Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Salah dengar 2


__ADS_3

Hingga pagi pun tiba mentari mulai menunjukan eksistensi nya menyinari bumi dengan cahaya keemasan nan hangat menerangi bumi beserta seluruh isinya.


Di hotel tempat Naka dan rombongan terlihat Mereka semua sudah bangun juga sudah rapi dan siap menuju ke kediaman kedua Orang Tuanya Tyas , Seketaris Anton meminta ketiga anak buahnya untuk berangkat lebih awal guna mengawasi keadaan sekitar juga mengamankan suasana.


Sementara Naka dan Seketaris Anton juga sopir pribadi Mereka itu terlihat tengah bersiap berangkat dengan sedikit terburu buru hingga sempat sarapan dan sebagai gantinya Mereka lebih memilih sarapan di dalam mobil saja.


" Tuan, Kita akan berangkat sekarang ." Ucap Seketaris Anton seraya menatap Sang Majikan.


" Ya lebih cepat lebih baik." Balas Naka


Kemudian Seketaris Anton pun meminta ke Pak sopir agar segera menyalakan mesin mobil dan berangkat ke tempat tujuan Mereka.


Sementara itu Agus, Rudi dan Doni yang lebih dulu sampai itu pun terlihat tengah menikmati kopi panas yang barusan dibelinya di samping mobil yang diparkir kan tepat di depan rumah keluarga Pak Samsul yang tengah menyelenggarakan pesta hajatan itu.


" Lo Mas, Kalian yang kemarin disini kan kok sekarang disini lagi? " Tanya Pak Rustam salah satu tetangga Tyas yang kebetulan lewat itu .


" Eh iya Pak benar Kita yang kemarin ketemu." Balas Doni dengan nada sopan.


Memang benar di antara Mereka bertiga itu Doni lah yang paling sopan terhadap orang lain sedangkan Agus dan Rudi cenderung lebih slengean suka bercanda.


" Memangnya ada urusan apa kok para Mas Mas ini disini lagi kalau hanya sekedar sahabat kayaknya nggak mungkin juga atau jangan jangan Kalian ini seorang Intel polisi yang akan menangkap seseorang atau malah Kalian ini komplotan rampok? " Tanya Pak Rustam mulai curiga dengan Mereka bertiga.


" Enak aja Memangnya Kami ini punya tampang penjahat Kah? " Tanya Agus dengan nada sedikit emosi


" Ya kan Saya sekedar bertanya saja Kalian kan dari kemarin disini melulu sedangkan Kalian ini orang asing jadi sangat wajar kalau Saya curiga." Balas Pak Rustam dengan nada sedikit kurang suka.


"Iya itu hak Bapak untuk curiga ke Kami tapi yang perlu Bapak ketahui Kami ini bukan penjahat tapi Kami sahabat nya Nona Tyas dan Kami sedang menunggu teman yang lain nya untuk bareng bareng memenuhi undangan hajatan itu." Balas Doni seraya menunjuk kearah rumah Tyas.


"Ya sudah kalau begitu Saya pamit dulu dan juga minta maaf tadi sudah mencurigai Kalian." Kata Pak Rustam seraya berpamitan pulang.


Selang satu jam berlalu seluruh anggota keluarga Pak Samsul sudah rapi dengan dandanan riasan khas Jawa dan sudah berjejer rapi siap menyambut tamu yang sedari tadi sudah ramai berdatangan.


" La itu kan Nona? " Tanya Rudi pada kedua sahabatnya itu


" Mana? " Tanya balik Agus seraya clingukan mencari keberadaan Tyas


" Itu yang paling ujung." Jawab Rudi seraya menunjuk kearah Tyas yang berdiri paling ujung


Dan kompak saja Agus juga Rudi menoleh bersamaan kearah Tyas yang pagi itu di make up i sangat cantik dengan balutan busana khas jawa semakin menambah kesan elegant pada diri Tyas.


