
"Nona." Sapa Seketaris Anton yang masih setia berdiri didepan pintu masuk ruang meeting itu.
ngga
Semua yang ada diruang meeting itupun terkejut dengan kehadiran Seketaris Anton terlebih Tyas dan Diah, sementara Bu Lili dan Satpam itu pun segera berjalan menghampiri Seketaris Anton .
" Tuan." Sapa Bu Lili pengawas karyawan itu
" Apakah Kalian sudah bosan kerja di kantor Bagaskara grub ini hingga Kalian berani bikin keributan di ruang meeting? " Tanya Seketaris Anton dengan nada tegas.
" Maafkan Kami berdua Tuan, dan semua ini salah Nona penjual kopi itu." Jawab Satpam tersebut seraya menunjuk kearah Tyas dan Diah
" Iya Tuan, Dia memaksa ingin menemui Presdir Naka di ruangannya dan juga Dia mengaku sebagai calon istrinya Presdir dan Kami tidak mempercayai nya juga tidak akan mengijinkan seorang pengantar kopi itu untuk masuk ke ruang Presdir ." Sahut Bu Lili dengan penuh kepercayaan diri
" Lalu Kalian membentak Dia dan mengusirnya? " Tanya Seketaris Anton dengan nada mulai emosi
" Benar Tuan." Jawab Satpam itu tegas
" Ayo Satpam Kita bawa penjual kopi ini keluar ruangan sekarang juga sebelum Tuan Naka datang dan marah marah." Sahut Bu Lili yang mulai tebar pesona di dekatnya Seketaris Anton itu.
" Stop atau Kalian akan kehilangan pekerjaan Kalian sekarang juga dan sekarang tinggalkan ruangan ini." Bentak Seketaris Anton dengan nada emosi
Pak Satpam dan Bu Lili pun segera mengangguk dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun langsung keluar ruangan meeting meninggalkan Seketaris Anton, Diah dan juga Tyas tentunya.
" Nona tolong maafkan Saya yang terlambat datang Anda baik baik saja kan? " Tanya Seketaris Anton seraya berjalan menghampiri Tyas yang sedang berdiri bersebelahan dengan Diah sahabat karibnya itu.
" Ya Kami baik baik saja, dan Kami juga minta maaf telah membuat keributan di sini." Jawab Tyas sopan
" Anda tidak perlu meminta maaf Nona, Dan apakah Anda sedang mencari Tuan Naka? " Tanya Seketaris Anton dengan nada tegasnya
Tyas hanya tersenyum seakan tengah memberi kode mengiyakan pertanyaan Seketaris Anton barusan.
" Mari Saya antar keruangan nya Tuan Naka." Ucap Seketaris Anton seraya membuka pintu untuk Tyas dan Diah
Kemudian Mereka pun berjalan bersama naik lift ke lantai paling atas gedung perkantoran itu dan langsung berjalan menuju ruangan khusus Presdir perusahaan itu dan lebih tepatnya ruang kerja nya Naka.
Sesampainya di depan pintu ruangan Presdir itu Seketaris Anton segera mengetok pintu itu seraya meminta ijin untuk masuk
__ADS_1
" Maaf Tuan ada tamu." Kata Seketaris Anton seraya membuka pintu ruang kerjanya Naka.
" Ya persilahkan tamu itu Masuk." Balas Naka yang terlihat masih sibuk membaca dokumen di mejanya dan tanpa menoleh kearah Seketaris Anton juga Tyas dan Diah yang sudah berdiri di depan pintu itu
Kemudian Seketaris Anton pun mengajak Diah dan Tyas masuk kedalam ruang kerjanya Naka itu.
"Silahkan duduk dulu Nona, dan silahkan menunggu sebentar Tuan masih ada sedikit kerjaan untuk diselesaikan." Ujar Seketaris Anton seraya mempersilahkan Tyas dan Diah duduk disofa dekat meja kerjanya Naka itu
" Iya Terima kasih banyak Tuan." Balas Tuas sopan dengan nada lembutnya
Mereka berdua pun duduk di sofa itu, Jika Diah tengah mengagumi kemewahan ruang kerjanya Naka itu maka hal lain tengah dirasakan oleh Tyas yang mana Dia merasa minder dengan kedudukan juga jabatan Naka dikantor itu dan dalam hati Dia juga minder pantas kah Aku bersanding dengan Mas Naka." Guman Tyas dalam hati
Dan Naka yang terlihat sibuk membaca file file laporan perusahaan itupun menghentikan aktivitas nya sebentar lalu melihat kearah dua gadis yang tengah dipersilahkan duduk di sofa oleh Seketaris Anton dengan maksud hendak memastikan siapa Dia.
Alangkah kagetnya Naka saat Dia tau siapa gadis yang tengah hadir di ruang kerjanya itu, ya Tyas gadis yang selalu dirindukannya siang malam yang selalu menjadi hayalan nya selama ini juga selalu di sebut dalam doanya setiap waktu itu kini ada di ruang kerjanya.
