
"Sayang mandi yuk." Ajak Naka
" Nggak ah Kamu mandi aja dulu, Aku mau lihat lihat pemandangan luar dulu." Balas Tyas seraya berjalan hendak menuju kaca jendela yang menghadap keluar itu
Nampak nya Naka tidak menggubris penolakan Tyas barusan, Dia segera berjalan menghampiri Tyas dan langsung membopong nya menuju kamar mandi di dalam kamar tidur miliknya itu .
" Mas Naka tolong turunkan Aku Mas, pleasee." Kata Tyas meronta ronta minta diturunkan dari bopongan nya Naka itu
Sementara itu Naka terus saja menggendong Tyas lalu menurunkan nya di dalam kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi rapat rapat dan lanjut melucuti baju Sang Istri tercinta nya itu.
Ada rasa tak karuan sedang menjalari hati Tyas saat Naka tengah melucuti baju miliknya satu persatu dari tubuhnya antara rasa deg deg an karena telah lama tidak melakukannya dan jujur saja rasa rindu akan belaian mesra Sang suami hingga membuatnya menurut saja manakala Naka melancarkan aksinya menciumi seluruh lekuk tubuh Sang Istri mulai dari area wajah hingga ke bawah.
Permainan itu cukup panas kini Tyas mulai mengimbangi ciuman panas yang di lancarkan oleh Naka terhadap bibirnya itu dan tangannya pun tak mau kalah mulai berani membuka kancing baju Naka satu persatu dan mulai melepaskannya dari tubuh kekar Sang Suami
Berlanjut tangan itu mulai aktif membuka sabuk celana dan mulai meloloskannya dari pinggang Naka hingga tanpa Mereka berdua sadari kini Mereka sama sama telanjang dan sangking panas nya Naka mendorong pelan tubuh Tyas menuju guyuran shower air hangat dan Mereka berdua pun mulai menuntaskan hasrat satu sama lain.
Berpacu dalam ritme yang di atur sedemikian lembut nya hingga tak menimbulkan kesakitan yang berarti bagi Tyas, Saling mengejar saling mencium mendesah memuji satu sama lain hingga akhirnya Mereka berdua pun telah sampai di puncak kenikmatan surga duniawi yang telah Mereka tahan sebulan lebih ini.
Selesai pergulatan panas di bawah guyuran shower air hangat itu, Tyas dan Naka segera mandi dan membersihkan diri masing masing lalu membungkus tubuh dengan handuk yang telah tersedia di dalam laci kamar mandi lalu keluar dari dalam kamar mandi tersebut.
Nampaknya Naka belum puas dengan permainan ronde pertama barusan, Dia mengulangi nya kembali di atas kasur empuk kamar pribadi miliknya kali ini permainan nya sedikit berbeda yakni lebih leluasa lebih lembut dan lebih panas tentunya hingga hampir membuat Tyas kewalahan dengan kejantanan Sang Suami nya itu.
" Y love you sayang." Bisik Naka pada telinga Tyas saat Mereka telah menyelesaikan ronde kedua permainan ranjang nan panas itu
" Love you to Mas." Balas Tyas dengan senyum manisnya itu
__ADS_1
Segera membetulkan selimut yang membungkus tubuh polos nya Tyas yang mulai tertidur karena kelelahan itu, sementara dirinya beranjak bangun dan berjalan ke dapur hendak mengambil minum sembari mengerjakan tugas kantor yakni mengecek laporan yang barusan dikirim oleh Seketaris Anton via e-mail itu.
Ditengah tengah kesibukannya itu HP milik Naka berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata panggilan dari Eyang Putri, Beliau bertanya apakah Mereka berdua tidak pulang malam ini dan Naka pun memberitahu Eyang Putri kalau Mereka berdua malam ini menginap di apartemen.
Setelah berbincang cukup singkat dengan Sang Eyang Putri itu Naka kembali meletakkan HP miliknya di meja kerja nya dan kembali membaca baca laporan perusahaan itu sekaligus membaca bahan pembahasan untuk meeting besok di perusahaan.
Dan tak berselang lama terlihat ada satu pesan masuk di HP miliknya, Naka pjn segera melihat siapa kan gerangan yang malam malam begini mengirimi nya pesan itu yang ternyata adalah Maritha .
