mas jawab pertanyaan Ku untuk apa Kamu menemui Dia, pasti kalian membahas rencana untuk rujuk dan Kalian Membuangku? " Tanya Wati dengan nada penuh emosi meledak ledak.


Nampaknya Ditya tersulut juga emosinya dengan pertanyaan dari Wati barusan, terlihat Dia berbalik dengan menatap wajah Wati yang terlihat juga penuh emosi itu.


" Ya benar yang Kamu ucapkan barusan Aku menemui Dia untuk mengajaknya rujuk kenapa Kamu puas kan dengan jawabanKu barusan, "Ucap Ditya dengan emosi meletup letup


Wati terjenggit kaget mendengar jawaban Ditya barusan , terlihat jelas bias kekecewaan yang besar dan mendalam di hati Wati hingga nampak tersirat diwajahnya yang merah padam menahan amarah.


" Mas Ditya Kamu membuat Aku kecewa Mas, Kamu anggap apa Aku ini demi Kamu Aku sudah kehilangan Sahabat Ku Si Tyas itu juga karena Dia Kita jadi kehilangan calon anak Kita Mas dan sekarang Kamu mau mengajak Dia rujuk dimana Otak Mu Mas? " Tanya Wati dengan berurai air mata


" Kenapa, Kamu keberatan kah kalau Aku mengajak Dia rujuk? " Tanya balik Ditya dengan nada meninggi


" Aku tidak peduli." Balas Ditya singkat


Ditya pun segera masuk kedalam kamar mandi juga langsung mengunci pintunya dari dalam dan langsung berendam di Bathtub kamar mandi.


Sementara Wati terlihat menangis di kasur, Dia sangat mencintai Ditya dan sangat takut kehilangan Ditya dan mungkin benar kata orang kalau cinta mampu menutup kesadaran seseorang contohnya ya si Wati ini.

__ADS_1


Hingga pagi pun tiba , Riuh kesibukan terlihat jelas di ruko tempat tinggal dan tempat usaha milik Tyas itu mulai kegiatan masak memasak di dapur utama untuk menu sarapan yang sebentar lagi dijual lalu kesibukan menyiapkan tempat juga peralatan makan juga minum pelanggan hingga merembet ke ruko samping yang di sewa Tyas


" Yas ada telepon." Ucap Diah seraya menyerah kan HP milik Tyas itu


" Terima Kasih." Balas Tyas seraya mengelap tangan nya dan segera meraih HP tersebut.


" Assalamualaikum Pak, Buk." Ucap Tyas menjawab panggilan telepon yang ternyata dari kedua Orang Tuanya itu


" Wa'alaikumussalam Nduk, bagaimana KabarMu dan pasti Kamu sekarang sedang sibuk di dapur tapi Kamu harus ingat ya jangan lupa sarapan." Jawab Bapak lembut sementara Ibuk yang di sampingnya pun hanya tersenyum manis.


" Alhamdulillah kabar Tyas baik baik saja Pak Buk , Lalu bagaimana Kabar Bapak dan Ibuk juga tumben pagi pagi nelpon Tyas Pak ada apa? " Tanya Tyas heran sebab tidak biasanya Bapak dan Ibuk menelpon sepagi ini


" Ini Nduk Bapak mau ngabari kalau Mas Mu Abi mau ngadain khitanan untuk Boby anaknya dan Dia meminta Bapak agar mengabarimu juga Mbak Rina berharap Kalian mau pulang sebentar." Jawab Bapak panjang lebar


" Wah Boby mau khitan, Lalu kapan Pak acaranya biar Tyas bisa siap siap terlebih dahulu? " Tanya Tyas sumringah


" Acaranya minggu depan Nduk dan jangan lupa Kamu kabari Mbak Rina dan Gunawan ya." Jawab Bapak

__ADS_1


Kemudian Mereka pun melanjutkan obrolan tersebut hingga akhirnya harus buyar sebab pembeli sudah mulai rame berdatangan dan Tyas pun memilih untuk melayani pembeli itu dengan sabar .


__ADS_2