" Lah kok dandanan seperti itu, waduh jangan jangan hari ini Nona Tyas akan beneran menikah dengan Mas Camat seperti kata Ibuk Ibuk kemarin itu? " Ucap Agus

__ADS_1


"Waduh gawat ni gimana coba kalau beneran menikah pasti gila itu Tuan Naka? " Sahut Rudi seraya menatap kedua sahabatnya bergantian.


"Semoga saja hari ini bukan hari pernikahannya Nona Tyas dengan Mas Camat itu, Kasian Tuan Naka kalau sampai itu terjadi bakalan gagal menikah untuk kedua kalinya Dia dan akan jadi bujang Tua kayaknya." Balas Doni seakan tanpa dosa dengan jiwa slengeannya menyebut bujang tua untuk majikannya itu.


"Iya ya Dia kan pernah gagal menikah dengan Si judes Maritha ." Ucap Rudi


Dan Mereka bertiga pun melanjutkan kengerumpiannya itu membahas tentang kehidupan asmaranya Naka juga tentang kekhawatiran nya jika benar Tyas akan menikah hari ini dan tanpa di sadari oleh ketiganya Naka juga Seketaris Anton dan sopir pribadinya sudah sampai dan sudah berdiri di belakang Mereka bertiga.


"Anton sejak kapan anak buah Mu jadi tukang gosip seperti ini? " Tanya Naka pada Seketaris Anton dan sukses mengagetkan Mereka bertiga yang sedang bergosip ria itu.


Ucapan Naka barusan sungguh sukses membuat ketiga anak buah Seketaris Anton itu terjenggit kaget dan sontak langsung menoleh kebelakang.


" Tu Tu Tuan maaf Tuan." Ujar Agus gugup


" Iya Tuan tolong maafkan Kami atas kelancangan Kami ngomongin Tuan." Sahut Doni gemetar


" Apakah Kalian dibayar oleh Seketaris Anton hanya untuk menggosip kan Aku? " Tanya Naka dengan nada dibuat buat agar terlihat sedang marah.


"Maaf Tuan, Kami dibayar bukan untuk itu." Jawab Agus gugup


"Lalu? " Tanya Naka dengan nada serius meski dalam hati Dia menertawakan kegugupan Mereka bertiga itu.


"Anu Tuan barusan Kami lihat Nona Tyas hari ini dirias sangat cantik dengan juga memakai pakaian adat Jawa dan Kami yakin kalau hari ini Dia akan menikah dengan Mas Camat. " Jawab Rudi panjang lebar menjelaskan pada Naka


" Dia itu sahabat kecilnya Nona Tyas Tuan yang kebetulan juga jomblo belum menikah nah beberapa hari ini Dia sering sekali kesini ngapelin Nona Tyas. " Jawab Rudi


"Dari mana Kamu tau kalau Dia ngapelin Nona? " Tanya Seketaris Anton dengan nada serius


"Kata Ibuk Ibuk yang kemarin Kita temui Tuan, bahkan Beliau juga memberi tahu Kami kalau hari ini keluarga Pak Samsul itu punya dua hajat yakni khitanan sepupunya Nona juga hajat resepsi pernikahan anaknya dan jangan jangan itu Nona." Jawab Mereka bertiga kompak


"Anton, jangan banyak tanya lagi ayo sekarang Kita masuk Aku nggak mau kalau sampai terlambat. " Kata Naka seraya meeapikan baju nya itu


Kemudian Mereka berenam pun berjalan masuk kedalam tenda tempat hajatan itu dimulai dari barisan Anton dan kawan kawannya lalu Naka berjalan di tengah Mereka dan belakang ada Seketaris Anton juga sopir berjalan belakangan.


Pak Samsul, Bu Rukmi , Mas Abi, Mbak Yuni, Mbak Rina dan Mas Gunawan pun kaget melihat kedatangan Mereka itu dan Pak Samsul pun menyikut lengan Bu Rukmi bermaksud bertanya siapa gerangan Mereka itu.


Dan Bu Rukmi oun menggeleng memberi kode kalau Beliau juga tidak kenal dengan Mereka, Sementara itu Tyas yang melihat kedatangan Naka itu pun segera pamit untuk masuk kekamar tidur dengan alasan kepalanya tiba tiba sakit.


