
Sesampainya di ruko itu Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam dan mengajak Tyas untuk naik ke lantai atas menuju kamarnya .
" Mbak Aku benar benar ketakutan ." Ucap Tyas saat Mbak Rina dan Mas Gunawan mengantarkannya masuk kamar untuk istirahat .
" Sudah Yas Kamu aman di sini sekarang Kamu cepat istirahat ya malam sudah sangat larut ." Balas Mbak Rina .
" Apakah Mbak Rina dan Mas Gunawan akan langsung pulang sekarang juga ?" Tanya Tyas masih dalam keadaan takut .
"Nggak Yas Kami akan tidur di kamar sebelah sekarang Kamu tidur ya tenang saja di sini aman ko." Kini giliran Mas Gunawan yang menjawab .
Mbak Rina dan Mas Gunawan pun keluar dari kamar Tyas menuju kekamar sebelah , sementara Tyas dan sedang berbaring di kamar nya pun belum bisa memejamkan matanya Dia terlihat gulang guling dikasur rasa trauma akan kejadian siang tadi masih menghantuinya .
__ADS_1
Sementara itu Wiland dan Ditya yang tengah duduk dikursi bar itu telihat diam saling membisu meski di meja ada dua gelas minuman wine namun Mereka tidak sedikit pun menyentuhnya .
" minumlah Bro agar Kamu bisa sedikit lupa akan masalah masalah yang tengah menghampiriMu ." Ucap Wiland .
"Gue benar benar frustasi Bro dan Gue nggak bisa ngebayangin gimana kecewanya Mama Papaku kalau Tyas tetap ngotot untuk cerai ." Balas Ditya sembari menenggak minuman haram itu .
" Padahal Gue udah ngelarang Loe dulu dan Loe tetap ngotot nekat nikahin Si Wati nah sekarang jadi runyam kan akhirnya lagian ngapain sih dulu Loe sembunyiin setatus peenikahan Mu dengan Tyas kenapa atau jangan jangan Loe belum rela harus ngeputusin Wati ?" Tanya Wiland yang merasa iba dengan permasalahan yang dihadapi temannya itu .
" Si Wati itu cinta pertama Gue Bro dan Gue nikahin Wati karena terpaksa Bro Gue nggak tega menolak permintaan Budhenya saat sakit parah dulu sedangkan Gue dan Tyas itu dijodohkan Kami belum saling kenal namun harus menikah ." Jawab Ditya sembari menghela nafas mengingat pernikahannya dengan Tyas.
" Lambat laun Gue mulai mencintai Tyas dan Gue takut kehilangan Tyas makanya Gue nggam mau bercerai ." Jawab Ditya frustasi
__ADS_1
"Tunggu dulu Loe bilang Loe nikahin Si Wati karena terpaksa menuruti permintaan Budhe nya itu lalu Wati sekarang hamil anak Loe , Loe itu gila atau gimana sih maksudnya merasa terpaksa namun menikmati nya sampai berbuah bayi dalam kandungan lalu Loe beralibi Loe khilaf dan Loe nggak mau bercerai dengan Tyas terus Loe berjanji akan meninggalkan Wati dan anaknya demi bisa rujuk bersama Tyas fiks Loe itu gila Loe itu egois Bro Gue kecewa sama Loe ." Sahut Wiland emosi .
Ditya terlihat bingung dengan maksud ucapan Wiland barusan dan Dia pun memberanikan diri bertanya pada Sahabatnya itu .
" Apa maksud ucapan Mu itu lalu menurutmu Aku harus bagaimana ?" Tanya Ditya kebingungan .
"Maksud Ku Kamu itu egois dengan mementingkan rasa cinta Mu pada Tyas saja tanpa Kamu sadari Kamu itu menyakiti hati Wati yang juga istrimu terlebih Dia sedang mengandung anak Mu Dia juga korban dalam peemasalahan Kalian coba saja kalau sejak awal pernikahanMu dengan Tyas Kamu jujur berterus terang memberitahu Dia tentang kenyataan ini mungkin keadaan tidak akan serunyam ini apalagi selama ini Kamu kiga melarang Tyas memberitahu siapapun tentang status resmi Kalian berikut foto foto pernikahan Kalian ." Jawab Wiland dengan wajah serius .
"Lalu Gue harus bagaimana Bro Gue nggak mau kehilangan Tyas tolong kasih saran Gue harus gimana atau melakukan apa agar Tyas tidak bersikukuh untuk cerai ." Sahut Ditya dengan nada mulai melemah .
"Entahlah Bro Aku juga nggak tau Kamu harus ngelakuin apa agar Tyas mencabut gugatan cerainya dengan Mu dan mau rujuk kembali , namun yang jelas Dia pasti marah besar akibat kelakuan bodoh Mu tadi ,dan saran Ku cobalah menerima takdir hidup Kalian masing masing jika bercerai adalah pilihan akhir dari hubungan Kalian maka ikhlas lah menerima nya, juga kasihani lah Wati juga bayinya Dia membutuhkanMu Bro ingat lah Kamu berani berbuat juga harus berani bertanggung jawab seperti yang diajarkan oleh kedua Orang Tua Mu ." Balas Wiland
__ADS_1
Ditya terlihat tengah meresapi ucapan Wiland barusan dan tanpa sadar mengiyakan ucapan Wiland barusan , Ya Dia akhir akhir ini lebih banyak memikirkan Tyas juga nasip rumah tangga Nya bersama Tyas hingga Ditya terlihat acuh cuek dan kurang memperhatikan Wati juga calon anak yang sedang dikandungnya .
Hingga malam pun semakin larut Ditya dan Wiland yang sedari tadi asik mengobrol pun memutuskan untuk pulang .