" Sayanggg." Kata Naka memanggil Tyas
Kemudian Dia pun segera bangkit dari duduk nya dan berjalan cepat menghampiri Tyas dan Diah yang bangkit dari duduk nya itu
" Iya Mas Aku kesini nggak ganggu waktuMu kan." Jawab Tyas dengan senyum manisnya itu
" Ah tentu saja tidak, kok Kamu pulang nggak ngabari Aku sih? " Tanya Naka seraya menatap Tuas dengan seksama seakan tengah meluapkan rindu yang begitu mendalam
" Aku sudah menghubungi Kamu beberapa kali Mas, juga sudah mengirim pesan tapi Kamu nya nggak menjawab jadi Aku nekat kesini ya kan Di." Jawab Tuas seraya menyikut lengannya Diah
" Iya benar Mas Naka, Tyas berulang kali menghubungi Mu dan kalau Kamu nggak percaya boleh cek HP mu.' Sahut Diah
" Ah maaf ya Sayang HP ku ketinggalan di rumah Eyang Putri, oya ayo duduk sini." Ajak Naka pada Diah dan Tyas
Tyas dan Diah pun duduk di sofa yang ditunjuk oleh Naka sementara Naka memilih duduk di dekatnya Tyas dan Seketaris Anton pun segera berlalu menghendel meeting sore itu karena Seketaris Anton tau kalau Sang Majikan itu pasti akan lebih memilih memgobrol dengan Tuas dari pada meeting.
" Sayang Aku senang banget Kamu sudah kembali ke Jakarta dan mau kesini nemui Aku." Kata Naka seraya membelai lembut rambutnya Tyas
Dan belum sempat Tuas menjawab kata kata Naka barusan , Diah meminta ijin untuk pulang duluan dengan alasan ada panggilan masuk dari Dini yang memintanya untuk membantu menyiapkan orderan cake sore ini padahal sejati nya Dia ingin memberi waktu Tuas dan Naka untuk saling melepas rindu
" Ya sudah Kita pulang sekarang ya? " Tanya Tyas pada Diah
__ADS_1
" Ah nggak usah Yas, Kamu ngobrol aja dulu di sini dengan Mas Naka, biar Aku pulang sendiri toh ada yang lain juga kan Kalian lama nggak ngobrol bareng." Jawab Diah
Tyas pun mengangguk paham sementara Naka terlihat sumringah mendengar jawaban Diah barusan dan dalam hati Dia tengah bersorak gembira sebab Dia punya kesempatan untuk melepas kangen dengan Tyas dengan mengobrol santai.
" Ya sudah Kamu hati hati bestie, bentar lagi Aku pulang." Kata Tyas seraya menatap wajah Diah seksama
" Ok see u." Balas Diah seraya berjalan keluar ruangan kerjanya Naka itu
Melihat Diah sudah keluar ruangan kerjanya itu, Naka segera beranjak duduk di sampingnya Tyas, dan Tyas pun yang semula tenang kini mulai terlihat gugup
" Sayang Aku kangen banget sama Kamu." Kata Naka seraya memaksa memeluk
" Mas jangan begini tolong lepaskan pelukanMu ini kantor Mas." Kata Tyas berusaha melepaskan pelukannya Naka
" Tidak sayang Aku tidak peduli, biarkan Aku memeluk mu sebentar untuk meluapkan rasa rinduku ini." Balas Naka yang semakin erat memeluk Tyas
Tyas yang semula bersikeras berusaha melepaskan pelukan Naka itu pun akhirnya menyerah dan membiarkan Naka memeluknya dan tanpa di sadari nya Dia pun membalas pelukannya Naka itu.
Mendapat respon pelukan balik dari Tyas itu, Naka pun merasa sangat senang dan secara refleks Dia pun menatap wajah Tyas dan Cup Baka mengecup keningnya Tyas lalu beralih kedua pipinya lalu beralih kearah bibirnya.
Tyas sangat kaget dengan ciuman yang mendadak dari Naka dan berusaha untuk menyudahinya namun nampaknya Naka tak mengijinkan nya menyudahi ciuman itu, Dia semakin erat memeluk Tyas dan semakin ganas menciumi bibir ********** dan memaksanya untuk membalas ciuman juga lumatannya itu.
Dan akhirnya Mereka pun berciuman cukup mesra selama hampir lima menit hingga deringan HP milik Tyas lah yang membuyarkan ciuman panas kedua insan yang tengah di mabuk rindu itu..
Tyas terlihat mengelap bibirnya dan buru buru mengangkat panggilan telepon dihp nya itu yang ternyata panggilan dari Eyang Putri yang menanyakan kepulangan nya ke Jakarta dan ajakan untuk makan malam bersama.
" Maaf Mas." Kata Tyas sesaat setelah mengakhiri panggilan telepon dari Eyang Putri barusan
" Iya sayang Kamu nggak perlu minta maaf." Balas Naka dengan melemparkan senyuman manis kearah Tyas
Tyas pun teringat adegan ciuman Mereka barusan dan swingggg pipinya memerah menahan malu dan terlihat salah tingkah.
" Kamu jangan salting seperti itu, nanti setelah menikah itu akan menjadi rutinitas Kita sayang." Bisik Naka pada telinganya Tyas
" Dih." Balas Tyas yang semakin memerah pipinya menahan malu
Kemudian setelah itu Mereka pun terlihat berjalan bersama keluar ruangan presdir menuju lifit dan turun ke lantai bawah menuju tempat parkir mobil lalu pergi ke mall membeli baju untuk dipakai nanti malam.
__ADS_1