" Pak Buk. " Sapa Seketaris Anton seraya berjalan menghampiri Pak Samsul dan Bu Rukmi yang terlihat kebingungan itu


" Nggeh Mas, maaf Anda siapa ya dan ada urusan apa? " Jawab Pak Samsul dengan nada gemetar.

__ADS_1


" Perkenalkan Saya Anton sekertaris nya Tuan Naka dan ini adalah Tuan Naka calon menantu Anda." Jawab Seketaris Anton memperkenalkan dirinya itu


" Oh ini Tuan Naka yang pernah ngobrol lewat telepon itu ya? " Kini giliran Bu Rukmi bertanya.


"Iya betul Buk Pak, Tolong panggil Saya Naka saja jangan dikasih sebutan Tuan. " Jawab Naka sopan.


" Iya Tuan, eh maaf Naka ayo mari silahkan duduk. " Balas Pak Samsul seraya mengajak Naka untuk duduk di kursi yang telah disiapkan untuk tamu yang hadir itu.


" Terima kasih banyak Pak, oya Tyas nya mana Pak? " Tanya Naka seraya clingak clinguk mencari Tyas


" Oh Tyas nya tadi ijin masuk ke kamar sebentar katanya mau benerin baju, sebentar ya biar di panggil kan Ibuk dulu." Jawab Pak Samsul seraya mempersilahkan Naka dan Rombongan nya itu untuk menikmati hidangan yang ada sembari menunggu kedatangan Tyas.


" Tuan Naka." Panggil Mas Gunawan seraya berjalan menghampiri Naka dan rombongan itu


" Iya Mas panggil Naka saja jangan dikasih embel embel Tuan." Jawab Naka seraya tersenyum manis kearah Mas Gunawan.


" Iya Naka, selamat datang di rumah kedua mertua Ku dan Kamu pasti nyusul Tyas ya sebenarnya ada masalah apa diantara Kalian? " Tanya Mas Gunawan seraya berbisik


" Terima kasih banyak Mas, dan ya benar Aku kesini mau nyusul Tyas Kami tidak ada masalah apa apa hanya salah paham sedikit." Jawab Naka dengan nada sopan.


" Oh kirain Kalian bertengkar." Sahut Mas Gunawan


" Nggak Mas hanya salah paham saja, dan maaf kalau boleh tau ini hajat nya apa ya? " Tanya Naka penasaran


" Oh ini hajat nya khitanan anak nya Mas Abi putra sulungnya Bapak yang tinggal di Surabaya dan resepsi pernikahan Ku dan Mbak Rina kan Kami dulu hanya akad saja. " Jawab Mas Gunawan panjang lebar


Naka terlihat menghembuskan nafasnya panjang hatinya merasa lega mendengar jawaban Mas Gunawan barusan yang itu artinya buka Tyas dan Mas Camat yang menikah seperti yang diucapkan oleh ketiga bandit nakal anak buahnya Seketaris Anton itu


" Hufff lega." Gimana Naka lirih dan meskipun lirih Mas Gunawan masih bisa mendengarnya


" Kenapa Naka apanya yang lega? " Tanya Mas Gunawan pura pura tidak tau


" Eh nggak Mas ini duduk nya lega juga anginnya bikin lega." Jawab Naka berbohong menutupi malu di wajah nya itu


" Oh ya sudah, Kalian nikmati hidangan yang ada ya Aku mau kesana ngalamin tamu yang terus berdatangan itu." Sahut amas Gunawan seraya berjalan menyusul Mbak Rina dan anggota keluarga yang lainnya itu.


" Waduh Kita salah dengar Tuan? " Ucap Doni seraya menatap wajah Naka dan Seketaris Anton bergantian


" Menurutmu? " Tanya Naka singkat


" Maaf kan Kami ya Tuan , Anda orang baik pasti Anda mau memaafkan Kami." Jawab Doni memelas berharap sang majikan mau memaafkanya .

__ADS_1


Naka tak menjawab permintaan maaf dari Doni barusan namun Dia nampak mengamati pintu rumah itu dan berharap agar Tyas segera keluar menemui dirinya.


__ADS_2