Adapun isi dari pesan yang dikirim oleh Maritha itu adalah penyampaian permintaan maaf sekaligus permohonan agar Naka membatalkan keputusannya untuk memutuskan hubungan kerja antara perusahaan Bagaskara Grub dan Pranoto Grub juga penarikan saham serta penagihan hutang terhadap Pranoto Grub yang mengakibatkan kerugian besar.
Dia juga memberi tahu Naka kalau kesalahannya itu tidak ada hubungannya dengan perusahaan milik Sang Papa jadi tidak seharusnya perusahaan Pranoto Grub ikut menerima konsekuensi atas perbuatan nya itu.
Lalu bagaimana tanggapan Naka mengenai pesan pesan yang barusan dikirim oleh Maritha itu dan jawabannya seperti yang sudah dapat di tebak Naka tetap bersikukuh dengan keputusan awalnya dan Maritha yang pesan pesan nya tak mendapat tanggapan dari Naka itu pun berinisiatif menelponnya.
" Apa yang ingin Kamu katakan cepat katakan.? " Tanya Naka dengan nada dingin
" Sayang please bisakah Kita bertemu, Aku ingin membahas hal ini secara serius dengan Mu please." Jawab Maritha disebrang sana dengan nada dibuat semanja mungkin.
" Naka Aku mohon Kita harus bertemu, ini masalah penting Aku tidak ingin membahasnya lewat telepon Aku janji nggak lama kok ya please." Lanjutnya
" Kita tidak perlu bertemu jika ada yang ingin Kamu bahas silahkan Kamu ucapkan di sini saja Aku tidak punya waktu untuk menemui seorang penjahat seperti Mu." Sahut Naka dengan nada yang terdengar sewot
Maritha terus saja merayu dan memohon pada Naka agar mau bertemu dengan nya dengan harapan Dia punya kesempatan untuk merayu Naka dan juga emmuluskan niatan jahatnya yakni menjebak Naka.
Sementara itu Naka terlihat mempertimbangkan keinginan Maritha untuk bertemu dengan nya sebab Dia juga punya keinginan yakni memberi peringatan keras pada Maritha agar tidak macam macam terhadap Tyas.
__ADS_1
Awalnya Naka ingin membangunkan Tyas yang tertidur untuk diajak ikut bertemu dengan Maritha namun niatan itu di Urungkan nya sebab Dia melihat Tyas tidur dengan pulas nya hingga membuatnya tidak tega hingga akhirnya Dia pun memilih keluar untuk menemui Maritha .
Naka bukanlah sosok yang bodoh dengan mengambil resiko besar, Dia tidak tau rencana jahat apa yang telah direncakan Maritha bersama keluarga nya, namun Naka yakin pasti Mereka telah menyiapkan jebakan untuk Naka dan untuk mengantisipasinya Naka menghubungi Seketaris Anton.
Dia meminta Seketaris Anton agar memerintahkan seluruh anak buah nya untuk mengamankan tempat yang akan dijadikan pertemuan antara dirinya dan Maritha yakni sebuah Bar terkenal di ibu kota itu sekaligus membuntuti Maritha beserta orang terdekat nya.
" Sayang Aku keluar dulu ada urusan penting yang harus segera Aku urus, Kamu baik baik di rumah istirahat ya Aku pasti akan cepat kembali kok." Bisik Naka seraya mencium pipi Sang Istri
" Iya Mas, Kamu mau kemana sih malam malam begini, Aku ikut ya." Balas Tyas yang tiba tiba terbangun
" Nggak usah sayang, Kamu lanjutin istirahat ya ngumpulin tenaga sebentar lagi Kita lanjutin pertempuran tadi." Sahut Naka
" Iya sudah Kamu hati hati ya dan ingat jangan lama lama ya." Ucap Tyas manja
Naka pun mengangguk dan segera beranjak berangkat, sementara itu di pihak Maritha terlihat Dia tengah berbincang bincang dengan Tomy pria yang menjadi selingkuhannya itu dan nampak nya Mereka tengah menyusun sebuah rencana kejahatan untuk menghancurkan Naka beserta perusahaan besar nya.
Hay
hay
hay
teman teman ada yang tau nggak kira kira rencana jahat apa yang tengah Maritha dan Tomy rencanakan untuk menjebak Naka
Kalau ada yang tau please komen ya, 😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1